Menikmati Keindahan Tian Tan dan Belanja di Hong Qiao
Oleh Syanne Susita
Saya mengunjungi Beijing secara spontan. Begitu tahu akan ditugaskan ke Seoul, saya iseng memasukkan permohonan visa Cina. Mengurus visa negara dengan jumlah penduduk terbanyak ini serasa seperti mengirim surat di kantor pos.
Sebabnya, ada pilihan durasi proses pembuatan visa. Ada yang reguler (4 hari kerja), 1 hari kerja dan ekspres (selesai pada hari itu juga). Berhubung paspor harus menginap juga di kedutaan besar Korea Selatan, saya terpaksa memilih pengurusan visa satu hari selesai dengan harga yang, ya ampun, mahal.
Berhubung spontan, saya tidak sempat melakukan riset penginapan beradab lewat Internet. Alhasil, tempat menginap malam pertama saya pun sebuah bencana. Di tengah suhu minus 10 derajat Celcius, kamar saya tidak ada mesin penghangat. Satu-satunya penghangat hanyalah selimut yang entah diisi apa, terasa berat tetapi memang hangat.
Kamar mandinya pun (yang digunakan bersama penghuni hostel lain) benar-benar tidak layak pakai.
Satu-satunya hal positif dari tempat penginapan itu adalah lokasinya yang strategis. Saya tidak mau lagi sembarang memesan tempat penginapan lewat Internet tanpa survei dan tidak terpancing oleh harga murah.
Beruntung Beijing adalah kota turis nomor satu di Cina, sehingga saya tidak kesulitan mencari tempat penginapan baru yang lebih manusiawi dekat-dekat situ. Setelah masalah penginapan selesai, daftar tempat yang ingin dikunjungi di Beijing sangat panjang.
![]() |
| Tian Tan atau Temple of Heaven. Foto: Thinkstock |
Dari tempat penginapan yang tidak layak itu, hanya sepuluh menit berjalan kaki ke Tian Tan (Temple of Heaven). Kompleks kuil ini dibangun pada 1406 dan biasa digunakan oleh para kaisar dinasti Ming dan Qing berdoa untuk hasil panen yang bagus.
Bangunan yang paling menonjol dari kompleks ini adalah aula untuk berdoa yang dibangun di atas tiga lapisan lantai marmer dan lapangan bundar di sampingnya — yang juga dibangun dari lantai marmer. Yang terakhir ini dikenal dengan dinding gema.
Kabarnya, jika kita berdiri di tengah-tengah, dan mengatakan sesuatu, suara akan terdengar sampai jarak yang cukup jauh dari lingkaran lantai tersebut. Saya dan teman sempat mencoba, tetapi mungkin karena banyak turis ikut mencoba usaha kita pun gagal.
Tidak jauh dari Tian Tan, ada "pasar mutiara" Hong Qiao. Judulnya memang pasar mutiara, tapi begitu sampai di sana, dijamin langsung bikin perut mulas. Segala macam barang dijual di sini. Mulai yang tidak bermerek sampai yang aspal (tiruan dengan berbagai tingkatan kualitas).
Saya pun kalap. Selama delapan hari saya di Beijing, hampir setiap dua hari sekali saya dan teman berusaha selalu mampir di sini. Selalu ada saja yang menarik untuk dibeli dan dikoleksi.
sumber : yahoo
utari 21 Jan, 2012
-
Source: http://www.asfansclub.com/2012/01/menikmati-keindahan-tian-tan-dan.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com Share on Facebook


