HPK

mesothelioma survival rates,structured settlement annuity companies,mesothelioma attorneys california,structured settlements annuities,structured settlement buyer,mesothelioma suit,mesothelioma claim,small business administration sba,structured settlement purchasers,wisconsin mesothelioma attorney,houston tx auto insurance,mesotheliama,mesothelioma lawyer virginia,seattle mesothelioma lawyer,selling my structured settlement,mesothelioma attorney illinois,selling annuity,mesothelioma trial attorney,injury lawyer houston tx,baltimore mesothelioma attorneys,mesothelioma care,mesothelioma lawyer texas,structered settlement,houston motorcycle accident lawyer,p0135 honda civic 2004,structured settlement investments,mesothelioma lawyer dallas,caraccidentlawyer,structured settlemen,houston mesothelioma attorney,structured settlement sell,new york mesothelioma law firm,cash out structured settlement,mesothelioma lawyer chicago,lawsuit mesothelioma,truck accident attorney los angeles,asbestos exposure lawyers,mesothelioma cases,emergency response plan ppt,support.peachtree.com,structured settlement quote,semi truck accident lawyers,auto accident attorney Torrance,mesothelioma lawyer asbestos cancer lawsuit,mesothelioma lawyers san diego,asbestos mesothelioma lawsuit,buying structured settlements,mesothelioma attorney assistance,tennessee mesothelioma lawyer,earthlink business internet,meso lawyer,tucson car accident attorney,accident attorney orange county,mesothelioma litigation,mesothelioma settlements amounts,mesothelioma law firms,new mexico mesothelioma lawyer,accident attorneys orange county,mesothelioma lawsuit,personal injury accident lawyer,purchase structured settlements,firm law mesothelioma,car accident lawyers los angeles,mesothelioma attorneys,structured settlement company,auto accident lawyer san francisco,mesotheolima,los angeles motorcycle accident lawyer,mesothelioma attorney florida,broward county dui lawyer,state of california car insurance,selling a structured settlement,best accident attorneys,accident attorney san bernardino,mesothelioma ct,hughes net business,california motorcycle accident lawyer,mesothelioma help,washington mesothelioma attorney,best mesothelioma lawyers,diagnosed with mesothelioma,motorcycle accident attorney chicago,structured settlement need cash now,mesothelioma settlement amounts,motorcycle accident attorney sacramento,alcohol rehab center in florida,fast cash for house,car accident lawyer michigan,maritime lawyer houston,mesothelioma personal injury lawyers,personal injury attorney ocala fl,business voice mail service,california mesothelioma attorney,offshore accident lawyer,buy structured settlements,philadelphia mesothelioma lawyer,selling structured settlement,workplace accident attorney,illinois mesothelioma lawyer

Menu Navigasi

[Sinopsis J-Drama] Boku to Star no 99 Nichi Episode 9


Sinopsis Boku to Star no 99 Nichi Episode 9
Kohei dan Yuna sedang jalan berdua. "Aku mengerti. Surat Taesung mengatakan seperti itu?"tanya Kohei. Yuna mengangguk. Yuna mengatakan kalau Taesung ingin agar Yuna percaya pada perasaannya sendiri. Yuna menambahkan kalau kata-kata Taesung itulah yang menyebabkan ia memutuskan untuk bertaruh pada mereka sekali lagi. Yuna memandang gantungan kuncinya yang ada di tangannya dan bilang kalau Kohei selalu bisa menemukan Yuna. "Aku sangat senang kau kembali,"ucap Yuna dan Kohei pun tersenyum mendengarnya.
"Sampai saat ini, bosku selalu mengatakan ini, 'seorang bodyguard adalah orang terdekat sekaligus orang terjauh dari yang dijaganya'. Aku juga percaya semuanya sementara ini. Tapi sekarang berbeda," Kohei menghentikan langkahnya. "Sekarang, aku mungkin tidak bisa berada di dekatmu secara fisik. Kalaupun aku berada di tempat yang jauh sekalipun, aku akan lebih dekat dari sebelumnya. Aku berencana menyerahkan semua yang ku miliki untuk menjagamu,"lanjut Kohei. Yuna sangat senang sekaligus terharu mendengarnya, Yuna pun berterima kasih pada Kohei.
Esoknya, Kumada berada di rumah Kohei. "Maaf aku memanggilmu kemari,"kata Kohei sambil menyerahkan minuman yang sudah ia buat pada Kumada. Kumada malah bilang kalau ialah yang meminta Kohei untuk memberikan jawaban, "Bukankah ini mengenai masalah itu?". Kohei mengiyakan.
"Aku punya seseorang yang ku sukai. Dia adalah Yuna,"ucap Kohei. Kumada patah hati. (ini kedua kalinya aku lihat Kumada main bareng dengan Kohei, dan selalu saja cinta Kumada bertepuk sebelah tangan...). Kohei bilang kalau ia sangat menyukai Yuna.
"Aku sudah menduganya. Tapi senpai, dia adalah seorang aktris. Dia adalah bintang besar. Meskipun kalian berdua memiliki perasaan yang sama, tidakkah kalian akan menghadapi masalah?". Kumada mengkhawatirkan Kohei, "Apakah kau sudah mempersiapkan apa yang akan terjadi padamu?".
Kohei jawab kalau ia belum memikirkan tentang dia dan Yuna sama sekali. Untuk saat ini, Kohei hanya berencana untuk menjaga Yuna selama 99 hari dan memastikan Yuna bisa menyelesaikan pekerjaan tanpa halangan apapun.
"Hanya menjaganya?" Kumada memastikan. Kohei mengangguk iya. "Kau selalu hidup sesuai dengan langkahmu sendiri, tapi sepertinya kau tak pernah berubah. Itulah yang aku suka darimu,"kata Kumada. Kumada akhirnya bisa bernapas lega dan tidak sia-sia ia datang menemui Kohei. Dengan begitu Kumada bisa terus bergerak. (benarkah begitu?) Kumada berterimakasih pada Kohei. Kumada berpikir kalau ia sepertinya harus mengikuti tawaran 'omiai' dari ibunya. (baca: perjodohan)
Tiba-tiba Momo berlari masuk ke dalam. "Kohei gawat!"teriak Momo ketika membuka pintu. "Ada tamu?" Momo langsung terdiam. Sadar kalau Kohei sibuk, Kumada pun pamit pulang dan bilang semoga Kohei beruntung.
Yuna membuka pintu kamarnya dan mendapati Taesung berdiri di luar. Yuna sangat senang dan menarik Taesung untuk masuk ke dalam.
"Apa yang terjadi? Kau baik-baik sajakah? Terima kasih untuk suratnya. Maaf sudah membuatmu khawatir. Tapi sekarang kau tidak perlu khawatir, aku baik-baik saja,"kata Yuna.
"Ada yang lebih penting Kak, kita dapat masalah,"ujar Taesung.
"Kameramen itu melakukannya?" Kohei tak percaya. Momo bilang kalau Kazuya menyatakan akan ada banyak lagi yang akan datang dan dia punya berita pamungkas yang akan ia publikasikan. Kohei menebak apakah Kazuya akan menyebarkan foto itu. "Taesung berpikir kalau Kazuya berencana menyebarkan foto itu dan menuduh Yuna mengencani kalian berdua secara bersamaan. Kohei, apa yang harus kita lakukan?". Momo panik dan mengguncang-guncangkan tubuh Kohei yang juga bingung. Kohei segera mengambil jaketnya dan berlari keluar. Momo memanggil-manggil Kohei tapi Kohei tetap pergi.
Kembali ke kamar Yuna. "Takanabe membuat sebuah janji?"tanya Yuna. Taesung bilang kalau Kazuya membohongi Takanabe dan ini akan membuat posisi Kohei semakin tidak nyaman daripada sebelumnya. Yuna tak tahu apa yang mesti ia lakukan. "Tak peduli apa kata orang, aku akan selalu ada di pihakmu,"ucap Taesung. Pintu kamar terbuka. Naoko masuk, "Kita akan tetap melanjutkannya. Tidak peduli apapun, katakan bahwa Takanabe adalah orang yang sedang bersamamu. Ini adalah jalan terbaik untuk melindungi kebahagiaanmu". Naoko tidak berpikir kalau Kazuya akan membuat trik semacam itu dan tidak ada pilihan lain dengan membuat cerita kalau Takanabe adalah orang yang sedang bersama Yuna dan Kohei hanya alat untuk memancing perhatian Takanabe. Yuna jelas-jelas tidak mau mengatakan itu, tapi Naoko tetap memaksa. "Jika kita tidak mengatasinya dengan benar, pekerjaanmu, kehidupanmu, dan juga mimpimu ke Hollywood akan hilang. Mengerti?", Naoko memaksa. Yuna benar-benar bingung.
Kazuya sedang minum-minum di bar yang biasa. Kohei datang menemuinya.
"Bukankah kau sudah berjanji?"tanya Kohei, "Kau sudah berjanji pada Takanabe bukan? Jika kau mengambil gambar Takanabe dengan Yuna, maka kau tidak akan mempublikasikan foto Yuna bersamaku".
"Ah. Sekarang aku sedang berpikir itu, apakah aku membuat janji itu? Percaya dengan sebuah janji tak tertulis, artis besar itu benar-benar bodoh,"jawab Kazuya santai. (benar-benar menyebalkan).
Kohei menarik dan mencengkeram Kazuya, kesal dengan sikap Kazuya.
"Dia benar-benar menyukai Yuna. Makanya ia mengambil jalan yang membuat Yuna membencinya,"ucap Kohei kesal.
"Aku tidak peduli!" Kazuya mendorong Kohei, "Mereka selalu bilang kalau orang bodoh jangan berlari dengan gunting!". (maksudnya?)
"Dapatkah kau bayangkan apa yang membuat ia melakukan hal itu?!", Kohei marah.
Tiba-tiba Takanabe datang. "Kohei!"panggil Takanabe, "Lupakan saja. Ini adalah pekerjaannya. Ayo kita pergi". Takanabe menarik tangan Kohei tapi Kohei melepaskannya.
"Aku pikir kau lebih mengerti,"ucap Takanabe pada Kazuya, "Tidak beruntung".
Kohei kembali melepaskan tangan Takanabe yang mencoba menariknya. "Tidak peduli apapun, aku akan menjaga Yuna. Aku bukan lagi bodyguardnya, tapi aku akan tetap melindunginya,"janji Kohei.
Kohei dan Takanabe akhirnya pergi. Kazuya tersenyum sinis.
"Melindungi Yuna? Bagaimana?"tanya Takanabe pada Kohei ketika mereka di luar. Takanabe bilang ia akan terus berakting jadi pacar Yuna, karena ia pikir itu cara terbaik untuk melindungi Yuna. "Jadi apa yang akan kau lakukan?"tanya Takanabe sekali lagi.
Kohei bingung dan terus berpikir mencari akal, tapi tak dapat.
"Kau selalu saja mengatakan akan melindunginya, tapi apa sebenarnya yang bisa kau lakukan?!"
"Itu...", Kohei tak tahu harus melanjutkan apa."Bermain kata dan makan takoyaki dengannya tidak akan menghentikan semuanya. Kau mengerti itu?!"
"Ya".
"Jadi untuk sekarang, serahkan masalah ini pada kami,"pinta Takanabe, "Kau duduklah dengan manis". Takanabe berjalan ke mobilnya.
"Ganmo! Ganmo, apa yang harus kulakukan?"teriak Kohei. DEZING! Takanabe langsung berhenti mendengar kata 'ganmo'. Berbalik dan berlari ke arah Kohei, "Sudah kubilang, berhenti memanggilku ganmo lagi!".
Hujan turun ketika Takanabe tiba di depan stasiun TV. Begitu keluar, para wartawan yang dari tadi menunggu langsung mengerumuninya. "Takanabe, kapan kau akan memberikan pernyataan resmi? Ada gosip yang mengatakan kalau Yuna akan pergi ke Hollywood? Bagaimana itu akan mempengaruhi kehidupanmu pasca menikah?". Takanabe tidak menjawab apapun, hanya tersenyum.
Takanabe menuju ruang rias dan Junkichi mengikuti dari belakang. Di depan ruangan, Takanabe melewati Kon-chan yang tidur sambil berdiri. Takanabe berhenti di depan Kon-chan. PLAK! Kon-chan mendapat headflick dari Takanabe dan itu membuatnya bangun plus kesakitan. Takanabe masuk dan menyapa Hijin dan penata rias. Takanabe menoleh pada Yuna yang duduk di depan cermin. Yuna terlihat sangat murung. Takanabe menghampiri Yuna.
"Yuna,"ucap Takanabe. Yuna pun menoleh. "Aku sudah mendengar apa yang terjadi. Kita lanjutkan berpura-pura sebagai sepasang kekasih".
"Tapi...,"
"Ideku sangat naif. Aku minta maaf untuk itu. Tapi, berpura-pura denganku akan mengurangi resiko dirimu lebih diekspos. Ketika kau pergi ke Hollywood, rumor ini akan hilang dengan sendirinya. Mari tunjukkan keseriusan kita pada mereka untuk membuktikan fotomu dengan Kohei tidak diambil secara benar-benar." Takanabe memegang pundak Yuna, "Itu akan melindungi Kohei juga. Ok?".
Yuna memandang Takanabe.
"Apa ini?"tanya Yuna ketika Naoko memberinya sebuah kertas.
"Kau bisa mengatakannya bukan? Itu adalah fax yang kita kirimkan ke media. 'Ini respon kami terhadap pertanyaan kalian mengenai hubungan Yuna dan Takanabe. Hubungan mereka itu benar adanya',"Naoko menjelaskan isi kertas itu.
"Eh?" Yuna kaget.
"'Manajemen kami mendukung hubungan mereka. Keduanya akan menjelaskan sendiri secara personal dalam konferensi pers',"lanjut Naoko, "Itulah inti ceritanya". Yuna masih kaget campur bingung. Naoko bilang kalau ia merencanakan untuk mengirim fax itu besok pagi dan konferensi pers pada pukul 1 di auditorium hotel ini. Naoko menambahkan kalau Takanabe juga akan hadir di sana, "Jika kau melakukannya bersama-sama, maka kebenaran dari pernyataanmu akan semakin kuat. Takanabe lebih dari sekedar membantu. Jadi kau pun harus bisa menanganinya".
Yuna semakin bingung. Di kamarnya, ia memandang fotonya bersama Takanabe dimana ada Kohei yang ikut terfoto. Yuna teringat kata-kata Takanabe siang tadi. Yuna terdiam dan menatap dirinya di cermin. Dari raut wajahnya sepertinya Yuna telah memutuskan sesuatu.
Di rumahnya Kohei sedang mengelap teleskop kesayangannya. Kohei teringat ucapan Takanabe. Apa yang akan ia lakukan untuk melindungi Yuna? Walaupun Kohei masih tidak tahu apa yang harus ia perbuat, tapi ia tetap yakin ia akan melindungi Yuna.
Ponsel Kohei berdering. Kohei masuk ke dalam kamarnya, mencari ponselnya.
"Halo," Kohei mengangkat teleponnya.
"Kohei, ini aku,"jawab Yuna di ujung telepon sana.
"Ya".
"Kohei, kau pernah katakan kalau kau akan memberikan semua untuk melindungiku,"kata Yuna, dan Kohei mengiyakan. "Apakah sama dengan mengatakan kalau kau menahannya?"tanya Yuna.
"Jika ini untuk kebahagianmu,"jawab Kohei.
"Apakah itu juga sama dengan kau tidak akan pernah lari dan kau akan mempercayaiku apapun yang terjadi?"
"Ya. Aku tidak akan lari dan menahannya kembali".
"Aku senang. Jadi, apapun yang terjadi, bertahanlah,"pinta Yuna.
"Hah?"
"Apapun yang terjadi, jangan khawatir. Karena aku akan mencari kebahagianku sendiri".
"Eh? Yuna?" Kohei tak mengerti maksud perkataan Yuna. Tapi Yuna sudah menutup teleponnya dan meninggalkan Kohei dalam kebingungan.
Esoknya Kohei membantu Mitsuya di kedai takoyaki. "Bertahan? Bertahan?" Kohei bertanya-tanya pada dirinya sendiri sambil menuangkan kecap ke dalam wadah. Mitsuya di belakang mendengar ucapan Kohei.
"Jika kau tidak ingin melakukannya, ya tak usah dilakukan,"kata Mitsuya.
"Eh?"tanya Kohei.
"Dari pagi tadi kau terus mengomel 'bertahan, bertahan'. Apa ini sangat menggangu?"tanya Mitsuya. Kohei bilang tidak.
Pintu kedai bergeser. "Aku kembali,"ucap Ren dan Sumire. Sumire dan Ren membawa tas besar dan mengeluhkan kalau mereka tidak bisa menerima itu lagi, mereka harus berlindung. Sumire memeluk Kohei.
"Home sweet home!"teriak Ren.
"Rumah? Tak bisa menerima?"tanya Kohei.
"Aku sudah muak dengan hotpot Sumo!", Ren mengadu.
"Kami kembali ke sini,"ucap Sumire
"Huh, bagaimana dengan ibu kalian?"tanya Kohei.
"Dia berencana untuk pergi bulan madu sedikit lebih awal,"jawab Sumire.
"Apa itu? Lebih penting lagi, aku harus meninggalkan tempat ini dalam seminggu,"jelas Kohei.
"EH?!"teriak Sumire dan Ren bersamaan.
Mitsuya menoleh ke arah mereka bertiga. "Apa yang kalian bicarakan?"tanya Mitsuya.
"Tunggu, bukankah kau akan merenovasi tempat ini?"tanya Kohei memastikan.
"Ah itu... hanya untuk mengetes perasaanmu saja. kau memutuskan untuk tidak mengikuti wanita obervatorium itu bukan?"tanya Mitsuya. Kohei mengangguk. "Kalau begitu masalahnya, kau bisa tinggal di sini seminggu, setahun atau selamanya!"kata Mitsuya sambil mencoba memeluk Kohei, tapi Kohei menolaknya.
"Wah, bagus!"sorak Ren dan Sumire.
"Kalian berdua, cepat kembali pada ibu kalian!"suruh Kohei, tapi Sumire dan Ren jelas-jelas tidak mau.
Pintu kedai bergeser lagi. Kali ini Momo yang datang. "Momo mengapa kau selalu kemari tiap hari?"tanya Kohei.
"Itu bukan urusanmu!"jawab Momo. Kohei menyilangkan tangan di depan dadanya dan memasang ekspresi takut, "Kau tidak mungkin...".
"Ssst.. diam!"perintah Mitsuya, menyimpan jari di depan bibirnya, menyuruh semuanya diam. Mitsuya fokus pada berita siang itu.
'Selanjutnya, Han Yuna dan Takanabe Yamato akan menggelar konferensi pers'.
"Konferensi pers bersama dengan Han Yuna dan Takanabe Yamato?"tanya Mitsuya.
"Pemberitahuan hubungan mereka?"teriak Momo lalu menoleh pada Kohei.
"Aku sudah tahu hal ini akan terjadi. Tidak mungkin Han Yuna akan memilih orang biasa secara serius,"ucap Mitsuya.
"Apakah ini ok?"tanya Sumire pada Kohei.
"Kohei!"panggil Ren.
'Aku menunggu bagaimana mereka mengumumkan hubungan mereka',ucap sang reporter di TV.
"Bertahan? Bertahan!" Kohei mengingat ucapan Yuna semalam. Sepertinya Kohei sudah mengerti maksud kata 'bertahan' yang Yuna ucapkan. "Tidak!"teriak Kohei, melepas celemeknya, mengambil jaketnya dan berlari pergi. Momo mengejar Kohei, begitu juga dengan Mitsuya.
"Sepertinya ia tidak bisa menahannya,"ucap Sumire.
"Kohei terlihat seperti seorang laki-laki,"kata Ren. Mitsuya langsung menoleh dengan tatapan kaget dan sedikit menyeramkan.
Kohei berlari menuju tepat konferensi pers.
Konferensi pers sebentar lagi dimulai. Kursi-kursi yang disediakan sudah dipenuhi oleh para wartawan. Kazuya hadir juga di sana. "Waktu pelaksanaan konferensi pers ini tepat sebelum aku mengeluarkan foto ini benar-benar sempurna. Mereka akan membantuku menaikkan nilainya. Maaf,"ucap Kazuya sambil melihat foto Yuna-Kohei.
"Maaf membuat anda semua menunggu. Mereka berdua akan masuk sekarang,"terdengar suara moderator acara. Takanabe dan Yuna maju ke depan, Kon-chan berjalan di belakang Yuna. Puluhan blizt kamera langsung dimuntahkan oleh para wartawan. Yuna dan Takanabe membungkuk pada para wartawan. Naoko, Hijin dan Junkichi juga masuk ke auditorium itu.
"Kami minta maaf telah membuat keributan ini,"Takanabe memulai, "Aku benar-benar minta maaf". Takanabe dan Yuna kembali membungkuk, tanda meminta maaf. Taesung masuk ke dalam.
"Setelah itu, aku yakin Nona Han Yuna akan setuju, tapi...,"lanjut Takanabe.
"Tidak,"Yuna menyela, "Izinkan aku untuk memberikan penjelasan dulu". Yuna memandang para wartawan di depannya.
Sementara Kohei masih berlari menuju tempat konferensi pers.
"Ada seseorang yang aku suka. Tapi sayangnya, dia bukan Takanabe,"ucap Yuna, membuat seluruh orang di ruangan itu kaget. Taesung, Hijin, Junkichi, Takanabe, Kazuya, terlebih Naoko. Naoko terlihat kaget sekaligus marah. Suasana di ruangan itu jadi ramai.
Kohei sekuat tenaga terus berlari.
"Jika dia bukan Takanabe, lalu siapa orang itu? Siapa itu? Yuna tolong jawab!"tanya beberapa wartawan.
"Yuna...," Takanabe memanggil, berusaha mengingatkan Yuna.
"Orang yang ku sukai adalah bodyguardku,"jawab Yuna. Spontan para wartawan itu langsung mengarahkan kameranya pada Kon-chan. Kon-chan memberi isyarat kalau bukan dia yang dimaksud Yuna. "Dia bukan bodyguardku sekarang. Bodyguardku sebelumnya,"lanjut Yuna.
"Bodyguardmu sebelumnya? Siapa dia?! Yuna!"teriak wartawan. "Berikan kami penjelasan lebih detail lagi!"
Pintu auditorium terbuka. Kohei berlari masuk. "Yuna, hentikan!"teriak Kohei sambil terengah-engah.
"Kohei?" Yuna kaget melihat Kohei datang.
"Apakah kau bodyguard sebelumnya yang disukai oleh Yuna?"tanya salah seorang wartawan. Seluruh wartawan langsung menyerbu Kohei. "Siapa namamu? Sudah berapa lama kau terlibat?".
Petugas keamanan langsung mengamankan Kohei. "Mengapa kau lakukan ini?"teriak Kohei di balik kerumunan itu.
"Amankan pengganggu itu!"teriak Kon-chan berlari menuju Kohei. "Minggir! Minggir! Tenang!" Kon-chan membawa Kohei keluar ruangan. Momo baru tiba dan menghampiri Taesung.
"Pengganggu? Apa maksudmu pengganggu?"tanya Kohei yang digeret oleh dua orang petugas.
"Ini demi dirimu juga. Bertahanlah sebentar!"jawab Kon-chan.
Tak berhasil menarik info dari Kohei, para wartawan itu berputar menuju Yuna. "Apakah ia bodyguardmu sebelumnya? Dapatkah kau menjelaskan fotomu bersama Takanabe?"
Yuna tak mengira semua akan jadi begini. Yuna bingung harus berkata apa.
"Aku akan menjawabnya,"ucap Takanabe. "Aku melakukan itu tanpa seizin Yuna. Aku benar-benar menyukai Yuna, dan tidak dapat mengontrol emosiku. Jadi, ini bukanlah kesalahan Yuna".
"Jangan mencoba dan menyikat di bawah permadani!"ujar Kazuya. Semua orang menoleh padanya. "Kau berhubungan dengan dua orang sekaligus, seorang bintang dan seorang bodyguard, benarkah? Kau dekat dengan Takanabe, dan kau tetap bersama bodyguard itu di lain sisi. Bukankah begitu?". Dugaan Taesung benar, Kazuya mencoba membuat isu Yuna seperti itu. Para wartawan semakin penasaran.
"Aku serius. Apa yang salah dengan semua ini? Baik aktris maupun bodyguard adalah manusia biasa juga. Mengapa mereka tidak diizinkan untuk jatuh cinta?"papar Yuna.
"Jadi benar laki-laki itulah orangnya?"tanya salah seorang wartawan.
"Meskipun dia adalah bekas bodyguard, dia juga hanya lelaki biasa. Aku menghargainya jika kalian tidak menyelidiki lebih lanjut tentang kehidupannya,"pinta Yuna.
"Bahkan jika kau berkata begitu. Jika kau mengatakan pada kami, 'dia bukan Takanabe, tapi jangan melihat laki-laki nyata juga'. Kau tidak bisa berharap kami setuju,"ujar wartawan yang lain.
"Benar. Tolong jawab,"yang lain menimpali.
"Aku akan berhenti sebagai aktris,"Yuna memutuskan. Semua tambah kaget dengan keputusan Yuna. Naoko mengelus dadanya yang pasti sangat mangkel melihat tindakan dan ucapan Yuna barusan.
"Aku akan mundur sebagai seorang aktris secepatnya setelah drama white memory selesai,"Yuna menambahkan. Yuna pun pamit dan pergi dari ruang konferensi.
Kohei mencoba keluar tapi ditahan oleh petugas yang menjaganya.
Yuna keluar ruangan. Takanabe mengejar dari belakang. "Yuna, kau tidak perlu melakukan hal sejauh ini. Keluar dari pekerjaanmu sebagai aktris hanya karena kau jatuh cinta dengan bodyguardmu. Kau tidak berpikir ke depan".
"Tidak. Jika aku tidak memutuskan seperti itu, aku tidak akan bisa melindungi Kohei. Aku harus menunjukkan pada semuanya kalau aku serius,"jawab Yuna.
"Yuna...".
"Aku baik-baik saja. Kau tidak perlu khawatir. Aku percaya pada perasaanku sendiri".
Takanabe menghela napas dalam-dalam. "Yuna kau benar-benar orang yang hebat. Aku bangga aku menyukai orang sepertimu,"ucap Takanabe.
"Terima kasih. Aku tahu kau akan mengerti. Aku sangat berterimakasih kau memaafkan tindakanku yang egois,"Yuna membungkuk pada Takanabe dan berjalan pergi. Takanabe hanya mampu memandang Yuna yang menjauh.
Kazuya berjalan menuju mobilnya di tempat parkir. "Berhenti sebagai aktris?" Kazuya bertanya-tanya sambil masuk ke dalam mobil. Taesung dan Momo mengikuti Kazuya. Momo bilang kalau sekarang foto-foto Kazuya sudah tidak berharga lagi. "Dia mungkin merasa seperti keluar dari sebuah tambang emas,"lanjut Momo. Mobil Kazuya melaju keluar dari tempat parkir. Momo dan Taesung berlari dan memandang mobil Kazuya yang jauh menghilang.
"Tapi Yuna benar-benar yakin mengambil jalan itu. Apa yang akan ia lakukan mulai saat ini?"tanya Momo.
"'Seseorang harus mengambil jalan yang akan mereka ikuti'. Akhirnya dia bertindak seperti dirinya sendiri,"ucap Taesung dan berbalik pergi.
"Taesung!"panggil Momo, juga berlari mengikuti Taesung.
Naoko membuka pintu kamar Yuna dan masuk dengan penuh amarah. Yuna yang merasa bersalah pada managernya, berdiri dan menghadap sang manager. PLAK!! Naoko menampar Yuna.
"Apa yang sudah kau lakukan?"tanya Naoko marah. "Apakah kau sadar bagaimana aku bekerja keras untuk kesuksesanmu itu?! Bagaimana dengan Hollywood? Hollywood... Jika mereka tahu pernyataan pengunduran dirimu, mereka benar-benar akan menarik kembali tawaran mereka. apakah kau mengerti?!" Naoko benar-benar mengeluarkan kekesalannya atas aksi Yuna tadi.
Yuna memegang pipinya yang sakit ditampar Naoko. "Aku akan menghubungi mereka dan menolak tawaran mereka secara pribadi,"jawab Yuna berusaha bertanggung jawab atas perbuatan yang telah dilakukannya.
"Apa itu?"
"Maafkan tindakan yang egois," Yuna menunduk.
"Ini bukan sesuatu yang bisa diselesaikan hanya dengan meminta maaf".
"Aku sangat menghargai semua yang telah kau lakukan untukku. Kau mengajarkanku dunia entertainment dari dasar. Juga termasuk betapa menariknya berakting dan betapa hebatnya mempunyai mimpi itu. Tapi aku melupakan hal yang sangat penting. Dibalik seorang aktris ini, aku hanyalah manusia biasa,"jelas Yuna.
"Apakah itu sebabnya kau dengan bodohnya mengatakan kau berhenti?!"
"Terima kasih telah menjagaku selama ini".
"Kau tidak mungkin... serius?"
"Aku akan menyelesaikan syuting dengan caraku,"mata Yuna berkaca-kaca.
"Lakukan apa yang kau mau! Aku tidak ingin melihat wajahmu lagi!" Naoko keluar.
"Manager?"panggil Hijin, mengejar Naoko. Yuna menangis.
Di kedainya, Mitsuya galau dengan keputusan Yuna. "Dia akan berhenti jadi aktris setelah drama berakhir?"
"Apakah itu artinya Yuna akan menjadi istri Kohei?"tebak Sumire.
"Tidak mungkin,"ucap Mitsuya.
"Tapi pengunduran diri itu maksudnya...," Ren menambahkan.
"Tidak mungkin.. Tapi.. Tapi.. ,"Mitsuya bingung.
"Tidak jelek juga Kohei. Akhirnya kau mengalahkan paman Takanabe!"seru Ren
"YE!"teriak Sumire dan Ren bersamaan sambil tos.
"Sudah kubilang ini tidak akan mungkin!" Mitsuya bangkit, marah. Kakak beradik itu pun diam dan duduk kembali.
"Tunggu, itu berarti Han Yuna akan menjadi bibi kita?"ujar Sumire sangat antusias.
"Waaah! Benar-benar keren!"teriak Ren.
"Seperti yang ku bilang...," Mitsuya berlari ke pintu, mengecek apakah ada orang di luar. "Kalian berdua, kembalilah ke dojo Sumo,"suruh Mitsuya.
"Eh?" Ren dan Sumire tak mengerti.
"Di sini akan jadi semakin gila segera,"jawab Mitsuya. Ren dan Sumire saling berpandangan.
"Maaf telah mengganggu anda,"ucap Kohei sambil membungkuk pada dua petugas keamanan. Kohei pun meninggalkan pos keamanan itu. Kohei mengeluarkan ponsel dari sakunya dan menelepon Yuna.
"Mengapa kau berkata begitu? Apakah kau mengerti seberapa besar isu yang akan terjadi? Kau bertindak terlalu jauh!" Kohei marah-marah ke Yuna.
"Itulah mengapa aku bilang aku akan berhenti jadi aktris. Jika aku berhenti sebagai seorang aktris, media tidak punya alasan untuk mengurusi kita,"jawab Yuna santai.
"Tapi...,"
"Yang terpenting, Kohei! Bagaimana kau tahu kalau aku akan mengatakan yang sebenarnya, Kohei? Mengapa kau datang ke tempat konferensi?"tanya Yuna.
"Itu karena kau mengatakan akan mencari kebahagiaanmu sendiri. 'Tidak peduli apa yang kulakukan, bertahanlah. Aku akan mencari kebahagiaanku'. Benar?"jawab Kohei. Yuna tersenyum mendengarnya. "Lagipula, dalam suratnya Taesung mengatakan padamu untuk mempercayai perasaanmu dan mencari kebahagiaanmu. Benar kan?"
"Itu benar,"jawab Yuna.
"Berarti, kau tidak akan berbohong," Kohei mengerti Yuna.
"Benar. Aku akan mencari kebahagianku. Kohei, seperti yang sudah kukatakan, kemampuanmu untuk bertahan akan diuji mulai dari sekarang. Untuk sementara waktu hal ini akan tetap dibicarakan. Tetaplah kuat," Yuna mengingatkan. Lalu Yuna menutup telepon.
Kohei berjalan pulang ke rumahnya. Dari jauh ia mendengar suara-suara.
"Namiki Kohei belum pulang ke rumahnya,"kata seorang lelaki.
"Kami ingin bertanya sesuatu padanya,"kata orang yang lain.
"Jika kami ingin berbicara dengannya, bagaimana kami bisa menghubunginya?"tanya yang lain lagi.
Kohei mengintip. Ternyata para wartawan bergerak cepat dan sekarang menunggu di depan rumah Kohei. Mereka mulai melontarkan pertanyaan-pertanyaan membuat suasana menjadi sangat ramai.
"Tenang!"teriak Mitsuya yang tiba-tiba berdiri di depan kerumunan wartawan itu, "Pastikan kalian mengambil gambarku dengan baik". Mitsuya merapikan dandanannya dan mulai bercerita. Mitsuya bilang kalau Kohei datang ke kedainya 5 tahun yang lalu. Kohei kaget mendengar Mitsuya mulai bercerita tentang dirinya. Mitsuya bercerita dengan sangat ekspresif. Mitsuya bilang kalau saat itu Kohei datang dengan pakaian yang sangat berat, karena memang musim dingin saat itu benar-benar dingin. Kohei terlihat seperti anak kucing yang dibuang. Dengan wajah depresi, Kohei masuk ke kedai Mitsuya.
"Bukankah Kohei datang di musim panas?"tanya Ren pada Sumire di dalam kedai. Sumire dan Ren kembali menempelkan telinga mereka ke pintu. Berusaha mendengarkan cerita Mitsuya yang sangat mengada-ngada.
"Aku memberikan padanya takoyaki yang masih panas. Dia menangis dan dengan sangat bangga mengatakan 'enak.enak',"ucap Mitsuya tersedu-sedu sambil menyeka air matanya. Bodohnya, para wartawan yang ada di sana terbawa oleh cerita Mitsuya, dan ikut sedih. "Jika aku tidak ada saat itu, entah siapa yang akan bersamanya,"lanjut Mitsuya. Kohei hanya bisa geleng-geleng kepala mendengar semua cerita Mitsuya itu. Kohei pun pergi.
Kerumunan wartawan pun berkumpul di depan kantor Emiko. Kon-chan dikerubungi wartawan yang ingin tahu masalah Kohei. "Dia sudah dipecat,"kata Kon-chan pada wartawan.
"Kau berkata begitu, tapi tidakkah kau menyembunyikan dia di sini?"tanya wartawan. Kasihan Kon-chan ia didesak dan dikelilingi para wartawan.
"Kohei tidak di sini!"teriak Emiko di tangga. Emiko berjalan menuruni tangga.
"Bukankah ia bos di sini?"tanya salah satu wartawan. Yang lain pun malah mendekati Emiko. Kon-chan berusaha keras menghalau wartawan dan melindungi Emiko.
"Orang macam apakah bodyguard Yuna yang dulu? Apakah mereka benar-benar berkencan?"tanya wartawan.
"Jika Yuna keluar dari dunia akting untuk membuat hal itu menjadi jelas, sudah pasti itu benar, bukan?"kata Emiko.
"Jadi, di mana kami bisa menemukan orang itu?!"teriak wartawan di depan Emiko.
"Sudah ku bilang, mari bantu Yuna dengan membiarkannya sendiri apapun itu, apapun yang sedang ia lindungi,"pinta Emiko.
"Sekarang, semuanya silahkan pergi. Kalian mengganggu sekitar, jadi aku meminta kalian pergi. Pergi. Pergi," Kon-chan meminta kerumunan wartawan itu pergi, sedikit mendorong agar kerumunan itu pergi. Kohei menyaksikannya juga lalu berbalik pergi. Tempat kerjanya tidak bisa ia gunakan untuk bersembunyi. Sementara Kon-chan dan Emiko melangkah menuju tangga. Tapi begitu hendak naik, Emiko berbalik ke arah para wartawan.
"Aku lupa menyebutkan hal ini,"ucap Emiko spontan. Para wartawan segera mendekat kembali. "Aku tidak akan ada jika kalian kembali besok. Mulai besok, laki-laki ini akan menjadi bos baru,"lanjut Emiko sambil merapikan dasi Kon-chan. "Aku ragu kalian pasti membutuhkan kami. Jika iya, kalian bisa tanya pada orang ini".
"EH?!"teriak Kon-chan. "Tunggu bos," Kon-chan menyusul Emiko masuk ke ruang kerja.
"Bos? Aku bos... Bos apa yang kau bicarakan?" Kon-chan tak mengerti maksud Emiko.
"Aku pun punya sesuatu yang ingin ku lakukan,"jawab Emiko santai.
"Kau punya sesuatu yang ingin kau lakukan... dan aku bos baru di sini? Tidak mungkin, mustahil!" Kon-chan menjatuhkan diri di atas kursi, tak percaya dengan keputusan Emiko.
"Jangan khawatir, aku akan jadi presdir dan memberikanmu dukungan. Jadi aku tetap mendapat gaji. 5% dari keuntungan. Mari kita berjabat tangan!"Emiko mengulurkan tangannya pada Kon-chan.
"Kau serius? Benar-benar serius?!" Kon-chan menatap tak percaya.
"Serius," Emiko menepuk tangannya sendiri, membuktikan keseriusannya memilih Kon-chan jadi bos di perusahaannya.
Malam itu angin bertiup kencang. Di sebuah taman, tepatnya dari dalam sebuah permainan, muncul sepasang kaki. Orang itu pasti sedang tidur, berusaha berlindung dari angin yang kencang. Pasti ia sangat kedinginan. Tubuhnya hanya ditutupi lembaran kertas koran. Ternyata orang itu adalah Kohei. Kohei melipat kedua tangannya di dada. Berusaha menghangatkan diri. Angin yang kencang hampir menerbangkan kertasnya. Kohei pun mengambilnya kembali dan menutupi tubuhnya. "Bertahan. Aku harus bertahan dari ini," Kohei menyemangati dirinya sendiri. Tak ada tempat untuk bersembunyi.
"'Tetap kuat, Kohei', baiklah, dan kirim,"ucap Yuna. Yuna mengirimkan pesan singkat untuk Kohei.
Pesan Yuna sampai di ponsel Kohei. Kohei segera membukanya. "Apa maksud wajah ini?"tanya Kohei ketika Yuna memasukkan emoticon di dalam pesannya.
"Jika presdir asosiasi bisnis lokal tidak menelepon polisi, aku mungkin tidak akan ada di rumah,"ucap Kohei menggigil sambil berselimut.
"Kau terlalu berlebihan,"kata Mitsuya pada Kohei. Kohei sudah pulang ke kedai Mitsuya. "Sangat menyedihkan kau tidak memiliki teman untuk bersembunyi,"lanjut Mitsuya sambil memberikan Kohei minuman dan menggosok-gosok punggung Kohei. Kohei benar-benar kedinginan.
"Aku akan menyusahkan siapapun tidak peduli dimana pun,"ujar Kohei lalu minum.
"Tetap saja, menghabiskan malam di taman juga terlalu berlebihan,"Mitsuya terus menggosok punggung Kohei.
"Selamat pagi Kohei!"sapa Ren menuruni tangga, "Sepertinya kisah cintamu dengan artis besar benar-benar tragedi".
"Jadi, anggap saja ini adalah ujian cintamu,"sambung Sumire.
"Berhentilah bersikap bodoh!"kata Kohei.
"Ini hanya sementara. Ketika kalian berdua menikah, media akan kembali tenang,"ucap Ren.
"Menikah?"tanya Kohei. Mitsuya pun kaget.
"Jika ia memilih berhenti menjadi seorang aktris, bukankah itu berarti dia akan menjadi istrimu?"tanya Sumire.
"Sudah ku bilang, itu mustahil,"ujar Mitsuya sambil menarik Sumire dan Ren menjauh dari Kohei.
"Menikah?" Kohei bertanya-tanya. Kohei membayangkan.
= Dalam bayangan Kohei =
Kohei pulang kerja dengan pakaian kantor, berjas dan berkacamata. Yuna yang sedang memasak menyambutnya dengan gembira. Yuna masih menyiapkan makan malam. Yuna menawarkan Kohei apakah Kohei mau makan atau mandi dulu. Kohei tanya apa yang Yuna siapkan untuk makan malam. "Daging dan kentang. Mau coba?"tanya Yuna. Kohei mau. Yuna mengambil potongan kentang dengan sumpit dan menyuapkan pada Kohei, "Aaaa...".
Kohei mengunyah makanan yang masuk ke mulutnya. "Hmm, tidak jelek juga".
PLAKK!! Mitsuya memukul kepala Kohei. "Hey! Apa yang kau pikirkan? Dasar otak mesum!"ujar Mitsuya, merasa jijik melihat Kohei seperti itu.
"Kohei, kau mesum. Mesum,"seru Ren dan Sumire,"Kami pergi dulu". Ren dan Sumire pergi.
"Dasar mesum!" Mitsuya marah.
"Aku benar-benar tidak berpikir sesuatu yang mesum!" Kohei membela diri.
KRING! Ponsel Kohei berbunyi. Dari Takanabe.
"Kohei, Yuna pergi meninggalkan hotel,"lapor Takanabe.
"Eh?"
"Di konferensi, dia memang bilang akan keluar dari Naoko, tapi siapa yang mengira kalau ia juga akan pergi meninggalkan hotel,"ucap Takanabe.
"Jadi, kemana dia pergi?"tanya Kohei.
"Kita tidak punya petunjuk. Dia bilang dia ingin melakukan sesuatu sendiri,"jelas Takanabe, Hijin mengangguk membenarkan. "Dia juga tidak mengangkat telepon dari siapapun".
"Aku mengerti. Aku akan menghubunginya," Kohei menutup telepon.
Mitsuya tanya apa terjadi sesuatu, sambil menempel pada Kohei. Kohei menarik selimutnya dan menjauh dari Mitsuya. Kohei lalu menghubungi Yuna. Sang artis yang sedang dicari, Yuna, melihat ponselnya. Langsung mematikan ponselnya begitu melihat nama Kohei yang memanggilnya. Yuna membawa koper ke dalam sebuah kantor apartemen.
Kohei melempar selimutnya dan bergegas naik ke kamarnya, tidak mempedulikan Mitsuya yang bertanya ada apa. "Yuna,"panggil Kohei sambil mencari ke seluruh penjuru kamarnya, tapi Yuna tak ada.
Lembaran brosur tempat tinggal disodorkan ke Yuna oleh bagian marketing. Yuna sangat senang melihat rumah itu. "Ini hebat dan ini yang terbaik,"ucap manager marketing itu, "Meskipun kau bilang kau akan berhenti, tapi kau tetap aktris selama di Jepang, benarkan? Setidaknya kau harus tinggal di rumah seperti ini".
Yuna membuka kacamatanya, "Jadi kau mengenaliku?"
"Ya".
Yuna tanya apa rumah ini cocok untuk seorang aktris dan manager marketing itu mengiyakan. "Ini tidak bagus. Tunjukkan padaku tempat yang tidak cocok untukku!"pinta Yuna.
"Yang tidak cocok?"
"Seperti rumah di lantai 2 di kedai takoyaki atau tempat yang kumuh,"lanjut Yuna.
"Yang kumuh?"manager marketing semakin tidak mengerti mengapa Yuna memilih tempat seperti itu.
"YA!" Yuna sangat yakin dengan keputusannya.
Taesung yang sedang bekerja mendapat telepon. "Kakak melakukannya?"tanya Taesung.
"Dia tidak mengangkat telepon dari siapapun, jadi aku tidak tahu dimana dia berada. Apakah kau mengetahuinya?"tanya Kohei pada Taesung.
Namun Taesung tidak mengetahui apapun. "Tapi, jika ia tidak memberitahu siapapun, berarti dia punya rencana sendiri. Dapatkah kau mempercayai dan menunggunya? Kalaupun terjadi sesuatu padanya, dia pasti akan menghubungimu,"ucap Taesung.
Naoko masuk ke dalam kamar Yuna di hotel. Naoko kaget dan kesal. Ia pun menjatuhkan tasnya ke lantai. "Aku tidak percaya dia benar-benar pergi,"ucap Naoko, gemetar karena menahan marah dan kesal. PRANG!! Naoko membanting vas bunga ke lantai. "Ini tidak bisa dimaafkan!".
Yuna membawa kopernya menuju suatu tempat. Sepertinya ia sudah menemukan tempat tinggal yang cocok dengannya. Dengan panduan alamat yang ia bawa, akhirnya ia bisa menemukan rumahnya, "Ini dia". Kazuya ternyata masih membuntuti Yuna dari belakang.
Yuna masuk ke dalam rumahnya. Rumahnya sangat simpel. (tapi bagiku itu sudah wah). "Ini benar-benar tempat yang tidak layak bagi seorang aktris. Baiklah, pertama-tama aku harus...," Yuna berpikir apa yang harus ia lakukan dengan rumah barunya.
CEKREK! Kazuya memotret rumah baru Yuna dari luar. "Ini tidak mungkin jadi 'sarang cinta' mereka, bukan?"pikir Kazuya. Melihat Yuna pergi keluar dari rumahnya, Kazuya bersembunyi di balik mobil. Begitu Yuna melewatinya, Kazuya tetap membuntuti Yuna.
Takanabe berlari menaiki tangga dan mengedarkan pandangannya. "Di mana.. kemana ia pergi?"tanya Takanabe pada diri sendiri.
"CUT!"teriak sutradara. Ternyata lagi syuting. Tapi sebenarnya Takanabe benar-benar mencari Yuna. "Aku benar-benar kagum. Bahkan sesudah konferensi pers itu, kau masih saja hidup dan penuh gebrakan,"ucap sutradara pada Takanabe.
"Sutradara kau benar-benar sedang good-mood! Drama ini baik-baik saja kan berkenaan dengan pernyataan Yuna benar kan?"tanya Takanabe.
"Tentang itu..."kata Sutradara terputus.
"Mereka bilang ini adalah karya terakhir Yuna sebelum ia mundur! Sepertinya kita mendapat lebih banyak perhatian karena itu,"asisten sutradara menambahkan.
"Sepertinya kita bisa mengharapkan akhir yang bagus, Takanabe!"kata sutradara sambil menepuk punggung Takanabe. Sutradara dipanggil oleh salah satu stafnya lalu pergi meninggalkan Takanabe.
"Apakah Yuna akan datang untuk syuting besok?"tanya Junkichi pada Takanabe.
"Dia akan datang. Dia adalah aktris profesional. Dia bilang dia akan menyelesaikan drama ini dan tidak akan pergi sampai drama ini selesai,"jawab Takanabe dingin.
Yuna berbelanja peralatan untuk rumah barunya. Ia mengambil teko, ember, sikat dan gantungan baju. "Ah, lucunya," Yuna melihat mangkuk dan mengambil warna pink dan biru, "Model suami dan istri...". Selain itu Yuna juga berbelanja sayuran di pasar tradisional. "Semuanya jadi 109 yen,"kata penjual sambil menyerahkan sekantung belanjaan Yuna. Yuna menyerahkan uangnya dan langsung pergi dan bilang kalau ia tidak butuh kembaliannya. Si penjual sudah senang, tapi sedetik kemudian Yuna berbalik dan meminta kembaliannya pada si penjual. Alhasil Yuna membawa dua kantung besar. Yuna berjalan pulang, tapi ia balik lagi ketika melewati toko yang menjual alat-alat dan hiasan untuk natal. Yuna melihat satu pohon natal yang dihias cantik dan masuk ke dalam toko.
Akhirnya Yuna kembali ke rumahnya. Yuna membawa banyak barang sekarang. Tapi barang yang ia bawa menyenggol sebuah sepeda yang diparkir tepat di samping tangga. Yuna terjatuh dan barang-barangnya berserakan. Yuna pun membereskan belanjaannya, memasukkannya kembali ke dalam kantung. Tiba-tiba Kazuya datang, mengambil apel yang jatuh, "Izinkan aku membantumu".
"Kau siapa?"
"Aku Hashizume dari 'Weekly Scoop'. Aku yakin kau sudah mengetahui tentang diriku,"papar Kazuya.
Raut wajah Yuna berubah menjadi kesal lalu ia berdiri. "Apa yang kau inginkan? Aku akan segera berhenti menjadi aktris. Aku akan menjadi orang normal. Jadi, kita tidak perlu membicarakan apapun lagi".
"Dapatkah kau mengatakan satu hal padaku? Aku benar-benar tidak mengerti. Apa yang benar-benar kau inginkan sampai-sampai kau menyerahkan posisimu sebagai seorang bintang besar? Kemana kau akan pergi? Apa yang hebat dari bodyguard itu?"tanya Kazuya. (Sepertinya itu bukan satu hal, tapi banyak hal)
"Aku tidak tahu. Tapi aku merasa ini benar. Aku merasa aku ingin melakukan ini. Itulah sebabnya,"jawab Yuna.
"Itu sebabnya...,"Kazuya menerawang.
"Cepat pergi!"suruh Yuna, mengambil apel di tangan Kazuya dan kembali merapikan barang bawaannya. "Kohei tidak akan datang kemari. Aku akan tinggal sendiri. Jadi pergilah," Yuna pergi meninggalkan Kazuya.
Di dalam rumah barunya, Yuna mulai beres-beres. "Baiklah! Aku bisa melakukan ini!" Yuna menyemangati diri sendiri sambil terus mengepel lantai. Tiba-tiba di pojokan ia melihat serangga, sepertinya kecoa. Sontak Yuna teriak, menyenggol ember yang berisi air dan berjongkok di samping lemari. "Serangga! Siapapun di sana!,"teriak Yuna. Tapi ia sadar, ia sendiri sekarang. Yuna pun diam. Yuna bingung apa yang mesti ia lakukan, karena ia sangat takut dengan serangga.

Sementara di rumah yang lain, rumah Kohei, Kohei menyalakan kembali proyektor planetarium hadiah dari Yuna. Memandang ke atas, berpikir lalu mengingat apa yang sudah Yuna ucapkan saat konferensi pers itu. Ponsel Kohei berbunyi.

Yuna masih jongkok sambil menggenggam ponselnya. Lampu rumah sampai tidak dinyalakan. Tiba-tiba pintu terbuka, Kohei berlari masuk ke dalam. "Yuna!"teriak Kohei sambil menyalakan lampu. Begitu melihat Kohei, Yuna berdiri dan memeluk Kohei, "Kohei!".
"Di mana serangganya? Dan lagi, kau membiarkan pintu tidak terkunci,"tanya Kohei. Yuna pun menunjuk tempat serangga itu. Kohei segera mencari serangga itu. "Ini hanya seekor kecoa,"ucap Kohei. Kohei lalu mengambil kecoa itu dengan tangannya, memperlihatkan pada Yuna. Yuna pun menjerit. Lalu Kohei melempar serangga itu keluar pintu beranda.
"Apa-apaan ini! Kau tidak menjawab teleponku dan membuatku khawatir! Tinggal sendiri itu hal yang mustahil bagimu!" Kohei memarahi Yuna.
"Mengapa? Aku pikir aku akan menjadi orang biasa. Orang biasa yang layak untuk Kohei,"ucap Yuna.
"Orang biasa tidak akan menelepon seseorang hanya karena seekor serangga".
"Benar. Jadi kau tidak akan menelepon seseorang hanya karena serangga," Yuna menunduk.
"Apa lagi dengan rumah ini?" Kohei merapikan ember yang terbalik dan mengeringkan lantai yang basah dengan lap.
"Baiklah aku akan membuat makanan untuk kita!"usul Yuna. Yuna membuka buku resep masakan Jepang. "Otoshibuta?!" Yuna membuka resep masakan dari kentang dan daging, persis seperti yang pernah ada dalam bayangan Kohei. Yuna ingin membuat masakan itu. "Aku lupa membeli satu bahan. Babi macam apa itu?"tanya Yuna pada Kohei. (buta dalam masakan itu artinya daging babi).
"Mari makan diluar!"ajak Kohei.
Kohei dan Yuna pergi keluar. "Makan di luar?"tanya Yuna, "Di mana?".
"Benar-benar putri yang terus dilayani,"omel Kohei.
"Eh? Apa?"Yuna tak mengerti.
"Kita akan pergi ke swalayan. Kotak makan malam toko swalayan!"jawab Kohei.
"Toko swalayan?!" Yuna kaget dan berhenti. Kohei menoleh. "Ah! Aku selalu ingin pergi ke tempat itu,"ucap Yuna senang. Yuna pun berlari dan tersandung. Kohei dengan sigap menahan Yuna agar tidak jatuh. Karena itu, Kohei pun memegang tangan Yuna. Yuna senang. Kohei pun menggandeng Yuna.
"Dalam 14 hari, aku akan menjadi orang biasa. Dan aku selalu bisa berpegangan tangan denganmu seperti ini, kan?"ucap Yuna.
"Itu berarti, kau tidak lama lagi jadi seorang aktris, kan?".
Ekspresi Yuna berubah muram, tapi ia tersenyum kembali. "Benar. Aku tidak lama lagi jadi seorang aktris".
"Apa yang ingin kau lakukan setelah 99 hari berakhir?"tanya Kohei.
"Apa yang harus aku lakukan...? Tapi, kau akan selalu menjagaku. Aku yakin kau akan selalu menjagaku,"jawab Yuna.
Tiba-tiba Kohei berhenti dan melepaskan tangannya. "Aku pikir, itu akan mustahil,"ucap Kohei.
"Eh?"
"Aku pikir ini salah. Jadi...,"
"Kohei!"
CEKREK! CEKREK! Kazuya mengambil gambar Yuna dan Kohei. Kazuya benar-benar membuntuti Yuna terus. Yuna dan Kohei hanya berpandangan.
Bagaimana kelanjutan hubungan mereka? Akankah Yuna benar-benar bisa hidup jadi orang biasa?
Simak terus ya. Masih ada 14 hari lagi. Ok? ^^

Written and picture by: Ima@pelangidrama.net
Shared by:@pelangidrama.net
DON'T REPOST OTHER SITE!!!!!!!!

Author_blog 12 Mar, 2012


-
Source: http://www.pelangidrama.net/2012/03/sinopsis-j-drama-boku-to-star-no-99_12.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com Share on Facebook