HPK

mesothelioma survival rates,structured settlement annuity companies,mesothelioma attorneys california,structured settlements annuities,structured settlement buyer,mesothelioma suit,mesothelioma claim,small business administration sba,structured settlement purchasers,wisconsin mesothelioma attorney,houston tx auto insurance,mesotheliama,mesothelioma lawyer virginia,seattle mesothelioma lawyer,selling my structured settlement,mesothelioma attorney illinois,selling annuity,mesothelioma trial attorney,injury lawyer houston tx,baltimore mesothelioma attorneys,mesothelioma care,mesothelioma lawyer texas,structered settlement,houston motorcycle accident lawyer,p0135 honda civic 2004,structured settlement investments,mesothelioma lawyer dallas,caraccidentlawyer,structured settlemen,houston mesothelioma attorney,structured settlement sell,new york mesothelioma law firm,cash out structured settlement,mesothelioma lawyer chicago,lawsuit mesothelioma,truck accident attorney los angeles,asbestos exposure lawyers,mesothelioma cases,emergency response plan ppt,support.peachtree.com,structured settlement quote,semi truck accident lawyers,auto accident attorney Torrance,mesothelioma lawyer asbestos cancer lawsuit,mesothelioma lawyers san diego,asbestos mesothelioma lawsuit,buying structured settlements,mesothelioma attorney assistance,tennessee mesothelioma lawyer,earthlink business internet,meso lawyer,tucson car accident attorney,accident attorney orange county,mesothelioma litigation,mesothelioma settlements amounts,mesothelioma law firms,new mexico mesothelioma lawyer,accident attorneys orange county,mesothelioma lawsuit,personal injury accident lawyer,purchase structured settlements,firm law mesothelioma,car accident lawyers los angeles,mesothelioma attorneys,structured settlement company,auto accident lawyer san francisco,mesotheolima,los angeles motorcycle accident lawyer,mesothelioma attorney florida,broward county dui lawyer,state of california car insurance,selling a structured settlement,best accident attorneys,accident attorney san bernardino,mesothelioma ct,hughes net business,california motorcycle accident lawyer,mesothelioma help,washington mesothelioma attorney,best mesothelioma lawyers,diagnosed with mesothelioma,motorcycle accident attorney chicago,structured settlement need cash now,mesothelioma settlement amounts,motorcycle accident attorney sacramento,alcohol rehab center in florida,fast cash for house,car accident lawyer michigan,maritime lawyer houston,mesothelioma personal injury lawyers,personal injury attorney ocala fl,business voice mail service,california mesothelioma attorney,offshore accident lawyer,buy structured settlements,philadelphia mesothelioma lawyer,selling structured settlement,workplace accident attorney,illinois mesothelioma lawyer

Menu Navigasi

[Sinopsis] Saikou no Jinsei no Owarikata ~Ending Planner~ Episode 6

Pemakaman adalah pertemuan terakhir antara almarhum dengan keluarganya


--Sinopsis Saikou no Jinsei no Owarikata ~Ending Planner~ Episode 6--

Masato melihat Tomoya menyebarang bersama, ibunya, mereka berdua terlihat sangat bahagia. Masato pun teringat kematian Osada dan hari dimana Tomoya mengatakan kalau Osada adalah ayahnya. Sementara itu, di sebuah swalan tampak sang guru bersama istri dan anknya sedang bebrbelanja. Mereka juga terlihat bahagia. Momoko yg melihatnya merasa kesal, iapun menghampiri gurunya dengan wajah garang. Sontak saja Kawahara terkejut.

"apakah dia muridmu?" tanya istrinya

"hei, Ihara, ada apa?" tanya Kawahara bersikap biasa saja. Momoko memandang mereka dengan mata merah kemudian berlari pergi. Hal ini membuat istri Kawahara merasa heran.

Di kediaman keluarga Ihara, tampak Yuko, Yayoi, Haruka menysun boneka hias dengan dimandori Masato dan Hayato.

"Hinamatsuri (Hari Gadis) bukannya bulan maret? Valentine baru saja kemarin, bukankah terlalu cepat mendekorasi boneka sekarang?" tanya Masato.

"lebih baik mendekorasinya sekarang" ucap Yayoi

"ya, benar. Boneka kalian sangat bagus" ucap Yuko.

"keluarga kami tidak bisa datang ke upacara pembukaan sekolah, kelulusan, olahraga, bahakan rekreasi keluarga. Itulah kenapa kami selalu merayakan festival ini di rumah." Ucap Haruka sambil menyusun boneka. Sementara itu Momoko asyik bersms-an tanpa memperdulikan keadaan sekitar.

"ah, ini punya Momoko?" tanya Yayoi sambil memegang salah satu boneka. Momoko hanya diam saja karena sibuk bersms-an

"Momoko, kau harus merespon pertanyaan orang" seru Hayato.

"iya" jawab Momoko cepat masih tetap berkutat dengan Hpnya.

"oh? Cepat sekali responnya..." seru hayato

"punyaku palingg kecil, dan terlihat seperti bonus" ucap Momoko sambil melirik sepintas bonekanya.

"ya, putri tertua adalah yg paling spesial" ucap Yuko sambil menyusun boneka, "uh, tidak.... bukan masalah umur" ucap kemudian merasa tak enak.

"itu benar. Kalau 2 boneka tingginya sama, maka tidak ada tempat untuk meletakkan boneka" ucap yayoi diiyakan oleh Yuko. Masato hanya memandori tanpa berkata banyak.

Di kediaman guru Momoko (Kawahara), Kawahara sedang membuka sms dari Momoko yg berisi bahwa Momoko kesal diperlakukan seperti murid lainnya, Momoko juga berniat menginap di rumah gurunya akhir minggu ini. Kawahara segera menghapus sms dari haruka. Sementara itu si istri memperhatikan gelagat aneh suaminya. Menyadari sedang di perhatikan, Kawahara pun segera mencari alasan,

"oh ya, pembimbing klub baseball memintaku berkemah dengan murid2 tim baseball akhir minggu ini"

"ehhh, tapi kau bilang bisa pulang lebih awal akhir minggu ini dan aku juga sudah ambil cuti" ucap si istri masih sambil mengetik. "bukankah kita sudah berjanji membelikan boneka untuk Shiori-chan pada hari Gadis nanti?" ucapnya kemudian menghampiri Kawahara. "kita tdk membelikannya tahun lalu...."

"itu karena kau terlalu sibuk" elak Kawahara

"iya memang aku akui. Tapi kita harus membelikannya tahun ini" ucap istrinya.

"baiklah nanti.."

"nanti?" seru si istri.

"ayah ibu...apakah kalian bertengkar?" tanya Shiori yang tiba-tiba muncul dari dalam kamar menghampiri kedua orang tuanya.

"hemmm, kami tidak bertengkar. Kami sedang mengobrol" ucap Kawahara sambil meraih Shiori ke dalam pangkuannya.

"kalau aku tidak ada suatu hari nanti, apa yg akan kau lakukan?" tanya si istri

"apa yg kau bicarakan?" ucap Kawahara, "Shiori, mau main dengan ayah?" tanya sambil menggoda Shiori. Shiori mengangguk dengan bahagia. Mereka pun pergi bermain berdua. Si sitri hanya tersenyum melihat kepergian suami dana anaknya.

Di kediaman Ihara, Masato sedang bermain-main dengan Kotaro. Tanaka muncul dan memberitahukan bahwa Masato kedatangan seorang tamu. Masato segera bergegas menuju ruang tamu. Ia terkejut elihat tamunya adalah Ibu dari Osada.

"konniciwa" sapa Ibu Osada sambil membungkuk.

"ah, Osada-san" ucap Masato terkejut campur bahagia. Ia pun mengingat kenangannya pertama kali menjadi direktur pemakaman.

"peringatan 49 hari anakku sebenatar lagi. Meskipun aku ingin mengadakan upacara peringatan untuknya, aku tidak punya kerabat sama sekali. Kalau akumati, tak akan ada lagi yg mengenangnya. Tinggal aku sendiri. Dia pasti kesepian." Ucap Osada-san sedih. Masato mendengarkan dengan seksama, sementara Tanaka membaca-baca dokumen sambil menyimak pembicaraan Osada.

"ano... apakah anak itu baik2 saja? Anak yg selalu bermain tangkap bola dengan Eiji." Tanya Osada-san.

"ah, dia baik2 saja" jawab Masato semangat.

"syukurlah"

Masato mengunjungi rumah Tomoya, kebetulan Tomoya dan ibunya sedang beres2 rumah. Masato segera memanggil Tomoya, namun Tomoya mengabaikannya dan kembali ke dalam rumah sehingga Masato bergegas menghampirinya.

"Tunggu! Aku ingin bicara sesuatu padamu"

"pamanku... bukan, ayahku. Kau sudah menyakitinya! Aku tidak ingin bicara denganmu!" seru Tomoya kemudian berlari masuk kedalam rumah.

Ibu Tomoya heran melihat kelakuan anaknya, ia menghampiri Masato, "kamu siapa?"

"saya Ihara dari salon pemakaman Ihara yg melaksanakan uapacara pemakaman Osada Eiji-san. Osada-san dan Tomoya-kun...." ucap Masato terputus.

"bukan urusanku lagi" seru Ibu Tomoya cuek. Masato pun menggigit bibirnya begitu mendengar ucapan Ibu Tomoya.

Di kediaman Ihara, Haruka, Momoko, dan Hayato sedang makan malam bersama.

"Masato-niichan masih belum pulang? Mau bagaimana lagi dia memiliki banyak urusan." ucap Haruka sambil makan, "kau harus belajar dari Masato-niichan dan mencari pekerjaan paruh waktu" lanjutnya. Semenatara itu Hp Momoko bergetar, ia segera membuka dan membaca smsnya kemudian tersenyum sendiri.

"di toko? Aku tidak dapat melakukannya?" jawab Hayato. "apa yg terjadi? kenapa senyum2 sendiri" ucap Hayato pada Momoko.

"tidak ada." Jawab Momoko. "oh ya, aku ada ujian minggu depan. Aku ada kegiatan belajar kelompok di luar akhir minggu ini."

"diluar? Di rumah siapa?" tanya Haruka malas.

"marie" jawab Momoko cepat.

"belajar kelompok? Tidak biasanya." Sindir Haruka.

Di suatu pantai, tampak Kento sedang membantu para nelayan mengangkat ikan. Sementara sisi tepi pantai lainnya, Momoko dan Gurunya sedang bersantai. Kento melihat Momoko sedang berjalan menggandeng tangan gurunya.Ia keheranan, kemudian mengikuti Momoko.

Momoko dan Guru nya segera chek in di sebuah motel, lalu Hp Kawahara bergetar, ia segera membuka Hpnya dan menjauh dari Momoko, Momoko yg merasa curiga, segera menghampiri gurunya dan merebut Hpnya, "jangan gunakan telpon hari ini. Lupakanlah saja istrimu" ucap nya.

"baiklah" ucap gurunya tersenyum.

"momoko...." panggil Kento mengejutkan Momoko. "ada apa ini??!!" seru nya sambil menghampiri Momoko.

Momoko terkejut, "Ken-niichan..." gumamnya. Kawahara segera pergi menjauh dari mereka dan mengangkat Hpnya. Dari seberang telpon, guru Shiori mengatakan kalau ibu Shiori sudah 3 jam belum menjemputnya. Kawahara segera meminta izin pada Momoko dan segera pergi menjemput Shiori. Momoko terkejut dan kesal.

"kau sudah minta ijin ayah pergi sejauh ini?" tanya Ken.

"ken-nii, ayah sudah meninggal"

Di kantor polisi Koenji, Yuki begitu bahagia karena pekerjaannya sdh selesai, ia mengekspresikan kebahagiaannya dengan merentangkan tangannya. Dari belakang Masato mengamatinya kemudian mengdekati Yuki, "aku melihatnya, hore.... aku sudah selesai...." uap Masato. Mimik wajah Yuki langsung berubah kesal begitu mendengar suara Masato."aku ingin berbicara soal Osada" bisik Masato. Yuki mengabaikan Masato, ia masih sibuk memukul2 pipinya, sehingga Masato berteriak di telinganya.

Yuki segera membawa Masato keruang biasanya dan membuatkan teh untuknya.

"aku mencemaskan Tomoya. Dia bilang Osada adalah ayahnya" ucap Masato.

"jadi Tomoya sdh mengetahuinya? Setelah pemakaman Ibu Osada mengatakan kalau Osada memiliki istri diluar nikah"

"apakah Ibu Osada sudah tahu mengenai Tomoya?"

"ya, dia sangat terkejut"

"aaah, itulah sebabnya dia mencemaskan Tomoya..."

"Osada-san,,, dia tahu kalau Tomoya adalah anaknya. Jadi dia selalu menenmaninya bermain tangkap bola"

Tiba-tiba Hp Masato berdering,ia memintaa izin pada Yuki dan segera mengangkatnya. Dari seberang telpon, Haruka mengatakan kalau Ibu Tomoya datang mengabarkan bahwa Tomoya menghilang.

Masato dan Yuki segera menemui Ibu Tomoya, dan menanyakan detail kejadian, ibu Tomoya menceritakannya sambil menangis, sehingga Yuki menenangkannya.

Masato dan Yuki segera mencari Tomoya ke sudut kota, mal, dan arena bermain. Setelah berkeliling, mereka berkumpul di tempat semula dan melaporkan hasil yg nihil. Ibu Tomoya terduduk sedih, Masato melihat sebuah permn dan bangau kertas di lokasi jatuhnya Osada. Ia, Yuki, dan Ibu Tomoya segera menuju atap gedung. Di atap gedung tampak Tomoya tertidur sambil mengenggam bola nya. Ibu Tomoya segera menghambur memeluk puteranya, Tomoya mengatakan kalau ia tidak ingin pindah dari apartemen itu.

Setelah menidurkan Tomoya, Ibu Tomoya berbicara dengan Yuki.

"bagaimana Tomoya bisa tahu kalau Osada adalah ayahnya?" tanya Yuki

"dia mendengar percakapanku dengan agen asuransi"

"asuransi?" tanya Masato heran.

"Osada membeli asuransi dan menyembunyikannya dari ibunya. Tomoya adalah penerimanya. Tanpa sengaja ia mendengar pembicaraan perihal kasus kematian Osada"

"Osada meninggal karena kecelakaan" ucap Yuki

"itu bukan urusanku"

"sebentar lagi, merupakan peringatan 49 hari meninggalnya Osada. Sekarang ibunya adalah satu-satunya yang dimilikinya." ucap Masato.

"lalu kenapa?"

"kalau ada waktu luang, bisakah..." ucap Masato terpotong

"jangan becanda, saya sdh bilang ini bukan urusanku. Tidak peduli itu bunuh diri atau kecelakaan. Saya bahkan tidak peduli meskipun ia sering menemui Tomoya". Ingatan ibu Tomoya pun kembali ke masa lalu, saat ia bertemu Ibu Eiji Osada.

Flashback,
Ibu Tomoya muda, menemui Ibu Osada, ia bersikap layaknya seorang gadis sopan sebagai kekasih Eiji Osada.

"aku sedikit menyelidikimu. Bekerja dimalam hari itu pasti berat bagimu. Berkencan dengan beberapa pria... " ucap Ibu Osada.

"itu..." ucap Ibu Tomoya terbata

"jauhi Eiji.." seru ibu Osada. Ibu Tomoya pun terkejut.

Falshback end

"setelah itu, saya mengetahui bahwa saya hamil. Jadi saya putuskan membesarkannya seorang diri. Ini adalah keluarga kecilku. Saya tdk ingin Tomoya tersakiti. Dan saya selalu bekerja keras untuknya. Tapi,,, sekarang bagaimana?" ungkap Ibu Tomoya sambil terisak. Masato memandanginya dengan iba.

Yuki dan Masato meninggalkan rumah Tomoya.

Aku mengerti perasaan ibu Tomoya" ucap Yuki.

"tapi, mereka benar2 kesepian kalau hal ini terus berlanjut seperti ini. Bahkan ia tidak memperdulikan perasaan Tomoya dan Ibu Osada." Ucap Masato

"kau benar"

Kento mengantar Momoko pulang dengan milik rekan pantai, Moko memberitahu Ken bahawa ia salah jalan menuju rumah, sehingga Ken terkejut. Momoko menanyakan apa yg terjadi, namun ken mengatakan tidak ada.

Di kediaman guru Kawahara, Shiori menanyakan keberadaan ibunya, Kawahara berusaha menangangkan shiori dengan mengatakan ibunya sedang berbelanja dan meminta shiori kembali bermain origami. Shiori pun mengikuti perintah ayahnya dan masuk kembali ke dalam kamar. Pandangan mata Kawahara tertuju pada sebuah notes yg terselip di rak buku.

Di kediaman keluarga Ihara, Masato seperti biasa sedang bermain dengan Kotaro, Haruka dan Hayato sedang menyusun makanan bersama. Beberapa saat kemudian Iwata datang, ia meminta maaf karena Masato lama menunggu. Masato heran, karena ia merasa tdk sedang menunggu Iwata. Iwata seperti biasa duduk di kursi dan mengamati tanaman hias, Masato menceritakan perihal Tomoya. Masato menanyakan apakah Iwata-san memiliki cucu, bukannya menjawab pertanyaan Masato, ia justru mengamati Haruka dan hayato, ia mengatakan pada Masato, " keluarga... demi kebahagiaan, jangan pernah hidup dalam penyesalan". Kemudian pergi meninggalkan Masato. Masato hanya terkesima memandangi kepergian Iwata.

"Masato-niichan? Apa yg kau lakukan, sdh waktunya makan" ucap Haruka memanggil Masato.

Mereka bertiga segera menyantap makanan. Tidak lama dari itu muncullah Momoko. Hayato heran, kenapa Momoko pulang, padahal ia telah izin untuk belajar bersama teman2. Momoko diam tidak menjawab,ia hanya menengok kebelakang, kemudian Ken menampakkan diri di hadapan mereka. Haruka dan Hayato trekejut dan bahagia melihat kepulangan kk nya. Masato bangkit dan berniat membombardir ken dengan pertanyaan, namun Ken mengabaikannya dan segera menuju ke meja pemujaan ayahnya. Ia terduduk dan meminta maaf di hadapan foto ayahnya, ia menyalahkan dirinya atas semua yg terjadi. Ke-empat adiknya memandanginya dengan sedih.

Haruka membuatkan nasi goreng kesukaan Kento, Kento begitu senang sehingga melahapnya dengan semangat. Ke-empat adiknya, memandanginya dengan perasaan sayang.

"kalau saja aku tahu kau akan pulang, aku akan membuatkan makanan spesial untukmu" sesal Haruka, diiyakan oleh Hayato.

"apa yg kalian bicaraka?! Ini sangat lezat" ucap Kento sambil terus melahaa makanannya. "tapi aku tidak pernah menduga, Masato bersedia melanjutkan usaha pemakaman."

Masato tersenyum simpul, "kami selalu menunggu mu disini!" ucapnya kesal.

"Ken-niichan kemana saja selama ini? Kau bahkan tidak menjawab telpon kami. Kami sangat mengkhawatirkanmu" tanya Haruka lembut, sementara itu pandangan Masato tidak lepas sedikitpun dari Kento, sepertinya matanya mengisyaratkan banyak pertanyaan yg tak terucap.

"aku berpetualangan dengan kameraku" jawab Kento.

"kau pergi terlalu lama" ucap Hayato

"lalu kenapa kau pulang bersama Momoko?" tanya Haruka. Momoko mulai cemas.

"oh kebetulan" jawab Kento singkat.

"dimana kau bertemu Momoko?" tanya Masato. "Momoko, jelaskan pada kami" seru Masato. Momoko terdiam.

"aku tahu.... dengan gurumu kan?" selidik Haruka

"eh? Kau kencan dengan gurumu?" seru Hayato terkejut.

"dia sudah menikah dan punya anak" seru Haruka

"bukan urusan kalian..." bentak Momoko kemudian berdiri meninggalkan meja makan.

"perusak rumah tangga org lain! Tak bisa dimaafkan!" seru Hayato geram.

"urus dirimu sendiri, karena seorang hostess, kau dituduh sebagai pembunuh!" seru Momoko tidak mau kalah.

"tunggu sebentar? Hayato pergi ke klub malam?" tanya Ken tertawa. Haruka segera ikut bangkit mendekati Momoko.

"Momoko dengar, jangan bersikap egois. Nanti akan ada yg terluka" seru Haruka

"kau tahu apa! Kau bahkan tidak pernah jatuh cinta! Kau tidak punya pacar jadi jgn asal bicara. One-chan, kau hanyalah..." bentak Momoko terputus. Sementara itu Kento masih sibuk makan, Masato dan Hayato hanya diam saja.

"apa? Kau mau bilang soal kakiku lagi?" seru Haruka. Kento meminta Hayato menghentikan mereka.

Hayato pun segera bangkit memisahkan mereka. Bukannya berhenti, Haruka malah mendorong Hayato hingga terpental dan Ken justru memukul kepala Hayato.

"kalau kau terlibat dalam perselingkuhan ini, kau akan menyesal. Bukankah sdh aku katakan? Kenapa kau tidak mengerti!" bentak Haruka.Mereka berdua pun mulai adu fisik, Kento bangkit dan berniat memisahkan mereka, namun ia justru terkena lemparan air dari Momoko. Masato terkejut kmeudian hanya menghela nafas panjang.

"apa2an kalian ini! Buruk sekali." Ucap Ken.

"Kau juga Ken-nii! Kau bahkan tidak peduli dengan situasi ini. Jangan sok berlagak seperti anak tertua, hanya bisa menasehati saja!" bentak Momoko.

"kasar sekali" ucap Ken bersabar.

Masato segera bangkit dan meraih tangan Momoko, "Momoko, sudah cukup!".

Haruka merasa tidak sabar, ia segera meraih tangan Momoko dan adu fisik di mulai lagi, kali ini ketiga pria keluarga Hayato memisahkan mereka. Namun sialnya, perut Masato justru terkena serangan, ia terduduk dan mengaduh kesakitan, namun tidak ada yg memperdulikannya. Kento membentak adiknya agar berhenti, sementara itu telpon sibuk berdering minta diangkat. Bukannya cepat mengangkat telpon, Masato justru menyender manja di lengan kursi kemudian bangkit mengangkat telpon sambil bergumam, "sakit tahu...." rengeknya manja.

Masato dan Kento mendatangi kantor kepolisian Koenji, Yuki menyapanya, ia pun membalasnya. Nagamie muncul dan segera menyapa Kento. Ternyata mereka kenal sudah lama. Masato menghampiri Yuki.

"siapa dia?" bisik Yuki

"abangku"

"aniki?" seru Yuki terkejut.

"aku kakaknya Masapyon. Senang mengenalmu." Ucap nya sambil tersenyum pada Yuki.

"aku... Sakamaki Yuki" ucap Yuki berubah malu-malu. "kalian berdua tidak mirip" bisiknya salah tingkah pada Masato.

"benarkah?"

"iya, seperti ikan campur dan ikan tuna" ucap nya sambil terkikik. Masato pun mendesah kesal.

Yuki segera membawa mereka ke kamar jenazah, ia menjelaskan detail informasi korban, " dia meninggal sesaat setelah sampai dirumah sakit karena kecelakaan kemarin. Kau hanya perlu mengantarkannya sampai rumah. "

Masato dan Kento segera mengangkat mayat tersebut, namun Masato mengeluh tidak bisa mengangkatnya karena tubuh korban yg sangat gemuk. Kento segera mengajari cara mengangkat mayat yg benar, Yuki memperhatikannya dengan takjub.

Setelah selesai memindahkan mayat, Yuki mengantar Kento dan Masato keluar sambil menyerahkan surat dokumen kematian korban, sikap Yuki sangat lemah lembut, sehingga membuat Masato heran.

"sikapmu aneh sekali" ujar Masato

"ah,, kalian berdua tidak tampak seperti saudara" ucap Yuki malu-malu.

"itu karena kita saudara tiri" ucap Kento

"itulah kenapa kau lebih tampan dari nya" ucap Yuki pada Kento.

"jadi, aku ikan campurannya!" keluh Masato

"tapi gerak-gerik kalian mirip." Hibur Yuki

"lupakanlah" ucap Masato bete.

Kemudian datanglah Kawahara, memohon bantuan pencarian orang hilang, ia bermaksud mencari istrinya yg pergi dengan meninggalkan wasiat. Ia terlihat sangat panik. Masato berniat menghampiri guru itu. Namun Kento menahannya, mereka pun hanya bisa memperhatikannya. Kemudian pulang ke rumah.

"kakak kau hebat..! tahu banyak hal dan selalu terlihat tenang."ucapMasato

"kita tdk akan tahu, kalau kita tidak bertanya" jawab Ken kemudian berniat menaiki tangga.

"kalau gitu aku ingin bertanya" seru Masato serius. Sehingga Ken menghentikna langkahnya dan memandang tajam Masato.

"aku rasa kepulanganmu kali ini tidak bisasa. Ada yg kau sembunyikan dari kami." Ucap Masato perlahan. Kento terkejut, ia hanya bisa diam. Kemudian Tanaka datang, Kento segera menyapa Tanaka, kemudian menatap tajam Masato, "tidak ada masalah, kau salah paham".

Masato, mengetuk pintu kamar Momoko, kemudian masuk ke dalam, ia melihat Momoko sedang duduk disisi ranjang.

"Momoko, baru saja guru Kawahara meminta polisi mencari istrinya yg hilang" ucap Masato lembut.

"ia bilang –kita putus-" ucap Momoko sambil terisak. "aku dicampakkan"

"Momoko" lirih Masato

"aku tahu, tidak seharusnya aku melakukan hal ini. Aku... tidak punya teman di sekolah.. hanya sensei yg mau berbicara denganku. Saat aku tahu aku bisa dekat dengannya. Aku sangat bahagia berangkat ke sekolah. Aku ingin mengenalnya lebih jauh, berbicara banyak hal dengannya. Aku sangat bahagia dengan kebersamaan kami. Jatuh cinta dengan seseorang, selalu seperti ini bukan? Meskipun dia seorang guru, punya anak dan istri, aku ingin dia menjadi milikku. Bukankah dia juga mencintaiku? 'saat ini aku menderita, maaf' dia berkata seperti itu padaku. Tapi, bila keadaannya seperti ini apa yg bisa aku lakukan?" ucap Momoko sambil menangis. Masato mendengarkannya dg seksama kemudian mengusap lembut kepala Momoko sambil berfikir, sementara itu dari balik pintu, Kento menguping semua pembicaraan Momoko.

Keesokan harinya, Masato mendatangi Kediaman Kawahara, ia mengatakan kekesalannya pada Kawahara, namun disisi lain, setelah mendengar pengakuan dari Momoko, Masato sedikit memaklumi kondisi Kawahara, ia pun berjanji pada Kawahara untuk membantu menemukan istrinya.

Masato membawa Shiori kerumahnya, disana tampak Shiori sedang asyik bermain origami bersama Haruka. Ken memandorinya sambil membanca buku, beberapa menit kemudian Masato meminta izin untuk keluar sebentar.

Masato pergi menemui Yuki, dan meminta pertolongan Yuki untuk mencari Istri Kawahara. Seperti biasa Yuki mencoba menolak Masato dengan alasan ia baru saja selesai lembur dan berniat mencuci pakaian. Masato menanyakan apakah Yuki akan pergi berkencan, Yuki mengiyakannya. Masato tidak percaya, ia mengatakan kalau Yuki tidak punya pacar. Mendengar itu Yuki kembali sewot. Akhirnya Masato mengundang Yuki datang ke acara penyambutan Kento, Yuki langsung menyanggupinya dengan semangat. Melihat semangat Yuki yang menggebu, Masato kembali meminta Yuki menolongnya mencari Istri Kawahara. Namun kali ini Yuki meminta imbalan, ia meminta Masato menceritakan semua tentang Kento. Dengan cepat Masato menceritakan semua kelebihan Kento. Mendengar itu, Yuki pun dengan semangat mengiyakan permintaan Masato.

Momoko masih saja duduk sedih di sudut kamarnya, kemudian datanglah Kento membawa Shiori, ia mengatakan kalau Haruka sedang sibuk sehingga meminta tolong Momoko menjaga Shiori. Momoko berusaha menolak, namun Kento memaksanya, selain itu Shiori tampak begitu bersemangat bertemu teman main baru. Kento menuruni anak tangga, ia berniat ingin pergi keluar, namun ketika ia mencoba membuka pintu, tubuhnya terhuyung hingga hampir terjatuh, Hayato yang melihatnya segera menanayakan keadaannya, namun Kento berbohong dengan mengatakan ia baik2 saja. Ia pun segera pergi keluar rumah.

Di luar, Masato memulai pencariannya, tiba-tiba ia mendapat telpon dari Haruka yang mengatakan bahwa istri Kawahara telah ditemukan. Masato terkejut mendegarnya. Haruka juga mengatakan bahwa Kenn-nichan yang menemukannya di RS Nishiogikubo. (tebakan ku Ken ga sengaja ketemu istri Kawahara, karena mungkin Ken juga berniat chek up di RS itu)

Di RS kento berbicara empat mata dengan istri Kawahara, ia memintaa maaf atas perbuatan adiknya, ia merasa bersalah karena tidak mampu mendidik asiknya, ia pun membungkukkan badannya untuk memohon maaf. Istri Kawahara segera meminta Kento menghentikkannya, sebagai gantinya, ia meminta satu hal pada Kento.

Istri Kawahara mendatangi keluarga Ihara, ia meminta maaf kepada Momoko, Masato merasa tidak enak, ia pun segera meminta maaf mewakili keluarganya diikuti oleh yang lainnya kecuali Momoko. Haruka memperingatkan Momoko untuk minta maaf, namun Momoko tidak mau minta maaf, ia beranggapan bahwa ini merupakan kesalahan istri Kawahara yang terlalu sibuk terhadap pekerjaan hingga tidak memperhatikan suaminya. Masato mengur amomoko, ia menganggap Momoko sudah keterlaluan, namun Momoko tidak menghiraukannya. Istri Kawahara terkejut mendengarnya, ia mengakui bahwa memang ia bersalah karena meletakkan suaminya pada prioritas kedua, sebanarnya ia sudah lama mengetahui hubungan Momoko dan suaminya, namun ia berpura-pura tidak tahu. Mendengar hal itu, Masato, diikuti Haruka dan Hayato kembali membungkuk meminta maaf. Istri Kawahara memandang Kento, ia mengatakan kalau Kento sdh meminta maaf lebih dulu, selain itu ia beranggapan bahwa suaminya lah yg paling bersalah karena berbuat seperti itu pada muridnya. Ia pun membungkukkan badannya meminta maaf kepada kluarga Ihara.

Mendengar hal itu, Momoko kembali angkat bicara, ia mengatakan kalau hubungannya dengan Kawahara serius, bukan hanya sebagai guru dan murid. Istri Kawahara memandang Momoko dengan serius, ia pun meminta Momoko mendampingi suaminya. Hal ini membuat Momoko dan yang lainnya terkejut. Namun Istri Kawahara melanjutkan ucapannya, ia meminta Momoko menunggu setahun lagi, karena ia memiliki kanker dengan batas usia setahun lagi, ia ingin meninggal dengan status sebagai istri Kawahara dan ia menginginkan Kawahara sebagai suaminya yang nanti akan melakukan pemakaman untuk dirinya. Baru setelah ia meninggal, Kawahara boleh menjadi milik Momoko. Istri kawahara sekali lagi membungkuk memohon kepada Momoko kemudian pergi. Momoko tidak tahan mendengarnya, ia menangis, dan Masato hanya memandanginya dengan Iba.

Momoko segera bangkit dan mengejar Istri Kawahara yang sedang berjalan bersama Shiori meninggalkan rumah Ihara. Masato ikut mengejar Momoko, dan tak jauh dari sana juga muncul Kawahara yang memanggil istrinya. Kawahara, istrinya, dan Momoko saling pandang. Momoko mengatakan kepada istri Kawahara, kalau ia menolak pemberian Istri Kawahara. Ia meminta istri Kawahara untuk tetap hidup, ia meminta maaf sambil menangis kemudian berlari meninggalkan istri Kawahara. Masato yang melihatnya segera meminta maaf kepada Kawahara dan istrinya. Istri kawahara juga menangis, ia meminta kepada Masato untuk merencanakan upacara pemakamannya, namun Masato menolak dengan alasan ia tidak menerima pesanan. Istri kawahara pun meminta maaf, Kawahara segera meraih tangan anaknya, mereka bertiga pun meninggalkan rumah Ihara.

Masato segera mengejar Momoko, dan menemaninya berjalan, namun langkahnya terhenti, ia melihat Tomoya berdiri di depan rumah Ihara, Tomoya datang untuk memberi tahu bahwa ia akan segera pindah. Untuk mengurangi kesedihan di wajah Tomoya, Masato mengajaknya bermain tangkap bola. Sambil bermain tangkap bola mereka mengobrol. Tomoya bercerita, kalau ia pernah mendengar memiliki seorang nenek. Masato menanggapinya dengan tersenyum.

Setelah mendengar perkataan Tomoya, Masato memutuskan mengunjungi rumah Ibu Tomoya. Ia mengajak ibu Tomoya berbicara sambil berjalan-jalan diluar. Masato memberitahukan bahwa esok adalah hari ke-49 kematian Osada, ia meminta Ibu Tomoya untuk datang. Namun seperti biasa, ibu Tomoya selalu mengatakan kalau ia tdk memiliki keterkaitan dengan Osada. Masato menanyakan apakah Ibu Tomoya memikirkan apa yg di dalam hati tomoya, yang sebenarnya ingin bertemu dengan neneknya. Masato juga mengatakan bahwa Tomoya sangat bahagia begitu tahu paman yg biasa bermain tangkap bola dengannya adalah ayahnya. Masato meminta Ibu Tomoya mengijinkan Tomoya memberikan salam perpisahan pada ayahnya untuk yg terakhir kalinya.

Dihari ke-49 kematian Osada, Ibu Osada dan Masato mempersiapkan acara di atap tempat jatuhnya Osada. Tidak ada orang lain disana yang ikut memperingati. Sehingga Hanya mereka berdua yg diam memandangi meja pemujaan Osada. Tidak beberapa lama kemudian, Tomoya datang. Ibu Osada segera menghampiri Tomoya, dan mengusap kepalanya sambil menangis. Tomoya memanggilnya dengan sebutan nenek. Ternyata tidak hanya Tomoya yg datang, tapi ibunya juga datang. Ia tersenyum melihat Tomoya dan neneknya.

Ibu Osada yg menyadari kedatangan Ibu Tomoya, segera menghampirinya dan mengucapkan terimakasih karena telah bersama Osada dan mengizinkan Osada bermain tangkap bola dg Tomoya. Ia meminta Ibu Tomoya bersedia mengajak Tomoya mengunjunginya sesekali saat liburan. Tomoya tersenyum, ia pun membagikan permen buatan almarhum Osada kepada neneknya dan Masato. Ia juga meminta maaf pada Masato. Masato tidak tahan melihat keadaan ini, matanya memerah. Upacara peringatan 49 hari Osada pun dimulai.

Di kediaman Ihara, semua nya sibuk mempersiapkan makanan sebagai acara sambutan kepulangan Kento. Masato yang melihat kedatangan Iwata-san, segera membukakan pintu dan mengajak Iwata san bergabung. Tanaka yang melihat tingkah laku Masato, merasa heran, karena ia melihat Masato berbicara sendiri di sisi pintu. Yuki ternyata serius datang ke acara sambutan Kento, ia membawa anggur untuk diminum bersama. Haruka pun segera memanggil Masato Untuk menemani Yuki. Masato segera meminta izin pada Iwata dan menghampiri Yuki. Iwata terkejut melihat kedatangan Yuki, ia memandang tajam ke arah Yuki. Setelah menyambut kedatangan Yuki, Masato kembali ke tempat Iwata, namun sayangnya Iwata sdh tdk ada disana.


Ayah tercinta, setelah lama mengurusi jenazah dan mempelajari cinta keluarga, aku mengerti mungkin pemakaman adalah pertemuan terakhir antara seseorang dengan keluarganya. Karena keluarga saat ini sedang berkumpul, aku sangat bahagia. Becanda... yang menyayangimu.


Nah lho? Siapa sih Iawata san? Hantu kah? Lalu apakah hubungannya dengan Yuki? Kenapa ia selalu memandang tajam ke arah Yuki? Apakah pada akhirnya Yuki juga akan mati? Secara setiap org2 terdekat Masapyon akan mati.
Masapyon, juga jadi bingung tuh.....

Catatan Author: Sinopsis ini 23 menit terakhir dibuat dengan ngebut, makanya aku hanya story writting saja tanpa memberikan cuplikan percakapannya spy cepat hahaha..... Gomen ne...

Written and Image by: Saa @pelangidrama.net
always DON'T REPOST TO OTHER SITE !!

さくら21Saa 11 Mar, 2012


-
Source: http://www.pelangidrama.net/2012/03/sinopsis-saikou-no-jinsei-no-owarikata_11.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com Share on Facebook