[Sinopsis] It's Okay, Daddy's Girl Episode 10
"apa kamu sudah mengkonfirmasinya? Apa tidak ada orang yang mencurigakan?" tanya Chae Ryung langsung memberondong Hyuk Gi dengan pertanyaan
"aku sudah memeriksa semuanya tetapi tidak ada"
"Ayah akan keluar dari rumah sakit kalau hal seperti ini terjadi lagi bagaimana?" ucap Chae Ryung semakin khawatir
"sebaiknya kita segera melaporkannya ke kantor polisi, ini tindakan kriminal dan merupakan pelanggaran hukum" saran Hyuk Gi yang notabene masih terdaftar sebagai mahasiswa jurusan hukum
"jadi uang yang sudah dipinjam tidak akan dikembalikan?"
"kalau itu tetap harus dibayar tapi dengan bunga yang sedikit. Kita akan berurusan dengan pengadilan"
"bagaimanapun juga tetap harus bayar…. Kalau mereka dendam kepada kita karena melaporkannya kepada polisi, bagaimana? Apa karena ini masalah orang lain jadi kamu menganggapnya enteng? Karena kamu adalah mahasiswa jurusan hukum makanya bisa tenang?" ucap Chae Ryung sedikit marah "sekarang sudah malam, besok aku akan menelepon Unnie dan meminta uang kepada kakak ipar, biar bagaimanapun dia sudah menjadi bagian dari keluarga ini. Selama kita bisa mendapatkan uang maka kita bisa membayar hutang tersebut" tambah Chae Ryung dengan emosi yang mulai mereda
Hyuk Gi hanya terdiam dan melihat ke wastafel tepat dibelakang Chae Ryung melintas seekor kecoa. Hyuk Gi mendekat ke wastafel dan dengan sekali pukulan, kecoa tersebut mati. Chae Ryung yang tidak melihatnya mengira Hyuk Gi marah atas ucapannya dan berniat memukulnya. Hyuk Gi berbalik dan menunjukkan kecoa yang didapatkannya kepada Chae Ryung.
"kenapa kamu menunjukkannya kepadaku?" teriak Chae Ryung jijik
"memangnya ada apa?"
"apa lagi kalau bukan kecoa mati?" teriak Chae Ryung. Hyuk Gi hanya memandangi Chae Ryung dengan tatapan kesal. Chae Ryung sama sekali tidak bisa bersifat dewasa dan hanya tahu mengeluh dan mengeluh. Hyuk Gi memutuskan pergi
"sungguh mengagetkan, meninggalkanku sendirian…. Bagaimana denganku?" teriak Chae Ryung kesal.
Hyuk Gi berjalan keluar apartemen dan beberapa detik kemudian Chae Ryung berlarian menyusulnya
"tunggu sebentar?aku menyuruhmu untuk menunggu? Berhenti sebentar?" teriak Chae Ryung hingga 3 kali dan berhasil menghentikan Hyuk Gi dengan menahan tangannya "apa kamu marah padaku? Apa karena aku mendapatkan uang asuransi darimu?"
"bukan terlihat bodoh. Chae Ryung ketidaktahuanmu benar-benar mengagetkan orang" jawab Hyuk Gi berusaha sabar menghadapi gadis dihadapannya
"aku tak mengerti maksudmu. Selesaikan dulu pembicaraan ini baru pergi…. Sebenarnya apa maksud dari kecoa itu? Pergi begitu saja, bagaimana dengan Ayahku?" teriak Chae Ryung pada Hyuk Gi yang kembali berjalan dan terlihat sama sekali tidak menggubrisnya. Hyuk Gi seketika berhenti ketika mendengar kalimat Chae Ryung "bagaimana dengan Ayahku?". Lagu Just like now by Donghae dan Ryeowook mewakili perasaan Hyuk Gi saat ini (lebay dech dewi)…..
Hyuk Gi terdiam seribu bahasa ketika kembali masuk ke dalam apartemen kecil keluarga Eun dan mulai merapikan tempat tidur Eun Khi Hwan seperti apa yang diniatkan sebelumnya. Chae Ryung berdiri di depan pintu sambil memperhatikan apa yang Hyuk Gi kerjakan.
"apa kamu sudah membersihkan tanganmu sebelum melakukannya?" tanya Chae Ryung "Apa kamu tidak mendengar apa yang kukatakan?" tanya Chae Ryung sekali lagi pada Hyuk Gi yang masih tak menggubrisnya
"biarkan ranjangnya seperti ini… paman akan menggunakan kursi roda" ucap Hyuk Gi
"apa masih memerlukan kursi koda?" keluh Chae Ryung dan sama sekali tidak memikirkan hal tersebut dalam mempersiapkan kepulangan Ayahnya
Di dalam Bus
(Aku sebut Bus Cinta ya chingudeul, hehehe). Kali ini giliran Chae Ryung yang terdiam seribu bahasa. Pandangannya tertuju keluar jendela Bus dan tidak memperdulikan Hyuk Gi yang duduk disampingnya dan terus melihat kearahnya. Kediaman Chae Ryung membuat Hyuk Gi merasa bersalah.
"maaf" ucap Hyuk Gi membuka pembicaraan
Chae Ryung berbalik "serangga tadi itu apa maksudnya? Jawab aku? Kalau tidak, aku tidak bisa tidur hari ini" desak Chae Ryung
"serangga itu ingin mendekatimu makanya aku menangkapnya, karena aku tahu kamu sangat takut dengan kecoa" jawab Hyuk Gi.
Chae Ryung masuk ke dalam kamar Ayahnya yang gelap. Kali ini Chae Ryung hanya sendirian dan tidak ada Hyuk Gi yang ikut bersamanya. Di kegelapan ruangan kamar, Chae Ryung menatap wajah Ayahnya yang tertidur pulas. Chae Ryung kembali melihat rekaman video saat dirinya, Ayah, Ae Ryung, Ho Ryung, Paman dan Ibunya bernyanyi bersama. Ingin rasanya Chae Ryung kembali ke masa-masa indah itu, masa dimana hanya ada senyuman orang-orang yang dicintainya dan kebahagiaan.
Keesokan harinya
Di rumah keluarga baru Ae Ryung terlihat Se Yun dan Ibunya sedang asyik dengan urusan mereka masing-masing. Ketukan pelan terdengar di pintu dan beberapa menit kemudian seorang wanita muda masuk ke dalam ruangan dengan membawa nampan. Ae Ryung meletakkan segelas teh di hadapan Ibu mertuanya dan sang Ibu mertua terlihat senang atas pekerjaan Ae Ryung.
"Ibu, cobalah pakai ini" ucap Ae Ryung dan melepaskan cincin berlian yang diberikan Ayah Mertuanya
"kenapa aku harus memakainya, Ayahmu yang membelikannya untukmu. Pakailah kembali, kalau kamu menghilangkannya matilah kita semua. Jangan melepasnya" pesan Ibu mertua Ae Ryung
"sampai kapan kamu mau melihat cincin itu, apa kamu mau memberikan kopinya kepadaku ketika sudah dingin?" ucap Se Yun tiba-tiba marah
"maafkan aku" jawab Ae Ryung (nggak benar nich??? Masa adik ipar memerintah kakak iparnya???)
"ohhhh benar-benar… Oppa, apa kamu ini anak dari Ayah mertuamu?"
"apa?" tanya Jin Goo tidak mengerti
"mengapa ada perkataan seperti itu" tambah Ibu Jin Goo marah
"bukan perkataan seperti itu…. Oppa kamu pergi saja sendiri dan jangan membuat keributan, benar-benar menyebalkan" keluh Se Yun dan pergi
"gadis itu, kenapa dia selalu begitu?" keluh Jin Goo dan berniat mengejar Se Yun namun Ae Ryung segera menahannya. Ibu Jin Goo dengan cepat memberi kode agar Jin Goo tidak bertindak ceroboh dan menyebabkan rahasia yang selama ini mereka jaga terbongkar dihadapan Ae Ryung.
Jin Goo masuk ke dalam kamarnya dan masih saja mendumel
"ah, jinja"
"jangan seperti itu" ucap Ae Ryung mengingatkan suaminya
"araso, aku akan mendengarkan ucapan istriku"
"itu…. Kami sudah pindah rumah" ucap Ae Ryung terbata-bata
"pindah rumah? Ke rumah yang lebih besar?" tanya Jin Goo namun Ae Ryung hanya terdiam dan terus menggenggam tangannya.
Di tempat lain tepatnya di sebuah toko alat kesehatan terlihat Chae Ryung sedang bertanya harga kursi roda kepada sang pemilik toko. Pemilik toko mengatakan kalau harga sebuah kursi roda otomatis berkisar antara 3-5 juta won. Chae Ryung terkejut dan kembali bertanya apa tidak ada harga yang lebih murah. Pemilik toko menyarankan Chae Ryung bisa menyicil sebanyak 30 ribu won/bulan jika memang tidak memiliki uang dan untuk penderita dengan kasus pendarahan otak seperti Ayah Chae Ryung lebih baik menggunakan kursi roda otomatis untuk memudahkan kegitan mereka sehari-hari.
"Hyuk Gi apa yang sedang kamu lakukan disini?"
Hyuk Gi hanya tersenyum dan pemilik toko mengatakan kalau Hyuk Gi adalah pelanggan mereka yang sudah memesan kursi roda otomatis jauh-jauh hari.
Bersama dengan pemilik toko, Hyuk Gi memasukkan kursi roda ke dalam mobil yang dipinjam dari Yun Do.
"kursi roda ini terlalu mahal" ucap Chae Ryung
"Wook Gi sudah mengumpulkan uang demi membelikan kursi roda ini untuk Paman"
"apa ini dari uang hasil mencuci piring kalian?" tanya Chae Ryung namun Hyuk Gi tidak menjawabnya dan berkata
"bisakah memberikan kunci rumah? Yun Do menyuruhku menyiapkan makanan dan memasukkan kursi roda"
"aku masih punya satu, kalau kamu sibuk lain kali saja baru dikembalikan" ucap Chae Ryung dan memberikan kunci pada Hyuk Gi. Hyuk Gi tersenyum dan memberi salam pada Chae Ryung kemudian pergi.
"hati-hati" ucap Chae Ryung. Chae Ryung terlihat senang. Chae Ryung tidak menyangka jika Hyuk Gi dan yang lainnya telah merencanakan semuanya jauh-jauh hari. Pertengkarannya dengan Hyuk Gi beberapa waktu yang lalu membuat Chae Ryung tidak yakin kalau Hyuk Gi akan kembali datang menemuninya, tetapi kenyataannya…. Dia dan Hyuk Gi sekarang berbaikan.
Sementara itu di rumah sakit,Eun Khi Hwan tengah menikmati kumis dan jenggot yang mulai tumbuh dicukur oleh menantunya.
"wah Ayah terlihat lebih muda setelah dicukur" puji Jin Goo dan membuat Eun Khi Hwan tersenyum
Chae Ryung datang
"oh kamu sudah kembali…. Ae Ryung tidak bisa kesini karena ada seminar bersama dengan Ibu"
"benarkah?"
"kamu darimana?" tanya Jin Goo
"oh, dari melihat kursi roda… Hyuk Gi dan Wook Gi yang membelikannya untuk Ayah"
"darimana mereka mendapatkan uang?" tanya Eun Khi Hwan
"mereka bekerja keras untuk membelikannya untuk Ayah, kita harus berterima kasih kepada mereka"
"bukan masalah terima kasih, mereka sudah susah payah mencari uang tersebut. Apa kamu sudah membayar rumah sakit?"
Chae Ryung melihat kepada Jin Goo "oh, apa rumah sakit menyuruh untuk membayarnya?" tanya Jin Goo pada Ayah mertuanya dan kembali melihat ke arah Chae Ryung
"apa bisa keluar dari rumah sakit tanpa membayar sama sekali?" tanya Eun Khi Hwan sekali lagi
"bukan begitu Ayah… untuk biaya rumah sakit jangan dipikirkan lagi, semuanya sudah dibayar Ibu mertua" jawab Jin Goo. Padahal kenyatannya biaya rumah sakit untuk perawatan Eun Khi Hwan sama sekali tidak ada karena Ae Ryung telah menikah dengan Jin Goo.
Chae Ryung terdiam menatap wajah Ayahnya yang juga ikut terdiam mendengar jawaban Jin Goo yang mengatakan kalau biaya rumah sakit telah dibayar oleh Sook Hee, Ibu mertuanya. Dari raut wajah Eun Khi Hwan terlihat kalau dia tidak mempercayai biaya rumah sakit telah dibayar istrinya. Dibenak Eun Khi Hwan terlintas alasan sebenarnya pernikahan Ae Ryung selain perjodohan adalah agar dirinya terbebas dari biaya selama melakukan perawatan untuk memulihkan kondisinya.
Jin Goo berusaha meyakinkan Ayah mertuanya namun Eun Khi Hwan tetap terdiam. Ayah Jin Goo tiba-tiba masuk ke dalam kamar bersama Dr Kang. Ayah Jin Goo datang untuk melihat kondisi Eun Khi Hwan yang akan keluar dari rumah sakit.
"aku benar-benar sudah merepotkan anda, aku tidak tahu bagaimana cara membalasnya" ucap Eun Khi Hwan
"perkataan macam apa ini?" ucap Ayah Jin Goo dan tertawa
"menolong orang yang sedang sekarat merupakan hal yang sangat melegakan, bahkan biaya rumah sakit pun…. Maafkan aku, maaf"
"Besan, jika kondisi anda dan aku ditukar apa yang akan anda lakukan? Membalas dengan sembuh kembali sudah cukup" ucap Ayah Jin Goo bijaksana. Jin Goo, Dr Kang dan Chae Ryung yang mendengarnya terlihat senang begitupun dengan Eun Khi Hwan.
Ae Ryung dan Ibu mertuanya akhirnya sampai di Pusat Kesenian Manin. Ae Ryung dan Ibu Jin Goo disambut oleh teman Ibu Jin Goo yang mengatakan kalau mereka tidak terlihat seperti mertua dan menantu tetapi lebih terlihat sebagai Ibu dan Anak. Sebuah kedekatan antara Ayah dan dua orang putrinya menarik perhatian Ae Ryung. Ae Ryung tiba-tiba menjadi sedih, harusnya Ae Ryung tidak berada disini hari ini melainkan menemani Ayahnya yang akan pulang dari rumah sakit menuju rumah kecil mereka.
Jin Goo terlihat risau mengantarkan Chae Ryung dan Eun Khi Hwan ke rumah baru mereka begitupun dengan Chae Ryung, kira-kira apa yang akan dipikirkan Ayahnya ketika melihat rumah baru mereka yang jauh dari harapan.
Hyuk Gi menyambut Eun Khi Hwan dan Chae Ryung. Bersama-sama dengan Jin Goo, Hyuk Gi membopong Eun Khi Hwan masuk ke dalam rumah. Ekspresi sedih terlihat dari wajah Eun Khi Hwan ketika melihat rumah barunya yang sangat kecil dan dinding yang kotor. Beberapa barang masih terlihat tak beraturan karena rumah mereka tak cukup untuk menampung semuanya.
"Ayah pasti lelah, istirahat sebentar" ucap Chae Ryung
"masuk ke kamar saja" jawab Eun Khi Hwan
"maaf sudah merepotkan kalian" ucap Eun Khi Hwan ketika berada di tempat tidur
"apa yang Ayah katakan, aku sekarang adalah anak Ayah juga… Ayah berterima kasih saja kepada dia karena sudah membelikan kursi roda ini" ucap Jin Goo
Eun Khi Hwan menatap Hyuk Gi yang hanya terdiam "dimana Wook Gi?"
"dia sedang bekerja,… setelah pekerjaannya selesai, dia akan datang menjenguk Paman"
Hyuk Gi dan Jin Goo keluar dari kamar dan membiarkan Eun Khi Hwan untuk istirahat sebentar
"untung ada kamu" ucap Jin Goo
"tidak apa-apa"
"melihat hal ini membuatku sedih" ucap Jin Goo sambil melihat kesekeliling rumah
"apa Ayah sudah tertidur?" tanya Jin Goo
"ya"
"kardus yang ada di kamar Paman, aku sudah memindahkannya ke kamar lain" ucap Jin Goo dan mengembalikan kunci rumah pada Chae Ryung
"gumawoyo"
"tidak apa-apa, aku pulang dulu" ucap Hyuk Gi dan berpamitan pada Jin Goo.
"antar dia keluar" ucap Jin Goo
Jin Goo kembali melihat kondisi rumah yang ditinggali Ayah mertua dan adik iparnya. Kondisi rumah yang jauh dari bayangannya. Jin Goo masuk ke sebuah kamar yang merupakan kamar Chae Ryung dan menemukan kertas berwarna merah peringatan dari rentenir.
Chae Ryung mengantar Hyuk Gi keluar.
"terima kasih karena sudah membuat tanjakan di depan pintu kamar Ayah" ucap Chae Ryung
"sama-sama, tetapi bagaimana bila Paman ingin ke kamar mandi?" tanya Hyuk Gi sedikit khawatir
"aku bisa mengurusnya" jawab Chae Ryung
Hyuk Gi dari dalam mobil berpamitan pada Chae Ryung, Chae Ryung tersenyum dengan muka berwarna kemerahan karena malu.
"bagaimana dia bisa tahu aku hanya mempercayai satu orang, benar-benar tidak bisa apa-apa" gumam Chae Ryung.
Tetapi kenyataannya di dalam kamar, Eun Khi Hwan sama sekali tidak tidur. Pandangannya diedarkan ke seluruh dinding kamar yang terlihat kotorbelum lagi ukuran kamar yang sangat kecil. Eun Khi Hwan melihat sebuah benda berwarna kuning disampingnya dan berusaha mengambilnya. Dengan usaha keras Eun Khi Hwan berusaha melatih tangan kanannya yang hampir lumpuh.
"aku tidak akan memberitahukannya, belakangan ini dia selalu menangis karena teringat Ayah… tapi bagaimana kamu bisa menyelesaikannya?"
"aku bisa menyelesaikannya. Hyuk Gi mengatakan kalau dia akan memberiku uang asuransi kematian Duk Gi"
"kamu mengatakan apa? Keputusan terhadap Ayah belum dijatuhkan, uang itu hanya dipinjamkan kepadamu"
"dia memberikannya kepadaku, lagipula aku akan menggantinya jika Ibu dan Paman bisa menemukan orang yang sudah menipunya"
"siapa yang bisa menjaminnya dan juga kita tidak bisa memastikan dia akan mengganti uang sebanyak itu? Untuk apa kamu memelototiku? Aku mengatakan hal yang tidak salah?"
"kalau begitu aku harus mengembalikan uangnya nanti?"
"tentu saja, apalagi dia dari jurusan hukum"
Di sebuah klub malam terlihat seorang pemuda tengah sibuk membersihkan setiap sudut ruangan dan lantai yang terlihat kotor. Tak jauh darinya duduk dua orang wanita yang merupakan Ibu dan Anak dan sekaligus pemilik klub malam tempat Wook Gi dan Hyuk Gi serta teman-teman mereka bekerja.
"kamu dan kakakmu kenapa bisa masuk ke klub kami secara bersamaan? Tak mungkin hanya untuk mencari uang kan? Aku melihat di surat lamaran kalian kakakmu adalah mahasiswa hukum di universitas korea ternama dan kamu adalah mahasiswa jurusan otomotif yang sedang cuti kuliah"
"demi mencari uang" jawab Wook Gi
"benarkah? Pekerjaan disini sama sekali tidak ada hubungan dengan jurusan kalian, kalian pasti sudah memikirkannya kan?"
Wook Gi terlihat berfikir, tidak mungkin selamanya dia berbohong dan menutupi tujuannya untuk bekerja disini
"kamu tahu aku adalah Bos disini, kalau kamu tidak menjawab dengan baik maka aku akan segera memecatmu" ancam Ibu Pemilik klub yang ternyata adalah Ibu Go Yong Mi teman Chae Ryung
"apa Chae Ryung dan Kakakmu berpacaran? Kemarin aku melihatnya keluar dari sini bersama-sama" tanya Yong Mi tiba-tiba
"itu karena ingin membantu Chae Ryung, tapi kamu adalah teman Chae Ryung?"
"ya, kami teman sekolah" jawab Yong Mi
"Yong Mi tahan dulu pertanyaanmu, kenapa kamu bekerja disini?" tanya Ibu Yong Mi sekali lagi "aku sudah bekerja dibisnis ini selama 30 tahun jadi aku bisa mengetahui kamu berkata jujur atau tidak, cepat jawab"
"apa anda mengenal Shin Byung Chul?"
Yong Mi dan Ibunya saling bertatapan
"dia mulai lagi" ucap teman Yong Mi ketika melihat Jong Seok
"siapa?" tanya Yong Mi dan bergegas melihat ke tempat yang dimaksud temannya, Wook Gi dan Ibu Yong Mi pun mengikut
"dia orang yang selalu mengawasi dari dalam mobil, oh… mengawasi Eun Chae Ryung temanmu"
Wook Gi terlihat berpikir keras dan tiba-tiba berlari keluar klub. Wook Gi mulai mencari kesana kemari sementara di sebuah mobil terlihat Jong Seok tengah memperhatikan Wook Gi
"apa Choi Wook Gi sedang mencariku? Sampai mati pun kamu tak akan pernah tahu apa yang sudah kulakukan pada kakakmu".
"benar-benar mengerikan? Apa yang sedang dilakukannya?" ucap Jong Seok menghela nafas
Hyuk Gi mendatangi rentenir tempat Sook Hee meminjam uang. Hyuk Gi ingin meminjam uang dengan menjadikan asuransi kematian Duk Gi sebagai jaminan.
Yun Do mempersilahkan Hyuk Gi masuk ke dalam restoran kecil milik keluarganya. Di dalam restoran telah ada Sun Do, Sun Ae dan Dong Bo tengah asyik menikmati sajian di restoran Yun Do. Sun Ae yang melihat Hyuk Gi dengan cepat mendorong Dong Bo menyingkir dari kursi yang didudukinya dan mempersilahkan Hyuk Gi untuk duduk. Hyuk Gi mengembalikan kunci mobil milik Yun Do setelah diingatkan Sun Ae.
"kamu telah memilih istri yang tepat, bernyanyi bukanlah hal yang mudah, ayo makan" ucap Sun Ae
"kapan datang?" tanya Hyuk Gi
"baru saja" jawab Sun Ae dan memberikan garpu pada Hyuk Gi. Hyuk Gi menerimanya dan Sun Ae kembali berkomentar
"aigooo, tangan suamiku sangat indah, bahunya juga kekar dan penurut" puji Sun Ae
"kenapa kamu tidak melihatku?marah padaku?" tanya Hyuk Gi pada Dong Bo yang membelakanginya dan mengenakan kacamata hitam. Dong Bo menarik tangannya yang dipegang Hyuk Gi
"cepat katakan" bujuk Yun Do
"apa?" tanya Hyuk Gi penasaran
"posisi penyanyi telah direbut dariku, rasanya aku ingin menghilang saja dari dunia ini, tapi aku merasa kakak memang pantas melakukannya daripada aku" ucap Yun Do mengulangi kata-kata yang sempat diucapkan Dong Bo padanya
Sun Do bertanya bagaimana mengenai rentenir yang didatangi Hyuk Gi. Hyuk Gi mengatakan kalau dia sudah melaporkannya kepada kantor polisi dan menunjukkan surat peminjaman uang yang didapatkannya dari rentenir.
"ini mengenai kasus kredit yang tidak sesuai hukum. Akhir-akhir ini rentenir memang sering menyusahkan masyarakat dengan bunga yang terlalu tinggi, biar Ayah yang pergi menangkap mereka" ucap Sun Ae
"apa Ayahmu seorang polisi?" tanya Yun Do
"kamu tak mengenal Ayahku, ketua pengadilan tertinggi" jawab Sun Ae dan membuat Yun Do dan Dong Bo saling berpandangan
Hyuk Gi memperlihatkan bukti perjanjiannya dengan rentenir kepada Sun Do.
Jong Seok menelepon rentenir tempat Sook Hee meminjam uang. Jong Seok marah karena rentenir tersebut tidak meneleponnya setelah menempelkan kertas peringatan berwarna merah di depan pintu rumah Chae Ryung. Jong Seok mengatakan kalau mereka mengikuti saran Jong Seok maka Jong Seok akan memberitahu dengan siapa putri keluarga Eun menikah dan akan lebih muda untuk menagih uang yang sudah mereka pinjam.
Di sebuah restoran Jepang, Marco dan Ricardo tengah asyik makan sushi yang dihidangkan di hadapan mereka. Lain halnya dengan Marco dan Ricardo, Jin Goo hanya melamun dan sama sekali tidak menyentuh makanan dihadapannya.
"ada apa denganmu Hyung? Kamu sama sekali tidak melihat kami dan tidak juga melihat ikan ditanganmu?"
"benar-benar sudah mau gila, hatiku tidak tenang dan sama sekali tidak ada selera makan, bagaimana ini?" ucap Jin Goo tiba-tiba
"kamu tidak mungkin mengidap penyakit rindu kan?" tanya Marco
"apa pada Anna?" tambah Ricardo
"bukan"
"lalu pada siapa? Ae Ryung?"
"Ayah mertuaku"jawab Jin Goo
"Ayah mertuamu??? Kamu begitu menyayanginya, aku sudah mau gila"
"melihatmu seperti ini tak mau makan, pernikahanmu kali ini benar-benar berbeda"
"Ayah mertuamu seperti apa? Sama sekali tidak mirip dengan Anna. Dia benar-benar membuat orang khawatir, suasana hatinya sedang tidak baik" ucap Ricardo kesal
Chae Ryung sedang berusaha membopong Ayahnya dari tempat tidur ke kamar mandi, namun selalu saja Ayahnya terjatuh.
"Ayah lelah?" tanya Chae Ryung pada Ayahnya yang tiba-tiba terdiam. Ternyata Eun Khi Hwan telah buang air kecil dan hal itu membuatnya sedih. Chae Ryung juga merasakan hal yang sama karena tidak dapat membantu Ayahnya ke kamar mandi. Terdengar suara teriakan dari luar.
"Ayah, aku sudah pulang" teriak Ho Ryung
"gwaenchana Appa, ada aku disini, tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan. Aku akan membantumu mandi dan mengganti pakaianmu"
"maafkan aku… kamu harus melihatku dalam kondisi seperti ini" ucap Eun Khi Hwan
"Ayah tunggu sebentar, aku ganti pakaian dulu" ucap Ho Ryung "dimana kamarku?" tanya Ho Ryung pada Chae Ryung
Chae Ryung mengantar Ho Ryung ke kamarnya. Sama seperti Ayahnya dan Jin Goo, Ho Ryung sedih ketika melihat kondisi rumah baru mereka. Chae Ryung keluar dari kamar Ho Ryung dan ingin membereskan kembali sisa air seni Ayahnya, namun belum sampai di pintu, air mata Chae Ryung tiba-tiba menetes ketika melihat Ayah yang sangat disayanginya berusaha membersihkan sisa air seni di tempat tidur. Eun Khi Hwan menangis melihat kondisi dirinya yang hanya bisa menyusahkan orang-orang disekitarnya.
Ae Ryung masuk ke dalam kamar dan melihat suaminya tertidur dengan lampu kamar yang masih menyala.
"sayang, nyalakan saja lampunya, aku sudah bangun" ucap Jin Goo sesaat sebelum Ae Ryung pergi
"maaf aku terlambat"
"pasti lelah, maaf merepotkanmu"
"merepotkan apa? Harusnya aku yang mengatakan maaf karena sudah memintamu menjemput Ayah keluar dari rumah sakit"
"hal yang seharusnya kulakukan untuk Ayah tak kulakukan" ucap Jin Goo
"apa yang tidak kamu lakukan?"
"harusnya mengantar Ayah ke ruang pemulihan, aku malah meminta Chae Ryung untuk menjaganya. Ayah pasti sangat menderita. Besok kita pergi bersama"
"aku sudah menelepon tadi, Ho Ryung katanya sudah pulang"
"benarkah, beruntung sekali. Sayang ayo kita menari" ajak Jin Goo. Ae Ryung terlihat malu namun Jin Goo tetap saja memaksanya menari. Dari luar kamar, Se Yun terlihat kesal mendengar percakapan mereka yang terdengar bahagia.
Di dalam kamar, Chae Ryung sedang memilah-milah tas dan benda kesayangan lainnya yang akan dijualnya untuk menukarnya dengan uang.
"aku tak akan menjualmu. Tunggu sampai Ayah sehat kembali, aku akan membawamu kembali ke rumah kita yang dulu" gumam Chae Ryung pada tas coklat yang dibelikan Ayahnya terakhir kali sebelum sakit.
Dengan tergopoh-gopoh, Chae Ryung masuk ke dalam toko sambil menyeret koper besar. Sang pemilik toko mulai menghitung semua barang yang dibawa Chae Ryung namun harga yang ditawarkan pemilik toko tak sebanding dengan semua harga barang yang dibelinya pertama kali. Mau tak mau, Chae Ryung tetap menerimanya karena tak ada pilihan lain. Kata sang pemilik toko, walaupun Chae Ryung membawa barangnya ke toko lain, harganya tetap sama.
Dengan membawa uang hasil penjualan barang-barangnya, Chae Ryung menaiki bus menuju sebuah tempat.
Chae Ryung berencana ingin menemui sahabat Ayahnya yang merupakan mantan Bos tempat Ayahnya bekerja dulu namun teman Ayahnya tidak ada dan Chae Ryung malah dipertemukan dengan seorang wanita setengah baya yang akan mengubah jalan pemikirannya.
"kami meminjam uang kepada rentenir, jika bisa membayar bunganya kami tidak akan dikejar untuk sementara waktu dan akan membawa masalah bunga tersebut ke pengadilan, ada lagi… kami ingin mencari penjaga untuk menjaga Ayah setelah itu mencari pekerjaan. Ayah menolak merepotka keluarga dan tak ingin ke rumah sakit" ucap Chae Ryung mengutarakan maksud kedatangannya namun ucapannya segera dipotong
"sepertinya kamu belum mendapatkan pelajaran, bagaimana bisa Ayahmu mendidik seorang anak sepertimu. Lebih kaya daripada keluarga kalian, anak-anakku memiliki pretasi yang jauh lebih baik darimu tanpa perlu ke luar negeri dan juga tak pernah membeli barang-barang bermerek seperti yang kamu kenakan sekarang. Apa kamu masih tak mengerti?"
"tidak terlalu mengerti"
"memberikan uang kepadamu supaya kamu lebih menderita. Uang yang kamu perlukan dan butuhkan carilah sendiri, jangan mengemis pada orang lain layaknya parasit. Benar-benar seperti Ibumu seumur hidup tak pernah mencari uang dan selalu mengandalkan uang suami, kamu juga belajar darinya menghabiskan seluruh kekayaan Ayahmu, sekarang malah ingin meminta pada teman Ayahmu… Apa kamu pikir hidup seperti itu berarti? Apa tak merasa hidup seperti itu memalukan?"
"orang hidup di dunia ini membutuhkan uang. Kamu mempunyai masa depan yang harus kamu hadapi, apa akan seperti ini terus? Pacu semangatmu, keluargamu dan Ayahmu sepertinya sulit untuk kembali seperti dulu lagi, kalian sedang mengalami masa sulit, apa kamu mengerti?"
Chae Ryung mendatangi butik Yong Mi, temannya dan ditempat yang sama Jae Hee dan Anna juga sedang berada disana.
"Eun Chae Ryung, apa yang terjadi? Apa kamu ingin muntah?" tanya yong Mi khawatir
"Yong Mi pekerjaan 20 juta itu biar aku yang kerjakan" ucap Chae Ryung yang membuat Jae Hee dan Anna saling melihat karena tak mengerti apa yang sedang dibicarakan Chae Ryung.
Yong Mi mengajak Chae Ryung ke sebuah klub malam.
"apa kamu benar-benar melakukannya karena ingin mencari uang? Kamu pasti berbohong kan?" tanya Yong Mi
"aku tak berbohong, aku melakukannya demi Ayahku" jawab Chae Ryung. Dari nada bicara Chae Ryung terdengar kalau dia sebenarnya takut untuk melakukannya.
"baiklah, tapi hanya mencobanya saja, ingat hanya mencoba" pesan Yong Mi
NB : Akhirnya berhasil upload gambar lewat PB.... ^____^
Written & Pictures by : Dewi Rf@Pelangidrama.net
Shared by : Pelangidrama.net
DON'T REPOST TO OTHER SITE
--
Source: http://www.pelangidrama.net/2011/12/sinopsis-its-okay-daddys-girl-episode.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com Share on Facebook


































