[Sinopsis K-Drama] It's Okay Daddy's Girl Episode 16
=EPISODE 16=
Jin Gu, Se Yun, dan ibu mereka menyiapkan makanan bersama. Se Yun menawarkan diri untuk membeli bahan yang belum ada.
"Mau pergi ke mana?"tanya Pil Seok.
Se Yun berhenti di kaki tangga, "Aku akan pergi untuk membeli bahan makanan."
"Kau akan membelinya sendiri?"
"Aku belajar setelah melarikan diri dari rumah."
"Tapi kenapa kau pergi ke atas?"tanya Pil Seok yang senang melihat perubahan Se Yun.
"Aku ingin bertanya pada Unni apakah kita perlu mengirim kimchi juga."
"Ibu berterima kasih karena kau sudah menjaga adik ipar."kata Ae Ryung pada Chae Ryung lewat telepon. "Dan juga berterima kasih pada keluarga Hyuk Ki."katanya. Tiba-tiba ekspresi Ar Ryung berubah, "Apa?Ibu di kantor polisi?Apa yang kau katakan?Apa itu benar?Baiklah, aku akan ke sana dengan kakak iparmu."
"Kenapa?Apa sesuatu terjadi?"tanya Se Yun.HP Ae Ryung berbunyi, "Tunggu sebentar."katanya pada Se Yun. "Ya, Ayah?"sapa Ae Ryung. "Aku di rumah, sungguh. Kenapa kau seperti ini?"tanya Ae Ryung bingung. "Kami berada dalam bahaya?Siapa bilang begitu?"
"Ayah, bilang 'aaa'"kata Jin Gu sambil mengulurkan makanan. "Cepat, tanganku sudah pegal."
"Anak ini.....Berhenti mendekat!"kata Pil Seok tapi akhirnya memakan makanan yang disuapkan oleh Jin Gu.
"Bagaimana rasanya?Rasanya seperti madu bukan?"tanya ibu Jin Gu.
"Ya."kata Pil Seok.
"Bagaimana tidak terasa lezat?Anakmu yang manis ini yang menyuapkannya untukmu."kata ibu Jin Gu.
"Gawat!Besan mendapat telepon teror!"kata Se Yun.
"Apa yang kau katakan?"tanya Jin Gu.
"Aku mendengar Unni mendapat kabar lewat telepon."
"Hei, aku akan menelepon Mr. Lee. Kau bawa istrimu ke tempat ayah mertuamu!"kata Pil Seok.
"Aku akan meneleponmu di jalan."kata Jin Gu sebelum pergi meninggalkan dapur.
"Bagaimana mungkin ada orang yang tega mengusik orang sakit."gerutu ibu Jin Gu.
"Apa kau yakin ini bukan pekerjaan orang yang kau percaya?Mr. Park?"tanya Se Yun.
"Ayah, seperti apa suaranya?Apa dia terdengar tua atau seumuran denganku?Mengerti, tidak ada yang terjadi padaku dan Unni. Aku tidak ada di tempat yang berbahaya, aku bersama Hyuk Ki dan Wook Ki di sini."
Wook Ki meminta HP Chae Ryung dan Chae Ryung memberikannya. "Halo, ya, Ayah, ini Wook Ki. Ya, kami bersama, tidak ada yang terjadi. Kami akan menjaga Chae Ryung jadi jangan khawatir."Wook Ki mengembalikan HP Chae Ryung kepada pemiliknya, "Ayah meminta kami mengantarmu sampai rumah."kata Wook Ki.
"Ini terlalu aneh. Apa kau pikir ini ulah Jong Seok?"tanya Chae Ryung.
Jong Seok bangkit dari kursi kerja ayahnya saat Mr. Park masuk ke ruang kerjanya. "Hanya menakuti mereka sedikit. Ayah bilang akan menangani keluarga Chae Ryung."kata Jong Seok."Kau bilang kau sudah melakukan apa?"tanya Mr. Park.
"Aku menelepon ayah Chae Ryung agar ia tidak macam-macam kalau ingin anak-anaknya selamat."
Mr. Park langsung naik pitam, "Apa kau tidak waras?Bagaimana kalau kau mendapat balasan?Kenapa kau menggunakan telepon kantor!"
"Kau berfikir aku tidak memikirkan hal itu?Aku menggunakan cara agar semua dituduhkan pada Shin Byung Chun, apa masalahnya?"
"Kau bilang Shin Byung Chun akan datang kemari."
"Anak itu, apa kau pikir dia akan menelepon dulu sebelum datang kemari?"kata Mr. Park. Mr. Park selesai mengemasi berkas-berkas dan mengajak Jong Seok pergi.
"Kemana?"
"Kita perlu memberikan kompensasi untuk tabrak lari yang kau lakukan."
"Aku lelah."kata Jong Seok.
"Apa?"
"Jika aku pergi, aku tahu ini akan menjadi tambah buruk. Jika dia melihatku, dia tidak akan menginginkan kompensasi."
"Lalu kenapa kau menabrak mobilnya?Kau anak gila!"kata Mr. Park lalu memukuli Jong Seok dengan kopernya tapi Jong Seok dengan sigap menghindar.
"Aku sudah minta maaf."kilah Jong Seok.
Hyuk Ki dan Sun Do masuk ke ruang dimana Shin Byung Chun, Chae Ryung, dan Wook Ki berada. "Apa yang dikatakan investigator Lee?"tanya Chae Ryung begitu Hyuk Ki selesai menelepon.
"Dia bilang untuk tidak mengizinkan Byung Chun sendirian."
"Investigator itu benar-benar akan menyelidiki hal ini bukan?Dia tidak akan bekerja sama dengan Mr. Park, kan?"kata Byung Chun cemas.
"Dia mengatakan dia menerima pesan yang kau kirim dan dia juga akan menyelidiki tentang tabrak lari juga."kata Hyuk Ki.
"Kita perlu mencatat ini agar diselidiki bersama."kata Sun Do.
"Apa yang kau maksud dengan mencatat ini bersama?"tanya Chae Ryung.
"Itu berarti untuk mengikat semua masalah sehingga menjadi satu kasus."jelas Sun Do.
"Jadi kasus ayah akan dijadikan satu dengan yang lain?"
"Kejahatan ini dilakukan oleh satu orang jadi kasusnya akan dijadikan satu."kata Sun Do.
Byung Chun menyatakan kekhawatirannya pada status Mr. Park. Hyuk Ki menyarankan agar mereka bicara dengan pengacara dan investigator dulu dan mengingatkan Byung Chun kalau ia kini juga berada dalam bahaya.
"Tapi,"potong Wook Ki. "Benarkah Jong Seok melakukan itu pada saudaraku?"
Wook Ki berjalan menuju pintu, "Kemana kau akan pergi?"tanya Hyuk KI.
"Mencari Park Jong Seok."kata Wook Ki penuh amarah.
Chae Ryung pindah ke samping Wook Ki, "Aku akan pergi denganmu."
"Kalian berdua tetap di tempat!"kata Hyuk Ki.
"Kita perlu memprosesnya secara hukum."jelas Sun Do. "Kau tidak bisa menyelesaikannya secara pribadi. Jadi tetaplah di tempat, kau juga, Chae Ryung."
"Bagaimana mungkin aku tetap tinggal diam?Dia adalah temanku yang melakukan perbuatan jahat. Kau memintaku untuk bersabar?"
"Aku akan pergi untuk melihat wajahnya di kantor polisi dan bertanya bagaimana bisa dia disebut manusia—"kata Wook Ki.
"Aku bilang tetap di sini!"teriak Hyuk Ki.
"Bagaimana bisa aku tetap tinggal diam?"teriak Wook Ki. "Aku tahu siapa pelaku sebenarnya!Orang yang membunuh Duk Ki Hyung adalah dia!"
"Aku beritahu padamu, Duk Ki tidak ingin takdirmu berubah hanya karena dia. Apakah kau benar-benar ingin masuk penjara karena sampah itu?"tanya Hyuk Ki. "Apa kau ingin berubah serendah dia juga?"
Ho Ryung turun dari mobil Hee Jae. Hee Jae ikut turun dan memberikan uang di dalam amplop, "Aku bukan memberikannya, aku meminjamkan uang ini padamu."kata Hee Jae.
Ho Ryung menolak uang itu tapi Hee Jae membujuknya untuk menerima amplop tersebut. Ho Ryung masih ragu-ragu saat mobil Jin Gu berhenti di belakang mobil Hee Jae. Ae Ryung berlari keluar dari mobil, "Nuna!"panggil Ho Ryung.
"Halo!"sapa Ae Ryung tapi langsung berlari tanpa menunggu jawaban.
"Apa yang terjadi dengan kakakku?"tanya Ho Ryung pada Jin Gu.
"Ayah mertua mendapat teror."
"Siapa yang melakukan hal seperti itu?Pelaku sebenarnya?"tanya Ho Ryung.
"Kami mengira itu adalah anak Mr. Park."
"Jong Seok adalah pelakunya?Yang sudah membuat kami jadi seperti ini?"tanya Ho Ryung.
Jin Gu mengiyakan.
"Aku mulai gila!"kata Ho Ryung. "Eun Chae Ryung benar-benar.......!"
"Ini bukan saatnya menyalahkan seseorang."
"Apa ada yang bisa aku bantu?"tanya Hee Jae.
"Aku sebenarnya ingin meminta tolong padamu."kata Jin Gu.
"Apa?Katakan saja!"
"Aku akan pergi mengatar adik ipar (Ho Ryung) ke tempat ibu mertua. Bisakah kau menemani kakak iparmu?"kata Jin Gu.
"Kakak ipar?"tanya Ho Ryung bingung.
"Oh, dia adalah adikku."kata Jin Gu. Ho Ryung menoleh ke Jae Hee. "Mr. Kang akan ada di sini secepatnya, kita akan mengatar ayah ke rumah sakit kita."lanjut Jin Gu. "Jadi bisakah kau menelepon Mr. Kang dan memberitahunya tentang keadaan ayah mertua?"
"Benarkah aku bisa melakukannya?"tanya Hee Jae.
"Kau adalah seorang dokter, kau bisa melihat kondisi ayah mertua lebih baik dari kakak iparmu. Ayah mertua pasti syok karena telepon itu."
"Baiklah, cepat pergi. Jangan khawatirkan tentang keadaan ayah mertuamu."
"Terima kasih."kata Jin Gu. Jin Gu mengajak Ho Ryung bergegas masuk mobil.
"Dimana ibu?"tanya Ho Ryung.
"Aku tidak yakin, sekarang telepon paman!"
"Ya."kata Ho Ryung.
"Aku tidak mau pergi ke rumah sakit ayah mertuamu, kenapa kau tidak mau mendengarkanku?"tanya Eun Ki Hwan pada Ae Ryung yang sedang membereskan pakaiannya.
"Ayah, jika kau mendengarkan apa yang kami katakan, kami melakukan hal yang benar."kata Ae Ryung. Kau tidak bisa tinggal sendiri di sini. Kau perlu tinggal di rumah sakit ayah mertua jadi kami tahu kau aman. Dengan begitu kami akan bisa mengurus hal lain."katanya.
"Hal lain apa?"tanya Eun Ki Hwan.
"Kami pergi menangkap pelakunya. Kami perlu membuktikan kau tidak bersalah."
"Apakah kau tahu siapa itu?"Chae Ryung hanya bisa diam, "Dia adalah teman Chae Ryung, Jong Seok, benar bukan?"
"Bagaimana ayah tahu itu?"tanya Ae Ryung.
"Aku tahu suara Jong Seok. Kau pikir aku tidak tahu teman anakku?"
"Ayah, kita perlu mengeraskan hati, mengerti?"
Pintu diketuk dan Hee Jae masuk, Ae Ryung akan memperkenalkan Hee Jae sebagai adik iparnya tapi malah Hee Jae memotong, "Dr. Kang mengirimku, aku dari rumah sakit Manin."
"Aku minta maaf karenaku kau harus datang kemari."kata Eun Ki Hwan.
"Apa kau merasa sakit kepalamu tambah parah atau mungkin jantungmu?"tanya Hee Jae.
"Siapa kau?"tanya Sun Ae.
"Aku ayah Jong Seok."jawab Mr. Park.
"Jika kau ke sini untuk mengajak berdamai, kami tidak menerima kompensasi."kata Sun Ae.
"Kau tidak terlihat seperti supir dan kau tidak terlihat sakit. Jadi pasti kau orangnya."kata Mr. Park sambil menatap Dong Bo.
"Berapa banyak yang menurutmu cukup?"tantang Dong Bo seakan mau berdamai.
"Aku dengar kau bekerja part time di restauran kaki babi dan bekerja di pom bensin. Bagaimana kalau senilai dengan gajimu setahun?"tawar Mr. Park.
"Sun Ae?"kata Dong Bo lalu menggeliat kesakitan. "Aku tidak bisa bicara karena rasanya sakit sekali. Tolong beritahu dia aku tidak mau menerima kompensasi."
Mr. Park dengan percaya diri menawarkan agar mereka mau berdamai saja agar mereka dan Jong Seok bisa berteman. Dong Bo mengatakan tidak mau berteman dengan seorang pembunuh. Mr. Park berkata, "Membunuh?Siapa yang kau bilang sudah mati?Kau di sini masih bernafas dan masih hidup."
"Maksudku bukan aku."kata Dong Bo.
Sun Ae menengahi, "Bicara pada pengacara kami. Kau harus pergi sekarang."
"Apakah kau tidak tahu siapa aku?"tanya Mr. Park yang sudah tidak mau berpura-pura baik. "Menyuruhku untuk bicara dengan pengacaramu...."gerutu Mr. Park sambil merogoh kantong untuk mencari kartu namanya.
Akan tetapi sebelum Mr. Park menemukan kartu namanya, Sun Ae berkata dengan nada tidak tertarik, "Aku tahu siapa kau. Mo Park Law Firm yang kejam dan korup."
"Darimana kau mendengar hal semacam itu?"
"Dia kuliah di Hanguk Law School."sela Dong Bo.
"Benarkah?Kalau begitu akan lebih bagus."Mr. Park lalu mengajari Sun Ae untuk mencari orang yang bisa melindunginya.
"Oh, ayahku bilang kebalikan dari itu. Seseorang yang belajar di bidang hukum perlu hidup bersih."kata Sun Ae dengan percaya diri.
"Hahaha, itu karena ayahmu tidak mengerti hukum."
Dong Bo menirukan tawa Mr. Park. "Jika kepala polisi tidak tahu hukum, siapa yang tahu hukum?"
"Apa yang kau katakan?"
"Ayahnya adalah kepala polisi korea."
Mr. Park syok mendengar hal itu. Ia menatap Sun Ae yang tersenyum penuh kemenangan. "Miss, kemari dan bicara denganku."ajak Mr. Park tapi HP Mr. Park berdering hingga ia mengurungkan niat untuk bicara empat mata dengan Sun Ae.
"Wae?"tanya Mr. Park pada Jong Seok yang meneleponnya.
"Ayah, kemari dan selamatkan aku!Aku akan ditangkap!"
"Jong Seok, apa yang terjadi?"
"Ayah, kompensasi atau apapun, lakukanlah dan cepatlah kemari sekarang!"teriak Jong Seok di telepon. Investigator Lee dan seorang polisi sudah siap membawa Jong Seok ke kantor polisi. "Bagaimana cara aku memberitahu mereka aku tidak mau pergi, mereka membawa surat penangkapan. Cepatlah datang!"
"Beritahu ayahmu untuk datang ke kantor polisi, kau perlu menjalani penyelidikan."kata investigator Lee.
Jong Seok mengancam tapi investigator Lee tetap menyeretnya pergi disaksikan pegawai Mo Park.
Byung Chun memberikan kesaksiannya di depan pengacara Lee, Sun Do, Hyuk KI, dan Wook Ki. Sedangkan Chae Ryung berhadapan dengan bekas pacar Jong Seok di tempat Yang Mi. Yang Mi membujuknya wanita itu untuk membantu mereka karena sejak tadi yang dilakukannya hanya menatap Chae Ryung.
"NUNA!Kau perlu mengatakan sesuatu, kenapa kau seperti ini?"tegur supir Yang Mi.
Yuri bertanya, "Eun Chae Ryung, kau tahu kenapa aku menatapmu seperti ini?"
"Aku tidak tahu."
"Cobalah berfikir lebih keras!"perintah Yang Mi.
Yuri mengingatkan Chae Ryung kalau mereka pernah bertemu. Chae Ryung akhirnya ingat kalau Yurilah yang mencegah seorang pelayan memukulnya saat ia tidak mau menjadi hostess. Yang Mi mencerca Chae Ryung karena melupakan wajah penolongnya. Setelah berbincang sebentar akhirnya Yuri bersedia datang ke pengadilan untuk memberi kesaksian asal tidak bersamaan dengan jam kerjanya.
Ajumma bicara dengan Byung Chun, "Sampai kasus ini selesai, gunakan kantorku. Aku akan mengeluarkan sofa dan memasukkan tempat tidur di sana."
"Bagaimana bisa aku menggunakan ruanganmu?"tanya Byung Chun.
"Kau hanya tinggal menggunakannya, apa maksudmu bertanya bagaimana menggunakannya?Kalau kau tinggal di motel, bagaimana kalau kau berada dalam situasi yang berbahaya?"
"Bos, lalu bagaimana denganmu?"
"Aku bisa mengerjakan pekerjaanku dimanapun, itu tidak masalah. Dan ambil ini juga."kata Ajumma sambil memberikan seamplop uang.
Byung Chun menolak uang itu tapi Ajumma membujuknya agar ia menerimanya. "Bos, kau tidak perlu melakukan ini."
"Aku hanya ingin membantu sebisa mungkin."
"Terima kasih."
"Byung Chun, kau benar-benar melakukan hal besar untuk mereka."Byung Chun terharu dengan perkataan ajumma.
Jae Hee menjelaskan keadaan Eun Ki Hwan pada Jin Gu di telepon dan mengatakan Dr. Kang sedang menangani operasi jadi belum bisa datang.
Pil Seok datang dan Hee Jae memutuskan telepon, "Apa itu Jin Gu?"tanya Pil Seok.
"Ya."
"Beritahu dia aku di sini menggantikan Dr. Kang."kata Pil Seok. "Lalu masuklah!"
"Besan, kami sudah menyiapkan kamar, jadi datanglah ke rumah sakit sakit kami!"
"Aku baik-baik saja di sini, aku berterimakasih karena kau sudah memikirkanku."kata Eun Ki Hwan.
"Kau tidak perlu memikirkannya, kami sudah menemukan pelaku sebenarnya dan bicara pada pengacara kami. Penyelidikan akan dimulai secepatnya."kata Pil Seok.
"Apakah itu benar?"tanya Eun Ki Hwan.
"Ya, jadi kau perlu cepat pulih. Jadi ayo pergi!Kau perlu membuktikan ketidakbersalahanmu, dan kau perlu menang di pengadilan."
"Aku mengerti, aku akan pergi."
"Kau melakukan hal yang benar."kata Pil Seok.
Hee Jae masuk dan Pil Seok mengenalkannya sebagai anaknya. Hee Jae terharu karena hal itu. Pil Seok juga memuji Hee Jae dan mengatakan akan memberikan rumah sakit padanya di depan Eun Ki Hwan, Hee Jae sampai menangis saking terharunya.
Ibu Jin Gu berbicara dengan Jin Gu di telepon, ia mengatakan sudah mengurus semua masalah keuangan keluarga Ae Ryung, Jin Gu berjanji akan membayarnya kembali setelah ia bekerja, tentu saja ibu Jin Gu sangat bahagia mendengarnya. Setelah selesai menelepon, Se Yun memeluknya, "Kenapa kau melakukan hal seperti ini?"tanya ibu Jin Gu.
"Ibu memperlakukan besan kita dengan baik, maka aku memelukmu." Ibu Jin Gu berdiri dan menatap Se Yun. "Kenapa?"tanya Se Yun.
"Apa kau baik-baik saja?"
"Aku tidak baik-baik saja, tapi aku bisa mengatasinya."
"Apakah kau akan tetap memanggilku ibu?"tanya ibu Jin Gu.
"Kakak iparku masih muda, jadi mendengarku memanggilnya ibu akan membuat orang memandang aneh padanya. Jadi aku pikir ibu seharusnya tetap menjadi ibuku."
"Kau tumbuh dengan baik dan sangat pintar."
Se Yun tersenyum, "Cepat kirim uang ke kakak. Banyak uang, banyak!"katanya ceria.
"Baiklah."ibu Jin Gu memeluk Se Yun.
Jin Gu dan Ho Ryung menjemput ibu dan paman Ae Ryung di kantor polisi. Ho Rung menatap ibunya, ibu Ho Ryung berkata, "Ho Ryung, jika kau tidak ingin melihat ibu, ibu tidak akan pulang ke rumah."
"Maaf karena kau harus melihat kami seperti ini."kata paman Ho Ryung pada Jin Gu.
"Ibu, ayo pergi!Kita sudah menemukan pelaku sebenarnya. Jadi kita akan benar-benar sibuk."kata Jin Gu. Ibu Ho Ryung menanyakan siapa tersangkanya, setelah tahu tersangkanya adalah Jong Seok, ibu dan paman Ho Ryung terlihat sangat terpukul dan marah.
Yang Mi menawari Chae Ryung makan tapi Chae Ryung tidak makan. Yang Mi membujuknya agar mau makan. Yang Mi juga menasehati Chae Ryung untuk terus bersemangat. Akhirnya Chae Ryung mengambil menu yang diberikan Yang Mi.
Tapi sebelum memilih makanan, Yun Do masuk ke ruang kerja Yang Mi membawa makanan.
"Dimana semua laki-laki?"tanya Yang Mi.
"Wook Ki hyung sedang bicara dengan Byung Chun hyung, Hyuk Ki hyung pergi dengan Sun Do hyung."
"Apakah mereka pergi minum?"tanya Yang Mi.
"Hyuk Ki hyung tidak bisa minum."kata Yun Do.
Hyuk Ki dan Sun Do makan bersama. "Paling tidak kau harus makan sedikit."kata Sun Do sambil memberikan mangkuk berisi makanan.
"Ya."
Sun Do mengambilkan makanan lagi dan meletakkan di meja yang masih kosong. Hyuk Ki menatapnya heran. "Apakah Wook Ki datang?"tanya Hyuk Ki.
"Tidak."
"Sun Ae?"
Sun Do menggelengkan kepala.
"Byung Chun?"
"Aku ingin membelikan Duk Ki makan dan menuangkan segelas bir untuknya."jawab Sun Do. Hyuk Ki terlihat sedih, "Aku tidak bermaksud membuatmu menangis, "Aku hanya berfikir, kenapa aku tidak melihat Duk Ki yang sebenarnya, aku sangat menyesal."
Sun Do meminum bir dalam gelasnya. Hyuk Ki menatap makanan dan gelas yang diberikan Sun Do pada meja yang ksoong dengan sedih.
Di rumah Wook Ki mencoba memperbaiki HP yang menyimpan bukti kejahatan Jong Seok. Byung Chun menghampirinya, "Kau seharusnya berhenti, aku sudah mencoba memperbaikinya tapi gagal."katanya, "Kau seperti kata Duk Ki: jika kau mulai melakukan sesuatu, kau akan bekerja keras sampai hal itu selesai."Wook Ki hanya diam merenung, "Dia akan berkata, jika aku menyemangati saudaraku, dia akan pergi ke sekolah terbaik. Dia bilang kau hebat di matematika dan sejarah. Kau akan selalu mendapat juara jika ikut kompetisi. Dia bilang kau suka belajar tapi harus meninggalkan semuanya untuk bekerja. Dia bilang ingin mendukungmu mengumpulkan uang untuk sekolah ke luar negeri."Byung Chun mengatakan semua tentang Duk Ki yang sangat menyayangi saudaranya.
"Setelah pengadilan selesai, bisakah aku membawa HP ini?Aku akan membelikanmu yang baru dan yang ini untukku."kata Wook Ki sambil menangis.
"Itu sudah tidak bisa digunakan, kenapa kau ingin menyimpannya?"tanya Byung Chun.
"Walaupun perlu seumur hidup untuk memperbaikinya, aku akan mencobanya. Aku akan memperbaikinya dan melihat momen terakhir kehidupan kakakku."
Mr. Park mengunjungi anaknya di penjara, "Ayah, apa yang kau lakukan di sini?"
"Aku di sini sebagai pengacaramu, jadi diamlah!"
"Apakah ibu belum pulang dari Jepang?Anaknya di situasi seperti ini tapi dia tidak datang."
"Jika ibumu juga datang kemari. Siapa yang akan mengurus kerugian kita?"kata Mr. Park. "Ayo bicara di ruang konsultasi!"
Di ruang konsultasi Jong Seok langsung marah-marah karena ayahnya tidak juga mengeluarkannya dari penjara. Mr. Park balas memarahi Jong Seok karena dia tidak memiliki SIM dan menabrak orang. Jong Seok tidak terima disalahkan dan mereka berdebat. Jong Seok mengatakan seharusnya ayahnya mengambil jalan damai dan memberi mereka kompensasi. Mr. Park mengatakan hal itu mustahil. Jong Seok marah karena mengira ayahnya tidak mau membuang uang deminya. "Apakah kau tidak tahu ayah Shun Sun Ae adalah kepala polisi?"
"Apakah itu benar?"
"Jika kita tidak menanganinya dengan benar, kita akan berakhir dengan lebih banyak masalah. Jadi jangan banyak bicara dan dengarkan apa yang aku katakan!"
Selama ini mereka berlindung di bawah naungan Mr. Yang. Tapi Mr. Park mengatakan kalau sampai Mr. Yang tahu mereka bermasalah dengan anak kepala polisi Mr. Yang tidak akan membantu mereka lagi.
"Aku....jika aku tidak lulus tes kali ini, itu semua adalah salahmu."ancam Jong Seok.
"Lalu kenapa kau menyetir tanpa SIM lalu menabrak orang, kemudian melarikan diri padahal banyak kamera lalu lintas?Jadi itu juga salahku?Anak ini benar-benar....."Mr. Park yang kesal hendak memukul Jong Seok dengan berkas yang ia bawa.
"Jika kau memukulku lagi, aku akan memanggil polisi."ancam Jong Seok dengan santai.
Chae Ryung bertemu dengan Bora untuk meminta tolong agar ia mau memberi kesaksian di pengadilan. Bora tidak bisa memutuskan segera ia takut dengan keluarga Jong Seok. Tapi sbeelum pergi dia meminta Chae Ryung mengiriminya tanggal dilaksanakan pengadilan.
Jong Seok meminta ayahnya mempercepat tanggal pengadilan agar ia cepat keluar dari penjara, "Aku tidak bisa di sini semenit ataupun sedetik lebih lama, aku tidak peduli berapa banyak uang yang harus diberikan untuk kompensasi, jadi temukan jalan keluarnya. Kalau tidak kau akan membaca di koran kalau anak Mo Park ditemukan mati di penjara."kata Jong Seok.
"Apakah kau benar-benar pergi ke sekolah hukum?Apakah kau benar-benar belajar untuk ujian?"tanya Mr. Park.
"Ke arah mana pembicaraanmu sekarang?"
"Apakah kau pikir masalahmu hanya tabrak lari?Choi bersaudara mulai menuntutmu.Kau juga akan dituntut untuk kematian Choi Duk Ki."
"Apa?"
"Apa kau tidak tahu tentang dituntut untuk lebih dari satu kasus?"
Jong Seok yang arogan langsung kebingungan, "Ayah, bagaimana?Apa yang harus aku lakukan?Selamatkan aku!Tolong selamatkan aku. Ya?"tanyanya memelas.
Mr. Park berkata, "Sebelum pengadilan diadakan, ingat ini: aku tidak melakukan apapun, aku tidak tahu apapun, mengerti?"
"Mengerti. Aku tidak melakukan apapun, aku tidak tahu apapun. Aku tidak melakukan apapun, aku tidak tahu apapun. Aku tidak melakukan apapun, aku tidak tahu apapun."
"Kakak ipar, maafkan aku."kata paman Chae Ryung. Ia minta maaf karena tidak bisa mengembalikan uang. Eun Ki Hwan memaafkannya tapi paman Chae Ryung tetap merasa bersalah. Eun Ki Hwan hanya meminta paman Chae Ryung untuk mengingat apa saja yang dikatakan Mr. Park dulu. Giliran ibu Chae Ryung yang minta maaf pada Eun Ki Hwan.
Chae Ryung datang, ia hanya dia saja."Chae Ryung, ayolah!"kata Ae Ryung.
"Sekarang keluarga kita semua ada di sini."kata Chae Ryung.
Ibu Chae Ryung memeluk Chae Ryung, Jin Gu memeluk Ae Ryung, dan paman Chae Ryung mendatangi Ho Ryung dan memeluknya. Eun Ki Hwan terharu melihat keluarganya.
Hyuk Ki, Wook Ki, Byung Chun, dan Sun Do berkumpul membahas bukti-bukti.
Pengacara Lee meminta kesaksian Eun Ki Hwan di rumah sakit.
Yang Mi memperlakukan Yuri dengan baik karena ia sudah mau membantu, sedangkan Yun Do dan supir Yang Mi mempelajari foto-foto Jong Seok yang sedang mengikuti Chae Ryung.
Pengacara Lee juga menjenguk Dong Bo dan Sun Ae memberikan berkas-berkas bukti masalah tabrak lari yang dilakukan Jong Seok.
Di tempat lain Mr. Park sibuk menyiapkan pembelaan-pembelaan untuk Jong Seok.
Jong Seok di dalam penjara terlihat cemas.
Senior Chae Ryung menanyakan kepada atasnya kenapa Chae Ryung terus saja melamun dan menatap HPnya tapi tidak ada yang tahu sebabnya.
Hyuk Ki menjenguk Eun Ki Hwan di rumah sakit. "Terima kasih sudah datang."kata ibu Chae Ryung.
"Sebentar lagi pengadilan akan dilaksanakan, aku cemas jadi aku datang untuk menjenguknya."
"Aku bahagia kau datang. Dia khawatir bagaimana kalian sekarang."
"Terima kasih."kata Hyuk Ki untuk minuman yang diberikan ibu Ae Ryung.
"Aku yang harusnya berterima kasih. Kau membayar untuk hutang yang begitu besar. Walaupun aku punya mulut, aku sampai tidak tahu harus bicara apa."
"Itu bukan apa-apa."
"Baiklah, kita harus menang. Kita harus mengembalikan semua ke tempat semula dan memulai sesuatu yang baru."
"Ya."jawab Hyuk Ki. Eun Ki Hwan menghela nafas.
"Ini adalah hal yang baik, kenapa kau menghela nafas?"tanya ibu Chae Ryung.
"Setelah pengadilan selesai, apakah Choi Duk Ki akan kembali hidup?"tanya Eun Ki Hwan tanpa ada yang mampu menjawab.
"Seonbae!Aku hanya akan memintamu kali ini saja. Besok kalau kau besok bisa menggantikan shiftku, aku akan melakukan apapun untukmu."pinta Chae Ryung.
"Apa kau berusaha pergi ke resort ski dengan pacarmu?Kau perlu memberi tahuku alasanmu baru aku akan memutuskan."
"Apakah aku harus memberitahumu alasanku?"
"Ya, aku harus mendengarnya."
"Besok adalah hari diadakan pengadilan untuk kasus ayahku."\
"Kasus macam apa itu?"
Chae Ryung memberitahukan kasus yang menimpa ayahnya dan memohon agar Seonbaenya itu mau menggantikannya besok. Akhirnya Seonbae setuju bahkan dia mau menggantikan Chae Ryung untuk hari ini juga dan memberikan semangat pada Chae Ryung.
Atasan Chae Ryung memutuskan untuk mengirim Chae Ryung ke China karena melihat semangat Chae Ryung.
Chae Ryung berdoa untuk kelangsungan hidup keluarganya.
Pil Seok memeriksa Eun Ki Hwan, "Besan, kondisimu baik hari ini."kata Pil Seok.
"Ini berkat kau. Terima kasih."kata Eun Ki Hwan.
"Besan, aku tidak tahu apa yang terjadi di pengadilan nanti, jadi aku sudah menyiapkan ambulan jika sesuatu terjadi. Jadi jangan khawatir."
"Kau tidak perlu menyiapkan semua itu."
Pil Seok menyatakan kekagumannya karena Eun Ki Hwan memiliki anak-anak yang hebat dalam menjalani hidup. Eun Ki Hwan tentu hanya bisa tersenyum dipuji seperti itu.
Jong Seok dan Mr. Park masuk ke ruang sidang. Mereka berhenti sejenak dan mengamati siapa saja yang datang lalu duduk di tempat mereka dan sidangpun dimulai. Jaksa mulai menanyai Eun Ki Hwan. Mr. Park berdiri, "Bukankah kau sudah mendengar kalau kasus dinyatakan sebagai pembunuhan tidak sengaja?"
"Aku mendengar ada pembunuh yang lain, maka aku di sini. Aku ingin menguak hal yang sebenarnya."kata Eun Ki Hwan.
Saksi pertama yang dipanggil adalah Bora. Mr. Park menunjukkan foto Bora bersama Jong Seok di hari kejadian. "Bukankah kau bersamanya sampai rumah?"tanya Mr. Park.
"Benar."
Gantian pengacara Lee yang bertanya, "Bukankah Park Jong Seok yang meminta kalian pergi ke klub?"
"Benar."jawab Bora lebih bersemangat daripada saat menjawab pertanyaan Mr. Park.
==FLASHBACK==
Jong Seok mengantar Bora pulang dan mengambil foto saat Bora dipapah masuk ibunya yang menjadi alibinya.
==FLASHBACK END==
"Apakah setelah Jong Seok mengantarmu, dia kembali ke klub?"tanya pengacara Lee.
"Aku tidak tahu,"jawab Bora. "Tapi, saat Chae Ryung bilang akan pulang ke rumah. Jong Seok menghilang untuk beberapa saat, aku sangat ingat hal itu."kata Bora. "Jong Seok juga mengenal Choi Duk Ki. Aku melihat mereka bicara sebelum Chae Ryung pergi."
Giliran Sun Do yang menjadi saksi. Jaksa penuntut bertanya, "Dimana kau melihat Eun Ki Hwan mendorong Choi Duk Ki?"
Sun Do berkata Eun Ki Hwan tidak bisa disebut mendorong Duk Ki, apalagi dengan tubuh lemahnya. Duk Ki jatuh sendiri dan memukulkan kepalanya ke tembok. Mr. Park maju dan menunjukkan surat hasil otopsi. "Apa kau tidak melihat laporan otopsi ini sebelumnya?"tanya Mr. Park.
"Laporan ini tidak mengatakan penyebabnya adalah Eun Ki Hwan. Apakah kau tidak tahu itu?"balas Sun Do.
MR. Park tertawa mengejek, "Dia tidak tahu hukum dengan benar dan dia menanyakan pertanyaan pengacara."
Sun Do mengatakan kalau dia lulus dari sekolah hukum dan sudah memalui 3 tahap ujian. Mr. Park jelas kaget mengetahui hal tersebut.
"Kau mengatakan, mendengar kejadian dari Park Jong Seok hari berikutnya?"tanya pengacara Lee.
"Ya."jawab Yuri. Yuri menceritakan semua yang pernah dikatakan Park Jong Seok.
Mr. Park berdiri, "Kau ingin keluar dari kehidupan sebagai hostess dengan menggunakan Park Jong Seok tapi gagal. Jadi kau berbohong untuk balas dendam?"
"Pengacara Park, Kau harusnya ingat, dulu kau berteriak pada Park Jong Seok untuk melakukan apapun agar mendapat gelarnya. Kau ingin aku menghubungi sekolahnya dan menanyakan tetang hal itu?"tantang Yuri.
"Kau pernah melihat Park Jong Seok mengikuti Eun Chae Ryung?"tanya pengacara Park pada supir Yang Mi.
Supir Yang Mi membeberkan semua yang dia tahu.
"Kenapa kau membuntuti Eun Chae Ryung?"
Jong Seok menjawab semua pertanyaan jaksa penuntut dengan memutar balikkan fakta. Ia mengatakan membuntuti Chae Ryung dan menelepon Eun Ki Hwan karena ia menyukai Eun Chae Ryung dan ingin agar Eun Chae Ryung dan keluarganya baik-baik saja. Jong Seok mengatakan ia tidak mengenal Choi Duk Ki.
"Apakah kau mempunyai bukti lain bahwa Jong Seok membunuh Duk Ki?"
"Di hari sebelum Duk Ki meninggal, dia mengatakan tertabrak mobil, jadi dia merasa sakit kepala. Duk Ki membawa pulang tas dengan bekas terlindas mobil dan uang lecek. Jadi aku bertanya padanya apakah dia berlari ke depan mobil untuk mendapat uang dan ia membalas jika ia benar tertabrak mobil, ia tidak akan dipukul dengan stick golf untuk mendapat uang. Tapi Park Jong Seok mencoba menabrakku dan berkata jika aku tidak bisa membayar untuk biaya reparasi."
"Itu bukan bukti, itu hanya percakapan di antara kalian berdua."kata Mr. Park. "Tas yang dibawa Duk Ki pulang, bagaimana kau bisa membuktikan kalau itu diberikan oleh Park Jong Seok?"
Hyuk Ki terdiam sedih karena tidak bisa menjawab.
Giliran Byung Chun yang menjadi saksi, "Apakah benar kau melihat Duk Ki terluka?"
"Ya. Park Jong Seok memukul Duk Ki dengan stick golfnya dan dia bilang biaya ganti ruginya adalah tas itu dan meletakkan tas itu di kepala Duk Ki. Jong Seok juga membuat Duk Ki memunguti uang di tanah. Belum cukup sampai situ, Park Jong Seok juga menabrak Duk Ki dengan mobilnya, aku melihat hal itu dengan kedua mataku."
==BERSAMBUNG==
Author_blog 10 Mar, 2012
-
Source: http://www.pelangidrama.net/2012/03/sinopsis-k-drama-its-okay-daddys-girl.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com Share on Facebook


























































