HPK

mesothelioma survival rates,structured settlement annuity companies,mesothelioma attorneys california,structured settlements annuities,structured settlement buyer,mesothelioma suit,mesothelioma claim,small business administration sba,structured settlement purchasers,wisconsin mesothelioma attorney,houston tx auto insurance,mesotheliama,mesothelioma lawyer virginia,seattle mesothelioma lawyer,selling my structured settlement,mesothelioma attorney illinois,selling annuity,mesothelioma trial attorney,injury lawyer houston tx,baltimore mesothelioma attorneys,mesothelioma care,mesothelioma lawyer texas,structered settlement,houston motorcycle accident lawyer,p0135 honda civic 2004,structured settlement investments,mesothelioma lawyer dallas,caraccidentlawyer,structured settlemen,houston mesothelioma attorney,structured settlement sell,new york mesothelioma law firm,cash out structured settlement,mesothelioma lawyer chicago,lawsuit mesothelioma,truck accident attorney los angeles,asbestos exposure lawyers,mesothelioma cases,emergency response plan ppt,support.peachtree.com,structured settlement quote,semi truck accident lawyers,auto accident attorney Torrance,mesothelioma lawyer asbestos cancer lawsuit,mesothelioma lawyers san diego,asbestos mesothelioma lawsuit,buying structured settlements,mesothelioma attorney assistance,tennessee mesothelioma lawyer,earthlink business internet,meso lawyer,tucson car accident attorney,accident attorney orange county,mesothelioma litigation,mesothelioma settlements amounts,mesothelioma law firms,new mexico mesothelioma lawyer,accident attorneys orange county,mesothelioma lawsuit,personal injury accident lawyer,purchase structured settlements,firm law mesothelioma,car accident lawyers los angeles,mesothelioma attorneys,structured settlement company,auto accident lawyer san francisco,mesotheolima,los angeles motorcycle accident lawyer,mesothelioma attorney florida,broward county dui lawyer,state of california car insurance,selling a structured settlement,best accident attorneys,accident attorney san bernardino,mesothelioma ct,hughes net business,california motorcycle accident lawyer,mesothelioma help,washington mesothelioma attorney,best mesothelioma lawyers,diagnosed with mesothelioma,motorcycle accident attorney chicago,structured settlement need cash now,mesothelioma settlement amounts,motorcycle accident attorney sacramento,alcohol rehab center in florida,fast cash for house,car accident lawyer michigan,maritime lawyer houston,mesothelioma personal injury lawyers,personal injury attorney ocala fl,business voice mail service,california mesothelioma attorney,offshore accident lawyer,buy structured settlements,philadelphia mesothelioma lawyer,selling structured settlement,workplace accident attorney,illinois mesothelioma lawyer

Menu Navigasi

[Sinopsis K-Drama] It's Okay Daddy's Girl Episode 15

=EPISODE 15=

Hyuk Gi masih tak percaya dengan apa yang terjadi dengannya. Jong Seok sudah dengan sengaja menabraknya dan sekarang mengancamnya agar tak mendekati Chae Ryung. 

Seorang pria berkacamata mendekati Hyuk Gi sepeninggal Jong Seok. Pria tersebut mengatakan jika Jong Seok menganggunya atau mengancamnya, Hyuk Gi boleh menghubunginya sebagai saksi dan menyerahkan sebuah kartu nama yang tertera nama Hyun Dai Law Office.

Belum puas dengan menabrak Hyuk Gi, kali ini Jong Seok melakukan kesalahan besar karena tanpa sengaja menabrak mobil yang dikendarai Sun Ae dan Dong Bo dari belakang. Tabrakan tersebut mengakibatkan luka terkilir dan keseleo pada leher Dong Bo. Sun Ae yang tak terima segera turun dari mobil dan meminta penjelasan dari Jong Seok namun sikap Jong Seok yang acuh tak acuh membuat Sun Ae kesal. Pertemuan mereka sudah terjadi dua kali dan sama-sama terjadi pada kondisi yang kurang menyenangkan.

Sun Ae meminta Jong Seok menyerahkan simnya dan menyelesaikan urusan tabrakan ini di kantor polisi, tapi dasar Jong Seok yang sombong dan tak mau berurusan dengan hal-hal yang tidak penting memilih untuk segera pergi dari tempat tersebut dan sekali lagi melakukan kesalahan dengan menyerempet Dong Bo hingga Dong Bo terluka parah dan harus dilarikan ke rumah sakit.

"apa kamu tidak apa-apa?" tanya Sun Ae khawatir

"semula aku hanya ingin menakut-nakutinya saja dengan berdiri di depan mobilnya tapi ternyata dia menabrakku, aduh" keluh Dong Bo dan memegang bagian tubuhnya yang sakit

"kita harus mendapatkan barang bukti" ucap Sun Ae dan Dong Bo menunjuk sebuah kamera cctv tepat di atas kepala Sun Ae.

Hyuk Gi baru saja keluar dari kantor polisi, disaat bersamaan Jin Goo menelepon dan meminta Hyuk Gi untuk segera datang ke club. Rupanya pengacara yang akan membantu menyelesaikan urusan kematian Duk Gi yang tidak wajar sudah menunggu Hyuk Gi. Hyuk Gi tersenyum saat melihat pengacara tersebut yang tak lain adalah pria berkacamata yang ditemuinya beberapa saat yang lalu.

Sun Ae berbicara dengan salah satu polisi yang datang ke tkp sesaat terjadi insiden tabrak lari. Sun Ae terlihat optimis jika Jong Seok bisa ditangkap dan dimasukkan ke penjara dengan barang bukti berupa rekaman cctv. Sesaat sebelum Dong Bo dimasukkan ke dalam mobil ambulance, Dong Bo mengatakan sesuatu

"aku ingin mengatakan jika pria yang menabrak kami tadi adalah anak pengacara terkenal"

"terus kenapa? di mata hukum semuanya sama. Tapi darimana kamu tahu dia?" tanya Sun Ae

"bukankah dia adalah pria yang selalu mengikuti Chae Ryung?" ucap Dong Bo

"apa?" ucap Sun Ae terkejut

Tuan Lee mengeluarkan catatannya dan meminta yang lainnya untuk menjawab semua pertanyaan yang diajukannya dengan jelas. Chae Ryung, Hyuk Gi, Wook Gi dan Yun Do terlihat tegang.

Dimulai dari Chae Ryung

"hubungan apa yang kamu miliki dengan Park Jong Seok?"

Chae Ryung terdiam sesaat dan tatapannya bergantian memandang ketiga sahabatnya

Sementara di tempat lain terlihat Shin Byung Chun dengan salah satu temannya yang bekerja di club milik Ibu Yong Mi sedang berada di sebuah ruang makan. Shin Byung Chun makan begitu lahap dan membuat temannya tertawa dan mengatakan jika Shin Byung Chun seperti orang yang tak makan berhari-hari.

"bukankah pengacara itu memberikanmu banyak uang?"

"dia hanya memberikan uang untukku pergi ke Philipina" jawab Byung Chun dengan mulut penuh makanan

"jadi dia hanya memberimu 10.000, bagaimana dengan catatan kriminal?"

"aku sudah memeriksanya dan catatan tersebut masih ada"

"lalu kenapa kamu tidak melakukan apa-apa? pergi dan katakan semuanya pada saudara Choi Duk Gi, kenapa? apa kamu takut mereka akan menyerangmu lagi?"

Byung Chun meletakkan sumpit dan mulai serius "pertama aku harus memiliki handphone, maka.... pesan dan semua foto hilang dan mereka sangat diperlukan untuk memberikan kesaksian, data yang tersimpan di komputer aku tidak sempat menyelamatkannya sesaat setelah Duk Gi meninggal"

"ah, aku akan memberikanmu ponselku. Rekam semua percakapanmu dengan pengacara itu ketika kalian kembali bertemu"

Pengacara Park, Ayah Jong Seok sedang menerima telepon dan sesekali tertawa. Ayah Jong Seok menjelaskan kepada lawan bicaranya jika Ayah Jin Goo memutuskan menggantinya sebagai pengacara pribadi karena dirinya tak menghadiri pernikahan ke empat Jin Goo (benar-benar nich orang, Ayah dan Anak sama saja, padahal kenyatannya tidak).

Jong Seok masuk dan berdiri sambil mendengarkan percakapannya Ayahnya dengan lawan bicara yang tiba-tiba merubah arah pembicaraan ketika Jong Seok datang. Ingatan Jong Seok melayang ke beberapa waktu yang lalu saat melihat Ayahnya memohon-mohon kepada Ayah Jin Goo untuk memaafkannya atas kesalahan yang sudah diperbuatnya.

"Ekspresi macam apa itu?" tanya Ayah Jong Seok ketika mengakhiri percakapan dengan temannya di telepon

"Ayah apakah ada sesuatu yang salah antara Ayah dan Presiden Jung?"

"apa yang kamu bicarakan?" tanya Ayah Jong Seok tak mengerti

"sampai sekarang aku tidak bisa mengingat siapa dia sebenarnya"

"kamu tidak perlu mengkhawatirkannya, apa yang kamu lakukan disini?"

"aku mengalami kecelakaan kecil saat mengemudi tadi"

"pergi ke perusahaan asuransi, kenapa datang kesini?" ucap Ayah Jong Seok dan Jong Seok hanya terdiam

Kembali ke Chae Ryung

Tuan Lee meminta Chae Ryung untuk mengatakan semua yang diketahuinya

"dia adalah temanku. dia adalah sahabat dari sahabat SMAku. hanya itu saja"

"apa tidak ada yang lain?" tanya Tuan Lee

"beberapa waktu yang lalu, dia mengatakan jika dia menyukaiku" tambah Chae Ryung

"dia juga adalah orang yang menabrakku beberapa saat yang lalu" tambah Hyuk Gi

"metode yang dia gunakan untuk menabrakmu dan menabrak Duk Gi sepertinya sama" ucap Tuan Lee mulai mengambil kesimpulan

"jadi Jong Seok menggunakan mobil untuk menabrak Duk Gi?" tanya Chae Ryung

"Hyung mengatakan jika pada hari itu dia mengalami sakit kepala dan mencoba menghindari mobil yang berusaha menabraknya. Hyung marah pada dia dan mengatakan apa yang akan dilakukannya jika dia lebih memilih menabrakkan dirinya ke mobil? Hyung juga mengatakan dia lebih memilih untuk menerima pukulan dengan tongkat golf dan akan mendapat uang untuk itu" jelas Wook Gi


Tuan Lee terlihat mengangguk

"beberapa waktu yang lalu, Jong Seok mengatakan apakah aku ingin memukulnya? bahkan jika aku memukulnya dia mengatakan aku tidak akan mendapatkan apa-apa" tambah Hyuk Gi

"hari itu Hyung juga membawa tas yang berisi banyak uang dan ada bekas mobil yang melindasnya" ucap Wook Gi

"apa tas itu masih ada?" tanya Tuan Lee

"aku berpikir Ibu yang membawanya"

"apa kamu masih ingat model tas tersebut?"

"tas kulit dengan warna coklat muda"

"Jong Seok pernah mengatakan jika dia ingin membelikanku tas tangan dan itu hari yang sama ketika kami pergi ke club, aku akan membawanya" ucap Chae Ryung

Ayah Jong Seok terkejut ketika Jong Seok mengatakan jika dirinya belum memiliki sim Korea Selatan dan yang lebih parahnya orang yang ditabrak Jong Seok adalah teman Choi Duk Gi. Emosi Ayah Jong Seok meluap-luap. Anak satu-satunya yang dimiliki yang seharusnya bisa menjadi kebanggaannya hanya tahu membuat masalah dan masalah.

Ayah Jong Seok memutuskan uintuk menghubungi temannya dan meminta Jong Seok untuk mencari Chae Ryung untuk memecahkan kasus dengan orang yang ditabrak Jong Seok, tidak perduli bagaimana caranya agar Chae Ryung mau mendengarkan Jong Seok, bahkan jika perlu memberikan uang atau hadiah kepada Chae Ryung.

Wook Gi mengatakan alasannya untuk bekerja di klub adalah untuk bisa menemukan Shin Byung Chun, satu-satunya saksi kunci atas kematian Duk Gi. Tuan Lee berkata jika Shin Byung Chun sudah kembali ke Korea namun tidak ada nomor kontak yang bisa dihubungi dan keberadaan Byung Chun sampai saat ini masih belum diketahui. Chae Ryung tiba-tiba menambahkan sebuah perkataan yang membuat semuanya terkejut

"aku pikir Jong Seok dan Duk Gi memiliki hubungan. Bora mengatakan jika Duk Gi dan Jong Seok memiliki hubungan. hari dimana kami pergi ke club, Duk Gi dan Jong Seok sudah berhubungan"

"kenapa kamu baru mengatakannya sekarang?" ucap Hyuk Gi

"pada hari kita berada di arena ice skating, aku baru mengingat ucapan Bora ketika berada di coffee shop"

"kita membutuhkan bantuan dari temanmu" ucap Tuan Lee

"aku yakin dia akan membantu, apalagi dia baru saja putus dengan Jong Seok. dan juga dia pernah menjalin hubungan dengan gadis malam dan merupakan teman Yong Mi"

"aku berharap kita bisa menemukan pembunuh Hyung dan yang membuat Ayah Chae Ryung menderita" harap Wook Gi

Ae Ryung dan Jin Goo menyambut kedatangan dr Kang. Disaat bersamaan Ibu Yong Mi masuk sambil membawa nampan dengan 4 gelas cangkir diatasnya.
Ibu Yong Mi terlihat senang ketika melihat cincin berlian di jari manis Ae Ryung dan mengatakan Jin Goo telah berbuat banyak untuk menyenangkan hati Ae Ryung. Jin Goo merasa malu begitupun dengan Ae Ryung. Jin Goo menjawab jika bukan dirinyalah yang membelikannya tetapi Ayahnya. Hal tersebut membuat Ibu Yong Mi memuji kekuatan cinta Ae Ryung dan Jin Goo yang mampu meluluhkan hati Ayah Jin Goo dan membuat semua orang menjadi iri dengan kebersamaan mereka. Dokter Kang juga menambahkan jika tidak ada masalah dalam pernikahan Jin Goo dan Ae Ryung seperti yang diprediksi semua orang.

Pertemuan antara pengacara Lee dan Chae Ryung cs diakhiri. Pengacara Lee berpesan agar jangan membocorkan pertemuan hari ini kepada Jong Seok atau akibatnya bisa fatal. Sun Ae tiba-tiba masuk dan langsung memarahai Chae Ryung. Chae Ryung hanya terdiam dan tak mengerti kesalahan apa yang sudah diperbuatnya hingga membuat Sun Ae marah.

Sun Do menghentikan ocehan Sun Ae dan memiringkan kepalanya agara melihat pengacara Lee.
"ah Hakim Lee kenapa anda disini?" Tanya Sun Ae terkejut
"aku bukan sebagai hakim tapi sebagai pengacara sekarang" jawab pengacara Lee
"oh begitu, kalau begitu tangani kasusku juga"
"memangnya apa yang terjadi?" Tanya Sun Do terkejut dan khawatir sesuatu yang buruk terjadi pada adik kesayangannya
"karena Eun Chae Ryung, Jong Seok menabrak mobilku. Leher dan bahuku terasa sakit tetapi Dong Bo harus menerima perawatan di rumah sakit selama 18 minggu. Yang menjadi masalah, Park Jong Seok melarikan diri setelah kami menghubungi polisi dan jelas-jelas dia adalah tersangka. Ahjussi tangkap orang itu dan masukkan dia dalam penjara. Aku tidak akan berkompromi sekarang, aku akan menuntutnya. Aku punya bukti yang kuat dan rekaman cctv" ucap Sun Ae penuh semangat
Sun Do memeluk adiknya dengan rasa sayang karena adiknya melakukan sesuatu yang benar sedangkan Wook Gi dan Hyuk Gi mengelus kepala Sun Ae.
Semua berkumpul di lantai 1 klub milik IBu Yong Mi dan serentak berdiri ketika pengacara Lee muncul bersama Chae Ryung cs. Yong Mi, Yun Do dan asisten Yong Mi menjelaskan tugas mereka masing-masing kepada pengacara Lee. Mulai dari Yong Mi yang bertanggung jawab untuk mengumpulkan bukti dari mantan kekasih Jong Seok, Yun Do bertugas mengawasi setiap orang yang keluar masuk club sementara asisten Yong Mi memantau Jong Seok dan semua tindak tanduknya. Pengacara Lee mengucapkan terima kasih begitupun dengan Hyuk Gi. Sun Do memberikan semangat kepada yang lainnya sementara Chae Ryung dan Ae Ryung saling bertatapan. Mereka berdua yakin semua masalah yang menimpa keluarga mereka akan selesai berkat dukungan dari orang-orang yang mereka cintai.
Eun Khi Hwan pun tak mau menyerah dan tetap semangat menjalani terapi penyembuhan. Sekarang semuanya sedang berjuang dan semangat yang terus mengalir akhirnya sampai kepada Sook Hee dan Man Soo yang sedang berusaha menangkap orang yang membawa lari uang mereka.

Di sebuah gedung terlihat sekumpulan polisi yang sedang berusaha membuka gudang tersebut, sementara di tempat lain di dalam gudang terlihat sekumpulan pria dan wanita yang terlihat sedang menunggu, diantara mereka terdapat Sook Hee dan Man Soo.

Man Soo terlihat ketakutan dan semakin takut ketika mengetahui jika banyak polisi di luar gedung. Sook Hee memarahi Man Soo dan menyuruhnya tetap tenang karena hari ini dan cara yang mereka lakukan sekarang adalah satu-satunya yang bisa mereka lakukan.
Polisi berhasil membuka pintu gedung dan menggerebek semua orang termasuk Man Soo dan Sook Hee. Sook Hee memohon sambil menggedor pintu berwarna putih yang kemungkinan besar dibalik pintu tersebut terdapat orang yang sudah mengambil uangnya.
"apa yang kamu lakukan, ayo cepat pergi"
"aku mohon, aku harus menangkapnya jika tidak aku tidak pernah bisa kembali ke rumah, tolong bantu aku untuk menangkapnya" pinta Sook Hee dengan tangisan
"Ahjumma, kamu hanya akan membuat operasi kami gagal" keluh petugas polisi dan memanggil rekannya untuk membawa Sook Hee segera menjauh
Beberapa orang pria dan wanita keluar dari pintu yang sempat digedor Sook Hee. Tangisan Sook Hee semakin nyaring, Man Soo yang melihatnya berusaha menarik Sook Hee untuk menjauh namun Sook Hee tetap keras kepala.
"kembalikan uangku, kembalikan uangku" rintih Sook Hee sambil menarik baju pria dan wanita yang berjalan melaluinya
"apa-apaan ini, lepaskan tanganmu" keluh salah satu wanita
"kembalikan uangku, aku mohon, kembalikan uangku" rintih Sook Hee sekali lagi
Man Soo yang merasa kasihan dengan Sook Hee mulai berteriak dan menahan salah satu pria hingga dirinya terjatuh. Usaha mereka untuk menangkap penipu yang sudah mencuri uang mereka gagal sementara teman Man Soo melarikan diri meninggalkan Man Soo dan Sook Hee.
Chae Ryung sedang membereskan cangkir minuman di ruang tempat pertemuan dirinya dan Pengacara Lee. Hyuk Gi masuk
"aku melupakan tasku dan datang kesini untuk mengambilnya, apa kamu perlu bantuan" ucap Hyuk Gi
"tidak apa-apa, apa kamu kecewa terhadapku?" Tanya Chae Ryung dan berdiri menatap Hyuk Gi "aku mempunyai perasaan semua yang terjadi adalah karenaku. Aku masih tidak percaya jika Jong Seok melakukan semua ini, dia adalah teman baikku dan aku tak pernah menyangka jika dia adalah dalang dibalik semua ini. Apakah ia benar-benar buruk?"
Hyuk Gi menghela nafas
"apakah kata-kataku terdengar lucu?" tambah Chae Ryung
"ini bukan salahmu dan sampai saat ini belum ada bukti yang konkret"
"aku takut Ayah akan terpengaruh jika dia mengetahuinya" ucap Chae Ryung
Hyuk Gi menatap Chae Ryung sesaat dan hendak berlalu pergi
"jangan pergi sekarang, aku akan menjadi bingung. Katakanlah sesuatu sebelum kamu pergi, aku sangat bingung, aku membutuhkan bantuanmu sekarang"
"kasus ini tidak dapat dipecahkan dengan mudah, bahkan orang sekarat sekalipun tak bisa memecahkannya. Tawar menawar lebih dari apapun atau siapapun yang penting kita tetap tidak bisa menemukan jawabannya. Karena Se Yun kakakmu tidak bisa pulang, daripada memikirkan Park Jong Seok mengapa tak pergi melihat kakakmu. Jika kamu tidak bisa bertahan dan focus tidak ada lagi yang bisa membantumu" pesan Hyuk Gi dan benar-benar pergi. Chae Ryung hanya terdiam dan kali ini tidak berusaha mencegah kepergian Hyuk Gi. Kata-kata Hyuk Gi sepertinya membuat Chae Ryung tersadar.
Wook Gi membawa beberapa perlengkapan untuk membersihkan kamar mandi. Dengan santainya, Wook Gi memberikan semua perlengkapan tersebut kepada Se Yun dan menyuruh Se Yun untuk membersihkan kamar mandi seolah-olah pengunjung tak dapat membedakan apa itu kamar mandi atau kamar tidur dalam waktu setengah jam. Se Yun mengeluh namun Wook Gi tetap menyuruh Se Yun bekerja agar Se Yun bisa makan dan mendapatkan uang untuk biaya kuliahnya.
Dari kejauhan terlihat Ae Ryung memperhatikan apa yang sedang dikerjakan Se Yun dan tepat dibalik punggung Ae Ryung terlihat Chae Ryung tengah memperhatikan kakaknya. Rasa iba muncul dari Ae Ryung untuk Se Yun dan sebaliknya rasa iba muncul dari Chae Ryung untuk Ae Ryung.
Hyuk Gi masuk ke dalam basecamp dengan perasaan kesal. Sun Do yang melihatnya menegur Hyuk Gi dan mengatakan Hyuk Gi pasti sedang memikirkan Chae Ryung.

"semakin besar cinta semakin besar rasa kecemburuan. Kamu marah karena kamu tidak tahu siapa yang ada dipikiran Chae Ryung. Itulah cinta, sebuah bukti jika cinta berjalan dengan sangat indah"

Se Yun terus saja mendumel dan mengejek Wook Gi saat menyikat kloset. Se Yun tanpa sengaja menjatuhkan wadah yang berisi air hingga membasahi seluruh tubuhnya dan membuatnya terjatuh. Ae Ryung dengan cepat dan cekatan berusaha membantu Se Yun namun Se Yun malah menolak bantuan Ae Ryung dan mendorongnya.
"kenapa kamu disini? Apa hanya untuk melihatku menderita atau untuk memeriksa apa aku akan kembali ke rumah?" ucap Se Yun emosi
"adik ipar" ucap Ae Ryung berusaha menenangkan
"kamu tahu aku bukan adik iparmu jadi jangan memanggilku lagi dengan sebutan itu. Kamu juga menderita kan atau kamu sudah tahu siapa sebenarnya Ayahku? Apa ini lebih menguntungkan bagimu untuk mendapatkan uang keluarga kami, jika tidak mengapa kamu sangat perduli. Perkawinan seperti ini adalah hal pertama yang kamu lihat kan?" teriak Se Yun

Seseorang tiba-tiba datang dan memukul wajah Se Yun
"apa kamu gila" teriak Se Yun
"Chae Ryung apa yang kamu lakukan?" ucap Ae Ryung sedih dan berusaha menahan Chae Ryung
"kenapa? Apa kamu merasa dirugikan? Jika iya, kembalilah ke nenek dan Ibumu dan mengeluhlah" teriak Chae Ryung, kali ini tindakan Se Yun benar-benar kelewatan terhadap kakaknya
"apa kamu sudah selesai bicara?" teriak Se Yun
"aku tidak sepertimu, jika kamu adalah putri yang selama ini kamu anggap kakak, kakakku adalah ibumu dan aku adalah tantemu sebaiknya sopanlah berbicara"
"siapa ibu dan tanteku? Bahkan jika aku mati aku tidak akan mengakui jika kalian adalah ibu dan tanteku"
"jika kamu tidak mengakuinya kamu tidak akan pernah bisa pulang ke rumah dan selamanya kamu akan hidup seperti ini. Ini adalah nasehatku sebagai orang yang lebih tua darimu"
"aku tidak akan membiarkanmu, aku tidak akan membiarkan kamu dan kakakmu menjadi dekat dengan keluargaku walaupun setengah langkah" teriak Se Yun

Chae Ryung semakin kesal dan sekali lagi ingin memukul Se Yun namun sebuah tangan lembut tiba-tiba menahannya. Wook Gi menatap Se Yun yang sedih dan dipenuhi tetesan air mata dan segera menariknya untuk menyingkir.
"Chae Ryung apa yang ingin kamu lakukan sekarang?" Tanya Ae Ryung sedih
"dia adalah anakmu Unnie, dia akan hidup denganmu. Aku hanya mengajarinya" ucap Chae Ryung mulai menangis
"mengajarkan apa?"
"mengajarkan cara bertahan hidup tanpa seorang Ayah disampingmu, tanpa ada seorang Ayah yang selalu melindungimu"
Ae Ryung menarik tangan Chae Ryung dan menggenggamnya dengan erat. Keduanya menjadi sedih jika menyadari kenyataan sebenarnya jika Ayah mereka sedang sakit
"Unnie pulanglah dulu, aku harus bekerja"
"baiklah" ucap Ae Ryung dan menghapus air mata di wajah Chae Ryung
Wook Gi membawa Se Yun ke ruang loker. Wook Gi mengambil salah satu baju dan menyuruh Se Yun untuk mengganti bajunya yang basah. Masih banyak pekerjaan lain yang harus dilakukan Se Yun. Se Yun kembali mengoceh dengan mengatakan apa Wook Gi itu dirasuki hantu pekerja karena yang dia tahu hanya bekerja dan bekerja saja namun Wook Gi pergi dan bersikap seolah tak mendengarnya.
Sementara di tempat lain terlihat Ho Ryung sedang bersama 2 orang gadis di sebuah rumah. Gadis tersebut adalah Anna dan Jae Hee, mereka kembali merencanakan sesuatu. Tetapi rencana mereka sedikit terganggu ketika mendengar Ho Ryung berbicara dengan Ae Ryung di telepon. Dari cara Ho Ryung berbicara dengan Ae Ryung di telepon seolah-olah tak terjadi masalah apapun pada Ae Ryung.
"Unnie apa kamu yakin sudah mengatakannya kepada Ae Ryung, mengapa Jin Goo bisa mengunjungi mertuanya lagi" ucap Anna ketika mereka berada di ruang kerja Jae Hee berdua
"Anna bantu aku sekali lagi" pinta Jae Hee
"Unnie apa kita perlu melakukannya lagi, aku piker Jin Goo bukan orang yang jahat" ucap Anna
"ini bukan karena Jin Goo tapi karena Ibunya"
"Ho Ryung juga sangat baik begitupun dengan Chae Ryung dan Ae Ryung, apa kesalahan Ibu Jin Goo akan kita bebankan pada mereka? Kita tidak bisa membiarkan keluarga Ae Ryung menanggung semuanya"
"Anna, aku sudah sampai di tahap sejauh ini, tidak ada jalan untuk kembali. Tangan yang seharusnya melakukan operasi harus digunakan untuk menuangkan minuman keras, aku menjadi seperti ini karena….." ucapan Jae Hee dipotong Anna
"aku tahu tapi semua dendam yang kamu bebankan pada orang lain justru akan membuatmu semakin menderita, ini terakhir kalinya kita melakukannya"
"tinggal disini, aku akan mengatakan beberapa kata pada Ho Ryung" ucap Jae Hee dan keluar dari ruangan kerjanya

Jae Hee menghampiri Ho Ryung dan mengatakan jika Ho Ryung akan bekerja sebagai housekeeping untuk menjaga rumah Jae Hee selama Jae Hee tidak berada di rumah. Jae Hee akan membayar 2 juta sebagai imbalan atas kerja Ho Ryung. Ho Ryung terlihat berpikir dan Jae Hee yang melihatnya hanya tersenyum dan mengatakan jika Ho Ryung boleh memikirkan tawaran dari Jae Hee sebelum mengambil keputusan.

Ae Ryung mengunjungi Ayahnya di rumah perawatan. Ae Ryung mengatakan jika Jin Goo sedang menemui Ayahnya untuk memperkenalkan pengacara Lee. Ae Ryung berusaha mengatakan secara pelan agar Ayahnya tidak merasa cemas jika beberapa waktu yang akan datang akan dilakukan pemeriksaan dan akan terdapat banyak argument dan mungkin pelaku sebenarnya atas Duk Gi bisa ditangkap.
Handpohe Ae Ryung berbunyi, sebuah sms masuk

"Eun Ae Ryung bisa bertemu sebentar, aku menunggumu di coffeshop yang tak jauh dari tempat Ayahmu dirawat"

Ae Ryung bergegas pergi ke tempat yang dimaksud si pengirim sms. Seorang wanita sudah menunggunya dan tersenyum kepada Ae Ryung ketika Ae Ryung tiba.
Wajah Ae Ryung terlihat tegang sedangkan wajah Anna terlihat tenang, tepat dibelakang Anna duduk Jae Hee yang sedang meneguk secangkir kopi.

Di tempat lain terlihat Wook Gi dan Se Yun sedang memindahkan beberapa bahan bangunan
"kenapa berhenti?" ucap Wook Gi dengan sebuah sekop ditangannya
"kenapa aku harus melakukan hal semacam ini?" keluh Se Yun dan melepaskan penutup wajahnya
"kalau begitu pergi cari pekerjaan yang lain yang bisa menghasilkan uang"
"dasar, kamu membayarku berapa, 100.000 atau 1.000.000?" teriak Se Yun
"apa kamu masih belum mengerti kenapa aku melakukan hal seperti ini?" ucap Wook Gi dan menghentikan pekerjannya
"bukankah kamu mengatakan jika tubuhku lelah maka aku tak akan pernah memikirkan hal-hal lain, bahwa aku adalah putri dari saudaraku dan tidak akan terus menangis?"
"kamu memang pantas dikasihani. Situasi yang kamu alami sekarang sangat sulit untuk kamu terima tapi aku juga pantas untuk dikasihani dan tidak bisa dibandingkan denganmu" ucap Wook Gi dan membuat Se Yun terdiam sesaat
"apa karena Hyungmu meninggal?"
"Hyung meninggal pada umur 26 tahun dan tak pernah sekalipun mendengar kata pujian dari ke dua orang tuaku. CINTA? Tidak ada hal tersebut dalam pikiran kami tapi ada sebuah hal yang bisa mengalahkan semuanya, aku dan saudara-saudaraku sedari kami kecil kami sudah melakukan pekerjaan sambilan, menghasilkan uang dan pergi ke sekolah. Jika Ayah mabuk dia akan meneriaki kami, jadi kami tidak ingin tinggal di rumah. Tidak perduli sesakit apapun, seberapa kesepian ataupun sesulit apapun, ketika kami sedang bekerja kami melupakan segalanya. Kita tidak bisa memilih siapa orang tua kita, jika kita bisa memilih kamu bisa memilih untuk meninggalkan keluargamu dan tinggal dengan kami, bagaimana? Kami sangat beruntung jika kami pulang dan tidak mendapat pukulan, apa kamu ingin menjalani kehidupan seperti itu? Kamu harus dikasihani tapi kamu memiliki masa kecil yang bahagia, tentu saja ada beberapa hal yang tidak disukai, namun banyak hal yang harus kamu syukuri. Dimasa depan kamu akan mengerti…." Jawab Wook Gi. 
Se Yun hanya bisa terdiam dan meneteskan air mata.
Kembali ke Ae Ryung dan Anna
"jika kamu memiliki sesuatu untuk dikatakan, silahkan katakan" ucap Ae Ryung membuka pembicaraan
"tidak ada banyak hal yang bisa aku katakakan, aku pikir sulit bagimu untuk menjaga Jin Goo, bagaimana jika Jin Goo untukku saja?"
"kamu mengatakan ini hanya karena kamu tahu perkawinan kami sedang dalam masalah?"
"dibandingkan dengan ini, kamu masih menyukai Jin Goo kan? Apa kamu ingin memaksa Jin Goo untuk tinggal bersamamu?"
"Anna-si pemikiranmu mungkin salah, jika kamu ingin dengan tulus memperlakukan Jin Goo kamu pasti akan terganggu dengan kehadiranku, tapi aku tidak akan pernah goyah. Aku tidak tahu bagaimana kamu bisa mengenal Jin Goo dan seperti apa hubungan diantara kalian. Alasanku berada disini, tidak perduli apa yang dikatakan orang lain bagiku permintaan maaf yang diucapkannya dan ucapan terima kasih yang diucapkannya akan membuatku tetap bertahan. Tidak perduli apa yang terjadi di masa lalu, aku akan selalu berada disampingnya karena bagiku Jin Goo sudah menjadi dirinya sendiri, aku percaya padanya" ucap Ae Ryung dengan mata berkaca-kaca

Jae Hee yang berada tepat dibalik punggung Anna dan mendengar apa yang dikatakan Ae Ryung terdiam sementara Anna tersenyum tipis. Tanpa disadari Anna, Ae Ryung dan Jae Hee, Jin Goo telah berada dibelakang mereka sedaritadi dan tersenyum ketika Ae Ryung menyadari kehadirannya.

"Jae Hee mengapa kamu tidak menghentikan semua ini untuk Ayah. Ayah tidak tahu sama sekali jika lisensimu sudah dicabut. Ini semua karena Ibu dan pengacara Park sudah bekerjasama mengaturnya. Ae Ryung sudah mengetahui semuanya. Apa kamu bodoh? Aku benar-benar tidak tahu bagaimana bisa kamu menjadi dokter" ucap Jin Goo pada Jae Hee
"apa yang kamu katakan?" Tanya Jae Hee tidak mengerti
"kamu tidak bisa menganggap Ae Ryung adalah musuhmu. Ae Ryung sangat menderita ketika menikah denganku begitupun dengan Ayahnya dan kedua saudara ipar yang harus bekerja keras, semua karena pengacara Park. Oleh karena itu jangan membuat Ae Ryung susah lagi" jelas Jin Goo
Jae Hee berbalik menatap Ae Ryung yang juga menatapnya. Jin Goo mengucapkan terima kasih kepada Anna dan juga permintaan maaf atas luka di kepala Anna akibat lemparan asbak Ibunya. Jin Goo kemudian mengajak Ae Ryung pergi.
Sepeninggal Jin Goo dan Ae Ryung, Anna mendekati Jae Hee dan berusaha menguatkannya
"Unnie sekarang sudah merasa baik kan? Ini adalah hal yang baik, kamu sudah mengalami kesulitan yang berat sebelumnya" ucap Anna dan memeluk Jae Hee. Jae Hee menangis dipelukan Anna ketika menyadari semua hal yang sudah diperbuatnya.
Sementara Jin Goo mulai mengeluarkan jurus mautnya untuk sang istri tercinta, Ae Ryung

"aku akan menjadi seperti batu bodoh, tidak perduli apapun yang terjadi aku akan tetap berada disampingmu dan tak akan meninggalkanmu"

Ae Ryung tersenyum. Senyuman Ae Ryung sekarang adalah senyuman bahagia, masa-masa berat yang sudah dilaluinya bersama dengan Jin Goo akan segera berakhir. Kekuatan cinta Ae Ryung mampu merubah sifat playboy Jin Goo, kekerasan hati Ayah Jin Goo dan mungkin juga akan mengubah kebekuan hati Se Yun dan Ibu Jin Goo^^ (kita lihat nanti)…..

Jae Hee terkejut ketika melihat Ho Ryung masih berada di rumahnya dan tertidur di sofa. Jae Hee masuk ke dalam kamar dan keluar dengan membawa selimut. Jae Hee memakaikan selimut tersebut kepada Ho Ryung, sekarang Ho Ryung adalah adik Jae Hee dan bukan objek untuk pembalasan dendamnya.
Seorang gadis dari kejauhan tengah memperhatikan performance Hyuk Gi, Yun Do, Sun Do. Seseorang tiba-tiba mendekatinya dan menawarkan segelas teh untuknya. Se Yun menerimanya
"siapa yang akan tahu, kamu dan aku akan menjadi seperti ini, benar?" ucap Chae Ryung dan Se Yun tersenyum "Hyuk Gi adalah pekerja keras"
"jadi saudara Wook Gi oppa adalah penyanyi?"
"Wook Gi oppa? Tanya Chae Ryung
"meskipun aku tidak mau mengakuinya, aku tidak pernah baik dengan saudaraku. Dalam rangka untuk mencari pengganti untuk menjadi saudaraku, aku akan mencari saudara yang bisa memanjakanku kan? Dia sangat bekerja keras, bagaimana dia bisa tersenyum begitu bahagia?" ucap Se Yun sambil memandangi Wook Gi yang sibuk melayani tamu
"apakah hatimu sakit?"
"ya hatiku sakit"
"jangan berbicara seperti itu pada tantemu" ucap Chae Ryung dan membelai rambut Se Yun
"jangan mengatakan itu, kepalaku bisa sakit"
"Se Yun-ah, hidupku benar-benar terpuruk ketika hidupku berbalik 180 derajat, Ayah sakit dan ada saat-saat dimana aku berpikir aku akan menjadi gila. Tapi apa kamu tahu bagaimana aku bisa bangkit? Aku beruntung semuanya masih hidup dan tidak meninggalkanku"
"aku mendengar saudara Wook Gi oppa meninggal?"
"itu sebabnya karena Wook Gi dan Hyuk Gi, aku harus menggunakan hidupku untuk membayar mereka, aku masih harus banyak belajar" ucap Chae Ryung dan tersenyum pada Se Yun.
Di kediaman Jin Goo
Jin Goo berusaha menasehati Ibunya agar menerima Jae Hee dan tidak memperlakukannya semena-mena, disaat bersamaan Ae Ryung berteriak dan mengatakan jika Se Yun sudah kembali. Ibu Jin Goo terlihat senang dan memeluk Se Yun begitupun dengan Ayah Jin Goo.
"bagaimana kamu bisa membuat keputusan untuk kembali kemari?" Tanya Ibu Jin Goo
"ini semua karena Chae Ryung. Dia juga mengatakan kalau aku harus memanggilnya bibi"
"yang terpenting kamu sudah pulang, jika kamu ingin memanggilku kakak ipar tidak apa-apa dan jika kamu ingin memanggilku Ibu tidak apa-apa, asal kamu senang" ucap Ae ryung
Se Yun terdiam dan berkata "aku memerlukan waktu untuk memikirkan semuanya"
Ibu Jin Goo mendekati Ae Ryung dan menggenggam tangan Ae Ryung
"gumawo, gumawo sudah menjadi menantuku. Aku benar-benar tidak tahu harus bagaimana pada orang tua yang sudah membesarkanmu dengan begitu baik".

Di kantor Ayah Jong Seok.
Salah satu polisi yang berada di lokasi kejadian tempat kecelakaan yang menimpa Sun Ae dan Dong Bo datang ke kantor Ayah Jong Seok dan meminta Jong Seok untuk ke kantor polisi menjalani pemeriksaan. Ayah Jong Seok tidak tinggal diam dan menunjukkan sim Jong Seok. Hal tersebut membuat polisi mengeluh dan bingung apa yang harus dilakukannya selanjutnya.

Polisi lain yang menangani kasus kematian Duk Gi mendengar keluh kesahnya dan penasaran dengan nama yang disebut polisi tersebut adalah Park. Sebuah sms masuk

"orang yang lain yang sudah membunuh Duk Gi, aku akan memberikan kesaksian. Shin Byung Chun"

Polisi yang menangani kasus Duk Gi terlihat tegang sementara polisi yang menangani kasus kecelakaan Sun Ae dan Dong Bo mengatakan jika tadi dirinya mendengar Tuan Park mengatakan nama Shin Byung Chun sewaktu berada di kantornya.
Hyuk Gi dan Wook Gi berjalan menuju club. Dari kejauhan terlihat Chae Ryung yang juga sedang berjalan ke arahnya. Chae Ryung tak melihat Hyuk Gi dan Wook Gi tapi Wook Gi melihatnya dan menyuruh Hyuk Gi untuk menyapa Chae Ryung. Sebuah suara memanggil Hyuk Gi dan Wook Gi dan mengenalkan diri
"aku Shin Byung Chun"

Sementara Chae Ryung juga mendapat telepon jika Ibu dan pamannya sedang berada di kantor polisi. Chae Ryung terkejut begitupun dengan Eun Khi Hwan ketika menerima telepon dari seseorang yang tak dikenalnya yang mengancamnya
"kamu tidak perlu tahu siapa aku, kamu hanya harus tahu jika kamu tidak mengaku bersalah, maka putrimu akan dalam bahaya".

=BERSAMBUNG=


Written & Image by : DewiRf@Pelangidrama.net
Shared by : Pelangidrama.net

DON'T REPOST TO OTHER SITE

Dewi Cendrillon 26 Feb, 2012


-
Source: http://www.pelangidrama.net/2012/02/sinopsis-k-drama-its-okay-daddys-girl_26.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com Share on Facebook