HPK

mesothelioma survival rates,structured settlement annuity companies,mesothelioma attorneys california,structured settlements annuities,structured settlement buyer,mesothelioma suit,mesothelioma claim,small business administration sba,structured settlement purchasers,wisconsin mesothelioma attorney,houston tx auto insurance,mesotheliama,mesothelioma lawyer virginia,seattle mesothelioma lawyer,selling my structured settlement,mesothelioma attorney illinois,selling annuity,mesothelioma trial attorney,injury lawyer houston tx,baltimore mesothelioma attorneys,mesothelioma care,mesothelioma lawyer texas,structered settlement,houston motorcycle accident lawyer,p0135 honda civic 2004,structured settlement investments,mesothelioma lawyer dallas,caraccidentlawyer,structured settlemen,houston mesothelioma attorney,structured settlement sell,new york mesothelioma law firm,cash out structured settlement,mesothelioma lawyer chicago,lawsuit mesothelioma,truck accident attorney los angeles,asbestos exposure lawyers,mesothelioma cases,emergency response plan ppt,support.peachtree.com,structured settlement quote,semi truck accident lawyers,auto accident attorney Torrance,mesothelioma lawyer asbestos cancer lawsuit,mesothelioma lawyers san diego,asbestos mesothelioma lawsuit,buying structured settlements,mesothelioma attorney assistance,tennessee mesothelioma lawyer,earthlink business internet,meso lawyer,tucson car accident attorney,accident attorney orange county,mesothelioma litigation,mesothelioma settlements amounts,mesothelioma law firms,new mexico mesothelioma lawyer,accident attorneys orange county,mesothelioma lawsuit,personal injury accident lawyer,purchase structured settlements,firm law mesothelioma,car accident lawyers los angeles,mesothelioma attorneys,structured settlement company,auto accident lawyer san francisco,mesotheolima,los angeles motorcycle accident lawyer,mesothelioma attorney florida,broward county dui lawyer,state of california car insurance,selling a structured settlement,best accident attorneys,accident attorney san bernardino,mesothelioma ct,hughes net business,california motorcycle accident lawyer,mesothelioma help,washington mesothelioma attorney,best mesothelioma lawyers,diagnosed with mesothelioma,motorcycle accident attorney chicago,structured settlement need cash now,mesothelioma settlement amounts,motorcycle accident attorney sacramento,alcohol rehab center in florida,fast cash for house,car accident lawyer michigan,maritime lawyer houston,mesothelioma personal injury lawyers,personal injury attorney ocala fl,business voice mail service,california mesothelioma attorney,offshore accident lawyer,buy structured settlements,philadelphia mesothelioma lawyer,selling structured settlement,workplace accident attorney,illinois mesothelioma lawyer

Menu Navigasi

[Sinopsis K-Drama] History of The Salaryman Episode 14

"Goodbye harabuji, karaktermu di akhir-akhir episode membuat aku terpesona.."

Dengan gemetar Mo Ga Bi memberanikan diri masuk ke kamar di mana Presdir Jin dirawat. Mo Ga Bi langsung meminta maaf kepada Presdir Jin, "ada hal-hal yang tidak kulaporkan kepadamu. Para pejabat telah melakukan korupsi. Penggelapan dana dan laporan penjualan palsu. Dan mereka sudah mulai mengeruk keuntungan pribadi".
"Kenapa baru kau laporkan sekarang?!" tanya presdir Jin.

Mo Ga Bi mencari-cari alasan kesehatan Presdir Jin yang lemah membuatnya bungkam, lain di mulut lain di hati. Presdir Jin tak berkutik, Hampir saja aku mencurigaimu. Apa maksudmu? Aku ingin menghukum mereka dengan setimpal, Tapi belum waktunya aku melangkah kesana. Kau perkuat jiwamu. Agar korupsi tidak semakin jauh.

Mo Ga BI tersenyum licik, kini dia selamat. Presdir Jin kembali mempercayakan Mo Ga Bi untuk menyelesaikan masalah, Ada pepatah, Serigala dalam kulit singa. Serigala yang meminjam kekuatan singa, juga bisa menjadi raja, Ujar Presdir Jin. Mo Ga Bi pun menyarankan biar dia yang mengurus aset Presdir Jin yang bermasalah. Mo Ga Bi kembali tersenyum penuh kemenangan, sedang Presdir Jin spertinya punya rencana sendiri karena sorot matanya tidak sepenuhnya percaya pada Ga Bi.

Mo Ga Bi keluar dari kamar Presdir Jin, Serigala dalam kulit singa? Apa itu! Aku sudah menjadi raja.
Kaulah yang serigala tua, Jin Shi Hwang.

Woo Hee bertemu dengan Yoo Bang di kantor Chun Ha, Yoo Bang rupanya ingin bertemu dengan Hang Woo. Diapun menerobos masuk keruangan Hang Woo yang membuatnya tak senang.
"Aku datang untuk bicara empat mata denganmu. Kakiku sakit. Aku mau duduk, tidak apa-apa, kan?" ujar Yoo Bang tanpa tedeng aling-aling.
Hang Woo terpaksa meladeni, yang sebelumnya menghardik WOo Hee untuk menahan tamu yang belum buat janji temu.

Yoo Bang langsung pada inti permasalah CHun Ha group yang ingin membuat perjanjian dengan Tae Yang group. "Bagaimana mungkin bisa kaulakukan dengan alat yang persis sama dengan alatku?!".
"Produk kami juga memiliki paten. Tidak ada hukumnya kalau hanya kalian sendiri yang punya kerjasama bisnis dengan mereka" jelas Hang Woo santai.
"Paten apa? Orang mempatenkan supaya hanya ada satu. Mana mungkin bisa ada paten untuk barang yang sama?". Yoo Bang mulai panas.

Tersenyum enteng, Hang Woo berkilah kalau hukum dibuat untuk dihindari. Jadi dia tetap akan mematenkan produknya. "Bagaimana kalau kau serahkan saja perusahaanmu kepadaku? Jangan buat dirimu berdarah-darah dalam perang yang tak mungkin bisa kau menangkan. Akuilah kekalahanmu disini".
"Bisakah kau hentikan kata-katamu yang menyedihkan itu? Kau ingin menang melalu peperangan?" tanya Yoo Bang.
"Bukankah itu wajar?"
"Aku hanya melakukan perang yang dapat kumenangkan. Perang ini ? Aku yang akan menang. Mengerti?". Yoo Bang menatap tajam Hang WOo.

Bun Kwe, Yoo Bang dan Woo Hee minum-minum disebuah kedai. Bun Kwe meradang karena tanpa uang bagaimana purusahaan bisa dijalankan?. Yeo Chi yang tahu keberadaan Yoo Bang berniat bergabung, sedikit sewot karena ada Cha Woo Hee.

Bagaimana kalau minta pada nona Yeo Chi lagi? Ini bukan waktunya untuk kehilangan muka. Bun Kwe memberi usul. Dan Yeo Chi yang mendengarnya terhenti langkahnya.
Yoo Bang yang mendengar usul konyol Bun Kwe seketika marag-marah. "Baek Yeo Chi, Presiden Jin atau
Choi Hang Woo, mereka itu satu tim!".

Perkataan Yoo Bang membuat Yeo Chi mengurungkan niatnya bergabung. Woo Hee menengahi mereka yang bertengkar. "Sekarang waktunya kita ciptakan sendiri kesempatan buat kita. Tidak ada jalan lain. Kita harus ciptakan sendiri". Yoo Bang memang punya pendirian kuat.

Keesokan harinya Yeo CHi menemui kakeknya, bertanya kenapa tidak memberikan ivestasi kepada Yoo Bang?. Presdir Jin kini tahu potensi Yoo Bang. "Dia memang naif tapi hebat. Tak tergoda sedikitpun biarpun kulempar daging umpan, dia tetap memilih untuk lapar".
"Jadi kau akan tetap diam saja dan menyaksikan usaha Yoo Bang runtuh? Hah, Kakek?"

Predir Jin menoleh kearah Yeo Chi, dia merasa kasihan kepada Yoo Bang atau yang lain? Yeo Chi buru-buru menjelaskan karena merasa kasihan. Presdir Jin rupanya antara 2 jalan, disatu sisi projek Hang Woo sebentar lagi selesai. "Dia akan berkompetisi dengan Yoo Bang, Pemimpin gila mana yang maju kedepan sendirian menembakkan senjatanya pada musuh? Jika itu hanya kasihan, hentikan perhatianmu itu!".

Bagiaman jika bukan karena kasihan padanya? Tapi karena alasan lain? Yeo Chi sedikit mengaku. Presdir Jin menghadap langsung ke Yeo Chi. "Kau... menyukai Yoo Bang?". Dan pertanyaan kakeknya tidak pernah diakui oleh Yeo CHi.

Yoo Bang menemui Jang Ryang sebagai jalan terakhir, meminta dicarikan investor lain. Jang Ryang yang tahu perusahaan Yoo Bang akan menghadapi CHun Ha, menasehati untuk mundur. Yoo Bang tak terima.
"Tapi mereka mempatenkan produk jiplakan dari produk kita. Produkkita adalah yang asli.Menghindar ? Itu yang harus mereka lakukan! Bukan kita!".
"Tapi dalam hal bisnis, kekuatan adalah kekuasaan.Kekuatan adalah hukum".
Yoo Bang rasanya menyia-nyiakan waktu untuk membujuk Jang Ryang. Dia akhir kata, Jang Ryang memberikan saran lain, jual alat pemantau gula darah, walau pabruk tutup dia tetap akan menerima hasil banyak.
Yoo Bang hampir saja menyiramkan air minum, "Biarpun aku hidup dari orang tua yang melarat, Tak pernah sekalipun kami menganiaya orang lain untuk kepentingan diri sendiri. Kekuatan adalah segalanya, kau bilang? Tegakkan kepalamu dan hiduplah dengan prinsipmu itu! Walaupun dia hidup dengan kekuatan...Tapi yang paling kukagumi adalah ayahku".

Yoo Bang berniat pergi namun kata-kata Jang Ryang menahannya, "Maksudku, berapa banyak investasi
kau butuhkan untuk pabrikmu?". Yoo Bang mentapanya tak percaya.

Akhirnya perjanjian ditandatangani. $4,5 juta diinvestasikan. Betapa leganya Yoo Bang dna Bun Kwe. Jang Ryang pun turut senang. "Kau harus berhasil bermitra dengan Taeyang Group dan ciptakanlah uang yang banyak".
"Akan kukalahkan Chunha Group. Dan tentu saja membalas jasamu". Yoo Bang bersuka cita.
Keduanya telah pergi, Jang Ryang meminum minumannya dan menoleh kebelakang. "Apa alasanmu yang sebenarnya menolong Yoo Bang?". Disertai Yeo Chi, Presdir Jin rupanya yang memberikan dana talangan. "Hang Woo dan Yoo Bang. Aku...Ingin melihat kedua bajingan itu berperang dengan senjata langkap".
"Aku juga" saut Yeo Chi.
"Paling tidak, aku harus memberikan Yoo Bang sebuah senjata. Aku tak bisa membiarkannya bertempur
dengan tangan kosong".

Jang Ryang berfikir pertarungan itu tetap seimbang. Lain difikirkan Presdir Jin, jika seimbang maka tidak akan menarik. Dan lagi Hang Woo tidak memiliki apa yang Yoo Bang punya, dan itu senjata andalan Yoo bang. "Aku rasa..aku tahu itu apa" ucap Yeo Chi diselimuti senyuman. (Jika kalian membaca sinopsis ini bukan di pelangidrama maka sinop ini dicopas alias dicuri!)

Yoo Bang kembali kepabrik dan mendapati karyawannya berkumpul. Berniat untuk memberikan gaji mereka demi kelangsungan perusahaan. Han Shin angkat bicara, "Semua pegawai telah setuju. Sampai perusahaan stabil, kami rela tak digaji".
"Kami percaya pada janjimu, Presiden. Kau bilang kau takkan memecat kami. Jadi mana mungkin kami menyusahkan perusahaan?"
"Tetap semangat, Presiden! Kami mendukung dari belakang. Lagi pula kami pernah menganggur. Kami takkan mati bila tak digaji hanya beberapa bulan".
Yoo Bang sungguh terharu, Mana bisa kaya kalau begini caranya! Berkaca-kaca Yoo Bang mengatakan akan memberikan gaji sesuai jadwal karena dia mendapatkan investor. Semua bersorak sorai. "Chunha Group? Akan kita kalahkan dan kita akan menang!" teriak Yoo Bang.
Para Direktur Departemen tidak senang Mo Ga Bi memanggil rapat seenak jidatnya, kemudian Mo Ga Bi masuk dan duduk ditempat Presdir Jin. Mulai sekarang semua dia ambil kendali, karena stempel milik pribadi Presdir Jin berada ditangannya.
"Agar kalian paham...Bahwa kalian ada dibawah pengawasan beliau. Aku yang akan menjadi mata bagi beliau. Untuk menyelidiki kebenaran. Semuanya yang kulakukan ini Atas perintah Presiden Jin sendiri."

Jang Ryang masih mempertanyakan kepercayaan Presdir Jin kepada Mo Ga Bi. Rupanya Presdir Jin akan mengetes Mo Ga Bi untuk terakhir kalinya. "Ini cuma firasat, Mo Gabi tertarik dengan surat wasiatku".

Woo Hee senang mendapatkan bunga, sepertinya dari laki-laki yang naksir dirinya. Tak jauh Hang Woo melihatnya dengan penuh tidak suka. DIa mendekatinya. Bertanya siapa yang mengiriminya? Woo Hee mengaku tak tahu.
"Kau tak tahu siapa yang mengirimkanmu bunga ini? Dan kau terima saja?"
"Kenapa jadi sewot, Wakil Presiden?". Hang Woo semakin benci karena mengira dia dari Yoo Bang.
Sepeninggal Hang Woo, Ba datang berniat menemui Hang Woo.
Hang Woo langsung meletakan cangkir kopinya, begitu mendengar kata-kata Ba Sa Yeol. "Kau mau mengadu produkku dengan produk dari Paeng Seong Enterprise?". Hang Woo tak mengerti karena setahu dia, Paeng Seong akan bangkrut!
"Kudengar mereka sekarang punya penyandang dana baru". Kemarahan tiba-tiba menyergap Hang Woo.
Dia langsung menemui Beon Jung, menanyakan siapa yang berinvestasi? Jang Ryang?. Namun Beom Jung berfikiran lain, Jang RYang tidak punya uang sebanyak itu. Hang Woo mengernyit, "Lalu? Itu uang Presiden Jin?". Hang Woo menyuruh Beom Jung untuk mencari tahu.
Dan tak perlu waktu lama, Beum Jung menemui Jang Ryang. Mencemoohnya karena dianggap bodoh berinvestasi kepada Paeng Seong group. "Aku tidak mendanai Paeng Seong Enterprise. Aku mendanai Yoo Bang" ucap Jang Ryang.
Untuk menyakinkan Beum Jung, Jang Ryang berbohong bahwa dia pernah meminta uang kepada Presdir Jin dan menggunakan uang itu untuk Yoo Bang.
"Presiden tidak tahu kalau uangnya diberikan kepada Yoo Bang, maksudmu?" tanya Beum Jung.
"Tidak masalah jika dia sudah tahu, toh uangnya sudah tidak ada padaku lagi" jawab Jang RYang enteng.
Dengan emosi Hang Woo menemui Yeo Chi, Itu perbuatanmu, kan? Investornya Paeng Seong Enterprise!. Yeo Chi tenang-tenang saja, kalau iya kenapa??
"Hatimu sudah dibutakan oleh seorang pria,
dan kau tahu apa yang telah kau lakukan? Ini penghianatan. Kau penghianat!" bentak Hang Woo sambil menunjuk-menunjuknya.
"Begitu tak percaya dirikah kamu?Kau takut dengan Paeng Seong Enterprise? Dibandingkan dengan Chunha Group, itu cuma sepotong biskuit. Tahu biskuit? Itu seperti gajah lawan biskuit. Kenapa gajah takut dkepada biskuit?"
"Jangan memancing aku. Semakin kau seperti ini, semakin aku akan menjungkir balikkan si Yoo bang itu tanpa ampun!"
(Jika kalian membaca sinopsis ini bukan di pelangidrama maka sinop ini dicopas alias dicuri!)
Yeo Chi berdiri, menatap Hang Woo tak mau kalah. "Rupanya kau sudah salah pengertian. Aku berinvestasi kepada Paeng Seong bukan karena aku menyukai Yoo Bang.Pertarungan yang adil antara
Yoo Bang dan Choi Hang Woo. Itu membuat aku begitu penasaran".
"Kenapa?"
"Karena aku akan menjadi pemimpin tertinggi Chunha Group. Aku perlu seseorang yang benar-benar kompeten. Kalau kau tak mau menyerahkan kursimu kepada Yoo Bang, maka kau harus lebih mengasah otakmu". Selesai berbicara Yeo Chi langsung pergi begitu saja, meninggalkan Hang Woo dalam keadaan panas. DIa menggebrak meja.
Woo Hee masuk keruangan Hang Woo dan mendapati dia sedang tidur dikursi. Melihat luka ditangan,dia mengolesi lukanya dengan obat. "Kau juga berpihak pada Yoo Bang, kan? Cha Woo Hee, kau juga. Kau juga berharap Yoo Bang bisa menang" ujar Hang Woo tetap memejamkan mata.

Sudah seharusnya dia membela Hang Woo karena dia sekretarinya, itu pikiran Hang Woo. Woo Hee dia sejenak, aku akan memihakmu, balas Woo Hee akhirnya. Hang Woo langsung memegang tangan Woo Hee menahan agar tak pergi. Hampir menciumnya, namun Woo Hee menolehkan wajah. Hang Woo akhirnya melepaskan tangannya. Menyuruhnya pergi.

Menatap kepergian WOo Hee dengan sedih, merasa ditolak. Sedang Woo Hee bersandar pada pintu, hatinya tak karuan.

Tak berselang lama, Hang Woo mulai menyusun renacana, dia mencari tahu siapa yang akan menjadi juri kompetesi produk mereka. "Aku minta rincian data pribadi ketiga orang itu. Data Pribadi, hobi, keluarga, Semuanya..". Staff Hang Woo memberitahu pabrik mereka di Vietnam menginginkan contoh produk dari Paeng Sang group. Berhubung belum dipasarkan, Hang Woo tentunya punya rencana sendiri untuk mendapatkan produk tersebut. Hang Woo menekan nomor Han Shin.
Ketiganya sibuk di pabrik Paeng Sang. Yoo Bang, Bun Kwe dan Han Shin mendapat fax bahwa kompetesi produk akan dilakukan akhir bulan. Ditengah-tengan Han Shin mendapat telepon dari Hang Woo yang langsung dimatikan. Hang Woo menelepon lagi. Han Shin berkelit mau ke kamar mandi.
Han SHin menerima telepon Hang Woo yang dia cuman katakan sangat singkat, ingin bertemu Han Shin diapartemennya lalu ditutupnya.

Saat menoleh dikagetkan dengan hadirnya Yoo Bang dan Bun Kwe. Berbohong dia mendapat telepon dari wanita pemilik bar. Yoo Bang merebut handphonenya lalu mengeceknya, Choi Hang Woo ada didaftar panggilan. Han Shin menyakinkan bahwa dia tidak pernah bermaksdu berkhianat.

Kenapa Hang Woo menelepon? tanya Yoo Bang. Han Shin mengatakan Hang Woo ingin bertemu dengannya nda keberadaannya di Paeng Song juga tak dikatahuinya. Yoo Bang berfikir sejenak, kalau begitu temui dia.

Hah? Bun Kwe dan Han SHin sama-sama terkejut. Temui dia dan dengarkan apa yang dikatakannya..Ikuti keinginannya. Han Shin menoleh kepada keduanya, Terimakasih sudah percaya padaku, Presiden.

Yoo Bang cukup percaya kepada Han Shin karena jika dia bermaksud berkhianat dia akan membawa pergi blueprint untuk Chun Ha group. Bun Kwe tetap masih cemas. "Tapi bagaimana kalau setelah dia bertemu
Choi Hang Woo, kalu dai berubah...?"
"kau tahu 'Jang-Gye-Chui-Gye'?"
"Temukan taktik lawan, dan kembalikan sebagai senjata makan tuan. Apa itu?"
"Kalau Hang Woo mau menjebak kita lagi, kita gunakan tipuannya itu untuk melawannya".
Gugup, mungkin itu yang dirasakan Han SHin saat menemui Hang Woo. Dia mencoba berbasa-basi sejenak. Hang Woo menawarkan pekerjaan di kantor cabang Chun Ha. "Aku perlu bantuanmu terlebih dahulu".
"Tinggal disebutkan. Akan kulakukan"
"Yoo Bang, dan Paeng Seong Enterprise...adalah satu kesatuan. Aku ingin kau mengambilkanku sesuatu dari sana".
Yoo Bang terlonjak kaget saat diberitahu Han Shin. "Dia minta kau membawa produk baru itu kepadanya?". Han Shin mengiyakan, "Ya, kupikir pabrik mereka di Vietnam mau mengecek kinerjanya".
"Dasar para perampok! Kita harus memperkuat penjagaan di sekitar pabrik. Chief Han, beritahu kepada para pekerja untuk..."
"Berikan kepadanya" ujar Yoo Bang menyela Bun Kwe yang ngamuk-ngamuk. Yoo Bang juga menyuruh Han Shin untuk selalu dekat dengan Hang Woo. Memata-matainya. "Itu keahlianku! Kau sudah merasakannya" balas Han Shin.

Ada pepatah mengatakan: Po-Jeon-ln-Ok [Melempar bata untuk mendapatkan Giok]. Melempar umpan ikan kecil untuk mendapatkan ikan besar. Melempar bata untuk mendapatkan Giok. Lalu kita akan mendapat keuntungan. Yoo Bang punya rencana yang briliant sepertinya.

Bersama Beom Jung dan Hang Woo, Han Shin memperlihatkan produk pengukur gula darah dari Paeng Seong Group. Han Shin menyuruhnya mencoba, dan fantastik langsung bisa mengukur! Kinerjanya hebat, kan? Aku tadi sudah mencobanya. Han SHin terlalu berseru-seri sehingga dihardik Hang Woo yang pasang muka bete sangat parah.

Segera dekati para juri. Arahkan mereka ke pihak kita, perintah Hang Woo pakai akal licik. Begitu lebih meyakinkan. Sebagus-bagusnya alat mereka, para jurilah yang akan menilai, dukung Beom Jung.

Benar saja, Hang Woo dan Beum Jung mulai menjalankan renana mereka, mendekati para juri dan menyuapnya dengan nilai tinggi. Para juri sudah mulai......masuk perangkap Chunha Group, lapor Han Shin pada Yoo Bang. Kalau saja aku bsia memotret mereka, maka kita punya bukti Yaah tapi apa dayaku...

Yoo Bang tak panik, tetap tenang dan meminta barang pesanan dirinya dari Han Shin. Alat pemantau gula darah milih Chun Ha. Yoo Bang meminta Dokter Hong (Senior Woo Hee yang selama ini membatu Yoo Bang) untuk membuat produk Paeng Seong dibentuk sama dengan produk CHun Ha.

Yeo Chi membantu memotongkan kuku kakeknya, terjadi obrolan ringan mengenai siapa yang akan menang dipertarungan nanti. Yoo Bang ataukah Hang Woo yang lulusan Stanford? Yeo Chi tetap mendukung Yoo Bang. "Kenapa kau menyukai Yoo Bang?" tanya kakeknya tiba-tiba.

"Kakek ini apa-apaan sih? Kapan aku bilang aku menyukainya?" sanggah Yeo Chi yang mulai mencat kuku kakeknya dengan kuteksnya.
"Kalau dia bisa mengalahkan Hang Woo, maka dia akan kujadikan suami cucuku".
"Kau sudah gila, kek?" teriak Yeo Chi masih asik mengkuteks kakeknya.
"Jangan kuatir, nak. Karena dia tidak mungkin menang. Kalau dia bisa membuat mungkin yang tak. Tak ada alasan bagiku untuk menolaknya menjadi suami cucuku" ujar Presdir Jin bersungguh-sungguh.

Yeo Chi selesai mengkuteks kuku kakeknya dan langsung pergi. Presdir Jin melihat jari kukunya dan tertawa terbahak-bahak, tak disangka mungkin ini tawanya yang terakhir.


Yoo Bang terlihat senang makan daging BBQ lagi bersama Woo Hee dan sempat menawarkan pekerjaan di Paeng Seong group, berhenti menjadi sekretaris Hang Woo. Alih-alih menerima, Woo Hee berjanji jika Paeng Seong sudah sebesar Chun Ha dia akan kesana.

Saat ditinggal Yoo Bang sebentar bayangan Hang Woo yang hendak menciumnya berkelebatan, Woo Hee gusar. Aku bisa gila. Choi Hang Woo, apa yang telah kau lakukan padaku? Kenapa kau ada dalam kepalaku sepanjang hari? Keluar! Cepat keluar dari kepalaku!

Di pagi yang dingin, Yeo Chi menyempatkan diri ke pabrik Paeng Seong. Di papan namanya dia tempel erat-erat permen besar-besar. Dan berdoa. Yoo Bang datang dan ngamuk-ngamuk melihat papan namanya dirusak oleh Yeo Chi.
Kenapa kau tempel permen di plat nama perusahaan orang? Kau menyuruhku 'menjilat-jilat' sebelum memulai kompetisi? sewot Yoo Bang. Yeo Chi tak berusaha menjelaskan dan ikutan kesal,menyumpalkan permen ke mulut Yoo Bang lalu pergi.

Apa dia menyuruhku makan permen seharian? Tapi itu...Kenapa dia bawakan aku barang-barang ini padahal aku akan berkompetisi dengannya? Heran Yoo Bang.

Yoo Bang dan Bun Kwe datang ke Chun Ha untuk berkompetisi penilian produk mereka. Bertemu dengan kelompok Hang Woo di lift. Perang dingin benar-benar terasa.
"Tak pernah aku bermimpi akan berkompetisi denganmu seperti ini" ejek Beom Jung.
"Benarkah? Kalau kami kalah itu adalah hal kecil, Kalau perusahaan raksasa seperti Chunha Group
kalah dengan perusahaan kelas bengkel...Dampaknya akan sampai ke luar negeri. Apakah kata-kataku benar, Wakil Presiden Yoon?" ucap Yoo Bang penuh percaya diri dan langsung ditanggapi Bun Kwe.

Hang Woo yang mendengarnya tak tahan, "Bicara apa kau, brengsek?" ucap Hang Woo kasar. "Brengsek? Kau pikir aku ini juniormu atau lebih rendah darimu? Aku ini sekarang Presiden sedangkan kau adalah Wakil Presiden. Apakah kata-kataku benar, Wakil Presiden Yoon?"
"Anda benar, Presiden" balas Bun Kwe cekikikan.

"Dengar itu ? Dia memanggilku "presiden", kan?"
"Lihat saja apakah kau masih bisa arogan begitu hasil kompetisi keluar".

Baik Yoo Bang dan Hang Woo maju kedepan, sama-sama mengeluarkan produk mereka. Ba Sa Yeol heran karena produk mereka sama. "Tapi produkmu tidak seperti ini" sergah hang Woo.

"Dari mana kau tahu? Kami belum pernah mempublikasikannya. Kau memata-matai pabrikku, ya?" balas Yoo Bang yang langsung membungkam Hang Woo.

Karena juri sulit membedakan saat pengetesan, Yoo Bang menyarankan untuk memberi nama di produk masing-masing. Yeo Chi masuk dan melihat paling belakang. Hang Woo terlihat yakin dirinya akan menang.

Juri menilai di produk Chun Ha dan terlihat begitu senang, namun saat melihat produk Paeng Seong terlihat mengeleng-gelengkan kepala. Yoo Bang dan Yeo Chi terihat was-was.

Di ruangan Presdir Jin, dia sedang asing main golf mini, tahu sekretaris Mo Ga Bi masuk, dia langsung berpura-pura latihan. Mo Ga Bi yang tak curiga mengatakan dia telah menginventaris aset-aset Presdir Jin. Lalu presdir Jin memerintahkan Mo Ga Bi untuk semua karyawan pulang, dan tidak boleh ada yang mondar-mandir di sekitar ruangannya.

Kau akan merubah surat wasiatmu? tanya Ga Bi. Tentu saja. Pertama, aku perlu alat perekam. Dan kau bisa bantu menuliskannya. Lalu tentang notaris...Itu bisa nanti saja, kita susun dulu wasiatnya, ujar Presdir Jin.

Anak Predir Taeyang group, Ba Sa Yeol maju kepodium. Penilaiannya berdasarkan fungsionalitas, nilai ekonomis, kualitas dan ketuntasan. Dia lalu mengumumkan hasil nilainya, Paeng Seong Enterprise. Dari 40 poin maksimum,
mendapat point total sebesar tiga puluh..... satu poin. Chunha Group, dari 40 poin maksimum, Mendapat poin sebesar tiga puluh......delapan poin.
Sontak Hang Woo dan Beum Jung merasa kegirangan. Tertawa kemenangan. Tunggu sebentar, Kau bilang produk ini mendapat nilai tertinggi? tanya Yoo Bang sambil menunjuk produk bernamakan Chun Ha. dan Diiyakan salah seorang juri.
Yoo Bang mengambil produknya dan melepas namanya, Produk kami Perinisial P.S yang artinya Paeng Seong. Lihat, P.S. Ini produk kami! teriak Yoo Bang di depan juri dan wartawan. Hang Woo tak percaya dan mengambil produk satunya, Bun Kwe langsung merebut dan memperlihatkan bahwa produk satunya berinisial C.H.

Kenapa produknya bisa tertukar? gumam Juri pusat pasi karena memberikan nilai tinggi pada produk yang dikira milik Chun Ha. Hang Woo tak berkutik begitu juga Beum Jung.

Kenapa bisa begitu? Kembali ke adegan saat di lift. Selagi Beum Jung, Hang Woo dan Yoo Bang saling adu mulut dan perang dingin, di belakang mereka Bun Kwe dan Han Shin saling menukar produk. Demikianlah produk yang dinilai tinggi yang diberi nama Chun Ha sebenarnya adalah milik Paeng Seong gorup.
(Jika membaca sinopsis ini bukan di blog pelangidrama maka sinopsis ini telah dicopas,alias dicuri!)
Predir Taeyang grup mengumumkan bahwa mitra kerjanya sudah diputuskan yaitu Paeng Seong group. Sontak Bun Kee dan Yoo Bang giliran teriak kegirangan, begitu juga yeo Chi. Sedang Hang Woo dan Jang Ryang harus menelan pil pahit.

Jin Shin Hwang mulai mendiktekan surat wasiatnya kepada Mo Ga Bi yang harus mencatatnya dan merekamnya. Alih-alih mencatat apa yang didiktekan dia malah merubah sesuai kehendaknya. Dan liciknya dia mematikan rekaman agar tak ada bukti.

Seluruh aset dan saham perusahaanku kuwariskan kepada sekretarisku, Mo Gabi. Dan kuserahkan jabatanku sebagai Presiden...kepada sekretarisku Mo Gabi. Tulis Mo Ga Bi, dan semuanya tak disisakan untuk Bae Yeo Chi. Dan surat wasiat palsu pun di stempel oleh Presdir Jin dan kekuatan hukumnya menjadikan surat wasiat yang sah.

Presdir Jin berkeringat, dia meminta Mo Ga Bi mengambilkan air dingin. Selagi Mo Ga Bi pergi, buru-buru Presdir Jin membacanya, buram karena kondisi matanya Presdir Jin langsung memakai kaca mata. Syok bercampur marah ketika mengetahui isi surat.

Apa yang kau lakukan... sekarang? Mo Ga Bi langsung membeku ketika melihat Presdir Jin membaca surat wasiatnya. "Akhirnya kutemukan setan itu! Biarpun...semua orang melakukannya, tapi tak kusangka kau pun menghianatiku! Kau, Seperti yang lainnya... Mo Gabi!"
"Kau salah mengerti, Presiden!" sanggah Mo Ga Bi sangat ketakutan.

Predir Jin langsung menyobek-nyobek surat wasiatnya, membuat Mo ga Bi menjerit. "Kenapa? Keserakahanmu...langsung hilang begitu saja, dan terasa merobek-robek jantungmu?" teriaknya. Namun karena ketegangan yang dirasakan membuat penyakit Presdir Jin kambuh. Dia berusaha menggapai coklat penenangnya namun terjatuh dan menggelinding di kaki Mo Ga Bi.

Presdir Jin kolaps ke lantai, Cepat berikan padaku, pinta Presdi Jin. Mo ga Bi mengambilnya, namun tak memberikannya. "Pada akhirnya, kau tak mempercayaiku. Kau akan serahkan semuanya kepada Baek Yeo Chi?", Mo Ga Bi tertawa, "Lalu aku ? Aku ini kau anggap apa?! Puluhan tahun melayanimu tanpa istirahat seharipun? Bukan cucumu, Baek Yeo Chi, tapi aku! Aku!"

Aku yang berhak mendapatkan Chunha Group, Itu adalah keadilan! ucap Mo Ga Bi kesetanan dan mengambil insulin yang dosisnya 2x lipat. Sekarang... beristirahatlah dengan tenang, Presiden.

Tidak! kau takkan mendapat apa-apa. Surat Wasiatku yang baru telah kusimpan dalam lemari rahasia. Aku adalah Jin Shi Hwang! Kau...? Tak seorangpun dapat mengalahkanku. Tak seorangpun! tegas Presdir Jin untuk yang terakhir kalinya sebelum Mo ga Bi menyuntikan insulin ke Presdir Jin. Lalu keluar.

Tubuh Presdir Jin bergetar hebat, teleponnya berdering. Baek Yeo Chi. Presdir Jin dengan sisa tenaga berusaha menggapainya namun gagal. Di seberang Yeo Chi masih dengan wajah sumringah tanpa menyadari apa yang sedang terjadi pada kakeknya. Kakek, dia menang! Yoo Bang menang! Kau sedang mendengarkan aku sekarang? Kakek! panggil Yeo Chi yang rupanya diangkat oleh Mo Ga Bi, lalu menutupnya dan membuangnya di lantai begitu saja.

Di luar ruangan, Woo Hee berdiri di depan ruangan Presdir Jin, hanya diam seribu bahasa. Mo Ga Bi terkejut melihatnya.
Dan telepon berdering kembali, Yeo Chi berusaha memanggil lagi. Namun Presdir Jin yang tadinya tak sadar kini tersadar kembali. Melihat telepon didekatnya berdering, Yeo Chi..gumam Presdir lirih. Lalu tak sadarkan kembali.

***Bersambung***


Epilog :
Baek Yeo Chin dan kakeknya, Predir Jin duduk berdua disebuah restoran.
Presdir Jin : Yeo Chi, kenapa kau menyukai Yoo Bang?
Yeo Chi :Aku juga heran.
Presdir Jin : Apakah dia sekolah di sekolah ternama ?
Yeo Chi : Dia lulusan Pabal College.
Presdir Jin : Apakah keluarganya kaya ?
Yeo Chi : Keluarganya melarat.
Predir Jin : Dia baik padamu ?
Yeo Chi : Tidak, dia jahat. Aku ingin sekali menghajarnya.
Presdir Jin : Lalu kenapa kau terpikat dengan Yoo Bang?
Yeo Chi : Dia tampan ! Juga tinggi. Dan... Dan aksennya... seksi. Kakek, ada apa? Mau aku panggilkan ambulans?
Predir Jin : Kaulah yang perlu ambulans! Kau lebih sakit dari pada aku! Kenapa sih kau ini? Waduh! Anak yang aneh! Kenapa kau...?
Yeo Chi : Aku ini punya standar tinggi, tahu! *Mengkhayalkan Yoo Bang lagi*

Written & Images by Asri Sakurai
Shared by pelangidrama
Indosub thanks to papario @islandsub

HarleQueen 13 Mar, 2012


-
Source: http://www.pelangidrama.net/2012/03/sinopsis-k-drama-history-of-salaryman_13.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com Share on Facebook