HPK

mesothelioma survival rates,structured settlement annuity companies,mesothelioma attorneys california,structured settlements annuities,structured settlement buyer,mesothelioma suit,mesothelioma claim,small business administration sba,structured settlement purchasers,wisconsin mesothelioma attorney,houston tx auto insurance,mesotheliama,mesothelioma lawyer virginia,seattle mesothelioma lawyer,selling my structured settlement,mesothelioma attorney illinois,selling annuity,mesothelioma trial attorney,injury lawyer houston tx,baltimore mesothelioma attorneys,mesothelioma care,mesothelioma lawyer texas,structered settlement,houston motorcycle accident lawyer,p0135 honda civic 2004,structured settlement investments,mesothelioma lawyer dallas,caraccidentlawyer,structured settlemen,houston mesothelioma attorney,structured settlement sell,new york mesothelioma law firm,cash out structured settlement,mesothelioma lawyer chicago,lawsuit mesothelioma,truck accident attorney los angeles,asbestos exposure lawyers,mesothelioma cases,emergency response plan ppt,support.peachtree.com,structured settlement quote,semi truck accident lawyers,auto accident attorney Torrance,mesothelioma lawyer asbestos cancer lawsuit,mesothelioma lawyers san diego,asbestos mesothelioma lawsuit,buying structured settlements,mesothelioma attorney assistance,tennessee mesothelioma lawyer,earthlink business internet,meso lawyer,tucson car accident attorney,accident attorney orange county,mesothelioma litigation,mesothelioma settlements amounts,mesothelioma law firms,new mexico mesothelioma lawyer,accident attorneys orange county,mesothelioma lawsuit,personal injury accident lawyer,purchase structured settlements,firm law mesothelioma,car accident lawyers los angeles,mesothelioma attorneys,structured settlement company,auto accident lawyer san francisco,mesotheolima,los angeles motorcycle accident lawyer,mesothelioma attorney florida,broward county dui lawyer,state of california car insurance,selling a structured settlement,best accident attorneys,accident attorney san bernardino,mesothelioma ct,hughes net business,california motorcycle accident lawyer,mesothelioma help,washington mesothelioma attorney,best mesothelioma lawyers,diagnosed with mesothelioma,motorcycle accident attorney chicago,structured settlement need cash now,mesothelioma settlement amounts,motorcycle accident attorney sacramento,alcohol rehab center in florida,fast cash for house,car accident lawyer michigan,maritime lawyer houston,mesothelioma personal injury lawyers,personal injury attorney ocala fl,business voice mail service,california mesothelioma attorney,offshore accident lawyer,buy structured settlements,philadelphia mesothelioma lawyer,selling structured settlement,workplace accident attorney,illinois mesothelioma lawyer

Menu Navigasi

[Sinopsis] Saikou no Jinsei no Owarikata ~Ending Planner~ Episode 5

"All people are bound to die one day, so it makes you wonder why we are even born."

Sinopsis Saikou no Jinsei no Owarikata ~Ending Planner~ Episode 5

Masato berlari mendatangi kantor polisi, setibanya di sana ia melihat Hayato sedang digelandang memasuki ruang tahanan. Masato berteriak memanggil Hayato. Polisi yang membawa Hayato menghentikan langkahnya, Hayato pun memnadang sekilas pada Masato kemudian melanjutkan langkahnya. Masato hanya bisa mendesah kesal melihat adiknya dibawa polisi.

Detektif mulai mengiterogasi Hayato di kamar tahanan,

"bukankah guru TK mu mengajarkan untuk tidak membawa pisau?"

"aku berada pada situasi yg sulit"

"lalu? kemudian org itu mengeluarkan pisaunya, pembohong!!!"

"itu benar"

"siapa namanya?"

"aku tidak tahu namanya"

"jangan bohong!!!" bentak penyidik.

Diluar, Masato menunggu dengan cemas, kemudian datanglah Yuki, ia segera mendekati Masato dan menceritakan detail yg ia ketahui, "Hayato-kun mengatakan ada orang yg berusaha mempersulitnya. Ia sangat terlibat dalam kasus ini"

Masato mendengarkan sambil mengingat kejadian malam kemarin saat Hayato pulang penuh luka dan mengaku diserang preman. Yuki yg melihat Masato melamun segera menanyakan keadaannya, "kenapa?"

"oh tidak apa2" jawab Masato berbohong.

"ini akan berbahaya bila sesuatu terjadi" ucap Yuki meyakinkan masato.

Di ruang tahanan, seorang polisis membisikkan sesuatu ke telinga detektif, Hayato memperhatikan gelagat tersebut. Setelah selesai berbisikan, detektif pun memperbolehkan Hayato pergi. Hayato kaget dan tidak percaya. Detektif berpesan agar Hayato hati-hati di jalan.

Yuki menjemput Hayato dan membawanya pada Masato, begitu melihat Hayato, Masato kembali mendesah panjang, "Hayato"

"kami telah menginvestigasi bahwa pisau itu milik org lain" jelas Yuki

"terimakasih tuhan. Mari kita bicarakan ini di rumah" ucap Masato pada Hayato.

"hati-hati Hayato" ucap Yuki menyemangati Hayato. Bukannya menghiraukan ucapan Yuki dan Masato, Ia justru tersenyum sinis dan meninggalkan mereka, bahkan ia menepis tangan Masato yg berusaha menahannya. Masato terdiam, kemudian berusaha mengikuti Hayato. Yuki terlihat khawatir dengan kondisi kedua kakak-beradik itu.

Di kediaman Ihara, tampak Momoko sedang makan Mie dan Haruka duduk di hadapannya.

"kau masih bisa makan saat situasi genting seperti saat ini" ucap Haruka kesal.

"aku juga khawatir pada mereka" ucap Momoko sambil menyeruput mie nya.

Beberapa menit kemudian Hayato dan Masato tiba di rumah, Haruka segea memberondong Hayato dengan pertanyaan,

"Hayato, jelaskan apa yg terjadi?"

"sdh aku katakan, aku dijebak dalam kondisi sulit"

"oleh preman" ucap Masato

"saat ini berbeda" jawab Hayato

"dan siapa yg ingin menyebabkanmu dalam kesulitan tanpa alasan" ucap Masato

"iya benar, mereka preman itu"

"aku akan menghabiskan semua mie ini" ucap Momoko tidak peduli

"aku tidak tahu mereka" ucap Hayato

"kenapa kau menyembunyikan ini dari kami?" tanya Haruka

"ini akan berbahaya bila terjadi sesuatu" ucap Masato

"aku tahu" bentak Hayato sambil berdiri matikan meja.

"tunggu Hayato" seru Masato sambil bangkit menahan Hayato.

"aku sudah bilang aku tahu lalu apa yg kau inginkan dariku sekarang?" hardik Hayato sambil menepis tangan Masato kemudian meninggalkan rumah. Masato terdiam, ia sangat kesal dan hanya bisa menghela nafas.

Hayato pergi mendatangi Club Alice, ia berdiri lama memandangi papan club, kemudian menengok ke sebelahnya, tidak jauh dari nya berdiri juga seorang pria sedang mengamati club Alice. Sesekali pria itu melihat jam tangan. Hayato tanpa lengah memeperhatikan gelagat pria tersebut. Tidak lama kemudian, para gadis keluar dari club.

"kana-chan, hati-hati di jalan" ucap salah seorang gadis berpamitan

"terimakasih" ucap Kana kemudian melanjutkan jalannya.

Pria tadi segera berjalan menghampiri Kana, namun Hayato memotong langkahnya, "hei, apa yg kau lakukan disini?" ucap Hayato pd pria itu. Kana segera berlari menghampiri mereka dan memanggil Hayato.

"karena ulahmu, para creditor mendatangi Kanako. Apakah kau tahu itu?" ucap Hayato sambil menarik kerah baju pria itu. Kanako segera memisahkan mereka.

"aku datang kesini untuk melakukan sesuatu di toko" ucap si pria kemudian pergi meninggalkan Hayato dan Kana.

Hayato dan Kana duduk berdua di sebuah kafe,

"tolong jangan campuri urusan kami" ucap Kanako pada hayato.

"kami? Bukankah kau sudah putus dengan Oikawa?" ucap Hayato

"itu bukan urusanmu"

"bukankah kita teman? Sejak kau putus dengannya. Kau seharusnya menjauh darinya"

"kenapa aku harus mendengarkanmu" ucap Kana sambil menghisap rokoknya.

"apakah kau.... masih mencintainya? tidakkah kau tahu, ia hanya memanfaatkanmu? Apa bagusnya dia?". Kanako hanya terdiam sambil mengingat kenangannya bersama Oikawa.

Flashback

"ini, cokelat" ucap Kana sambil menyerahkan bungkusan kepada Oikawa

"terimaksih" ucap Oikawa senang.

"eh? Jam tgn mu mati?" ucap kana sambil memperhatikan jam Oikawa.

"kadang2 ia akan berhenti, maklum saja jam tua" ucap Oikawa sambil memandangi jam tangannya.

"kalo gitu, berikan padaku sebagai hadiah" pinta Kana

"maaf, ini hadiah pemberian ayahku" ucap Oikawa

"wah keren...aku juga memilikinya. Cincin ini pemberian ibuku" ucap Kana sambil menunjukkan cincin yg menghiasi jari manisnya.

"eh?"

"design cincin ini sgt tua. Tapi ini cincin pertunangan yg diberikan ayah pada ibuku. Ibuku mengatakan, memakai cincin ini mendatang perasaan seperti dilindungi oleh ayah" ucap Kanako seraya memandangi cincinnya.

"kanako" ucap Oikawa lembut sambil meraih jemari Kanako, "aku ingin menjagamu. Mari kita pacaran". Kanako pun tersenyum bahagia.

Flasback end

"kanako, kanako, " panggil Hayato membuyarkan lamunan Kanako.

"hayato,,, kamu tidak akan bisa. Hayato aku tidak ingin berkencan denganmu" ucap Kanako seirus. Hayato terdiam menelan air ludahnya.

Di Club Alice, polisi berdatangan, Yuki dan Nagamie yg bertugas menjadi polisi penyidik. Mereka menemukan mayat Oikawa di gedung lantai 2. Yuki dan Nagamie segera menjelaskan detail kejadian.

"siapa korbannya?"

"Oikawa Kota, 40 thn."

"pada lantai dua gedung ini, merupakan club malam bernama "Queen Alice", game center, dan coffe shop"

"miliknya?"

"ya, sebelum ia mengalami kebangkrutan 2 bulan lalu. Penyebab kematiannya adalah banyaknya perdarahan karena ditikan benda tajam.

"barang bukti?"

"tidak ditemukan"

"waktu kematiannya diperkirakan antara jam 12-02 dini hari. Aku dengar ia banyak meminjam uang dari orang2. Dan di cari debcolector. Ini menjadi clue"

"ia ditikam"

"kemungkinannya sangat besar. Balas dendam"

Yuki dan Nagamie segera melakukan interogasi pada karyawan club,

"seperti apa sikap mantan presiden kalian, Okinawa-san?"

"president? Ia seorang playboy. Ia pandai dalam merayu wanita. Itulah kenapa banyak wanita sakit hati padanya."

"contohnya?"

"kami memiliki korbannya disini, gadis itu..." ucap pelayan club sambil menunjuk kearah Kanako.

"Kana-chan. Seorang mahasiswi"

"mahasiswi?"

"ya, dia seorang mahasiswi. Aku dengar ia terlibat cinta segitiga"

"cinta segitiga? Kau tahu siapa orang ketiganya?"

Seorang mahasiswa. Dia datang kemari kemaren"

"kemaren? Jam berapa?"

"ia kesini ketika club sudah tutup. Jam 1 dini hari"

Yuki dan Nagami segera mendekati Kanako, dan mulai melakukan interogasi. Dari Kanako, akhirnya di dapatkan informasi bahwa mahasiswa yang datang malam kemarin adalah Ihara Hayato, bahkan Hayato datang setiap hari untuk memaksa Kanako berhenti bekerja. Kanako mengatakan kalau hubungannya dengan Hayato hanya sebagai teman. Yuki dan Nagami sempat terkejut mendengar pengakuan Kanako, beberapa rekan kerja Kanako tampak terlihat sinis. Yuki dan Nagamie memutuskan untuk membawa Kanako sebagai saksi ke kantor polisi.

Di kediaman Ihara, Masato sedang berdoa untuk almarhum ayahnya. Haruka mempersiapkan makan malam, sambil berteriak memanggil Hayato dan Momoko untuk makan malam. Lalu tiba-tiba pintu rumah mereka diketuk. Haruka segera meminta Masato membukakan pintu. Masato heran melihat yang datang adalah Nagami dan Yuki. Hayato yang mendengar itu merasa heran campur takut. Yuki dan Nagamie datang untuk mencari Hayato, Masato semakin Heran, ia segera memanggil Hayato, namun yg dipanggil tak menjawab sehingga ia mencari Hayato kesemua ruangan, tapi sayang Hayato tidak ditemukan.

"maaf, tapi dia tidak ada dikamarnya. Aku juga tidak bisa menghubungi Hp nya. Dia ada disini tadi" ucap Masato

"jadi, dia sudah pergi" ucap Yuki

"ada apa sebenarnya?" tanya Haruka khawatir.

"setelah pulang dari kantor polisi, apa yg dia lakukan?" tanya Yuki

"dia pergi kluar rumah tengah malam" jawab Masato

"apakah kau tahu kapan dia pulang?" tanya Nagamie

"ia pulang terlambat, sekitar jam 3 dini hari" jawab haruka.

"kamu tahu kemana dia pergi?" tanya Yuki

"tidak tahu" jawab haruka

"oh ya, apakah kau mengenal dia?" tanya Yuki sambil memperlihatkan foto Kanako. Namun baikMasato, Haruka, maupun Momoko tidak mengenalnya.

"dia adalah Mizuno Kanako, ia teman kampus Hayato" jelas Yuki

"teman kampus? Lalu apa yg terjadi padanya?" tanya Masato

"sebenarnya ada pembunuhan di depan stasiun. Korbannya bernama Okinawa Kota usia 40 thn. Ia adalah manatan presiden club Alice"

"apa hubungannya dg Hayato?" tanya Masato khawatir.

"Kanako seorang hostes disana. Dia adalah mantan kekasih Oikawa" jawab Nagamie.

"kelihatannya Hayato selalu mengunjunginya ke klub setiap malam, dan memintanya untuk putus dengan Okinawa dan berhenti bekerja" jelas Yuki

"itu artinya Hayato mencintai gadis itu?" ucap Momoko tiba-tiba.

"Oikawa, mengalami kebangkrutan dan memiliki hutang banyak. Kanako terkena imbas darinya. Jadi mungkin Hayato mendengar berita itu" jelas Nagamie

"dan antara waktu kematian Okinawa, seseorang melihat Hayato ada disana, disekitar tempat kematiannya. "

"apakah Hayato pembunuhnya? Seru Momoko.

"belum tentu. Disana banyak orang yg membenci Okinawa. Tapi dia menjadi salah satu tersangka "ucap Yuki

"apakah Hayato melakukannya?" ucap Momoko

"kenapa kau mengatakan itu!?" seru Haruka marah

"aku hanya bercanda" ucap Momoko tertawa.

"secepatnya bila Hayato kembali, segera hubungi kami" ucap Yuki

"kita juga memiliki hubungan persahabatan. Sebisa mungkin aku akan membantumu" ucap Nagamie

"karena Hayato adalah adik Masapyon" ucap Yuki lirih

"eh, Masapyon?" tanya Haruka heran

"itu panggilanku" ucap Masato kesal

"terdengar murahan" ucap Momoko sambil tertawa.

"secepatnya, jika Hayato kembali, kami akan memberitahumu" ucap Masato kepada Yuki dan Nagamie.

Masato duduk memainkan anjingnya, Kotaro. Lalu muncullah Iwata-san mengganggu Masato dengan memainkan telapak tangannya di wajah Masato, Masato membalasnya kemudian menyapa Iwata-san, ia menceritakan perihal yang menimpa Hayato.

"aku tidak percaya Hayato membunuh orang. Oikawa itu punya banyak hutang dan menyebabkan masalah bagi banyak orang" ucap Masato

"tidak peduli seperti apa org itu, manusia semua sama ketika mereka mati. Itu tidak berarti walaupun dia punya hutang atau dibenci banyak orang. Semua menjadi tidak ada artinya ketika mereka Mati"

"tidak berarti?"

"tidak berarti... sama seperti saat dilahirkan, semua orang sama. Tidak ada apa-apanya. Jadi, apa yg akan kau lakukan?" tanya Iwata-san. Masato terdiam, ia menyeruput teh nya dan berfikir.

Masato mendatangi club alice. Sesaat ia memandangi papan club kemudian melangkah pasti memasuki klub. Tampak dua orang sedang memata-matai dan mengikutinnya.

Masato membuka daftar harga, dan ia sangat terkejut melihat harganya, "hayato kurang ajar" gumamnya. Lalu datanglah pelayan sambil membawa seorang hostes bernama Erika. Masato segera mengeluarkan senyuman mautnya dan menggoda si gadis. Erika pun memujinya. Masato melayangkan pandangannya mencari sosok Kanako dan akhirnya matanya tertuju pada kumpulan gadis yang sedang berbicara. Ia menanyakan nama gadis itu pada Erika. Dan mengatakan kalau gadis itu teman adiknya. Erika langsung menebak kalau adik Masato adalah hayato. Masato terkejut erika tahu Hayato. Erika pun bercerita kalau Hayato sering menjemput Kanako, dan beberapa kali mereka sering pergi karaoke bersama. Masato pun memutuskan ingin berbicara pada Kanako, namun Erika mengingatkan kalau tarif Kana chan sangat mahal. Masato pun menjerit mendengar tarifnya.

Kana segera menghampiri Masato dan menyapanya. Masato balas menyapanya dan mengaku sebagai kakak Hayto sambil menyerahkan kartu nama usaha pemakaman dengan malu-malu. Kana terkejut melihat tulisan usaha pemakaman,

"ia tidak pernah mengatakan ini sebelumnya" ucap Kana heran.

"ini merupakan hal yg sulit untuk diucapkan" ucap Masato

"dia mengatakan, ia adalah anak dari pengusaha besar"

"sebenarnya, ia adlah anak dari pemilik usaha pemakaman yang sedang banyak hutangnya. Apakah kau masih berhubungan dengan Hayato? Apakah kau tahu dimana dia sekarang?" ucap Masato tersenyum. Erika pun ikut tersenyum, namun Kana chan tampak shock.

"aku itdak tahu"

"dia selalu kesini khan?"

"dia selalu kesini karena mengkhawatirkan Kanako" ucap Erika.

"Hayato sebenarnya org yg baik. Selalu mnghawatirkan aku dan selalu berbicara padaku" ucap Kana

"tapi... kamu merasa dapat masalah, benarkan?"

"ya benar,,, sangat bermasalah"

"kamu benar. Dan kamu terlihat cantik. Tapi...Oikawa dan Hayato...." ucap Masato terpoptong

"aku sdh mengatakan pada polisis beberapa kali" seru Kana kesal. Kedua org yg nampak seperti polisi yg memata-matai Masato tadi langsung tertegun, dan semakin mengamati pembicaraan Masato dan kana.

"sebenarnya, Hayato menghilang sekarang. Aku tidak yakin ia terlibat kasus ini. Jadi katakan pada ku..." ucap Masato

"aku sudah berakhir dengan Oikawa" ucap Kana.

"itu baik. Dia telah bangkrut dan tidak punya uang. Dia laki2 tidak berguna. Kamu putus dengannya karena inikhan? Cincin..cincin? ucap Erika pada Kana sehingga kana terdiam. Para hostest lainnya dan pelayan pria terkejut mendengarnya lalu menguping dengan seksama pembicaraan mereka.

"cincin?" tanya Masato heran.

"orang itu mengambil cincin berharga ku..."

Flash back

"tunggu,,, kenapa kau mengambil cincinku? Apakah kau kau ingin menjualnya?" kejar kana

"tidak akan" ucap Oikawa meyakinkan

"kembalikan..." seru Kana sambil menepis tangan Oikawa

"aku mengerti. Tapi au tidak memiliki cincin itu sekarang. Sampai jumpa" ucap Oikawa kemudian pergi.

Flasback end

"dia tahu kalau cincin itu hadiah dari ibuku" ucap Kana kesal. Masato menatapnya Tajam. Tiba-tiba pelayan pria datang dan mengatakan akalu ada yang mencari Kana. Kana pun segera pergi meninggalkan Masato. Erika segera duduk di sebelah Masato,

"kana chan sebenarnya gadis kaya. Tapi keluarganya berantakan. Dia gadis yg tidak beruntung. Dan dia tertipu dengan pria itu. Tapi, keberuntungannya adalah ia bisa bertahan karena cincin ibunya" ungkap Erika didengarkan seksama oleh Masato.

Dikantor polisi, Nagamie dan Yuki sedang melahap mie. Lalu datanglah salah satu polisi menyampaikan informasi, "kakak Ihara Hayato mengunjungi Mizuno Kanako". Sontak saja berita ini membuat Yuki kaget. Ia segera bangkit dan berbalik menghadap polisi tersebut.

"lalu dimana Ihara Hayato?" tanya Nagamie

"kelihatannya dia belum pulang ke rumah" jelas polisis tersebut.

Masato berjalan menuju rumahnya sambil berlari karena kedinginanan, sepanjang jalan ia memaki Hayato karena malam ini ia menghabiskan uang 14.000 yen untuk club Alice. Ia pun berniat meminta Hayato mengganti rugi uangnya. Begitu memasuki rumah, ia mendengar suara berisik, ia pun menghentikan langkahnya dan melihat ke ruangan peti es. Ia menyalakan lampu dan mendekati peti es. Dari dalam peti es terdengar suara berisik. Dengan ketakutan Masato berniat membuka jendela peti mati es. Ia menarik nafas panjang kemudian membukanya. Begitu jendela terbuka, Masato menjerit kaget, begitu juga org yg di dalam peti es itu. Ternyata Hayato bersembunyi di dalam peti mati. (aku juga ketakutan, kufikir bakal ada scene hantu di drama ini, kekeke)

"aaaaaaaaa, hayoto, kamuuuu"

"cepat buka, keluarkan aku dari sini!!?"

"apa yg kau lakukan disini? Kau benar2 menakutkan ku" omel Masato sambil membukakan peti mati tersebut. Kemudian menarik keluar Hayato seperti mengeluarkan Mayat.

"aku tidak bisa keluar setelah masuk ke dalam ini"

"kapan kau masuk?"

"aku disini ketika polisis datang"

"ahhh, kau menakutiku saja"

Diruangan keluarga tampak Haruka sedang menonton berita di TV, Momoko sedang asyik membuat coklat btk love. Masato segera Masuk dan menyapa adik2nya diikuti Hayato. Haruka terkejut, Hayato segera mengecilkan suara televisi karena terlalu kuenceng.

"ah, aku lapar, kau punya sesuatu untuk dimakan nee-chan?"

"kamu sedang dalam masalah. Kau tahu?!"

"aku tahu"

"Hayato nii-chan, kau adalah tersangka" ucap Momoko

"aku tahu" seru Hayato sambil mengumpulkan makanan dari dalam lemari.

"lalu kenapa kau bersembunyi dalam peti mati es?" tanya Masato. Haruka terkejut mendengarnya.

"aku telah mematikan powernya. Jadi tidak apa-apa"

"tingkah lakumu meyakinkan bahwa kau tersangka. Apakah terjadi sesuatu?"

"aku tidak melakukannya" ucap hayato sambil menuangkan crakers

"apakah kau..."

"bukan aku. "

"makanya katakan yg sebenarnya pada polisi" seru Haruka kesal.

"aku tidak ingin melakukannya"

"Kenapa?"

"kau bisa menjadi tersangka pembunuhan jika seperti ini" Seru Haruka

"aku tahu"

"bila berita ini menyebar, kau tidak akan bisa kuliah" ucap Momoko

"bukan kau pelakunya kan?" ucap Masato

"ya. Dia adalah..."

Apakah mizuna kanako?". Selidik Masato. Hayato terdiam tanpa penjelasan.

"kenapa kau melindunginya?" tanya Masto

"melindungi nya? Kamu akan mendapatkan masalah" ucap Haruka

"dan kau akan mendapatkan kesialan" ucap Momoko.

"itu tidak berarti,, aku dan Kanako sahabat baik" ucap Hayato

"kau bahkan tidak mengungkapkannya. Memalukan. Kamu fikir dia akan kembali padamu. Jadi kamu berusaha menjadi yg terbaik untuknya khan?" seru Momoko mendekati Hayato.

"kau tidak tahu apa-apa" hardik Hayato sambil menggebrak meja.

"tapi Hayato, seseorang mati." Ucap Masato perlahan.

"aku tahu. Tapi aku ingin menunggu beberapa waktu. 2 hari cukup" ucap Hayato

"2 hari?"

"ah, valentine?" seru Momoko

"itu rahasia" jawab Hayato

"Masato nii-chan, jika kau memikirkan kebaikan Hayato, kita harus telpon polisi sekarang" seru Momoko kemudian bangkit hendak meraih telpon. Masato menahan Momoko dan memintanya menunggu.

"melindungi org yg kau suka. Kau akan menjadi orang bodoh. Kau akan mendapat kesialan dan kau tetap akan mendapatkan masalah dg nya. Betapa bodohnya kau!!!" teriak Momoko pada Hayato. Masato menenangkan Momoko dan memintanya untuk duduk.

"kalau berita ini menebar disekolah. Ini akan memalukan" ucap Momoko

"maksudmu kalo terdengar oleh gurumu?" sindir Haruka

"apa?? Kita sedang membicarakan masalah serius" elak Haruka

"saat ini, memikirkan masalah itu, bukannya mengerikan? Apakah normal seorang guru mengantar pulang murid dengan mobilnya?" ucap Masato santai

"Momoko, jangan bertingkah bodoh!" ancam Haruka.

"itu benar. Murid SMU seharusnya kencan dengan sesama murid SMU" ucap hayato

"kehilangan cinta karena seorang paman. Tidak sepantasnya kau berbicara padaku!. Dan dalam cinta, usia bukan menjadi masalah" ucap momoko

"hee, apakah kau membicarakan dirimu" ledek Masato

"cokelat itu dibuat untuk gurumu, khan?" sindir Haruka

"bukan urusanmu!" seru Momoko

"sudah aku katakan, perbuatan terlarang adalah dilarang. Aku tidak akan membiarkanmu tdk bahagia" seru Haruka.

"kamu tidak pernah merasakan cinta dan kamu bertingkah seolah mengetahui apa yg kau katakan" ledek Momoko

"apakah kau anggap aku bodoh?" seru Haruka.

"Momoko kau sudah keterlaluan. Haruka juga" seru Masato membuat haruka memelototinya.

"Masato nii-chan,kenapa kau selalu membelanya?" rengek Momoko

"bukan begitu" elak Masato

"one-chan, kau seperti anak anjing yang kasihan. Anak Anjing yang membutuhkan perlindungan. One-chan,Karena kaki mu kau terlihat seperti anak anjing yang tidak pernah merasakan jatuh cinta pada seseorang. Kyang... kyang..kyang..." ledek Momoko. (Momoko benar2 deh, kebangetan banget mulutnya...)

Haruka diam menatap tajam Momoko, Ia bangkit dari mejanya menuju dapur, mengambil adonan cokelat cair, lalu menuangkannya ke kepala momoko. Momoko tidak mau kalah, ia pun melemparkan terigu ke wajah Haruka. Battle bahan kue pun terjadi. Masato hanya bisa melongo dan terbersin2 akibat abu terigu. Ia berteriak meminta adik2nya berhenti tapi mereka malah asyik battle lempar2an telur.

Hayato mendekat dan berniat menghentikannya dibantu Masato, namun karena tenaga kedua gadis itu luar biasanya, akhirnya mereka berempat terpental ke lantai. Dan ditambah dengan jatuhnya foto almarhum ayah di dekat mereka.

Masato bangkit perlahan-lahan dan mengambil foto tersebut. Menegakkannya dihadapan adik-adik,

"walaupun ayah tidak bersama kita, apakah kalian semua mengerti?" seru Masato kesal.

"kamu hanya mencintainya karena dia mencintaimu juga. Ini tidak berlaku pada kondisi ini. Kanako tidak punya pilihan lain selain bekerja di klub malam, perusahaan ayahnya bangkrut. Dia tidak punya banyak uang. Dia menggunakan beasiswa untuk kuliah, dia harus mencari banyak uang untuk membayar sewa rumah, biaya hidup, dan lainnya. Itu tidak cukup dengan pekerjaan upah rendah." Jelas Hayato

"itulah kenapa kamu mencuri uang dari usaha kita. Untuk bertingkah seolah anak org kaya.!!" Seru Masato.

"apa??! Kamu memberikan uang padanya?" seru Haruka kaget.

"maaf" ucap Hayato lirih

"lalu?" tanya Masato

"Oikawa mengambil semua uangnya, kanako tidak mencintaiku, aku tidak peduli bila ia mencintai pria lain. Tapi aku ingin Kanako bahagia.

"oleh karena itu, jika kamu tetap lari, kamu akan di cap sebagai pembunuh!. Apa yang harus kami lakukan untukmu? Apakah kau fikir, seseorang berkenan memakai jasa pemakaman dengan usaha pemakaman seperti ini!? 5- Generasi pemakaman Ihara akan segera bangkrut. Semua yg telah ayah lakukan akan hilang. Manusia, kenangan saat ia lahir dan mati. Semuanya menjadi tak berarti. Semua org sama. Tidak ada yg tersisa. Walaupun aku tidak tahu seperti apa Oikawa itu, kehidupannya telah berakhir. Melarikan diri tidak akan ditoleransi. Jika kamu di cap sebagai kriminal, kamu harus mengakui dan menebusnnya." Seru Masato perlahan kemudian berteriak terhadap Hayato. Semuanya terdiam.

"aku tahu itu" teriak Hayato kemudian bangkit matikan meja. Masato menahannya, namun Hayato justru memukul wajah Masato. Haruka dan Momoko terkejut. Masato terdiam menahan sakit kemudian memaksa Hayato duduk, "HAYATO....apakah kau ingin Kanako bersembunyi sepanjang hidupnya? Jika kamu menyukainya, jangan takut untuk dibenci olehnya." Teriak Masato dengan mata memerah. Hayato terdiam tanpa kata-kata,

"besok pagi, ayo pergi ke kantor polisi" ucap Masato lembut. Hayato mengangguk pelan. Masato menepuk pundak Hayato dan meminta adik-adiknya mandi membersihkan tubuh mereka dari adonan kue. Mereka semua pun mengiyakannya.

Selesai mandi Ihara bersaudara memutuskan untuk tidur bersama, mereka pun tidur berbaris.

"aku tidak tahu kenapa aku memikirkan Ken-niichan saat ini, ketika aku bermimpi buruk, aku selalu bersembunyi di tempat tidur Ken-niichan" ucap Haruka

"aku selalu dibangunkan olehnya tapi aku selalu marah dan membiarkan aku tetap tidur" ucap Hayato

"iya, dia sangat baik. Kita selalu tidur seperti ini sebelumnya, iya khan?" ucap Haruka.

"aku tidak ingat apa2" ucap Momoko

"Momoko, kau masih bayi saat itu" ucap Haruka

"kalian sangat imut saat itu" ucap Masato

"apa maksudnya dg 'saat itu'?" seru Momoko

"aaah, kau sudah besar sekarang." Ucap Hayato meledek Momoko.

"hahahah, termasuk sifat dan personalnya" ledek Haruka

"diam" ucap Momoko

"d-i-a-m" ledek Masato seraya mengkelitiki tangan momoko. Haruka dan hayato pun tertawa. Masato tersenyum dalam tidurnya. (So sweet melihat Ihara bersaudara seperti ini...)

Di kafenya, Kento sedang menulisi alamat di belakang kartu nama, ingatannya melayang mengingat perbincangannya dengan dokter.

Flashback"

" Pada kasus ini. Akan lebih baik bila menuliskan alamat rumah dan nama" ucap si dokter.

falshback end

Kento memasukkan kartu nama tadi ke plastik id card kemudian memakaikan di lehernya.

Flashback

Ken kecil sedang tertidur pulas.

"aniki,,,aniki,,," panggil adiknya

"hemmm, ada apa Masato?"

" Aku mimpi buruk"

"oke, kemarilah" ajak Ken sambil memberikan tempat di sisinya. Masato pun segera masuk ke dalam selimut disisi Kento.

Flashback end

"Masato niichan, Masto nichan..." panggil Haruka sambil menggoyang-goyangkan tubuh Masato. "berita buruk, Hayato kabur" ucap haruka. Sontak saja Masato terkejut. Ia segera bangun dan melihat ke tempat tidur Hayato. Dan memang benar Hayato tidak ada di tempat tidurnya. Karena berisik, Momoko pun ikut terbangun, "apakah dia baik2 saja, hayato niichan?" ucap Momoko. Masato pun mendesah kesal.

Yuki menggebrak mejanya, "sudah aku katakan, telpon aku"

"maaf" ucap Masato menyesal. "tapi ia mengatakan ia tidak melakukannya."

"lalu kenapa ia melarikan diri?"

"itu karena..."

"apakah kau mengetahui sesuatu?"

"tidak tahu"

"ini kasus pembunuhan. Hey Masapyon. Kau sungguh tidak tahu dimana dia sekarang?"

Masato hanya terdiam menanggapi pertanyaan Yuki.

Masato dibantu Haruka mencoba membongkar barang2 Hayato. Mereka hanya menemukan foto album Hayato dan Kanako. Sementara itu Tanaka membersihkan peti mati, ia menemukan sebuah kartu nama toko perhiasan kemudian menyerahkannya pada Masato. Masato segera membaca nama toko tersebut. Ingatannya pun melayang ke percakapannya dg Kanako perihal cincin.

Dikantornya, Yuki terlihat sangat stress memikirkan masalah Hayato. Kemudian Nagamie dan polisi yg bertugas sbg mata-mata datang, Yuki segera mengikuti mereka. Para polisis menduga Kanako lah pelakunya karena Kanako orang yg paling mencintai Oikawa. YUki merasa serba salah, ia bingung antara menceritakan kejadian sebenarnya atau tidak. Tiba-tiba Hp nya berdering, ternyata Masato yg menghubunginya.

Masato mengajak Yuki melihat-lihat perhiasan. Yuki sudah kegeeran lebih dulu, ia berfikir Masato berniat memberikannya hadiah. Ia pun tersenyum bahagia sambil mengikuti Masato melihat-lihat perhiasan.

"aku minta maaf sudah merepotkanmu selama ini" ucap Masato tersenyum sambil melihat-melhat cincin.

"sungguh? Eh? Cincin? Kurasa cincin bukanlah pilihan tepat" ucap Yuki sambil tertawa mendekati Masato.

"kenapa?"

"karena cincin merupakan benda yang sangat berarti. Dan memiliki makna yg spesial. Jadi mari kita lihat gelang yang disana saja." Ucap Yuki sumringan sambil menunjukkan etalase toko gelang.

"aku Cuma becanda!!" ucap Masato sambil merogoh sakunya mengeluarkan kartu nama perhiasan yg ditemukannya dalam peti es.

"eh??!!" seru Yuki berubah kaget.

"kurasa ini milik Hayato" ucap Masato sambil menunjukkan kartu tersebut pada Yuki. Yuki terkejut, ia segera meraih dan membaca kartu tersebut.

"dia matikannya di rumah. Bisakah kau menanyai karyawan disini?" ujar Masato

"ha?!" seru Yuki kesal.

"tanyakan mereka kapan dia kemari, dan apa yg dilakukannya disini. Aku hanya org biasa, jd tidak bisa bertanya banyak"

"ohh begituuu" ucap Yuki tidak bersemangat sambil menyerahkan kembali kartu pada Masato.

"ini adalah bentuk cinta terdalam seorang kakak. Apa gunanya seorang teman? yuki-chan. Jangan pelit. Ini bisa menjadi langkah awal penyelesaian masalah ini." Rayu Masato

"kau berhutang banyak padaku." Ucap Yuki ngambek

"aku tahu" tegas Masato

"sangat banyak" seru Yuki dengan wajah bete pada Masato.

"terserah padamu" ucap Masato bengal.

Penjaga toko datang dan menyapa mereka, Pelayan itu bertanya apakah Masato dan Yuki berniat membeli cincin pertunangan.

"jangan becanda, mana mungkin saya dengan penipu ini" ucap Yuki kesal, Sehingga Masato melirik padanya.

Yuki segera menunjukkan identitas kepolisiannya dan mulai menginterogasi pelayan tersebut. Pelayang tersebut merasa tidak mengenal Ihara Hayato karena ia tidak memiliki catatan pembeli, sehingga Masato segera mengeluarkan foto Hayato dan Kanako. Begitu melihat foto itu, pelayang tersebut mengatakan kalau Hayato mengambil beberapa pesanan pagi tadi. Masao sangat terkejut mendengarnya, begitu juga Yuki. Pelayan itu mengatakan, awalnya Hayato akan mengambil pesanannya pada hari valentin. Masato teringat Hayato pernah meminta waktu apada nya 2 hari, ia pun tersadar kalao waktu yg dimaksud Hayato adalah tgl 14 Februari. Pelayan itu mengatakan kalau pesanan Hayato agak sedikit rumit. Hal ini membuat Masato dan Yuki terperanjak.

Yuki kembali ke kantor polisi dengan wajah kesal dan cemas. Nagamie mengatakan pada Yuki bahwa ia menemukan bukti baru,

"ada yg melihat, sebelum kematiannya, Oikawa terlihat bertengkar dengan seseorang dari klub. Si pelayan, Hiura diperintahkan keluar oleh seseorang di hari kematian Oikawa. Oikawa yang memiliki kejahatan masa lalu, menyembunyikan identitasnya, sehingga ia membeli jam Oikawa untuk menutupi kejahatannya. Setelah membeli jam Oikawa, ia keluar dari klub dan melihat seseorang masuk ke dalam klub. Hostes lainpun mencurigai org tersebut" jelas Nagamie

"siapa org itu?" tanya Yuki antusias.

"orang ini" ucap Nagamie sambil menyerahkan notesnya. Yuki membuka notes itu dan terkejut melihatnya. (hadeh, siapa sih? Aku juga jadi penasaran nih)

Yuki mengunjungi kediaman Ihara, dan melaporkan informasi yg ia dapat.

"Oikawa menjual arlojinya?" tanya Masato heran.

"sepertinya itu benda berharga dari ayahnya" ucap Yuki

"jadi ia menggunakan uangnya... " ucap Masato menggantung... dan diiyakan oleh Yuki. Masato beranjak mengambil sebuah buku,

"ini agenda Hayato tahun lalu" ucap Masato sambil membuka sebuah halaman buku dan menunjukkannya pada Yuki. Yuki segara mengambil buku itu dan membacanya.

"Valentin days, jam 6 sore, Restoran Arno"

"dia terlihat mengkhawatirkan sesuatu di hari valentin kemarin. Hanya ini satu2nya petunjuk yang kita punya"

"jadi besok ya?" hela Yuki. Masato mengangguk tanda setuju.

Tanggal 14 Februari 2012

Masato mendatangi Resto Arno, ia melihat Kanako berjalan menuju ketempat itu juga. Masato menyapa Kanako-san, sementara itu Kanako heran kenapa Masato ada disana. Masato segera mengajak Kana berbicara,

"ini tertulis di buku agenda Hayato mulai tahun lalu. Kau juga datang kesini tahun lalu khan?" ucap Masato.

"iya, dengan Oikawa" jawab Kana. "tempat ini merupakan kenangan pertama kami. Hari ini adalah tepat satu tahun. Aku memberinya cokelat valentin ke Oikawa. Lalu dia mengajakku berkencan"

"apakah Hayato juga kesini?"

"tidak" ucap Kana, lalu pandangannya mengarah pada seseorang. Masato segera mengikuti padangan Kana, ternyata Hayato berjalan menuju kearah mereka.

"apa kau membaca buku agendaku?" tanya nya.

"iya. Tahun lalu kau kesini khan?" tanya Masato

"aku khawatir saat itu" jawab Hayato

"sungguh bodoh" keluh Masato

"aku tahu kau akan datang ketempat ini" ucap Hayato pada Kana.

"orang itu, yang duduk disini setahun lalu, telah pergi. Rasanya seperti mimpi" ucap Kana, "Hayato, aku... dulu Oikawa pernah membantuku. Dia adalah teman saudara laki2ku. Saat perusahaan ayahku kolaps, dia membantu membayar hutang kami. Tapi, kali ini bisnisnya yang bangkrut. Aku berfikir ingin membalas kebaikannya. Jadi aku membantunya. Dulu ia adalah org yg baik,,,, tapi sekarang berubah. Dia bahkan menjual cincinku yang berharga" jelas Kanako. Hayato kaget. Namun ia segera mengeluarkan sebuah kotak perhiasan.

"apa ini yang dia jual?" ucap Hayato sambil menyerahkan kotak itu. Kana mengamil dan membukanya,

"kenapa?" ucapnya.

"aku melihatnya. Dia berencana menjual cincin ini di toko perhiasan. Kupikir saat itu tidak bisa dimaafkan. Jadi aku berkata pada karyawan toko disana kalau org itu sudah mati dan aku ingin menebusnya. Lalu aku diberitahu oelh pelayan disana bahwa ia tidak menjual cincin itu. Oikawa-san, dia sangat mencintaimu. Dia bermaksud melamarmu" ucap Hayato serius. Masato memandang tajam Hayato.

"tapi, bagaimana mungkin?" ucap Kana terkejut. Ia pun teringat saat ia berusaha meminta cincinnya pada Oikawa.

"dia ingin memberikannya sebagai kejutan. Jadi dia berbohong padamu dan mengambil cincin itu secara diam2." Ucap Hayato

Flashback

Oikawa membawa cincin itu ke toko perhiasan, dan meminta pelayan toko membuat cincin seukuran dengan itu"

Flashback end

"ini buktinya" lanjut Hayato sambil menyerahkan kotak perhiasan lain. Kanako membuka kotak itu, dan ternyata di dalamnya terdapat sebuah cincin bermata indah. Ia terperangah melihatnya.

"kanako-sana, apakah kau tahu kalau Oikawa punya arloji yang sangat berharga?" tanya Masato.

"hadiah pemberian ayahnya?" jawab Kana

"ia menjual arlojinya untuk mengumpulkan uang" ucap Masato pada Kana. "Hayato,,,, mereka telah menangkap pembunuhnya" ucapnya pada Hayato. Hayato terkejut.

"syukurlah... syukurlah.." isak Hayato. "Oikawa-san. Hari ini, ditempat ini... dia ingin memberikan cincin ini" ucapnya pada Kana. Kana mulai terisak, ia membayangkan Oikawa memakaikan cincin ditangannya. Hayato tersenyum memandang Kanako. Sementara itu, Masato memandang penuh arti pada Hayato.

Dikantor Polisi, Nagamie dan Yuki mulai menginterogasi pembunuh Oikawa yang ternyata adalah ERIKA. (hahahhaaa, ga nyangka dia pembunuhnya, lha wong dia di tanya ini-itu masih tetap ketawa)

"aku dulu yang berkencan dengan Oikawa" ungkap ERIKA

Flashback

Di dalam club Alice tampak Erika dan Oikawa sedang terlibat pembicaraan serius.,

"apa maksudnya kita bubar? Kana-chan tidak akan mengetahuinya" ucap Erika pada Kanako.

"bukankah kau berteman dengan Kanako? Kalau dia mengetahui ini, ia akan sakit hati." tanya Oikawa mendekati Erika.

"lalu bagaimana dg persaanku? Siapa yg akan emikirkan perasaanku?"

"maaf" ucap Oikawa kemudian berjalan maninggalkan Erika. Erika mengambil pisau buah didekatnya. Lalu menusukkannya pada Oikawa.

Flashback end.

Erika terisak, "aku ingin dia mencintaiku juga"

Upacara pemakaman Oikawa dimulai, Kebetulan yang bertanggung jawab mengurus pemakamannya adalah Salon pemakaman Ihara. Masato dan Hayato berdua untuk Oikawa, kemudian Kanako datang, ia mendekati jenazah Oikawa dan meminta maaf sambil menangis. Ia berterimakasih karena Oikawa memberikannya cincin.

Hayato ikut menangis, "pada akhirnya dia terlihat keren" gumamnya pada jenazah Oikawa.

Selesai upacara, Kanako dan Hayato berbicara diluar/halaman,

"aku akan mengembalikan uangnya" ucap Kanako pada Hayato.

"tidak perlu. Aku ikhlas memberinya" ucap Hayato sambil memainkan tumpukan salju.

"aku memanfaatkan perasaanmu. Aku terlalu licik. Maafkan aku" ucap nya sambil membungkuk.

Hayato membalikkan tubuhnya, "sampai jumpa dikampus. Ayo kita bermain tenis lagi." Ucapnya sambil tersenyum. Kanako terkejut kemudian tersenyum mendengarnya. Masato memandang mereka berdua kemudian tersenyum.

Malam harinya, dikediaman Ihara, Ihara bersaudara sedang makan bersama.

"bukankah Masatoo-niichan yang berkata: kalau kau benar2 mencintainya, jangan takut dibenci olehnya" ucap Hayato.

"aku bilang begitu?" ucap Masato sambil mengunyah nasinya.

"aku mendapat keberanian berkat kata2 itu" ucap Hayto malu-malu.

"benarkah?" ucap Masato tertawa.

"kalau aku menyukai sesorang dia juga akan menyukai ku. Sepertinya mustahil" gumam Haruka. Hayato tersenyum mendengarnya.

"ada apa, Haruka?" tanya Masato heran.

"aku bicara sendiri. Kita akan lebih dewasa karena mengalami kejadian seperti ini." Seru Haruka tersadar. Masato pun tertawa mendengarnya.

"aku tidak ingin diceramahi olehmu, kak" ucap Momoko.

"dasar bocah! Lebih baik kau diam!" hardik Haruka memelototi Momoko, Momoko balas membelalakkan matanya pada Haruka. Hayato dan Masato saling pandang.

Masato segera menjauhkan sayur yg ada dihadapan haruka dan Momoko. (Hhahaha, Haru-Momo kebiasaan battle makanan)

"Iwata-san, malam ini dingin sekali, akalau tidak keberatan aku akan membuatkan kopi" ucap Masato. Iawata-san terdiam,ia memandang tajam Masato.

"ahhh, mungkin kau lebih suka saku?" ucap Masato merasa salah bicara.

Iwata-san duduk mendekati Masato, "syukurlah adikmu baik2 saja"

Masato ikut duduk di sebelah Iwata, "tapi, aku benar2 tidak tahu apa yg harus aku lakukan saat itu" ucap Masato kemudian memandang langit malam.

"cinta sejati bukanlah memikirkan diri sendiri. Tapi berharap untuk kebaikan orang lain. Tidak ada yg tersisa setelah kita mati. Lebih baik menjalani hidup seperti ini." Ucap Iwata. Masato pun tersenyum mendengarnya.

"maaf, tumor anda semakin membesar. Sepertinya waktu anda, tidak lama lagi" ucap seorang dokter sambil memandang hasil CT-Scan

"berapa lama?" tanya Kento.

"mungkin hanya beberapa bulan. Maukah anda menjalani operasi? Apa anda sudah memutuskannya?" tanya dokter. Kento terdiam membisu. Ia tampak berfikir.

Ayah tercinta, meskipun orang2 itu mati. Masih banyak jejak yang ditinggalkan. Barang, uang, atau kisah hidupnya. Disisi lain, setelah kita mati, kita tidak membawa apapun. Itulah yang aku fikirkan. Tapi mungkin, bukan, bukan mungkin. Tapi aku ingin... untuk pertama kalinya, merasakan cinta dari orang lain. Aku punya firasat, bahkan setelah aku mati, aku akan membawa perasaan ini ke syurga, becanda.... yang menyayangimu.

Hayato berlari dengan semangat menuju kampusnya, Haruka membuat kue dengan bahagia, dan Momoko melihat gurunya sedang bermain2 dengan anak kecil, kemudian datang seorang wanita cantik menghampiri guru dan anak kecil tadi, mereka tampak bahgia sekali. Dan Masato mengendarai mobilnya, diajalan ia melihat Tomoya menyebrang bersama ibunya sambil bercanda ria.

 Next episode: CINTA TERLARANG....

Author's note: aku benar2 tertarik dengan hubungan Ihara bersaudara... dalam satu keluarga, pasti ada satu anak yg baik, dan pasti akan ada satu yang ngengkel, dan akhirnya Hayato terbuka hatinya di eps ini... tinggal menunggu Momoko sadar, hehe

Written & Image by: Saa @pelangidrama.net

DON'T REPOST TO OTHER SITE!!!

さくら21Saa 04 Mar, 2012


-
Source: http://www.pelangidrama.net/2012/03/sinopsis-saikou-no-jinsei-no-owarikata.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com Share on Facebook