[Sinopsis Saikou no Jinsei no Owarikata~Ending Planner~ Episode 7
Sometimes, Kekurangan kita merupakan berkah bagi org lain
Sinopsis Saikou no Jinsei no Owarikata ~Ending Planner~ Episode 7
Haruka duduk termenung di hadapan PC nya sambil terus menatap mesage dari Ichinose yang mengkhawatirkan dirinya karena tidak jadi kopdar dan tidak pernah online lagi sejak saat itu. Setelah termenung beberapa lama akhirnya Haruka mulai mengetik membalas pesan Ichinose, ia mengatakan kalau saat itu ia mendadak sakit, padahal kenyataannya ia merasa minder karena Ichinose mengira, Haruka berlari mendatanginya dengan semangat.
Masato terbangun tiba2 dari tidur, ia segera turun dan menanyakan keberadaan Kento pada Haruka yang sedang Masak. Haruka mengatakan kalau Kento sedang Memberi makan Kotaro, sehingga Masato segera membuka pintu mengecek keberadaan Kento. Ia menghembuskan nafas lega begitu melihat Kento sedang bermain2 dengan Kotaro.
Kento yang menyadari kehadiran Masato segera menyapanya, Masato pun bercerita kalau ia bermimpi Kento meninggalkan mereka. Kento tersenyum menanggapinya, ia mengatakan kalau Masato tidak perlu percaya mimpi, namun Masato merajuk dan meminta aniki-nya tdk akan meninggalkan mereka. Kento pun tertawa mendengarnya.
Haruka, Kento, dan Masato sarapan lebih dulu, kemudian muncul Hayato dengan terburu2 ia bersiap berangkat dan meminta izin untuk sarapan di tempat kerja nya. Lalu muncul Momoko, ia mengeluh kenapa makanan pagi ini semua menu kesukaan Kento, padahal ia ingin sekali makan roti manis, Haruka beralasan ia tidak bisa masak banyak di pagi hari, Kento juga mengatakan kalau Momoko tidak mau, ia tidak perlu memakannya. Akhirnya dengan terpaksa Momoko menyantap makanan yg ada dihadapannya. Haruka meminta kedua kakak nya cepat makan, karena harus melakukan persiapan seminar, Kento mengatakan kalau ia tidak bisa ikut hari ini. Hal ini membuat Masato terkejut, sehingga Ken mengatakan kalau ia becanda, ia akan tetap hadir tapi setelah mengunjungi pemakaman ayah.
Masato, Haruka, Tanaka, Yuko, Yayoi beserta ibunya menghadiri acara seminar. Ternyata hari seminar mereka bersamaan dengan seminar Pemakaman the Sun, hal inilah yg menjadi perkiraan Yuko kenapa hanya sedikit yg menghadiri seminar Ihara, apalagi The Sun menyediakan paket makan siang bagi peserta seminar.
Setelah beberapa lama, datanglah seorang bapak, Haruka menyapa nya dengan sebutan kepala sekolah, si bapak terdiam kemudian Haruka menjelaskan kalau ia adalah Haruka Ihara, mendengar nama itu si bapak kepala sekolah segera teringat nama Haruka-chan, ia pun menanyakan kabar Haruka, dan memuji kesuksesan Haruka di bisnis pemakaman. Haruka tersenyum malu-malu, Masato pun tersenyum mendengarnya.
Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya satu persatu peserta seminar hadir, Masato pun segera memulai acara dan menjelaskan singkat tentang salon pemakaman Ihara. Kepala sekolah pun bertanya, apakah ia bisa memesan pemakaman yg sederhana untuk dirinya, karena istrinya sdh lama meninggal dan ia tidak punya anak sehingga khawatir meninggal dalam kesendirian. Tanaka menyarankan agar si bapak meminta tolong dengan tetangganya. Namun peserta lain berpendapat sangat sungkan meminta tolong kepada tetangga untuk melakukan pemakaman. Tanaka tersenyum dan menyarankan agar meletakkan contack Pemakaman Ihara di tempat yg mudah terlihat dalam rumah. Bapak kepala sekolah mendengarkan dengan seksama. Sementara seorng ibu begurau dengan mengatakan akan sangat tidak nyaman melihat kartu nama Ihara setiap hari di rumah, wew maksudnya jd keinget mati terus ya bu.... seluruh peserta pun tertawa, sementara bapak kepala sekolah mengelus2 rambutnya, dan Haruka menatapnya dengan seksama.
Setelah selesai seminar, kepala sekolah berbincang2 dengan Haruka, ia menanyakan apakah Haruka bahagia dengan pekerjaannya, karena kelihatan Haruka sgt menikmati pekerjaannya. Ia juga mengatakan kalau dirinya bahagia menjadi seorang guru dan bisa melihat murid2 nya bahagia dengan kehidupannya. Haruka tersipu malu mendengarnya. Kepala sekolah berterimakasih kepada Haruka karena telah memberinya kebahgiaan itu, ia juga mengatakan kalau keberuntungan Haruka adalah semanggi berdaun empat. Haruka makin tersipu malu. Masato memperhatikan mereka sambil tersenyum. Kepala sekolah berharap kelak saat ia meninggal, Haruka lah yang akan mengucapkan selamat tinggal untuknya. Karena baginya, murid2 adalah anak2nya. Masato tersenyum simpul mendengarnya.
Setelah para tamu pulang, Tanaka, Haruka, dan Masato memutuskan untuk mendatangi seminar milik The Sun. Mereka terkejut karena seminar The sun sangat mewah, berbeda dengan mereka yg sederhana dan ala kadarnya. Haruka melihat bapak kepala sekolah ada disana juga, ia pun menyapanya. Kepla sekolah terkejut melihat Haruka, ia meminta maaf dan mengatakan kalau kedatangannya karena tertarik dengan makan siangnya. Haruka tertawa miris, Masato berkelak kalau tahun depan ia juga akan menyiapkan makan siang, Tanaka langsung menolak, karena keuangan mereka tidak cukup. Bapak kepala sekolah pun tertawa mendengarnya.
Kento yang baru pulang ziarah kubur, merasakan pandangannya mengabur. Ia terduduk di trotoar.
Di kantor polisis, Nagamie dan Yuki masih sibuk menangani kasus perampokan. Kemudian muncul polisi lalu lintas yang membawa Kento. Yuki langsung menyapa Kento, namun Kento terlihat seolah kebingungan, tidak mengenali Yuki. (penyakit short amnesia nya Ken kumat lagi)
Di kediaman Ihara, Masato, Haruka, Hayato, dan Momoko sedang makan malam dengan menu mie. Hayato mengeluh kenapa mie nya tipis sekali, Haruka langsung marah dan melarang Hayato makan bila tidak ingin, ia juga mengatakan kalau Ken-niichan akan pulang malam dan mungkin mabuk. Mendengar hal itu, Momoko langsung bergurau akan memakan jatah mie Kento. Sementara itu Masato melahap mie nya tanpa banyak bicara.
Yuki dan Nagamie segera mengunjungi rumah korban perampokan, disana mereka menemukan korban perampokan yg telah tewas yang tidak lain adalah kepala sekolah Haruka. Yuki dan Nagamie pun segera membawa nya ke kamar jenazah.
Haruka dan Masato segera mendatangi kantor polisi dan melihat jenazah tersebut, haruka menangis mengingat kenangannya bersama kepala sekolah.
Ketika hendak meninggalkan kamar mayat, Haruka dan Masato berpapasan dengan The Sun yang saat itu sedang memperbincangkan perihal kasus kepala sekolah. Pegawai The Sun (org yg sama dengan saat kematian Okabe, eps 4-red), mengatakan kalau boss mereka tidak tertarik dengan kematian kepala sekolah karena dianggap mati kesepian sehingga tidak akan memberikan keuntungan apa2 untuk perusahaannya. Haruka terkejut mendengarnya, ia segera mendatangi pegawai the Sun dan mengatakan kalau semasa hidup tuan Shirai (kepala sekolah) meminta diadakan upacara pemakaman kalau ia meninggal. Pegawai The Sun yang melihat Masato, segera menyapanya. Haruka memohon pada pegawai The Sun agar diadakan upacara utk Shirai-san. Namun pegawai The Sun mengatakan kalau tidak ada perintah pemakaman dalam wasiatnya. Mendengar itu, Haruka segera meminta izin agar mereka saja yg mengurus pemakaman Shirai-san. Pegawai The Sun pun segera mengiyakan karena dengan begitu boss mereka tidak akan marah.
Mendengar ucapan pihak The Sun, Haruka langsung membentak pegawai itu dan menanyakan apa arti pemakaman baginya. Pegawai The Sun pun menjawab hanya sebuah pekerjaan. Haruka tidak mau kalah, ia mengatakan bila ini pekerjaan maka harus dikerjakan sebaik-baiknya. Dengan santai Ichinose menjawab, "karena ini pekerjaan, makanya kami tidak ingin rugi". Haruka semakin kesal mendengarnya, ia meminta pegawai itu menggunakan Hati nuraninya. Masato yg merasa Haruka sudah lepas kendali, segera memintanya diam dan meminta maaf pada pegawai The Sun sekaligus meminta izin kembali untuk melakukan upacara pemakaman Shirai-san. Pegawai The Sun pun pergi meninggalkan mereka.
Malam harinya, Haruka kembali membuka pesan dari teman ol-nya, Ichinose. Dalam pesan itu, Ichinose mengatakan kalau ia merasa lega mengetahui Haruka tidak membencinya.. Haruka tersenyum begitu selesai membaca pesan tersebut. Ia pun segera membalas pesan tersebut dengan mengatakan pekerjaannya baik2 saja. Ichinose kembali mengirim balasan yg mengatakan ia kagum dengan semangat haruka, dan mengirimkan gambar semanggi berdaun empat sebagai keberuntungan Haruka.
Keesokan harinya, Haruka dan Masato mendatangi kantor polisi, menanyakan perkembangan kasus Shirai-san. Yuki menyerahkan sebuah amplop kepada Haruka, yg tak lain adalah wasiat dari Shirai-san berupa uang untuk biaya pemakamannya. Melihat hal ini, Haruka semakin yakin bahwa kepala sekolahnya minta diadakan upacara pemakaman. Masato mengangguk tanda setuju dan meminta foto Shirai-san, Namun karena Shirai-san tdk memiliki sanak saudara, tim kepolisisan telah menyerahkan barang2 Shirai-san ke pengulak barang. Haruka mengatakan bahwa ia yg akan mengadakan upacara pemakaman untuk Shirai-san, dengan alasan, Shirai-san telah menganggap murid2 sebagai anaknya sendiri. Masato mengangguk pasti menanggapi ucapana Haruka.
Yuki terduduk lemas dikursinya, ia teringat percakapannya dengan Kento di RS, ternyata hari itu, saat Kento diantar ke kantor polisi oleh polisi jalan, Yuki membawa Kento ke RS. Saat itu Kento memohon kepada Yuki agar tidak memberitahu perihal penyakitnya pada anggota keluarga Ihara lainnya.
Di kediaman Ihara,tampak Haruka kembali asyik di depan PC nya, ia mulai membuka akun G+ nya dan membaca kembali pesan2 dari Ichinose. Ia merasa bersemangat setiap membaca pesan2 itu. Haruka juga tidak lupa mengirimkan email ke semua teman2 SD nya untuk memberitahukan perihal acara pemakaman Shirai-san.
Haruka dan Masato mengunjungi rumah Shirai-san, untuk mencari foto. Haruka membuka2 album foto, disana ia melihat foto2 kenangan di masa SD nya. Msato menemukan banyak kartu ucapan tahun baru.
Masato sedang Khusyuk berdoa dan Momoko sedang asyik makan, (ckckck perasaan ya, Momoko ini hobi sekali makan) lalu datanglah Hayato, Ia meminta izin pada Masato untuk memakai laptop di ruang kerja. Masato pun mengiyakannya. Hayato berterimakasih dan segera menunju laptop, ia terkejut kemudian tertawa melihat isi laptop itu, ia pun memanggil Momoko dan Masato. Yang di panggil pun segera menghampirinya dengan keheranan. Hayato mulai membacakan profil Haruka di G+, -nama Haruka, hobi Joging, benda keberuntungan semanggi berdaun empat-, Masato heran mendengar kata joging, Hayato pun tertawa mengatakan kalau Haruka berpura2 dan membuat blog. Momoko melihat kalau Haruka juga Chat dengan seorang pria. Hayato juga membaca history chat Haruka berkaitan kencan Haruka di hari ultahnya. Masato pun teringat Haruka pernah membeli majalah kencan. Ia melihat kartu nama Ichinose the Sun yang sdh tak berbentuk lagi. Masato pun teringat wajah ichinose the sun. Momoko membacakan isi pesan Haruka, -kurasa kita harus bekerja dengan tulus, namun ini hanyalah pemikiran bodohku saja-, Hayato terkejut, ia berkesimpulan Haruka menuliskan perasaan sebenarnya di pesan itu. Ia pun merasa tidak tega untuk menertawakan Haruka.
"kalian pasti menertawakanku... aku tidak bisa melakukan apa2 kecuali pekerjaan rumah, karena aku tidak punya pilihan. Bekerja, mengurus rumah, mencuci pakaian, atau memasak, aku melakukannya bukan karena aku mau, tapi karena tidak ada pilihan lain. Lupakan saja, aku sudah menyerah" seru Haruka kesal.
Masato mencoba menyemangatinya, namun Haruka membentaknya dan mengatakan kalau mereka semua hanya bisa bicara tanpa memahami perasaannya. Haruka pun pergi meninggalkan ruangan kerja. Hayato dan Momoko menatap sedih kepergian Haruka. Masato tampak berfikir keras.
Seperti biasa, malam hari ini, Iwata-san duduk memandangi tanaman hias yang tak lain adalah pohon strawbery dengan buah yg belum matang, jleebbb, ga sadar saya selama ini kalo itu strawberi, padahal di halaman kost2an banyak, keke. Iwata-san mengatakan kalau berbohong itu kadang penting, disetiap lini kehidupan pasti ada kebohongan, setiap org juga pasti berbohong, bahkan ia sendiri hidup dalam dunia penuh kebohongan. Masato hanya mendengarkannya tanpa berkata apapun.
Keesokan harinya, Tanaka membaca sebuah memo peninggalan Haruka yang berisi, bahwa ia meminta izin cuti sehari. Masato terdiam berfikir. Ditempat lain, Haruka berjalan menyusuri jalanan kota dengan teseok-seok. Sementara orang2 disekitarnya menatap aneh.
Yuki mengunjungi Masato, ia menyapa Masato yang sedang beres2. Masato heran kenapa tidak ada angin tidak ada hujan Yuki mau datang, biasanya ia paling malas bertemu Masato. Yuki beralasan ia sedang libur dan tak ada kerjaan makanya datang untuk bantu2. Masato meledek Yuki, "waktu libur bagi wanita lajang usia 26 tahun itu bukannya berharga? Seharusnya dia pergi berkencan dengan pacarnya". Mendengar itu wajah Yuki langsung kesal, ia mengatakan kalo kedatangannya merupakan bagian dari pekerjaan. Masato semakin heran, kenapa Yuki berubah seserius itu. Yuki pun menanyakan bagaimana karakter kento. Masato mengatakan kalau Ken merupakan org yang sgt baik, kakak yg menyenangkan, dan keberadaannya merupakan support terkuat bagi Masato. Masato segera menyadari sesuatu, ia mengira kedatangan Yuki karena ingin tahu lebih banyak mengenai Kento. Yuki pun kembali tertawa mendengarnya, dan mengatakan kalau ia doki-doki (deg2an-red). Masato kesal, ia mengatakan kalau Yuki serius dengan kakaknya maka putuskan dulu pacar lama Yuki. Yuki segera mengiyakannya. Di saat beres2 Masato menemukan sebuah kartu tahun baru Haruka untuk Shirai-san. Ia melihat gambar semanggi berdaun empat dikartu tersebut. Ia pun teringat isi profil G+ Haruka.
Di tempat lain, Haruka duduk termenung di sebuah taman, ia memandang sendu ke arah sepasang muda-mudi asyik berjalan sambil bercanda.
Malam harinya Haruka pulang, Momoko menyambutnya dan menanyakan apakah Haruka sudah makan, namun Haruka segera menaiki tangga tanpa menjawab Momoko. Melihat itu, Momoko heran dengan sikap kakak nya. Momoko dan Hayato segera mendatangi Masato yg masih beres2. Mereka mengatakan kalau sikap Haruka hari ini aneh. Masato yg melihat bala bantuan datang, segera meminta kedua adiknya membantunya membereskan kartu ucapan tahun baru. Mereka bertiga pun asyik beres2 sehingga Hayato beres2 sambil tertidur, melihat itu, Masato segera mengeplak kepala Hayato, hingga Hayato terbangun.
Mereka bertiga membereskan kartu sambil terkantuk2 hingga pagi hari, dan akhirnya Masato menemukan apa yg ia cari. Ia berteriak senang, Hayato dan Momoko merasa lega, karena usaha mereka semalaman membuahkan hasil.
Haruka sudah stanbye di dalam mobil dengan wajah murung, Masato pamitan dengan kedua adiknya dan Tanaka untuk memeriksa tempat upacara dan mengunjungi kantor wilayah. Momoko dan Hayato mendekati Haruka, dengan tersenyum mereka menyemangati Haruka. Haruka terkejut melihat sikap aneh kedua adiknya.
Masato membawa Haruka ke sebuah lapangan, ia mempersiapkan kursi untuk Haruka. Kemudian berlari keliling lapangan dan minta disemangati. Haruka heran melihatnya. Begitu hampir mendekati Haruka, Masato menghentikan larinya, "2012 Masato Dash. Yeah..." ucap nya seraya mengayunkan kepalan tangannya. Krik...krik... ini maksud Masapyon apaan sih,,, jayus deh.
Masato pun jongkok di hadapan kursi, dan Haruka segera duduk di kursi itu.
"kenapa wajahmu muram? Kau dulu selalu menyemangatiku" tanya Masato lembut.
"aku.... saat aku kecil, aku tidak begitu memperhatikan masalah kakiku, semua orang memperlakukanku sama seperti org normal lainnya, jadi aku tidak memperhatikan perbedaannya. Tapi saat perlombaan olahraga, kita di bagi menjadi 2 kelompok yaitu merah dan putih, lalu ada yg berkata, 'Haru-chan tidak bisa berlari, jd kita tidak memerlukannya'. Ah... semunaya menganggapku sebagai beban. Aku berbeda dengan mereka. Saat itu aku baru menyadarinya. Aku... seorang pembohong. Mengatakan kalau aku seorang OL yg berangkat kerja menggunakan kereta, memiliki bos yg menjengkelkan, bisa keluar minum2 dengan bahagia, makan siang seperti kebanyakan orang. Berpura-pura menjadi orang yg seperti itu. Aku... benar2 serius bekerja dipemakaman dan melakukannya dengan sepenuh hati. Tapi pada akhirnya, aku tidak bisa mengungkapkan semua yg kurasakan. Apalagi menjelaskan kepada org2 mengenai kakiku. Untuk bertemu seseorg pertama kalinya, aku sgt takut. Ichinose dari The Sun adalah org yg ingin kutemui saat itu, kufikir ia tidak akan mempermasalahkan kakiku, makanya aku memberanikan diri menemuinya. Aku datang agak terlambat. Dia begitu ingin bertemu dengan ku dan berkata 'berlarilah padaku dengan penuh semangat'. Ekspresi seperti apa yg harus aku tunjukkan padanya? Aku pun membatalkan pertemuan. Tapi seandainya kami benar2 bertemu, apa yg akan terjadi nanti? Itu bukan lah diriku. Ah.... lupakan saja, ini memalukan".
Haruka bangkit dari kursinya memandang sekitar, Masato juga ikut bangkit dan menyeranhkan kartu tahun baru Haruka saat kelas 4 Sd yg di kirimkan utk kepala sekolah. Kemudian menyerahkan 1 kartu lagi, yaitu ucapan balasan dari kepala sekolah (ini loh yg dicari 3 Ihara bersaudara semalaman) ia mengatakan kalau Hayato dan Momoko ikut membantu mencarinya. Haruka mulai membaca kartu ucapan dari kepala sekolah,
-saat perlombaan olah raga, suara penyemangat dari Haru-chan menggema, semuanya bersemangat berkat Haru-chan, cherleader hebat dari tim merah. Kau adalah yg terhebat. Jangan melupakannya Arti dari semanggi berdaun 4 meskipun kau sudah besar nanti-
"saat perlombaan itu, aku sgt frustasi krn tdk bisa ikut, aku sedih karena hanya menjadi beban untuk mereka. Tapi, aku ingin berbuat sesuatu. Lalu kepala sekolah memujiku, aku sgt bahagia" ucap Haruka sambil menangis.
"Mungkin karena kaki mu lah, tim merah bisa menang karena kalau tidak ada cheerleader,tim merah mungkin kalah. Kalau Haruka bisa berlari di lapangan, mungkin kau tidak akan frustasi dan sedih. Tapi, bukankah sisi kebaikan dan kehangatan mu terasa saat kau menyemangati semua orang. Semangat yg menggelora, perasaan frustasi, bisa menjadi kehangatan Haruka yang bisa memberikan kekuatan bagi org lain. Jadi tetaplah seperti itu, untuk keluargamu juga. Dalam semua hal, termasuk kaki tetaplah menjadi seorang Haruka" ucap Masato menyemangati adiknya. ia pun segera menepuk pundak adiknya.
Haruka menangis mendengar ucapan Masato, "semanggi berdaun 4, diberikan oleh murid2 tim merah kepadaku, bapak kepala sekolah mewakili mereka, memberikannya padaku saat olahraga berakhir. Ia berkata 'terimakasih telah menyemangati kami. Semanggi berdaun 4 ini bisa membawa kebahagiaan untukmu'".
Haruka maju 2 langkah kemudian menjerit menyebutkan namanya, keberuntungan, kenyataan2 hidupnya, perasaannya tentang Ichinose. Ia juga meminta Msato untuk mengakhiri semua ini dan berterimaksih. Masato menunjukkan jempolnya dengan bangga kemudian merangkul pundak Haruka.
Masato dan Haruka pulang ke rumah, di rumah Hayato dan MOmoko mempersiapkan makan siang menu bakso sepesial yg dibuat penuh cinta ala Hayato. Haruka pun tersenyum melihat tingkah adik2nya. Mereka ber-4 kemudian makan dengan semangat dan bahagia, dilanjutkan dengan duduk ber-4 melaksanakan tugas bersama2. Masato tersenyum puas melihat senyuman menghiasi ketiga wajah adiknya. Aaaahhhhh, bahagianya melihat ini.... sdh 6 episode aku menanti moment kebahagian Ihara bersaudara...
Masato mengunjungi Ichinose, dan ichinose menyambutnya dengan hangat. Ia memintaa maaf atas sikap Haruka tempo hari dan memberitahu nama asli adiknya. sesaat Ichinose masih bingung, namun kemudian ia teringat sesuatu. Masato pun menangangguk meyakinkan Ichinose.
Hari pemakaman pun tiba, Haruka memberikan pidato perpisahan untuk bapak kepala sekolah, banyak teman2 SD yg datang, ternyata upacara diadakan di kelas mereka dulu, Haruka menghiasi papan tulis dengan foto2 kenangan semasa sekolah sehingga suasana pemakaman ini terlihat sangat hangat dan memorable. Ichinose juga datang ke pemakaman itu, ia takjub melihat suasana upacara. Matanya memandang Masato kemudian haruka dan Haruka membalas menatap tajam Ichinose.
Haruka menjawab iya dengan tegas, kemudian meminta maaf karena telah membohongi Ichinose kemudian bergegas pergi masuk. Ichinose memanggilnya, ia mengatakan kalau Masato telah memberi tahunya.Ternyata hari dimana Masato menemui Ichinose, Masato mengatakan kepada Ichinose, kalau Haruka adalah adik kecilnya yg sgt berharga. Jadi bila Ichinose ingin menemuinya, ia berharap Ichinose bisa menerimanya dengan sepenuh hati dan tulus. Ia membungkuk sebagai permohonannya.
Masato, Haruka, dan Tanaka kembali membereskan bekas upacara pemakaman, Ichinose menghampiri Haruka dan mengatakan kalau ini adalah upacara pemakaman paling berkesan, mengingatkannya saat pertama kali menjadi pekerja pemakaman. Ia juga berjanji akan menjadi dirinya yg sesungguhnya di internet. Masato menyaksikannya dengan tersenyum puas, Tanaka mengajak Masato pergi, karena khawatir menjadi obat nyamuk untuk Haruka dan ichinose. Masato tertawa menanggapinya kemudian pergi meninggalkan tempat itu. Ichinose mengajak Haruka berjalan perlahan-lahan ke stasiun supaya bisa mengobrol banyak. Haruka mengiyakannya dengan senyum bahagia.
Malam itu juga Yuki menggedor rumah Ihara, Masato tergopoh2 membukakan pintu. Yuki segera tersenyum sumringah dan mengatakan kalau ia ingin minum bir yg ia bawa tempo hari. Masato mengatakan kalau rumah nya bukan pub. Yuki hanya tertawa menanggapinya. Ia kemudian duduk di kursi yg biasa di duduki Iwata-san. Dengan alasan dingin, Masato mengajak Yuki minum di dalam, namun Yuki menolak dan merasa nyaman duduk di kursi itu. Sementara itu tidak jauh dari mereka, Iwata-san memperhatikan mereka berdua.
Yuki menanyakan bagaimana rasanya memiliki saudara, ia belum pernah merasakannya karena ia anak tunggal. Masato mengatakan memiliki saudara seperti memiliki peranan masing2, di hadapan Hayato dan Momoko ia ingin menjadi kakak yg baik, Haruka merupakan saudara perempuan tertua yg paling tekun tapi ia juga merupakan adik kecilnya yg manis. Lalu Yuki menanyakan perihal Kento. Masato mengatakan Ken adalah seorang kakak. Yuki memandangi tanaman strawberi dengan antusias. Masato mengatakan kalau kursi itu sepesial untuk seorang pria tua, teman ayahnya, pria tua yg aneh, yg mengatakan kebohongan itu penting.Yuki pun tertawa mendengarnya, sementara itu Iwata-san tak pernah lepas memandangi gerak-gerik Yuki. Masato melihat bintang jatuh, ia segera memanggil Yuki, kemudian bersama2 membuat permohonan.
Ayah tercinta, hari ini aku melihat bintang jatuh, kalau saja satu harapanku menjadi kenyataan, aku berdoa semoga semua orang yg kucintai bisa mengatakan "aku mencintai kehidupanku". Becanda.... yang menyayangimu.
Di RS, kento juga memandang bintang jatuh, sementara itu Haruka sibuk mengedit profil G+nya, Masato sibuk menghubungi Hp Kento, namun selalu mailbox.
Ahhhhh.... Masapyoon makin keren, dia semakin menjadi kakak yg berdedikasi, benar2 melindungi keluarganya... Maspyon yg menjadi ayah bagi adik2 nya dan Haruka dan menjadi Ibu bagi anggota keluarganya.... ahhh Pi-achan shipper nih, kekeke, sayang di drama ini romantisme nya kurang, saya jarang loh lihat scene pelukan antara keluarga Ihara. Pi kurang fanservis nih di drama ini...
Spoiler eps 8, Masato menangis tersedu2 saat berbicara dg Ken, Yuki menangis karena menjadi penyebab meninggalnya seseorang. Dan satu kehidupan org terdekat Masapyoon berakhir.... aahhhhh,
next episode: GOODBYE si tampan NAGAMIE....
Written & Image by Saa @PelangiDrama
Shared by PelangiDrama.Net
Don't Repost to Other Site
さくら21Saa 17 Mar, 2012
-
Source: http://www.pelangidrama.net/2012/03/sinopsis-saikou-no-jinsei-no.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com Share on Facebook














































