HPK

mesothelioma survival rates,structured settlement annuity companies,mesothelioma attorneys california,structured settlements annuities,structured settlement buyer,mesothelioma suit,mesothelioma claim,small business administration sba,structured settlement purchasers,wisconsin mesothelioma attorney,houston tx auto insurance,mesotheliama,mesothelioma lawyer virginia,seattle mesothelioma lawyer,selling my structured settlement,mesothelioma attorney illinois,selling annuity,mesothelioma trial attorney,injury lawyer houston tx,baltimore mesothelioma attorneys,mesothelioma care,mesothelioma lawyer texas,structered settlement,houston motorcycle accident lawyer,p0135 honda civic 2004,structured settlement investments,mesothelioma lawyer dallas,caraccidentlawyer,structured settlemen,houston mesothelioma attorney,structured settlement sell,new york mesothelioma law firm,cash out structured settlement,mesothelioma lawyer chicago,lawsuit mesothelioma,truck accident attorney los angeles,asbestos exposure lawyers,mesothelioma cases,emergency response plan ppt,support.peachtree.com,structured settlement quote,semi truck accident lawyers,auto accident attorney Torrance,mesothelioma lawyer asbestos cancer lawsuit,mesothelioma lawyers san diego,asbestos mesothelioma lawsuit,buying structured settlements,mesothelioma attorney assistance,tennessee mesothelioma lawyer,earthlink business internet,meso lawyer,tucson car accident attorney,accident attorney orange county,mesothelioma litigation,mesothelioma settlements amounts,mesothelioma law firms,new mexico mesothelioma lawyer,accident attorneys orange county,mesothelioma lawsuit,personal injury accident lawyer,purchase structured settlements,firm law mesothelioma,car accident lawyers los angeles,mesothelioma attorneys,structured settlement company,auto accident lawyer san francisco,mesotheolima,los angeles motorcycle accident lawyer,mesothelioma attorney florida,broward county dui lawyer,state of california car insurance,selling a structured settlement,best accident attorneys,accident attorney san bernardino,mesothelioma ct,hughes net business,california motorcycle accident lawyer,mesothelioma help,washington mesothelioma attorney,best mesothelioma lawyers,diagnosed with mesothelioma,motorcycle accident attorney chicago,structured settlement need cash now,mesothelioma settlement amounts,motorcycle accident attorney sacramento,alcohol rehab center in florida,fast cash for house,car accident lawyer michigan,maritime lawyer houston,mesothelioma personal injury lawyers,personal injury attorney ocala fl,business voice mail service,california mesothelioma attorney,offshore accident lawyer,buy structured settlements,philadelphia mesothelioma lawyer,selling structured settlement,workplace accident attorney,illinois mesothelioma lawyer

Menu Navigasi

[Sinopsis J-Drama] Suugaku♥Joshi Gakuen Lesson 1


[Suugaku♥Joshi Gakuen Lesson 1]
Episode pertama dibuka dengan tarian dari Tanaka Reina dan Michisige Sayumi dari Morning Musume lucu, suara Reina imut banget hahaha dan diikuti Sakurada Dori hahaha.
"Selamat pagi"pikir Sato yang sedang berjalan ke sekolah barunya, namun ia segera buru-buru meralatnya. "Ah, mungkin seharusnya ku ucapkan selamat malam kali ya"lanjutnya sembari merapikan dasi seragam sekolahnya. "Aku langsung saja, kau suka matematika? Kalau aku, sangat membencinya. BENCI SEKALI"batin Sato. Lalu Sato berpikir apa fungsinya matematika dalam kehidupan nyata.
"Apa gunanya pi (yang kalau r=bukan kelipatan 7 pi=3,14) dalam kehidupan nyata?. Kalau kau bisa memecahkan persamaan, apa hidupmu akan bahagia? Sin, Cos, Tangen, Limit. Integral, Factor"pikir Sato kesal.
"Semua itu layaknya diajarkan untuk anjing. Bukan layak,harus!"lanjutnya. Nampaknya ia telah sampai di depan gedung sekolahnya. Ia pun masuk dan mencari kelasnya, namun sepertinya masih kosong ia pun masuk sebuah pintu yang ternyata menuju sebuah ruang samping sekolah mirip taman gitu.
"Sepertinya belum ada yang datang"pikirnya, ia pun memperhatikan apa yang ada di sekitarnya. "Jadi mulai sekarang , aku masuk sekolah ini. Apa sekolah ini cocok untukku?"gumannya. Kemudian terdengar suara anak perempuan Sato mencari sumber suara.
Ternyata ada seorang murid perempuan yang menemukan anak kucing yang imut, seimut gadis tersebut :P.
Gadis itu menoleh dan tersenyum manis ke arah Sato, Sato pun agak salah tingkah.

Bel masuk sekolah berbunyi,para siswi tergesa-gesa masuk kelas karena sebentar lagi mereka akan terlambat.

Sato berjalan ke ruang sekolahnya bersama seorang guru.
"Olahraga apa yang kau mainkan?"tanya guru.
"Aku punya pengalaman 3 setengah hari di tenis meja"jawab Sato, jyah masak pengalaman 3 setengah hari *tepok jidat hahaha.
"Singkat banget, tapi tenis meja cocok dengan wajahmu"komentar guru tersebut.
"Maaf, tapi kenapa ada papan tulis di sini?"tanya Sato yang melihat papan tulis berisi rumus-rumus matematika di dinding. Hahaha salah sekolah ni Sato menghindari matematika eh ketemu sekolah matematika :LOL
"Eh? Karena di sini adalah suusen"jawab sang guru.
"Eh?",Sato tak mengerti.
"Sekolah ini adalah suugaku senmon (sekolah khusus matematika)"jelas sang guru.
"Matematika?", Sato terkejut.
"Kau bisa menyebutnya SMU Elite", Sato segera menjelaskan sepertinya ia di pindahkan ke sekolah yang salah.
"Aku seharusnya dipindahkan ke sekolah biasa"jelas Sato. Guru tadi mempertanyakan kembali, Sato pun mengiyakan. "Sungguh,mungkin telah terjadi kesalahan"ujar sang guru.
Sato kembali bertanya apakah sudah terlambat jika ia pindah ke sekolah lain, sang guru mengiyakan.
"Aku alaergi dengan kata matematika"jelas Sato.
"Kalau begitu, bagaimana dengan sekolah ini?"tawar sang guru. "Ini adalah sekolah tempatku mengajar. Kalau di sini mungkin bisa", lalu guru itu memberikan sebuah brosur yang diterima dengan antusias oleh Sato.
"SMU Ora Ora Yoroshiku?"tanya Sato lalu ia membuka brosur itu dan sepertinya itu sekolah anak-anak nakal hahaha.
"Tidak sesuai dengan karaktermu"tebak sang guru dan ia pun menyarankan agar Sato bertahan di sekolah barunya ini.
"Kelasmu penuh dengan gadis manis"ungkap sang guru. "Kau akan senang di sana".
"Meskipun kau berkata begitu tapi….", sang guru keukeuh menarik Sato masuk ke kelasnya yaitu kelas 2A.
Sang guru pun menyapa murid-muridnya yang ternyata semuanya perempuan tengah asyik mengerjakan soal matematika. Para murid pun membalasnya.
"Benar juga, mereka manis-manis"guman Sato yang melihat murid perempuan yang akan menjadi teman sekelasnya ini.
Sang guru memberitahukan bahwa hari itu ada murid baru di kelas mereka.
"Dia Kazuki-kun"ujar sang guru memperkenalkan. Lalu ia menyuruh Sato mengatakan sesuatu.
"Aku Sato Kazuki"seru Sato, namun Sato menyerukan namanya berulang-ulang yang mendapat senyuman tipis dari para murid perempuan. Saking nervousnya kali ya sampai begitu.
"Namanya Sato Kazuki"potong sang guru. "Kalian mengingatnya kan?", lalu sang guru mempersilahkan Sato duduk.
Sato pelan-pelan menuju bangku tempat ia duduk, ada seorang anak perempuan memandangnya dengan sinis lalu ia pun memalingkan wajah, gadis tersebut adalah Tachikawa Sayuri dan biasa dipanggil Sayu.
"Dia tampan juga"guman Yuki-chan tersenyum. "Kelihatannya tidak begitu pintar"tambah yang lain.
Sato duduk di bangkunya, "gadis itu(murid perempuan yang nemuin kucing) tidak ada di sini"gumannya.
Pak guru memberitahukan bahwa pelajaran akan dimulai, namun ia melihat masih ada bangku yang kosong. Bangku itu milih Nina, sang guru pun menandai buku absen. Tiba-tiba terdengar auman tarzan perempuan ahaha.
"Apa itu?"tanya Sato terkejut melihat seorang anak perempuan bergelantungan seperti tarzan masuk kelas lewat jendela. Gadis itu bersalto menjaga keseimbangan setelah terlepas dari tali, Sato sampai mundur ke belakang menghindar .
Sato yang sudah bisa melihat dengan jelas wajah gadis itu teringat bahwa ia adalah gadis yang ditemuinya tadi pagi yang tak lain adalah Nina.
"Nina, apa yang kau lakukan?"tanya pak guru.
"Aku terlambat masuk karena tertidur di atap"jawab Nina santai, gubraks. "Makanya aku datang seperti Tarza karena ini cara yang paling cepat".
"Seperti biasa, gadis yang aneh"celetuk Sayu. Nina pun menjelaskan kenapa ia memakai cara tadi dengan rumus matematika.
"Karena v sama dengan akar kuadrat dari dua kali g h, energy potensialnya tampak terlalu besar…"pikir Nina seraya menggulung tali tambang yang di pakainya buat bertarzan ria.
"Karena itu juga bisa memperdalam ilmu, kukira tidak apa-apa"sahut pak guru. "Jangan lakukan itu lagi".
"Ok"jawab Nina, yang sudah duduk di bangkunya tepat di samping Sato.
Pelajaran kembali dilanjutkan.
"Anata dare?"tanya Nina memperhatikan Sato, mendengar itu Sato sampai kaget hahaha.
"Ah, aku murid pindahan, Sato Kazuki"jawabnya.
"Dia yang bertanya, tapi tidak mendengar jawabannya"keluh Sato kesal melihat Nina yang malah asyik dengan roti yang siap disantapnya haha.
"Apa?", Sato tak percaya Nina makan di kelas di saat jam pelajaran *jangan ditiru minasan*.
"Kau mau?"tawar Nina, tapi Sato menolaknya dengan halus.
"Jangan menolak ini enak, roti mentaiko", Nina lalu memasukkan roti itu ke mulut Sato yang langsung dihalau Sato.
"Oi Kazuki, baru pindah tapi sudah buat masalah"tegur pak guru yang mendengar teriakan Sato dan Nina yang tertawa.
"Ini bukan milikku"seru Sato mencoba menjelaskan roti yang di pegangnya, ia ingin mengatakan bahwa itu roti Nina, namun Nina sudah tertidur ckckck.
Sayu memperhatikan gerak-gerik Nina dan Sato lewat kaca rias (bedak).
"Dia manis, tapi aneh"pikir Sato begitu keluar kelas di jam istirahat. Lalu ia pun dikejutkan dengan sekumpulan murid-murid perempuan yang saling menyebut bilangan angka.
"Apa itu?"tanya Sato, lalu salah seorang murid menjawab dan menghampirinya.
"Mereka berlomba bilangan pokok"jawab murid tersebut. "Yang paling banyakmenyebutkannya dia yang menang".
"Bilangan pokok?"
"Semua anak di sekolah ini punya perlombaan kecil jadi siapapun yang ingin menjadi "suugaku banchou" harus mengikuti lomba matematika"jelas murid tadi.
"Suugaku banchou?", Sato tak mengerti.
Murid perempuan tadi menjelaskan kembali dengan perumpaan agar Sato mengerti.
"Seperti pertandingan untuk menentukan siapa yang nakal di sekolah, di sekolah kita daripada memukul matematika lebih baik". "Setelah berusaha keras melewati beberapa pertarungan sengit gelar "suugaku banchou" (ahli matematika terbaik) sudah menantimu"jelas murid perempuan tadi panjang lebar.
"Sekolah macam apa ini"gerutu Sato.
"Ah, murid pindahan, kau sedang apa?"tanya Nina yang tiba-tiba datang. "Ayo pergi", lalu Nina menarik tangan Sato mengajaknya pergi hahaha.
Kedua sahabat Sayuri bertanya tentang guru les pribadi Sayu yang baru.
"Apa dia tampan?"tanya salah seorang sahabat Sayu.
"Kau tahu kan kalau aku manis? Dan guru itu sunggu…"jawab Sayu, namun belum sempat menyelesaikan kata-katanya Sayu keburu jatuh tersenggol Nina yang cepat-cepat lari menarik tanggan Sato.
"Tunggu! Nina! Kemari kau"teriak Sayu.
"Maaf aku harus pergi!"sahut Nina, yang terus tetap berlari.
"Nina selalu membuatku kesal"gerutu Sayu. "Logatnya benar-benar seperti gadis desa"sahut salah satu temannya.
"Sayu, kau harus melakukan sesuatu padanya"tambah teman yang lain.
"Benar, dan kalian harus lebih pintar darinya". Sayu mengiyakan.
"Tunggu, kita mau kemana?"tanya Sato yang terus ditarik Nina.
"Ada sesuatu yang mau aku tunjukkan padamu"
"Hei, apa kau juga mau menjadi "suugaku banchou"?".
"Tentu, semua anak yang datang ke sekolah ini selalu ingin mendapat gelar ". Nina dan Sato yang terus berlari tanpa memperhatikan jalan menabrak siswi yang sedang membawa pesanan makanannya di kantin. Nina dan Sato minta maaf dan terus berlari.
"Aku tidak mengerti kenapa… Tapi, aku punya target lain"ujar Nina.
"Target?"
"Bukan urusanmu, ayo pergi"jawab Nina yang kembali menarik tangan Sato. Mereka pun sampai di kantin tempat ibu-ibu berjualan.
Nina kemudian menjelaskan bahwa di situ adalah kantin, semuanya ada di sana mulai dari coklat hingga buku tulis dan mereka bisa membelinya di sana jika butuh sesuatu.
"Jadi, kau mengajakku berkeliling"tanya Sato. "Terimakasih"ucapnya.
"Kalau aku bilang "mentaiko pan" kau harus membelinya di sini"jawab Nina seraya menunjukkan tumpukan roti mentaiko.
"Aku suka kau, mulai sekarang kau yang akan membelikanku makanan", jadi ini Nina malak Sato wkwk.
"Apa katamu? Kenapa kau tiba-tiba mengatakan hal itu?"
"Jadi…kau adalah pelayanku"jawab Nina santai.
"Terdengar buruk sekali"
"Kalau begitu, pelayan kecil…"tawar Nina.
"Meskipun kau tambahkan kecil, tidak manis sama sekali"
"Diam!"seru Nina ."Kalau kau seorang pria kau seharusnya tidak banyak mengeluh, belikan saja! Sudah jelas?". Mendengar itu Sato hanya bisa pasrah mengiyakan. "Bagus"puji Nina.
Ternyata Sayu dan kedua temannya mengikuti Nina dan Sato sampai kantin, dan mereka mendengar obrolan Nina dan Sato.
"Dia selalu main perintah kemana pun dia pergi"gerutu salah satu teman Sayu. "Siapa dia? Ratu?"tambah yang lain.
"Ayo kita beri mereka pelajaran"sahut Sayu. "Kalau kita membiarkannya, mereka akan semakin bertingkah". Lalu Sayu membisikkan rencananya pada kedua temannya itu.
Nina melamun dan duduk di bangku taman dengan mentaiko pan di tangan.
"Nee-chan"guman Nina sedih. Lalu datang seseorang yang sepertinya guru kesehatan.
"selamat pagi"sapanya. "Aku tahu apa yang kau pikirkan. Kombinasi mentaiko dan roti adalah yang terbaik". "Siapa ya yang menemukan ide itu?"tanyanya.
"Chingau"jawab Nina.
"Aku tahu. "Kau memikirkan kakakmu kan?"tebak guru kesehatan tadi.
Nina hanya diam saja. "Kau menemukan petunjuk?". Nina menggeleng.
"Aku tidak tahu di mana dia"
"Begitu ya"
"Nee-chan menghilang setelah mendapat gelar "suugaku banchou". "Kalau aku bisa jadi seperti dia, aku yakin aku akan mengetahui sesuatu. Aku tidak akan menyerah. Aku pasti akan menemukannya apapun yang terjadi".
Guru kesehatan tersenyum dan berkata, "aku akan mendukungmu".
"Sankyuu"jawab Nina tersenyum lalu meregangkan tangannya. "Aku haus, aku akan cari minum".
Nina kemudian pamit pergi, diiringi senyuman dari guru kesehatan.
Sementara itu Sato berlari-lari dengan membawa 3 buah mentaiko pan.
"Kenapa aku harus membeli sebanyak ini? Untung saja belum habis terjual"keluh Sato. "Ngomong-ngomong, kenapa aku harus membelikannya makanan?"pikir Sato lalu melanjutkan langkahnya. Tiba-tiba terdengar teriakan Sayu, Sato melihat ke sekelilingnya. Dan Sayu pun menunduh Sato sedang mengintip celana dalam Sayu.
"Aku?", Sato tak mengerti lalu mendekat ke arah Sayu namun Sayu melarang Sato mendekat.
"Aku juga melihat dia melakukannya dia mengintip celana dalam Sayu"ujar salah teman Sayu.
"Kalian berbohong"elak Sato. Murid-murid yang lain pun mulai berdatangan dan berkerumun.
"Aku juga melihatnya dari jendela di sana"kata teman Sayu yang lain menambahkan. Kospirasi 3 orang tadi ini hahaha.
"Dengan saksi mata sebanyak ini, kau tidak bisa menginjak sekolah ini"ujar Sayu.
"Aku…baru saja di fitnah"pikir Sato, tiba-tiba terdengar teriakan dari Nina.
"Kau lama sekali, kau pikir sudah berapa lama aku menunggu roti mentaiko itu?"gerutu Nina lalu menghampiri Sato.
"Murid pindahan ini mengintip celana dalamku"tuding Sayu.
"Aku tdiak melakukannya"jelas Sato pada Nina.
"Nina juga harus bertanggung jawab soal ini, karena mungkin laki-laki ini stress disuruh-suruh olehnya. "baru saja kau menyuruh-nyuruh dia kan"tanya Sayu. "Kalau aku melaporkan ini ke kepala sekolah, Nina dan murid pindahan ini pasti akan dikeluarkan dari sekolah".
Nina yang menahan kesal tudingan Sayu bertanya pada Sato apa warna celana dalam Sayu.
"Aku sama sekali tidak melihatnya!", Sato keukeuh merasa tak bersalah. "Aku mungkin buruk di matematika tapi aku tidak akan mengintip rok para gadis". Nina lega mendengar keteguhan Sato, lalu ia berkata bahwa ia pikir Sato tak bersalah.
"Anak suruhan tidak akan punya banyak keberanian"elak Nina.
"Aku bilang dia melihatnya! Ada saksi mata juga"seru Sayu.
"Mereka mungkin salah, atau mungkin mereka berkomplot denganmu"tebak Nina.
Sayu melihat ke kedua komplotannya, dan tertawa sinis, ketawanya aneh wkwkkw kayak mak lampir tapi bukan lucu hahaha.
"Kata-kata yang konyol"ejek Sayu. "Kata yang sesuai untuk gadis desa sepertimu".
Nina menarik tangan Sato dan mendekat ke arah Sayu.
"Sayu! Aku tidak akan membiarkan kau menganggu yang lemah".
"Tapi kau juga mengangguku juga kan?"potong Sato.
"Kita akan selesaikan ini dengan matematika"tantang Nina. "Kalau kau bisa membuktikan laki-laki pesuruh ini mengintip celana dalammu, kau menang. Kalau aku bisa membuktikan kebohonganmu, aku yang menang". "Bagaimana". Dan tanpa keraguan Sayu menerima tantangan Nina.
"Kalau aku lari dari masalah ini, sama saja aku mencemarkan nama baik wanita yamaguchi".
"Kau juga gadis desa"pikir Sato.
"Yang kalah akan mendapat hukuman"tantang Nina lagi, Sayu menyetujuinya keduanya saling memandang sinis dan tiba-tiba gunung fuji meletus hahaha, ada-ada aja ni dorama wkwkkw.
Pertandingan akan dimulai dengan dipimpin seorang wasit *jyah bahasanya :LOL. Pertandingan untuk membuktikan apakah Sato mengintip atau tidak.
"Aku selalu membencimu sejak upacara penerimaan murid baru sekolah. Ini adalah kesempatan bagus untuk melenyapkan musuhku"batin Sayu.
"Aku tidak mau kalah di tempat seperti ini, demi mendapatkan gelar "suugaku banchou" dan untuk menemukan nee-chan"batin Nina. Wasit mengumumkan pertandingan dimulai.
"Aku adalah ahli matematika terbaik"seru Sayu. Lalu Sayu menjelaskan cara pemecahan soalnya.
Sayu menuliskan simulasinya di papan tulis jarak antara Sayu dan Sato adalah 3 meter karena sudut kemiringan tangga 45 derajat maka tinggi seharusnya juga 3 meter. Lalu di tambah tinggi lutut Sayu 60 cm kemungkinan posisi mengintip adalah theta. Sato menjelaskannya dengan penuh percaya diri dan diiringi tepukan tangan penonton. (pada bingung nggak? Kalau nggak pake coret-coretan saia sendiri juga bingung wkwkkw *tepok jidat).
Nina nampak berpikir, masih ada yang salah dengan analisa Sayu.
"Ada yang salah, semua perhitungannya sudah tepat tapi…tidak.."pikir Nina, lalu ia teringat sesuatu.
"Berapa cm tinggi rokmu?"tanya Nina pada Sayu. "Rokmu sangat pendek".
Lalu Nina mengukur rok Sayu dengan tangannya.
"Apa yang kau lakukan?"tanya Sayu.
"Tingginya 28 cm dan lebarnya 25 cm"tebak Nina. "Diukur dengan tangan?"guman Sato tak percaya.
Nina yang diam berpikir akhirnya mengerti cara memecahkan kasusnya.
Nina pun menuliskan di papan tulis analisa penyelesaiannya.
"Berusahalah!"seru Sato member semangat. Selesai menuliskan analisanya Nina menjelaskannya.
"Titik ketinggian yang memungkinkan kau melihat celana dalamnya adalah X. Kalau kau melihat roknya kau dapat tangen theta bernilai 28 per 25 sama dengan 0,8 yang mana berarti posisi tepat melihat celana dalam di dalam rok adalah 39 derajat . Sementara itu, dari sudut pandang pria tangent theta bernilai 360 dikurangi X per 300. X menjadi 120 cm, itu berarti dari sudut pandang Kazuki, dia mengintipnya dari ketinggian 120cm"jelas Nina. " Dia tidak mungkin bisa melihat apapun"tegas Nina.
Murid-murid yang menontonnya memberi applause untuk Nina, Sato lega mendengarnya.
"Itu kalau dia berdiri"potong Sayu. "Menurut perhitungan, berarti dia bisa melihatnya dari ketinggian di bawah 120 cm kan?". Yang dibenarkan salah satu penonton.
"Aku ingat dia membungkuk untuk melihat celana dalamku"kata Sayu menguatkan pernyataannya itu.
Hal itu dibenarkan kedua teman Sayu.
"Itu bohong"potong Sato. Nina hanya tersenyum tipis mendengarnya.
"Apa?"tanya Sayu.
"Kalau begitu, pertandingan akan segera berakhir"jawab Nina santai, lalu Nina menjelaskan pemecahannya.
"Kyochan bilang kalau dia melihat Kazuki mengintip dari jendela di lantai 2 bukan?"tanya Nina.
"Benar, lalu apa maksudmu?"tanya Sayu balik.
"Kalau Kazuki membungkuk, mustahil akan terlihat dari lantai 2 karena pandangannya akan oleh tubuhmu"jelas Nina.
"Itu benar, kalau Kazuki terlihat mengintip dia harus melakukannya saat berdiri"sahut salah satu penonton.
"Kalau Kazuki ingin mengintip celana dalam Sayu dia harus menekuk lututnya maka tidak mungkin bagi seseorang dari lantai 2 bisa melihatnya. Kesimpulanmu bertolak belakang dengan pernyataanmu"terang Nina. Skak mat buat Sayu wkwkkwkw.
"Tidak mungkin"ucap Sayu pasrah.
"Aku memenangkan pertandingan"ujar Nina bersemangat lalu ia mengucapkan yel-yelnya.
"Sin, cosin, mentaiko!"seru Nina, lalu para penonton memberinya applause.
Pertandingan pun dimenangkan oleh Nina dan Sato tak bersalah. Sato lega mendengarnya.
"Sebagai janjinya, kau dihukum"ujar Nina pada Sayu.
Dan Sayu pun menerima hukumannya, Sayu berdiri di atas meja Nina dan salah seorang mengipasi roknya hingga berkibar-kibar. Sayu meminta Nina menghentikannya karena ia merasa malu. Namun Nina keukeuh Sayu harus menerima hukumannya.
Sato menoel-noel pundak Nina.
"Apa maksud semua ini?"tanya Sato.
"Sudah jelas bukan? Di sekolah ini, yang kalah dalam pertandingan akan menerima hukuman"jawab Nina. Sato paham, ia mengangguk lalu pergi.
Sayu tidak bersedih lagi ia malah menikmati hukumannya, dan Nina pun semakin mengencangkan kipasnya haha.
"Sekolah ini aneh"gerutu Sato.
"Kau mengatakannya karena kau benci matematika kan?"tebak Nina yang menghampiri Sato.
Sato mengangguk mengiyakan.
"Tapi yang membersihkan namamu tadi adalah matematika? (menyelamatkan sato dari fitnah)"jelas Nina. "Kalau bukan karena matematika, kau masih akan jadi tersangka". Sato nampak berpikir.
Reina & Sayumi ~Morning Musume
Dan suara merdu adik saia Miya, Airi dan my beloved Momochi (Buono) mengalun indah tanda berakhirnya dorama ini wkkwkwwk. (Ending song dorama ini di ambil dari single ke 13 Buono yang berjudul Haatsukoi Cider :).

To be continue......


Horeeee akhirnya dorama my beloved imooto chan kelar, walaupun momochi belum keluar di episode ini lihat Reina-chan memecahkan masalah dengan matematika daisuki dayo wkwkwk. Nah, lihat dorama ini yang tadinya benci atau tidak suka matematika jadi suka kan? :LOL.
Mata aeru yo :)

あり あきな 15 Jan, 2012


-
Source: http://www.pelangidrama.net/2012/01/sinopsis-j-drama-suugakujoshi-gakuen.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com Share on Facebook