HPK

mesothelioma survival rates,structured settlement annuity companies,mesothelioma attorneys california,structured settlements annuities,structured settlement buyer,mesothelioma suit,mesothelioma claim,small business administration sba,structured settlement purchasers,wisconsin mesothelioma attorney,houston tx auto insurance,mesotheliama,mesothelioma lawyer virginia,seattle mesothelioma lawyer,selling my structured settlement,mesothelioma attorney illinois,selling annuity,mesothelioma trial attorney,injury lawyer houston tx,baltimore mesothelioma attorneys,mesothelioma care,mesothelioma lawyer texas,structered settlement,houston motorcycle accident lawyer,p0135 honda civic 2004,structured settlement investments,mesothelioma lawyer dallas,caraccidentlawyer,structured settlemen,houston mesothelioma attorney,structured settlement sell,new york mesothelioma law firm,cash out structured settlement,mesothelioma lawyer chicago,lawsuit mesothelioma,truck accident attorney los angeles,asbestos exposure lawyers,mesothelioma cases,emergency response plan ppt,support.peachtree.com,structured settlement quote,semi truck accident lawyers,auto accident attorney Torrance,mesothelioma lawyer asbestos cancer lawsuit,mesothelioma lawyers san diego,asbestos mesothelioma lawsuit,buying structured settlements,mesothelioma attorney assistance,tennessee mesothelioma lawyer,earthlink business internet,meso lawyer,tucson car accident attorney,accident attorney orange county,mesothelioma litigation,mesothelioma settlements amounts,mesothelioma law firms,new mexico mesothelioma lawyer,accident attorneys orange county,mesothelioma lawsuit,personal injury accident lawyer,purchase structured settlements,firm law mesothelioma,car accident lawyers los angeles,mesothelioma attorneys,structured settlement company,auto accident lawyer san francisco,mesotheolima,los angeles motorcycle accident lawyer,mesothelioma attorney florida,broward county dui lawyer,state of california car insurance,selling a structured settlement,best accident attorneys,accident attorney san bernardino,mesothelioma ct,hughes net business,california motorcycle accident lawyer,mesothelioma help,washington mesothelioma attorney,best mesothelioma lawyers,diagnosed with mesothelioma,motorcycle accident attorney chicago,structured settlement need cash now,mesothelioma settlement amounts,motorcycle accident attorney sacramento,alcohol rehab center in florida,fast cash for house,car accident lawyer michigan,maritime lawyer houston,mesothelioma personal injury lawyers,personal injury attorney ocala fl,business voice mail service,california mesothelioma attorney,offshore accident lawyer,buy structured settlements,philadelphia mesothelioma lawyer,selling structured settlement,workplace accident attorney,illinois mesothelioma lawyer

Menu Navigasi

[Sinopsis K-Drama] Dream High 2 Episode 10

Sinopsis Dream High 2 Episode10


Guru Ji Man muncul dari balik pintu dan memberikan tepuk tangan untuk mereka. Guru Ji Man memuji kalau Yoo Jin dan teman-temannya itu sudah melakukan dengan baik. Tapi, dia bilang kalau penampilan mereka itu ada yang kurang. Guru Ji Man menyuruh mereka untuk menambah koreografi.
Yoo Jin sedikit kaget, "Maksud Anda menari? Kami tidak bisa menari."
Guru Ji Man membalas,"Itu karena kamu menganggap menari itu sulit. Jika ditambahkan koreografi sederhana, tak peduli siapapun pasti bisa menari."
Lalu guru Ji Man menyuruh Hong Joo untuk mengekspresikan bagaimana ia menunjukkan 'B'. Hong Joo kemudian mempraktekkannya. Tapi sepertinya, yang Hong Joo praktekkan tidak sesuai dengan yang guru Ji Man inginkan.

Guru Jing Man menunjuk Hye Sung. Hye Sung juga sama seperti Hong Joo disuruh mempraktekkan bagaimana ia mengekspresikan 'B'. Hye Sung menurut, ia menunjukkan ekspresi 'B'nya. Yup, sesuai dengan yang guru Ji Man inginkan. Lalu ia menunjuk Soon Dong untuk menunjukkan bagaimana ekspresi 'A' menurut Soon Dong. Selanjutnya giliran Lee Seul, bagaimana ia mengekspresikan gerakan yang bermakna 'tidak dipuncak'. Dan yang terakhir adalah Yoo Jin, ia disuruh untuk mengekspresikan gerakan yang bermakna 'di puncak'.
"Oke. Koreografi sudah selesai."kata guru Ji Man. "Hah!!??"

Mereka semua sudah berada di atas panggung. Mereka menampilkan hasil kerja keras mereka selama ini. Dan tak lupa juga mereka menambahkan koreografi pada penampilan mereka. Semua penonton sangat menikmati penampilan mereka. Tidak terkecuali produser Shin, direktur Lee, dan guru Hyun Ji Soo.

Guru Ahn terlihat senang sekali setelah penampilan mereka berakhir. Semua juga senang dan bertepuk tangan. Mereka kemudian memberi salam pada penonton. Lee Seul kemudian ia melihat ke arah direktur Lee dan tersenyum.

Si Woo menaiki tangga dan menemui Nana. "Suaramu akan rusak jika ini terus berlanjut. Masih ada waktu. Mari kita pergi ke rumah sakit dulu. Oke?"saran Si Woo. Nana memberikan isyarat dengan menyilangkan kedua tangannya. Ia tidak mau ke rumah sakit. Ia ingin pergi setelah mereka tampil.
"Masih bisakah kamu tampil?", Nana mengangguk. "Keras kepala" kata Si Woo. Tapi Si Woo tetap mengingatkan agar Nana ke rumah sakit setelah penampilan selesai. Nana mengangguk tersenyum.

Kemudian ia menggandeng tangan Si Woo menuruni tangga.
"Aku mengubah pendapatku tentangmu, guru Ahn."ucap guru Ji Soo.
"Tak apa-apa. Apakah kalian sudah mempersiapkannya dengan baik."jawab guru Ahn seraya tersenyum.

Dengan rasa percaya diri, guru Ji Soo mengatakan bahwa dia akan menunjukkan pada guru Ahn perbedaan antara profesional dan amatir. Pertunjukkan dimulai. Grup herShe dan I:dn menunjukkan penampilan terbaik mereka tanpa Ri An.

Ri An yang berada di rumah sakit, hanya melihat penampilan timnya dari ipad. Ketika penampilan dari JB, Si Woo, Ailee, dan Nana hampir berakhir, tiba-tiba terjadi sesuatu. Nana kebagian menyanyi dengan nada tinggi, dan ketika bagian itu, tiba-tiba saja suara Nana rusak. Semua melihat ke arah Nana. Tim mulai panik dan gugup.
=DREAM HIGH=

Pertunjukkan harus terus berlanjut. Mereka tetap melanjutkan penampilan mereka walau dengan perasaan khawatir. Penonton mengira kalau Nana membuat kesalahan. Padahal sebenarnya, suara Nana memang ada masalah.
"Bagaimana Nana bisa membuat kesalahan seperti itu?"tanya guru Ahn bingung. "itu bukan kesalahan. Pasti ada sesuatu yang salah dengan Nana."bela guru Ji Soo

Ri An yang melihat penampilan mereka dari ipad, juga merasa kaget, panik, takut, dan khawatir. Semua peserta telah menunjukkan penampilan mereka. Kini produser Shin memberikan evaluasi.
"Untuk semua orang yang berdiri disini hari ini. Apakah kalian melihat keajaiban? Konsep dari misi tim saat ini adalah Konsep dari misi tim saat ini adalah 'Rain'. Misi utama untuk semua tim adalah 'kerja sama tim'.
Agar perbedaan yang tinggi menjadi minimal, maka yang pendek harus menjinjit. Sebaliknya, yang tinggi sedikit menurunkan ketinggiannya. Inilah yang disebut kerja sama tim. Apakah seseorang akan lebih bersinar atau meredup, ini telah menjadi tanggung jawab tim. Setiap tahap memiliki perubahannya. Dua tim di sini, meskipun mereka tampil di atas panggung dengan 'Rain' sebagai tema, tapi karena bertentangan dengan tema asli ku, itu sesuatu yang spontan. A ke rencana B."jelas produser Shin sambil menunjuk tim Yoo Jin dan tim herShe+I:dn.

"Sin Hye Sung! Sin Hye Sung telah membuat sedikit kesalahan hari ini. Tapi karena pasangan timnya (Ui Bong), para penonton bahkan tidak menyadari kesalahannya. Itulah yang aku sebut rencana B. Mampu mengantisipasi kesalahan rekan setimnya itu, dan segera merespon. Dan kemudian datang menjadi satu. Itulah yang aku sebut 'profesionalisme'."

"Bagaimana dia bisa mengetahui hal itu?"bisik Yoo Jin ke Ui Bong. "Jika tidak dia tidak akan menjadi yang terbaik dari yang terbaik."jawab Ui Bong.

"Kesalahan tak terduga,"lanjut Produser Shin "Sama yang terjadi pada tahap kedua. Anggota dari HershE dan I:dn. Setiap orang dari mereka adalah profesional sejati. Namun, mereka tidak memakai panggung dengan baik. Apa bedanya? Ini keangkuhan. Meskipun pita suara dalam kondisi buruk, membodohi penonton dan masih naik di atas panggung. Ini keangkuhan. Itu terlalu percaya diri, telah menyebabkan kesalahan yang mematikan. Tentu saja, seleksi akhir akan ditentukan oleh suara setiap orang. Manakah dari tim-tim ini akan dipilih dalam audisi idola super pertama, dan terkenal dengan gelar di posisi pertama? Kami akan mengumumkan secepatnya."jelas Produser Shin panjang lebar.

Nana yang merasa telah membuat kesalahan besar, hanya bisa menunduk dan merasa bersalah. Timnya juga merasa cemas. Hong Joo yang diam-diam menyukai Nana juga merasa khawatir dengan kondisi Nana. Sedangkan Ri An yang berada di rumah sakit, juga merasa kesal dan kecewa.

"Cheerss!"
Tim Yoo Jin mengadakan pesta kecil-kecilan. Mereka makan makanan dalam satu tempat. Makanan itu dibuat oleh guru Ahn sendiri. Guru Ahn sangat senang. Ia memuji anak didiknya itu sudah melakukan yang terbaik. Dan dia masih merasa tidak percaya.

Soon Dong lalu berceletuk, ia menanyakan kenapa untuk perayaan ini mereka tidak makan di luar dan bagaimana dengan bibimbap. Guru Ahn beralasan, bukankah itu belum lama sejak mereka terakhir makan makanan buatan sendiri.

Hye Sung mengatakan kalau bukan karena mereka semua, mungkin dirinya tidak akan behasil. Dan itu adalah tahap pertamanya. Lalu Hye Sung mengucapkan terima kasih.
"Kamu tidak perlu berterima kasih. Aku bukanlah super idol yang tidak berguna. Selama aku di sekitar kalian, kita akan selalu menjadi yang pertama"kata Yoo Jin dengan pd-nya sambil mnnjukkan telunjuknya yang mengisyaratkan angka satu.
"Itu bagus."jawab guru Ahn.

Semua lalu tertawa dan menikmati pesta kecil mereka. Di tengah kesenangan itu, JB datang. Semua menoleh ke arahnya. Ia kikuk. Yoo Jin langsung menyambar,"Ada apa denganmu? Apakah kamu datang ke sini untuk berlutut?"

"Apa?"JB heran. Yoo Jin kemudian berdiri, mendatangi JB dan merangkulnya. Ia mengatakan pada semuanya, jika seseorang yang kalah dari audisi ini akan berlutut. Semuanya tersenyum mendengar Yoo Jin. Lalu Yoo Jin menambahkan bualannya, kalau JB tidak harus datang ke tempat mereka hanya untuk berlutut. Tapi tetap saja, Yoo Jin menyuruh JB untuk berlutut dengan pemaksaan. "Berlutut. Ayo berlutut." . Namun JB tidak ingin berlutut. Tapi tetap saja Yoo Jin memaksanya.

Hye Sung langsung menarik tangan JB menjauh dari Yoo Jin dan mengajaknya duduk di sebelahnya. Hye Sung mengatakan pada semua orang bahwa ia mengundang JB untuk makan bersama mereka. Itu bagus kata guru Ahn. Hye Sung kemudian memberikan sendok pada JB, dan JB makan dengan lahapnya.

Yoo Jin duduk di belakang Hye Sung dan JB. Dan mengatakan pada Hye Sung, "Ini bahkan tidak cukup untuk kita. Kamu benar-benar menyebalkan.". Hye Sung lalu cemberut pada Yoo Jin dan tersenyum pada JB yang makan dengan lahap.
"Apakah itu lezat? Makan bibimbap dengan penuh air mata. Bagaimana rasanya kalah bagimu? Bukankah kamu membual, kamu akan membuatku berlutut."sombong Yoo Jin.

JB menjawab, selama Hye Sung menang itu bukan masalah baginya. Soon Dong spontan bilang,"Apakah kalian berpacaran?". Semua kaget, terutama JB dan Hye Sung. Dengan paniknya, Hye Sung lalu berkilah bahwa mereka tidak berpacaran.
Yoo Jin lalu melihat JB dan tertawa,"Hei, dia mengatakan tidak.Tidak. Kamu memiliki cinta yang tak terbalas kan?"
Lalu Hye Sung berpura-pura mengalihkan perhatian,"Guru, ini benar-benar lezat. Sangat lezat."
"Benarkah?"tanya guru Ahn senang.

Ui Bong tersenyum. Kemudian ia melihat ke arah Hong Joo. Hong Joo terlihat tidak bersemangat sekali makan. Ui Bong mengatakan kalau ia baru pertama kalinya melihat Hong Joo menghitung biji-biji makanan sambil bercanda. Hong Joo menjawab bahwa ia hanya tidak nafsu makan.

Nana memeriksakan masalah suaranya pada dokter. Dokter mengatakan bahwa yang dialami Nana adalah sejenis penyakit yang biasa disebut, gumpalan pita suara. Namun dengan kondisi Nana seperti itu, itu disebut sebagai kista pita suara dan akan menjadi kasus yang lebih serius.

Dokter menyarankan agar Nana mau di operasi, karena itu adalah solusi yang paling efektif. Tapi akan berdampak pada suara Nana. Suara Nana akan berubah dan jangkauan suaranya akan memendek.

'Surat Pengunduran Diri'
Nana menemui guru Ji Soo dan memberikan surat itu padanya. Guru Ji Soo menolak. "Bukankah kamu mengatakan sebelum check up, itu hanya gejala flu saja. Dan kamu akan sembuh setelah beberapa hari beristirahat. Kenapa kamu harus mengundurkan diri? Apa alasan yang tepat? Apa karena kejadian kemarin? Semua orang melakukan kesalahan, coba saja lain kali lagi."
"Ini adalah keputusan terakhirku setelah lama memikirkan. Aku akan berhenti."kata Nana

Guru Ji Soo mengatakan apakah itu hal terbaik yang bisa dilakukan Nana. Dan dia tetap minta alasan Nana yang dapat meyakinkannya. Namun Nana tidak segera menjawabnya. Ia hanya diam. Lalu guru Ji Soo menyuruhnya untuk kembali ke rumah sakit selama seminggu. Dan menyuruh Nana beristirahat dengan baik dan memulihkan suaranya. Nana lalu mengangguk mengiyakan dan pergi.
JB mulai bersiap untuk latihan. Guru Ji Soo datang bersama dengan Si Woo dan bertanya pada Si Woo dimana yang lainnya. Si Woo menjawab, kalau Nana sudah ke rumah sakit dengan barang-barangnya dan Ailee yang mengantar Nana ke rumah sakit.

Kemudian guru Ji Soo mengatakan pada JB dan Si Woo untuk jangan terus memikirkan apa yang terjadi kemarin. Karena kecelakaan seperti itu mungkin terjadi. Masih ada peluang karena ini hanya permulaan.
"Jika itu benar-benar kecelakaan, kenapa harus Nana yang bertanggung jawab?"bentak Si Woo. Ia merasa hal itu tidak adil untuk Nana.
"Aturan adalah aturan."guru Ji Soo menjawab
"Dia baik-baik saja, kenapa dia harus ke rumah sakit?"tanya Si Woo. "Jangan bilang ini adalah hasil dari membereskan masalah lagi? Ri An melakukannya dan sekarang Na Na juga?"
JB lalu menyuruh Si Woo untuk berhenti berbicara.

Si Woo lalu menjawab dengan nada tinggi, "Kenapa? Kemudian lagi, bagimu, ini adalah kesempatan besar.
"Apa yang kamu maksud dengan kesempatan yang baik?"tanya JB tak mengerti
Tanpa banyak alasan lagi Si Woo berkata, "Melihat dari kemampuan bernyanyi, yang terbaik di antara kita, Nana, pergi. Bukankah itu keuntungan selama audisi, bukankah itu baik?"

JB semakin merasa tersudut tak paham, menurutnya apakah itu masuk akal. Bukankah mereka itu adalah tim. "Apakah kita se-tim?"tanya Si Woo menyindir. "Selalu berbicara tentang pemecahan dan akan bersolo karir. Bagaimana ini dianggap sebagai sebuah tim. Kau kira aku lupa." Lalu Si Woo langsung pergi begitu saja.

"Penelitian telah menunjukkan bahwa untuk penyanyi terkenal dan aktor, semakin lama seorang bintang disukai oleh orang, Citra itu punya mereka sendiri dan citra itu yang orang cari. Jadi, untuk pelajaran hari ini, semuanya akan menggambar diri mereka sendiri."guru Ahn menjelaskan di depan kelas.

Tak lama, JB datang ke kelas guru Ahn itu. Guru Ahn lalu bertanya kenapa JB datang ke situ. JB menjawab bahwa ia datang untuk menghadiri kelas. Guru Ahn bertanya lagi bagaimana dengan kelas atas. JB menjawab lagi, kalau ia sendirian hari ini.

"Begitukah? Itu bagus, maka kalian bisa mengetahui dengan hanya melihat JB sebagai sebuah potret. Citra dirinya JB dan bagaimana ia sedang dilihat oleh orang lain. Itu begitu konsisten."ungkap guru Ahn. "Ada satu lagi kursi di sana. Bawa itu dan duduk di sini. Kami akan menunggumu."

JB duduk di sebelah Hye Sung. Hye Sung kemudian memberikan sesuatu pada JB. Sepertinya itu adalah buku biografi grup I:dn. JB menolah ia bilang tidak usah. Lalu Hye Sung meletakkan bukunya kembali ke dalam tasnya.

JB kemudian meminta Hye Sung agar meminjaminya sebuah cermin. Hye Sung mengambil cermin di depannya dan langsung memberikannya pada JB. JB mengambilnya dan menghadapkan cermin itu pada Hye Sung. JB mengatakan kalau ia akan memegangi cermin itu untuk Hye Sung agar Hye Sung bisa menggambar dengan nyaman.
Hye Sung menolak. Ia mengatakan kalau ia saja yang memegang cermin itu untuk JB. JB juga ikut menolak. Ia menyuruh Hye Sung untuk menggambar duluan. Di tengah perdebatan itu, Yoo Jin kesal melihat mereka terutama JB. Maka ia melempar kapur ke kepala JB.
"JB, apakah kamu datang kesini untuk berlutut?"kata Yoo Jin sambil menunjukkan kapur yang ada di tangannya.
"Itu lagi?"JB merasa heran dengan Yoo Jin. "Orang harus menjaga kata-katanya seperti pria."kata Yoo Jin.
Namun JB dan Hye Sung tidak menganggap Yoo Jin dan malah mengacuhkannya. Yoo Jin merasa kesal. Dengan rasa pura-pura tidak bersalah, Yoo Jin kembali melempar kepala JB dengan kapur. "Hei!!"teriak JB kesal. Lalu ia berdiri.
"Itu benar, sekarang kamu mengerti kata-kataku. Mulai dari sana, berlututlah."Yoo Jin tak henti-hentinya menyuruh JB berlutut.

JB kemudian mendatangi Yoo Jin. "Kenapa? Apa kamu merasa malu? Kenapa kamu tidak pergi keluar dan berlutut sendiri?"kata Yoo Jin dengan nada melecehkan. Setelah JB mendengar Yoo Jin mengucapkan kata-katanya, JB langsung pergi. Yoo Jin mengejarnya dan berusaha untuk menarik tangan JB. Tapi JB selalu menepis tarikan itu. Hingga akhirnya, tak sengaja JB menepis tarikan Yoo Jin yang berakibat Yoo Jin jatuh. Yoo Jin jatuh dengan posisi pas berlutut di hadapan JB.

Semua teman-teman yang melihat mereka, merasa itu lucu dan menertawakan Yoo Jin. Tak ketinggalan dengan Hye Sung yang juga sedang menahan tawanya. Yoo Jin merasa malu. Dan JB merasa menang.
Semua sudah kembali ke posisi masing-masing. Mereka mulai menggambar. Tapi Yoo Jin yang berada di belakang Hye Sung dan JB merasa kesal sekali melihat mereka berdua. Apalagi, JB memegangkan cermin untuk Hye Sung menggambar.

Kepala sekolah Jung Wan menaiki tangga dan tak sengaja melihat Yoo Jin dari jendela. Lalu kepala sekolah Jung Wan mendekati jendela dan melihat lebih seksama. Ia melihat Yoo Jin yang merasa kesal melihat JB dan Hye Sung bersama. Bahkan sampai-sampai Yoo Jin mematahkan pensil di tangannya.

Ketika sedang asyik melihat, tiba-tiba datanglah guru Ji Man dari samping. Guru Ji Man ini juga ingin tahu apa yang dilihat oleh kepala sekolah Jung Wan. Kepala sekolah Jung Wan merasa kaget dengan keberadaan guru Ji Man itu.

Lalu guru Ji Man bertanya pada kepala sekolah, apa yang dilihatnya begitu serius. Kepala sekolah kemudian menunjukkan JB. "Apakah menurutmu JB menyukai Shin Hye Sung?"
"Apa maksud Anda?"guru Ji Man tidak percaya.
"Dari melihatnya saja, kamu bisa mengatakan bahwa JB menyukainya."kata kepala sekolah
"Mungkin Hye Sung menyukai JB juga."jawab guru Ji Man

Lalu kepala sekolah menerangkan bisakah JB sebagai idola memiliki cinta yang tak terbalas. Guru Ji Man mengatakan kalau Hye Sung sebenarnya adalah anak yang baik, tapi kurang dari sisi feminin. Dia terlalu.. sehat. Meskipun tidak fatal, tapi guru Ji Man bilang kalau itu hanya terlalu biasa. Sedikit kurang biasa akan lebih baik.

Kepala sekolah lalu berkilah, dan mengatakan kalau guru Ji Man tidak tahu apa-apa. Dari sudut pandang seorang idola, apa yang spesial. Pesona mematikan? Wajah yang cantik? Tanya kepala skeolah. Bagi seorang seperti JB, Hye Sung adalah bintang di matanya.

Guru Ji Man lalu melihat yang dibawa oleh kepala sekolah. Ia bertanya apa itu. Kepala sekolah menjawab kalau mulai hari itu kepala sekolah akan menjadi penasihat/konsultan.
"Kepala direktur, tolong pertimbangkan itu."pinta guru Hyun Ji Soo.

Tapi direktur Lee mengatakan kalau semua sudah diputuskan. "Jika waktu memungkinkan, aku akan membujuk Nana."kata guru Ji Soo. Direktur Lee lalu berkelit, "Ri An punya ibunya untuk melindunginya, dan Nana memiliki wakil Hyun untuk melindunginya. Bahkan di sekolah, kamu tidak bisa berasumsi bahwa kamu adalah satu-satunya guru."

"Beri aku waktu, tidak peduli seberapa..."kata-kata guru Ji Soo dipotong oleh direktur Lee. Direktur mengatakan kalau herShe punya masalah internal, yaitu suara Nana dan masalah Ri An. Bahkan jika guru Ji Soo menghentikan kegiatan herShe, itu tidak akan membaik.

Guru Ji Soo tetap beruasaha keras meyakinkan direktur Lee dan produser Shin. Ia akan bertanggungjawab untuk semuanya. Produser Shin lalu menyangkal, bahwa anak-anak sudah dewasa. Mereka harus mampu menanggung konsekuensi atas tindakan mereka sendiri. Guru Ji Soo tidak bisa selalu mengganti atas nama mereka.

Direktur Lee menyimak apa yang dibicarakan produser Shin. Kemudian tiba-tiba ia melihat Lee Seul sudah menguping pembicaraan mereka dari tadi. Produser Shin dan guru Ji Soo juga melihat Lee Seul. Lee Seul kemudian pergi.
Di rumah sakit, Ri An menerima sms dari Si Woo yang mengatakan kalau Nana terkena flu dan sedang berada di rumah sakit yang sama dengannya di nomor kamar 702.

Ri An lalu pergi ke kamar yang dimaksud. Nana ditemani oleh Ailee di kamar. Ketika Ri An datang mengunjungi. Kemudian sebelum suster yang sudah berada di kamar itu sejak tadi pergi, ia mengatakan kalau Nana akan melakukan check up dalam 10 menit lagi dan harus datang ke lantai tujuh.

Ri An merasa cemas, "Check up apa? Bukankah kata Si Woo kalau kamu hanya terkena flu saja?"
Ailee menjawab kalau itu hanya check up rutin saja. Ailee langsung lihat Nana, dan Nana mengangguk. Ri An lalu mendekati Nana dan Ailee. Ia mengatakan kalau ia sudah melihat penampilan Ailee, Nana, Si Woo dan JB kemarin.
"Kamu flu kan? Apakah tenggorokanmu sudah lebih baik?"tanya Ri An sambil menyentuh bahu Nana.

Nana refleks menepis sentuhan itu. Nana tidak ingin Ri An menyentuhnya. "Oke. Kamu di rumah sakit tapi aku tidak akan datang melihatmu. Seperti kamu tidak pernah datang mengunjungiku. Aku akan melakukan hal yang sama."kata Ri An sedih. Kemudian ia keluar dari kamar itu dengan langkah gontai. Nana melihat punggung Ri An yang menjauh dengan perasaan sedih dan bersalah.

"Citra seorang bintang adalah ... tentu saja seperti bintang."kata Yoo Jin yang kemudian menggambar bintang di atas kanvasnya.

Lee Seul menggambar wajahnya sendiri. Itu masih terlihat bagus, sampai ketika Ui Bong datang dan mengatakan kalau karakter yang digambar Lee Seul itu salah. Dan dia menambahkan garis-garis di gambar Seul dan membuat gambarnya memiliki karakter yang jahat. Lee Seul membalasnya, ia melihat gambaran Ui Bong dan mulai memberi garis-garis di gambaran Ui Bong itu.

Hong Joo terlihat sedang menggambar Nana. Dan di gambarannya itu ada tulisan kalau Nana mencintainya. Ui Bong dan Soon Dong melihat gambaran Hong Joo. Ui Bong kemudian berkomentar, "Tak peduli dia tertidur ataupun terjaga itu semuanya tentang Nana."

Guru Ahn melihat gambaran JB. "Itu gadis. Jangan bilang itu kamu. Apakah itu Ri An?"sahut guru Ahn. JB mengatakan kalau itu bukan Ri An tapi itu Hye Sung. Hye Sung kaget. Teman-teman yang lain kemudian melihat gambaran JB. "Kamu bilang ini Hye Sung? Sepertinya roti ditarik ke dalam sebuah jagung."celetuk Yoo Jin.
"Oke selanjutnya milik Hye Sung."kata guru Ahn. Kini giliran melihat gambaran Hye Sung, tapi dengan cepat kilat Hye Sung langsung menutup gambarannya dan bilang kalau itu belum selesai. JB hanya tersenyum melihat Hye Sung.

Yoo Jin sedang menemui kepala sekolah Jung Wan. Ia ingin berkonsultasi tentang masalahnya. Kepala sekolah memberikannya secangkir teh hangat. "Hei bagaimana gurumu ini terlihat sebagai seorang penasihat?"tanya kepala skeolah pada Yoo Jin.
"Apakah Anda punya keahlian untuk menjadi seorang penasihat?"ejek Yoo Jin
"Apakah kamu ingin mendapat pukulan dari seorang penasihat?"gertak kepala sekolah. "Anak ini masih suka berbicara omong kosong, selalu main-main. Jin Yoo Jin untuk apa kamu butuh konseling? Tolong katakan apa yang menyusahkanmu."

Yoo Jin bertanya pada kepala sekolah, apa dia sudah melakukan yang terbaik sebagai super idol. Kepala sekolah langsung menutup laptopnya, "Benar, aku ingin bertanya padamu. Kenapa kamu melakukan itu? Bukankah kamu mengatakan kamu tidak mau menjadi idola? Kamu ingin membuat musikmu sendiri."
Yoo Jin bilang dia juga tidak tahu. Apa musik yang ingin dia buat. "Apa maksudmu tidak tahu? Rock. Rock. Semangat rock. Kenapa, apakah kamu berubah pikiran?"tanya kepala sekolah.
Yoo Jin membantah, sepertinya bukan seperti itu. tapi, ia merasa kalau ia harus menang. Karena Yoo Jin mengakui bahwa ada seseorang yang ingin dia kalahkan.
"Kebetulan. Apakah kamu pernah mendengar tentang alat pacu jantung?"tanya kepala sekolah
"Kenapa Anda tiba-tiba bertanya seperti itu?"
"Kamu masih tidak tahu?"tanya kepala sekolah lagi
"Tentu aku sudah tahu."jawab Yoo Jin
"Bagus, bagaimana jika kamu adalah alat pacu jantung. Bagaimana dengan itu?"
"Kenapa aku harus menjadi alat pacu jantung?"Yoo Jin bingung. "Jika aku berpartisipasi dalam marathon, tidak diragukan lagi aku harus menjadi yang pertama. Kenapa Anda peduli dengan orang lain? Aku harus menajdi yang pertama."
"Benarkah?.. ya, tentu saja kamu harus menjadi yang pertama. Kamu akan melakukan yang hebat super idol."jawab kepala sekolah. Kemudian ia membuka laptopnya kembali. "Apa lagi?"

Hye Sung masih melanjutkan gambarannya ditemani JB. Hye Sung sangat serius sekali menggambar wajahnya, sedangkan JB hanya melihatnya diam tanpa kata. Kemudian JB melihat tas Hye Sung yang berada di belakang Hye Sung.

Ia melihat tasnya terbuka dan ada satu buku keluar dari tasnya itu. diam-diam JB mengambil buku itu dan melihat isi di dalamnya. Ternyata ia melihat bahwa di dalam buku itu, ada gambar dirinya. Seluruh isi buku berisikan dirinya.
"Pada kenyataannya aku lebih baik."JB berkomentar tentang gambar itu.

Hye Sung melihat kalau JB membuka bukunya. Kemudian ia berusaha untuk merebut kembali buku miliknya itu. "Kamu harus membayar biaya model. Apa kamu pikir, aku bukan artis? Tidakkah kamu tahu tentang hak cipta? Kamu harus membayar biaya model."JB menolak untuk mengembalikan buku itu.

JB berdiri dan berusaha menjauh dari Hye Sung agar Hye Sung tidak bisa merebut buku itu. Namun, Hye Sung tidak menyerah. Ia mengejar JB. Sampai pada akhirnya, mereka berdua tak sengaja terjatuh dengan posisi Hye Sung menjatuhi JB. Kemudian mereka saling berpandangan mata lama.
Setelah sadar, mereka berdua spontan langsung berdiri. JB lalu ingat dengan bukunya. Ia melihat gambarnya, dan merobek salah satu gambar dari buku itu. Ia mengatakan ia akan mengambil gambar itu sebagai ganti biaya model.

Direktur Lee ternyata melihat Hye Sung dan JB dari luar. Ia seperti memiliki pandangan yang misterius.
"Aku akan mengumumkan tugas berikutnya. Pemenang misi ini akan mendapatkan posisi yang menguntungkan dalam audisi. Konten tersebut sangat sederhana. Kalian bisa bebas membuat video dengan tidak ada format atau pembatasan tema. Setiap tim akan meng-uploadnya di internet dalam 12 jam. Kemudian 12 jam setelah itu, berarti 24 jam dari sekarang, tim dengan jumlah pengunjung tertinggi akan menjadi pemenang. Internet adalah satu-satunya cara membuat seorang bintang, menggunakannya dengan baik adalah kunci dari misi ini. Kamu bisa segera melakukannya." Produser Shin mengumumkannya lewat layar LCD. Tim Yoo Jin dan guru Ahn memperhatikannya dengan seksama.

"Permainan berakhir. Bukankah mereka idola" kata Ui Bong pesimis.
"Kenapa?"Yoo Jin tidak mengerti

Ui Bong menjelaskan kalaupun tim JB meng-upload MV penggoda, jumlah pengunjung mereka akan tetap yang tertinggi. Semuanya kemudian merasa benar-benar pesimis. Tiba-tiba Yoo Jin memiliki pikiran kalau JB hanya sendirian dalam timnya. Ia melihat ke arah JB dan tersenyum.

Hong Joo membuka tirai kamar. Kemudian merapikan tempat tidur. Memasang seprai. Lalu yang terakhir, ia meletakkan sebuah boneka pinguin kecil beserta setangkai bunga mawar di atas tempat tidur.
Lalu Si Woo masuk ke dalam kamar itu. ia membawa boneka beruang besar warna pink. Hong Joo mendatanginya dan membantunya membawakan boneka itu. Karena bonekanya besar, jadi Si Woo tak melihat Hong Joo begitu pula Hong Joo. Hong Joo kira Si Woo itu adalah orang yang mengantarkan hadiah untuk Nana. Kemudian setelah mereka tahu satu sama lain, mereka kaget.
Si Woo bertanya,"kenapa?"
Hong Joo menjawab, kalau ia hanya mengunjungi seorang pasien. "Kamu juga mengunjungi seorang pasien dengan.. beruang?"tanya Hong Joo sambil meletakkan boneka itu ke tempat tidur.

Si Woo kemudian memegang pundak Hong Joo. Dan menyuruh Hong Joo untuk tidak memberitahu siapapun di sekolah kalau dia membawa boneka binatang. Hong Joo hanya mengangguk saja. Si Woo mengaku kalau sebenarnya itu bukan gayanya. Dia beralasan, pada awalnya Nana ingin pergi ke kebun binatang. Namun karena tidak bisa pergi, maka Si Woo memberikan boneka itu sebagai pengganti.
"Nana suka kebun binatang?"tanya Hong Joo. "Aku juga."tambahnya

Lalu Si Woo membuka koper yang isinya penuh dengan makanan. Satu demi satu makanan-makanan itu ia masukkan ke dalam kulkas. Hong Joo yang melihatnya merasa minder dan tak percaya diri. Selain makanan, Si Woo juga membawakan Nana banyak buku bacaan.
Setelah selesai, Si Woo berdiri dan melihat di atas tempat tidur ada boneka pinguin dan setangkai mawar.

"Kamu juga membawa boneka binatang?"tanya Si Woo dengan wajah ceria.
Hong Joo berkilah kalau boneka itu bukan punyanya. Itu adalah hadiah dari penggemar. Kemudian ia berpamitan untuk pulang. Si Woo bertanya, apakah Hong Joo tidak mau melihat Nana dulu sebelum pergi. Hong Joo bilang tidak perlu.

"Sial! Aku pikir kami berdua yang membawa boneka binatang. Apakah ini benar-benar memalukan?"gerutu Si Woo pada dirinya sendiri. Lalu hp Si Woo berbunyi. Itu adalah sebuah panggilan. Dan di layar terlihat tulisan bahwa yang menelpon itu adalah JB. Namun dia mematikan telponnya itu.

Sedangkan JB menunggu jawaban dari Si Woo. Namun nihil. Kemudian ia menuju kelompok Yoo Jin, dan mengatakan kalau kelompok mereka sekarang hanyalah tinggal JB saja. Dan JB memberikan tawaran untuk membantu mereka lebih dulu. Tapi gantinya, mereka juga harus membantunya.
"Bantu? Bantu apa? Kamu musuh kami."tegas Yoo Jin.
"Untuk membuatnya menjadi kontes yang adil, bantulah aku. Kedepannya hanya pinjamkan Hye Sung padaku. Seseorang harus memfilmkan ku."ucap JB
"Aku?"tanya Hye Sung memastikan.
Yoo Jin bilang bukan Hye Sung. "Lalu kamu akan membantuku?"tanya JB. "Aku tidak tahu. Aku tidak tahu. Kamu memfilmkannya sendiri saja. Bukankah kamu suka bermain sendirian?"kata Yoo Jin.

Lalu guru Ahn menunjukkan mereka bagaimana caranya menunjukkan jumlah pengunjung. "Pertama produser Shin mengatakan bahwa perhitungan pengunjung kita setelah 24 jam. Semakin cepat kita meng-upload, maka semakin baik."jelas guru Ahn
"Apakah kita memiliki video pertunjukkan kemarin?"tanya Yoo Jin. "Pertama kita harus meng-upload itu dulu."

Namun JB menyarankan, agar mereka harus lebih berhati-hati. Karena setiap tim hanya memiliki 1 video. Jika mereka meng-upload ini duluan dan punya ide yang lebih bagus nanti, maka mereka akan menyesal.
Yoo Jin kesal,"Kenapa kamu ikut campur? Pegilah cepat!"
Guru Ahn, "Sama seperti misi terakhir, harus ada makna tersembunyi. Kenapa itu menjadi misi video? Pikirkan itu.
"Jumlah pengunjung tertinggi berarti bahwa subjek beresonansi dengan banyak orang. Apakah dia memberitahu kita untuk menemukan sesuatu yang orang-orang suka dan yang beresonansi dengan mereka?"Hye Sung mengeluarkan pemikirannya.

Guru Ahn membenarkan. Dia telah mengambil video dengan pengunjung tertinggi. Meskipun tema dan formatnya terbuka, ada dua metode untuk meningkatkan jumlah pengunjung, apa itu? yaitu lucu dan menyentuh.

Mereka mulai mencoba membuat video. Dengan tingkah-tingkah aneh. Hingga tingkah Yoo Jin dan Ui Bong yang memakai pakaian putih tipis, membentuk tubuh. Seperti pakaian balerina. Mereka akhirnya selesai juga. Saatnya beristirahat.

Ketika sedang beristirahat, Hong Joo datang dengan wajah murung. Tapi dia hanya numpang lewat di depan mereka. Ia tak pedulikan apapun yang mereka katakan. "Kenapa dia seperti itu?"Seul heran. "Tidakkah kamu tahu, ini mungkin karena Nana."jawab Ui Bong.
"Nana?"tanya Hye Sung. "Penyakit cintanya sangat serius."jawab Ui Bong.
"Nana?"JB juga ikut bertanya lagi. "Sepertinya Nana di rumah sakit. Apakah dia kesana?"kata Yoo Jin.

"Pengiriman makanan." Seorang pengantar makanan datang. Yoo Jin yang sangat kelaparan sekali dengan wajah bahagia segera menghampiri makanan itu. "Siapa yang membeli ini? Kamu yang memebeli ini?"tanya Ui Bong pada JB. JB tersenyum membenarkan. Dengan wajahnya yang terlihat kasihan sekali itu mengatakan kalau JB mendapat nilai tambah membiarkannya berpartisipasi sambil menunjuk JB. Semua membenarkan.

Hye Sung tidak ikut menikmati makanannya. Tapi ia berdiri dan kemudian pergi. JB yang melihat Hye Sung pergi, ia juga ikut pergi. Hong Joo sedang asyik menikmati petikan gitarnya, dengan perasaan sedih dan kecewa. Tapi tiba-tiba salah satu senar gitarnya putus.

Hye Sung dan JB datang. Hye Sung kemudian duduk di sebelah Hong Joo. Sedangkan JB menunggu di depan pintu sambil memperhatikan. Hye Sung memulai pembicaraan,"Apakah Nana baik-baik saja?"
"Aku tidak bertemu dengannya."
"Bukankah kamu pergi ke rumah sakit?"
"Aku pergi tapi aku tidak melihatnya". Hye sung kemudian menyarankan Hong Joo untuk pergi lagi ke rumah sakit. Tapi, Hong Joo menolak. Ia berkata bahwa ia tak akan pergi. Dia tidak punya alasan untuk pergi. Dia tidak bisa melakukan apapun untuk Nana.
Hye Sung melihat ke arah JB. Kemudian, dia menggenggam tangan Hong Joo erat, "Ayo keluar, pergi lihat Nana."

Nana masuk ke kamarnya. Ia terkejut melihat dinding kamarnya banyak stiker lucu bergambar binatang. Ia melihat stiker itu satu-satu dan tersenyum. Sepertinya ia senang melihat itu semua. Sampai ia melihat ada sebuah boneka beruang besar berwarna pink dengan wajah yang menakutkan di pojok ruangan.

Lalu ia melihat ke arah gorden di dekatnya yang tertutup. Ia menhampiri korden itu. dan pelan-pelan gorden itu terbuka. Tebak siapa yang ada di dalamnya? Ternyata yang berada di belakang gorden itu adalah Hong Joo dengan gitarnya. Nana melihatnya, dan tersenyum.

Hong Joo tanpa diperintah langsung mulai bernyanyi. Nana lalu duduk di atas tempat tidurnya memperhatikan Hong Joo. Ia menikmati alunan lagu ceria yang dinyanyikan Hong Joo.
"Cepat sembuh. Kita akan pergi ke kebun binatang bersama."pesan Hong Joo pada Nana
Setelah itu, Hong Joo duduk. Dan mulai memainkan lagu lain. Jika sebelumnya ia menyanyikan lagu ceria, kali ini ia menyanyikan lagu romantis untuk Nana. Nana benar-benar menikmati itu.

Ternyata adegan Hong Joo menyanyikan lagu untuk Nana itu terlihat oleh dua suster yang bertugas. Mereka melihatnya hanya dari depan pintu saja. Kedua suster itu juga merasa senang mendengar lagu Hong Joo. Kemudian, salah satu suster itu mengabadikan momen itu dalam sebuah rekaman video di hp-nya.

Hye Sung kemudian datang menjenguk Nana bersama Yoo Jin dan juga JB. Mereka juga ikut melihat apa yang sedang dilakukan Hong Joo dari depan pintu. Dan tiba-tiba JB mendapat sms dari reporter Park. Sepertinya ia harus segera pergi.

Di mobil, JB mendapat berita bahwa herShe bubar. Mereka bubar karena ada perbedaan dalam tim. Pembubaran juga karena Ri An meninggalkan grup. Ri An dan ibunya juga melihat pemeberitaan di TV bahwa herShe bubar. Ri An langsung mematikan TVnya dan ibunya langsung shock.
"Semuanya berakhir. Semuanya sudah berakhir."ucap ibu Ri An lirih. Ri An juga sepertinya shock. Ia kemudian berdiri dan pergi dari kamarnya. Setibanya di luar, ia mendengar kedua suster rumah sakit sedang membicarakan herShe. Ia mengatakan suara Nana sebenarnya bagus dan menarik, tapi sayangnya karena ada gumpalan pita suara yang dialami Nana mungkin itu penyebabnya mereka bubar.
Ri An tidak jadi pergi. Ia kemudian mendatangi kedua suster itu. "Apa yang kalian katakan? Siapa yang memiliki gumpalan pita suara itu? siapa itu?"tanyanya
Ri An berlari menuju kamar Nana. Namun sayang, sang penghuni kamar sudah tidak berada di tempat lagi.
JB kembali ke sekolah. Ia memberanikan diri untuk berbicara dengan direktur Lee. Ia memgang gagang pintu, namun tak sempat ia membuka. Karena ia mendengar direktur Lee sedang berbicara dengan guru Ji Soo.
"Untuk mendukung super idol, itu sebabnya mereka bubar kan?"tanya guru Ji Soo kecewa pada direktur Lee. "Mereka membiarkannya kembali melalui super idol dan audisi."
"Pernahkah kamu mendengar pilot fish?"tanya direktur Lee."Untuk bertahan hidup di daerah tropis, mereka pertama kali masuk ke air yang tercemar kemudian mereka menyucikan diri."
"Apakah herShe adalah pilot fish?"tanya Ji Soo
"Aku tidak punya pilihan untuk mengorbankan mereka."jawab direktur Lee seadanya.
"Mendorong mereka keluar itu bukan mengorbankan."
"Itu eliminasi."jawab direktur Lee dengan cepat. "Aku agak lemah ketika datang kesini. Tapi aku mengerti itu sedikit. Setelah peranmu selesai, hal yang paling sopan untuk dilakukan adalah harus diam-diam menghilang."
"Silakan mempertimbangkannya."guru Ji Soo masih tetap meyakinkan direktur Lee.
Kemudian direktur Lee sedikit berpikir dan membuka berkasnya. Ia menunjukkan kepada guru Ji Soo hasil pemeriksaan Nana. Direktur Lee mengatakan kalau itu bukan gumpalan pita suara, tapi kista pita suara. JB yang mendengar pembicaraan itu dari luar juga agak shock.
"Bagaimana? Apakah kamu memikirkan situasinya ketika 'show queen' dibubarkan?"tanya direktur
"Keputusan ini mempengaruhi kehidupan anak-anak."jelas Ji Soo
"Hanya keluar dari 'show queen' kamu selamat. Bukan karena keputusanku. Kamu yang menyelamatkan dirimu sendiri."

JB melepas gagang pintu itu dengan perasaan kacau. Ia kemudian turun ke lantai bawah. Dari tangga ia melihat tim Yoo Jin begitu kompaknya dan menyenangkan. JB miris, akhirnya ia kembali ke atas.
"Bagaimana dengan Nana?"tanya Yoo Jin pada Hong Joo. Hong Joo menjawab kalau Nana sementara ingin sendiri dulu. "Tapi kenapa tiba-tiba membubarkan herShe? Tidak lama sampai larangan selesai"tanya Soon Dong.

Ui Bong mengatakan, apakah herShe itu ponsel. Dari waktu ke waktu, larangan dihentikan. Hye Sung kemudian teringat sesuatu,"Ah, JB?". "Apakah kamu pergi bersama?"tanya Soon Dong. Hye Sung menggeleng. Ia mengatakan, setelah JB mendengar berita tentang pembubaran tersebut, JB mengatakan bahwa dia akan kembali ke sekolah.

JB menemui direktur Lee. "Bukankah kamu mengatakan ingin solo karir? Bahkan kamu bukan dalam grup yang sama. Kenapa kamu peduli dengan herShe?"kata direktur.
"Anda tahu kan, kami telah dengan herShe sejak kami mulai debut."

Direktur langsung memotong perkataan JB tadi, "Apakah kau tahu kenapa aku menyukaimu? Aku telah melihat banyak orang yang sudah terkenal sepertimu. Tapi, tahukah kamu apa yang membuat mereka jatuh dalam sekejap? Mereka sudah berubah. Setelah mendengar itu, mereka akan membuat alasan. Mereka akan mengatakan mereka tidak berubah. Ya aku sudah berubah, dan aku berbeda dari kalian semua. Hanya orang-orang yang mengakui itu, bisa melangkah lebih jauh. Itulah kenapa aku menyukaimu. Tapi aku mendengar desas-desus aneh, bahwa kamu sedang berkencan dengan teman sekelas. Jangan mengecewakan ku lagi. Bukankah kamu super idol? Bagaimana mungkin Jin Yoo Jin bisa merebutnya? Berhentilah sok sibuk mengurusi hal ini. Konsentrasilah pada pemilihan."

JB lalu pergi, namun direktur menghentikannya dengan mengatakan, "Selalu ada seseorang yang lebih baik. Kamu harus melangkah lebih jauh."

"Nana tidak ada di rumah sakit sekarang. Mereka mengatakan dia keluar. Kamu tidak bisa menebak dia kemana?"kata Ri An menelpon Si Woo.

Si Woo yang sedang menerima telpon dari Ri An di mobil mengatakan, sejak mereka debut mungkin Nana pergi kalau tidak ke asrama atau ke ruang latihan. Ri An lalu menutup telponnya. Dia sepertinya tahu kemana Nana pergi. Kemudian ia juga ikut pergi.

Masih di mobil, Si Woo mencoba untuk menelpon Nana. Namun Nana tidak mengangkatnya. Kemudian, dia segera pergi dengan kecepatan penuh dengan mobilnya.

Di sekolah, Yoo Jin dan teman-teman masih berkumpul. Ui Bong mengatakan kalau mereka masih harus berkonsentrasi dengan misi. Dan harus cepat memikirkan beberapa ide. "Berapa sisa waktu yang kita punya?"tanya Hye Sung. Mereka langsung spontan melihat ke arah jam. Waktu masih tersisa banyak. Lee Seul menyarankan agar mereka langsung melakukan apa saja yang mereka bisa lakukan.

Semuanya kemudian menatap Lee Seul penuh keheranan. "Apa? Kenapa kalian menatapku seperti itu?"tanya Seul
"Kamu tahu, tapi masih bertanya. Merasa hebat!"kata Ui Bong. Seul lalu merasa dipojokkan. Namun Ui Bong langsung meralat,"Dia ditipu lagi."
"haha..hahha.."semuanya termasuk Lee Seul tertawa

Ketika sedang serius berdiskusi, produser Shin datang. "Kalian semua tidak terlalu buruk."kata Produser Shin. Semua langsung berdiri dan memberi salam kecuali Yoo Jin. Kemudian produser Shin melihat ke arah Hong Joo. "Kamu Hong Joo kan?" "Ya" "Kamu sudah menjadi bintang di internet. Rayuan musik yang menyentuh. Waktunya sangat tepat, ketika herShe bubar dengan sedikit keberuntungan. Apakah kamu tahu 20 tahun pengalaman produser yang telah mengajarkanku? Kita bisa terhubung dengan ketulusan."
Setelah mengatakan itu, produser Shin pergi. Semua saling menatap dengan rasa heran.

"Anak-anak"panggil guru Ahn.
Ia berlari dan menunjukkan hpnya pada mereka. Semua melihat. Ternyata itu adalah video Hong Joo yang sedang bernyanyi untuk Nana.

Ri An berlari. Tapi ia sudah terlambat. Karena sudah ada Si Woo disana. Si Woo berusaha membujuk Nana agar mau membuka pintu. "Buka pintu! Nana buka pintu! Kamu baik-baik saja? Hah?"

Ri An kemudian melihat ke dalam ruang latihan. Ia melihat Nana sedang duduk di lantai sambil memeluk lututnya. Si Woo tetap berusaha agar pintunya mau terbuka sambil memanggil-manggil nama Nana. Nana di dalam tak mau mendengarkan,"Semuanya sudah berakhir."kata Nana lirih
Setelah lama mendobrak-dobrak pintu, akhirnya pintunya terbuka juga. Si Woo menghidupkan lampu dan masuk diikuti oleh Ri An. "Kenapa kamu disini?"tanya Si Woo pada Nana. "Bahkan jika herShe dibubarkan, itu tak akan berubah. Yang harus kamu lakukan adalah tetap menyanyikan lagu-lagumu. Dimanpun kamu berada, tetap nyanyikan lagu-lagumu saja."

"Menyanyi adalah segalanya bagiku. Suaraku adalah segalanya bagiku. Tapi sekarang sudah pergi."jawab Nana sambil menangis.
"Kenapa suaramu segala-galanya bagimu?"tanya Ri An. "Bagaimana denganku, bagaimana dengan Ailee? Hanya karena herShe dibubarkan, kita berakhir. Apakah kita bukan teman? Apa arti kami bagimu? Kenapa kamu tak melakukan apa-apa?"

"Hanya menerima pengobatan, tidak peduli apakah itu operasi atau terapi rehabilitasi. Tak peduli berapa banyak waktu yang dibutuhkan, bukan masalah."JB datang. Lalu ia mendekati tiga temannya itu. "Hingga waktu itu berakhir,kami akan tetap di sampingmu. Bagaimana dengan itu? Kami I:dn harus membangkitkan beberapa kesulitan terakhir kali." "Kesulitan?"
Lalu setelah JB, Ailee datang. "Nana!" kemudian ia duduk dan memeluk Nana. Ailee menangis. Semua juga. Mereka bersedih.

=flashback=

Saat itu ketika, Ri An baru bergabung dengan herShe, dia kelihatan cupu sekali. "Hei pendatang baru!"panggil Nana. "Kami dengar kau yang bertanggungjawab terhadap penampilan tim kami. Biar aku lihat. Apakah kamu termasuk cantik?" Nana memegang dagu Ri An seolaholah melihat sisi mana yang baik darinya.

"Sepertinya dia sangat cantik."kata Nana. Nana juga menambahkan sepertinya mereka akan segera debut. Apalagi dengan kemampuan menyanyi dan penampilan mereka. Dan menurutnya menjadi terkenal adalah masalah waktu.
"Aku Ailee. Dia Nana"Ailee memperkenalkan dirinya dan Nana. "Kamu?"
"Aku Lee Ji Gyeong."Ri An memperkenalkan diri. Nana dan Ailee agak kaget. Lee Ji Gyeong, jenis nama apa itu? Ailee menyarankan sepertinya dia perlu mengganti nama.
"Penyelamat tim kami. Orang terakhir yang bergabung dengan kami untuk menyelamatkan kami. Ri An."usul Nana.
"Ri An? Apa artinya Ri An?"tanya Ailee
Nana mengatakan artinya adalah membawa kenyamanan untuk orang-orang. "Berkatmu, debut kami akan sedikit lebih lancar. Bagaimana terdengar baik, Ri An?"kata Ailee
"Ya"
"Kita akan rukun."kata Nana sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan. Kemudian datanglah grup pemula i:dn. Si Woo tanya siapa gadis yang bersama Nana dan Ailee itu. lalu, ia menghampiri Ri An dan mengulurkan tangannya. "Senang berkenalan denganmu."kata Si Woo
"Aku Lee Ji Gyeong."ucap Ri An yang masih terdengar polos dan lugu.
Lalu Nana dan Ailee segera menarik Ri An. Ri An disuruh berhati-hati dengan Si Woo karena Si Woo seorang playboy. Kemudian kini JB yang giliran memperkenalkan diri. Setelah itu, Si Woo menarik JB untuk ikut mendekat ke grup herShe. Karena Si Woo ingin mengambil gambar mereka bersama-sama.
"1.. 2.. 3.."

=FLASHBACK END=

Ketika semuanya sudah tertidur, hanya Hye Sung yang masih terjaga. Ia sedang mencoba untuk menyelesaikan persoalan matematika.

Lee Seul terbangun dan melihat Hye Sung yang masih terjaga. Ia lalu mendatangi Hye Sung. Hye Sung meminta maaf, karena merasa dirinya telah membangunkan Lee Seul. Lee Seul tanya apa yang sedang dilakukan Hye Sung. Hye Sung menjawab ia sedang memecahkan persoalan matematika.
Hye Sung menjelaskan, ketika dirinya merasa bingung dan tertekan, dan ketika ia memecahkan soal seperti itu maka ia akan merasa lebih santai dan rileks.
"Apa yang santai?"tanya Seul
"Yang terjerat simpul akan menjadi terlepas."jawab Hye Sung.

Seul memuji kalau Hye Sung itu memang benar-benar... spesial. Hye Sung kemudian balik bertanya, bukankah Seul mempunyai saat-saat seperti dirinya. Seul bilang, ketika dia merasa bingung dan tertekan tidak banyak orang yang akan gila untuk memutuskan bahwa itu bahagia.

"Jika kamu memutuskannya, maka bukankah kamu tidak bisa menggunakannya lagi?"tanya Hye Sung
Seul membenarkan. Seul mengaku ada seseorang yang dia suka. Tapi, orang itu hanya melakukan hal yang Seul benci. Maka dari itu Seul memutuskannya. Hye Sung bertanya, apa yang dilakukan Seul setiap kali melihat orang itu dan dapatkah Seul tidak membantu tetapi membenci dia. Seul meluruskan, itu tidak seperti apa yang Hye Sung maksud, dia hanya marah sampai tidak tahan lagi.
"Apakah kamu berbicara tentang pacarmu?"tanya Hye Sung lagi
"Ayahku."jawab Seul sekenanya

Belum sempat Hye Sung berbicara lagi, mereka kemudian mendengar ada keributan di luar. Mereka berdua lalu berdiri dan melihat.

Direktur Lee sedang bersama produser Shin di mobil. Tiba-tiba, hp direktur Lee berbunyi.
"Ya. Di sekolah? ... "
Lalu direktur mematikan telponnya. Ia melirik ke arah produser Shin dan produser Shin balik meliriknya. Kemudian mereka berdua saling tersenyum. Direktur Lee memutar balik arah mobilnya.

Soon Dong, Hye Sung, Lee Seul, Hong Joo, Ui Bong dan Yoo Jin pergi keluar. Mereka ingin tahu keributan apa itu. ternyata itu adalah keributan yang ditimbulkan, karena banyaknya wartawan dan para fans yang berkumpul di depan halaman sekolah.

"Kami I:dn sekarang berdiri di depan semua orang. Untuk menginformasikan kabar baik. Untuk menghargai keputusan herShe, yang kami telah lalui susah dan senang bersama mereka sejak kami masih debut. Kami I:dn juga menyatakan pembubaran kami."jelas JB kepada wartawan
"Tidak!!"para fans kecewa.
Hye Sung dan kawan-kawan pun juga kaget mendengarnya.
Si Woo menambahkan,"Setelah bubar, kami akan memperbaiki diri kami sendiri. Kami bersama sudah sepakat dengan anggota herShe, bahwa kami berlima pasti akan kembali ke tempat ini."

"Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada direktur Lee Kang Chul, untuk membiarkan kami memperkaya diri kami dalam kehidupan di sekolah. Kami juga ingin mengucapkan terima kasih kepada produser Shin Jae In, melalui audisi super idol memberikan kami kesempatan yang lebih baik. Sama seperti yang kami umumkan di awal hari ini adalah hari bahagia. Bukan karena hari ini kami ingin meninggalkan kalian semua, tapi karena hari ini kami setuju untuk kembali lagi. Jadi kami telah menyiapkan hadiah kecil untuk semua orang."lanjut JB

Direktur Lee dan produser Shin sudah tiba sejak tadi. Mereka melihat apa yang sedang dilakukan oleh i:dn. Produser Shin hanya tersenyum melihatnya.

JB dan Si Woo mulai menggerakkan badannya. Ailee, Nana dan Ri An ternyata juga sedang melihat apa yang sedang dilakukan i:dn. Grup i:dn mempersembahkan lagu dan tarian kecil untuk penggemarnya.
"Masih ingat lagu ini? Kita menyanyikan lagu ini ketika kita masih debut."Ailee mengingatkan Ri An dan Nana tentang kenangan mereka.

Ri An dan Ailee kecuali Nana kemudian ikut menari dan bernyanyi bersama i:dn. Fans, Hye Sung dan kawan-kawan pun juga ikut serta menari. Ternyata, guru Ahn dan guru Ji Soo juga melihat. Dan mereka juga ikut menggerakkan badan.

Nyanyian dan tarian selesai. I;dn dan herShe berpegangan tangan. Ailee memegang tangan Ri An, Ri An memegang tangan JB, JB memegang tangan Si Woo. Mereka lalu memberikan hormat pada semuanya. Ri An dan JB sadar bahwa mereka memegang tangan satu sama lain. Mereka kemudian saling tatap dan tersenyum . Sepertinya ada sesuatu yang lain di mata mereka.

Written & Image by Echa @pelangidrama
Don't Share at other site!

Author_blog 08 Mar, 2012


-
Source: http://www.pelangidrama.net/2012/03/sinopsis-k-drama-dream-high-2-episode.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com Share on Facebook