[Sinopsis J-Drama] Kurosagi Episode 8
Di dunia ini ada 3 macam penipu..Pertama orang yang menipu uang korbannya bernama Shirosagi (white swindler), kedua menipu dengan kecantikannya (memanipulasi perasaan si korban) yaitu Akasagi (red swindler), terakhir adalah penipu yang menjadikan shirosagi dan akasaghi sebagai 'sumber makanannya', penipunya para penipu dalam sejarah namanya adalah Kurosagi (black swindler).
== KUROSAGI Episode 8 ==
Keesokan harinya, setelah insiden di restoran Katsuragi, ketika Tsurara memohon kepada Katsuragi untuk tidak menjual data informasi tentang Shirosagi lagi kepada Kurosagi. Kurosagi duduk di depan meja barnya Katsuragi sambil menggigit-gigit kuku jarinya. Kurosagi menatap Katsuragi begitupun sebaliknya, kemudian Katsuragi yang pada saat itu sedang memegang pisau di tangan kanannya dengan gerakan matanya menyuruh Kurosagi untuk pindah duduk di dekatnya. Ketika Kurosagi sudah duduk di tempat yang diminta, tiba-tiba Katsuragi menarik baju Kurosagi, dan menatap ke arah mata Kurosagi cukup lama.
"Matamu merah, kau tidak bisa tidur?"tanya Katsuragi sambil melepaskan cengkraman tangannya dari baju Kurosagi.
"Mataku tidak merah, kok,"bantah Kurosagi kembali duduk.
"Aku tidak bisa tidur sama sekali",ucap Katsuragi matanya menerawang, bagaimana dengan Tsurara-chan, apa dia tidur sambil menangis semalam?"lanjut Katsuragi.
"Aku di sini untuk membeli informasi,"kata Kurosagi tanpa menjawab pertanyaan Katsuragi.
Katsuragi hanya menunjuk tangannya, dan di arah yang ditunjuk, muncul Hayasa sambil membawa amplop dan menaruhnya di atas meja bar.
"Kyoso Residence? Perusahaan besar itu?"tanya Kurosagi meminta penjelasan.
"Ada seseorang yang ingin menjual informasi tentang Kyoso Residence itu." Hayasa mulai menjelaskan.
"Dia adalah pemberi informasi itu, dia seorang klien."lanjut Hayasa, yang saat itu Kurosagi mulai melihat foto dan ada seorang wanita yang ternyata itu adalah kliennya kali ini.
"Seorang klien?"tanya Kurosagi.
"Aku sudah memberitahukan tentangmu padanya, bagaimana jika kau mendengarkan langsung darinya?" Hayasa memberikan tawaran pada Kurosagi.
" Lalu, bagaimana dengan bayaran untuk kali ini?"tanya Kurosagi kepada Katsuragi.
Tanpa melihat wajah Kurosagi, Katsuragi hanya memberi tanda lima lewat jari tangannya.
"Jika hanya itu, aku membawanya kali ini, Ini"kata Kurosagi sembari merogoh saku celananya dan hendak memberikan uang lima yen.
"Lima juta yen," Hayasa mengoreksi.
"Aku tahu,"kata Kurosagi lagi dan berdiri dan meninggalkan ruangan VIP restoran Katsuragi.
"Apa rencanamu terhadap Yoshikawa Tsurara?"tanya Hayasa kepada Katsuragi yang saat itu sedang meninggalkan meja barnya dan menuju ke arah jendela untuk melihat kepergian Kurosagi.
"Dia tahu terlalu banyak," Hayasa menjelaskan maksudnya.
"Jika terjadi sesuatu, biarkan dia yang menyelesaikannya."jawab Katsuragi sambil melihat keluar ke ruangan sebelah, dan di saat yang sama Kurosagi berada tepat di depan kaca itu dan tangannya membentuk seperti pistol dan mengarahkannya ke depan kaca itu dan berkata, "Bang!!"
"Bagaimana jika dia menjadi ragu dengan keputusannya?"tanya Hayasa pada Katsuragi yang sudah berjalan kembali menuju meja barnya.
"Dan bersamanya (maksudnya Kurosagi), kita akan menyelesaikannya dalam sekali."jawab Katsuragi sambil membawa dua ikan ke atas talenan dan memotong kepala ikan tersebut dengan pisau yang tadi dipegangnya.
Di halaman kampus, Tsurara sedang melihat papan pengumuman tentang sewa kamar, "Lima puluh ribu, heh?"ucap Tsurara tampak muram dan hendak pergi tapi kemudian, "Apa, tiga puluh ribu?"ucap Tsurara lagi ketika melihat ada pengumuman sewa kamar yang lebih murah.
"Uang jaminan dua bulan, uang kunci dua bulan, bayar uang sewa dan jaminannya."ucap Tsurara sambil menghitung dengan jarinya. "Masih kurang 180 ribu lagi, tidak cukup sama sekali," Tsurara melanjutkan sembari mengeluarkan buku tabungannya dan melihat jumlah uang di tabungannya.
"Oh tidak,"ucap Tsurara memegang perutnya yang bunyi karena lapar.
"Aku harus menyimpan uang makan siang juga, aku akan mencari pekerjaan sambilan lainnya, semangat!"ucap Tsurara lagi masih memegang perutnya sembari meninggalkan papan pengumumam itu.
Di sebuah kafe outdoor dekat danau, ada seorang wanita yang melihat jamnya terlihat kesal dan hendak pergi.
"Apa kau Hosyiya-san?"tanya Kurosagi yang baru datang menyapa wanita tersebut.
"Kau sudah telat tiga menit, aku sangat sibuk, duduklah."ucap wanita itu tidak sabaran.
Di halaman kampus Tsurara yang duduk di bangku taman sedang melingkari iklan lowongan pekerjaan di koran untuk mencari pekerjaan sambilan lagi. Lalu Yuuko senpai datang dan duduk di kursi taman di samping Tsurara. Yuuko senpai bertanya kepada Tsurara apakah ia akan berhenti dari Toko Kopi tempatnya bekerja, tapi Tsurara menjelaskan bahwa ia akan mencari pekerjaan sambilan lain agar bisa segera pindah.
"Itu bagus, itu berarti Kurosagi sudah bisa tenang, jika dia harus terus bertemu dengan orang yang selalu memberikannya 'ceramah', itu sangat menyebalkan." Tsurara dan Yuuko senpai melihat arah suara itu yang ternyata Yukari.
"Apa maksudmu?"tanya Yuuko senpai kepada Yukari sepertinya berusaha membela Tsurara.
"Tsurara yang mengkhianatiku duluan."jawab Yukari berlalu pergi seraya menatap Tsurara dengan penuh kebencian.
Masih di kafe klien dan Kurosagi sedang membahas tentang informasi itu.
"Pembicaraan ini akan sangat sederhana, aku harap kau mampu menipu Kyoso Residence."ucap klien Kurosagi, Hosyiya.
"Aku seorang ahlinya terhadap Shirosagi."balas Kurosagi.
"Menjual apartemen yang mereka tahu sudah cacat di dalamnya adalah penipuan yang tidak biasanya, kan?"ucap Hosyiya sembari memberikan sebuah scrapbook kepada Kurosagi dan Kurosagi menerimanya.
"Itu adalah rumah temanku, apartemen yang dibelinya, tapi banyak cacat di dalamnya, temboknya banyak bekas dari rembesan air, bahan dari tangga berputarnya sangat memprihatinkan, itu sudah pada tingkatan jika kau salah melangkah, maka akan segera roboh. Sudah pada tahap ini, itu sama saja dengan pembunuhan, kan? Terlebih lagi, seharusnya ada rencana perbaikan, tapi itu tak pernah ada, mereka juga menggunakan tiang bangunan yang terlalu tipis. Apartemen yang dibangun oleh Kyoso Residence hampir semuanya cacat" Hosyiya panjang lebar menjelaskan.
Di tempat lain, di sebuah ruangan pertemuan, "hahaha, tidak ada apartemen yang cacat seperti yang diceritakan, sudah menjadi hal yang normal perusahaan melakukan sesuatu untuk mengurangi biaya, kan? Jika kalian ingin meneruskannya atau menuntutnya atau apa pun, silahkan saja"ucap seorang pria kepada orang-orang yang hadir dalam pertemuan itu dan sepertinya orang-orang yang hadir tidak puas dengan penjelasan pria tadi.
Masih dalam pembicaraan yang cukup serius antara Hosyiya dan Kurosagi,
"Untuk membuktikan bahwa ada apartemen dengan cacat, para korban harus menuntutnya secara pribadi, mereka juga harus menghabiskan uang untuk membayar seorang pengacara, dan bahkan mungkin jika tuntutannya berhasil, jumlah uang kompensasinya lebih kecil dibandingkan dengan uang yang dihabiskan, itu benar-benar keterlaluan." Hosyiya melanjutkan penjelasannya.
"Kau tidak menyerahkan pada media saja?"tanya Kurosagi
"Karena belum ada cukup bukti, aku berhasil mengumpulkan banyak data untuk menuntut mereka, tapi aku belum bisa mendapatkan informasi kunci tentang Kyoso Residence"jawab Hosyiya.
"Siapa kau?" Kurosagi kembali bertanya. "Tujuan utamamu bukan mendapatkan uang untuk temanmu, kan? Itu hanya kau yang memiliki dendam pribadi terhadap Kyoso Residence."tanyanya lagi sembari melemparkan scrapbook itu ke atas meja.
"Untuk menipu sebagai penipu adalah pekerjaanmu, kan? Dan jangan bertanya hal yang tidak penting dan lakukan saja berdasarkan informasi ini"ucap Hosyiya balas bertanya dengan sinis.
"Melakukan atau tidak melakukan, yang membuat keputusan tentang hal itu adalah aku,"jawab Kurosagi sembari meninggalkan Hosyiya.
Hosyiya kemudian mengejar Kurosagi dan menyerahkan sebuah kartu nama,
Kartu Nama
Star Valley Architectural Design Ltd
Wakil Direktur, Arsitek Kelas Satu
Sumiko Hosyiya
"Seorang manajer dari kantor desain?"ucap Kurosagi sembari melihat kartu nama yang diberikan Hosyiya padanya.
"Aku tak bisa membiarkan Kyoso Residence 'bebas' seperti ini, aku tidak membutuhkan uang, hanya uang 50 juta kerugian temanku kembali, aku mohon, untuk menarik garis dan untuk semua, hanya demi hidup," Hosyiya menjelaskan agar Kurosagi mau melakukan penipuan itu.
"Itu baik, frasemu."ucap Kurosagi singkat.
Saat hari sudah malam, di tengah kota, di sebuah jalan, "Sekolah mengemudi Ayaka, silahkan". Tsurara membagikan kartu nama yang juga berisi tisu kepada pejalan kaki di sekitar jalanan itu.
"Yoroshiku onegaishimasu", Tsurara berusaha membagikannya pada pejalan kaki yang lewat tapi tak ada yang menghiraukannya, Tsurara pun mulai terlihat putus asa.
"Silahkan." Begitu Tsurara ingin membagikan lagi ternyata pejalan kaki yang ditawarkannya itu adalah Kurosagi yang sedang berjalan melewati jalanan itu bersama dengan kliennya Hosyiya.
"Apa yang kau lakukan?"tanya Kurosagi pada Tsurara seraya mengambil tisu dan menyeka hidungnya.
"Apa dia temanmu?"tanya Hosyiya kepada Kurosagi.
"Aku tidak mengenalnya."jawab Kurosagi sambil berlalu pergi meninggalkan Tsurara masih menyeka hidungnya.
Tsurara melihat kepergian Kurosagi dengan mata yang mulai memerah, broken heart, terluka..
Di rumah Hosyiya,
"Apa ini tempat penitipan anak?"tanya Kurosagi sambil memegang buku cerita Cinderella dan melihat-lihat ruangan itu.
"Banyak para pelanggan yang suka membawa anaknya ke sini,"ucap Hosyiya, dia pun meneruskan sambil membawa kotak kardus berisi data-data tentang Kyoso Residence, "Walaupun kecil, seluruh keluarga bisa hidup dengan aman dan damai di dalam rumah, itulah visi dari perusahaan kami."
"Mhmm"ucap Kurosagi singkat ketika Hosyiya pun meletakkan kotak kardus itu di atas meja,
"Ini adalah informasi mengenai Kyoso Residence, aku menghabiskan waktu 5 tahun untuk mengumpulkan semuanya. Dengan semua ini, kau mampu untuk memikirkan sesuatu, kan?"tanya Hosyiya
"Hanya saja, ada satu masalah." Hosyiya meneruskan.
"Masalah?"tanya Kurosagi yang saat itu sedang membuka scrapbook data-data yang dikumpulkan Hosyiya.
"Perumahan Kyoso sudah tertipu dengan penipu lain sekitar seminggu yang lalu."jawab Hosyiya.
"Apa?"ucap Kurosagi kaget.
"Tapi tak masalah, yang aku ingin kau tipu adalah Kyoso Residence bagian Pengembangan Rumah Umum, sedangkan penipuan yang terjadi kemarin di bagian Pengembangan Rumah Mewah. Berbeda departemen." Hosyiya menjelaskan sembari berjalan menuju meja kerjanya mencari sesuatu dalam lacinya.
"Ini tidak menguntungkan, walaupun berbeda departemen, tapi masih dalam satu perusahaan, kan? Kau tidak bisa bekerja ketika orang-orang sedang waspada"ucap Kurosagi menjelaskan kenapa dia begitu kaget.
"Walaupun kau tak bisa, tetap lakukan saja."ucap Hosyiya terkesan memaksa.
"Bagaimana dengan teknik dari orang itu?"tanya Kurosagi menanyakan teknik orang yang menipu Kyoso Residence sebelumnya.
"Dia membuat surat tanah palsu, dan menjual tanah dari orang lain seharga 500 juta kepada Kyoso Residence."jawab Hosyiya
"Cukup sederhana"ucap Kurosagi datar.
"Tekniknya memang cukup sederhana, tetapi ada hal sangat kuat yaitu orang yang melakukan penipuan kepada manajer perusahaan perumahan itu sendiri. Manajer ditipu secara langsung, dan sekitar setengah tahun dia sudah memulai kerjasama dengan Kyoso Residence. Selama setengah tahun, dia menjual dengan baik tanah dari Kyoso Residence dan memperoleh kepercayaan dari Kyoso Residence. Dan orang ini, dia tidak pernah membiarkan seorang pun dari Perusahaan Kyoso untuk melihat bagaimana rupanya, dari kepribadiannya yang terbuka dan hanya bertelepon, dia berhasil 'menangkap' hati para staf dari Perusahaan Kyoso." Hosyiya menjelaskan panjang lebar.
"Sepertinya aku pernah mendengar teknik seperti ini sebelumnya."ucap Kurosagi, Hosyiya pun kaget mendengarnya.
"Dia merencanakan segalanya di sekitarnya dengan sangat menyebalkan, dan sasarannya hanyalah perusahaan besar yang buruk, dan menghabiskan setengah tahun untuk memperoleh kepercayaan dari orang di sekitarnya, teknik ini...aku ingat." Kurosagi menjelaskan lalu menjentikkan jarinya.
"Kau mengenalnya?"tanya Hosyiya
"Jika apa yang aku pikir memang benar,"jawab Kurosagi.
Ada seseorang yang sedang bertelepon, "tidak..tidak, ini adalah suatu kebahagian bisa bekerja sama dengan Kyoso Residence."
"Kau mengenalnya?", kali ini Kurosagi yang bertanya, tapi Hosyiya pun menjawab tidak. Kurosagi pun memandang Hosyiya cukup lama seperti memikirkan sesuatu.
Ada seseorang yang menyalakan lighter untuk menyalakan rokok seorang yang lain.
"Setelah itu, tidak ada jejak dari Kyoso Residence memberikan laporan ke kantor polisi."ucap pria yang menyalakan lighter.
"Kemungkinannya mereka tidak ingin semua orang tahu tentang hal itu, jadi mereka menutupinya. Memang sudah seperti itu tindakan dari sebuah perusahaan yang buruk. Perusahaan besar memiliki tanggung jawab yang dibawanya. Pada saat mereka tidak melakukan hal ini. Apapun yang mereka sudah lakukan, tidak baik membiarkannya seperti ini. Mereka tidak belajar dari kesalahannya. Kita akan lanjutkan pada departemen yang lain"ucap pria satunya lagi yang ternyata Shiraishi Youichi, yang pada saat mereka sedang bicara mereka menuju tempat lain.
"Departemen lainnya?"tanya pria tadi.
"Seperti departemen Pembangunan Rumah Umum?"jawab Shiraishi Youichi.
"Penipuan sebelumnya adalah departemen Pembangunan Rumah Mewah, kan?"tanyanya lagi, dan mereka pun tiba di tempat yang mereka tuju yaitu sebuah ruangan di mana banyak wanita dan banyak makanan di atas mejanya.
Di Ruangan VIP Katsuragi, Kurosagi sedang duduk di kursi meja bar Katsuragi terlihat kesal.
"Memang orang itu, apa kau sudah tidak tertarik padaku lagi?"tanya Kurosagi pada Katsuragi yang saat itu sedang membaca sebuah majalah.
"Kau menjual informasi ini karena kau sudah tahu, kan?"tanyanya lagi.
"Kalau tak mau jangan kau lakukan."ucap Katsuragi santai tak menjawab pertanyaan Kurosagi sebelumnya yang saat itu ia sedang memakan senbei (sejenis kue beras), ketika ingin nambah makan lagi langsung diambil oleh Hayasa.
"Orang itu masih berhutang padaku."ucap Kurosagi ingin balas dendam akan kekalahannya waktu itu.
"Hahaha, mungkin kali ini kau juga akan kalah lagi."ucap Katsuragi tertawa.
"Aku punya informasi tentang Shiraishi." Katsuragi meneruskan sembari mengelap tangannya. "Ingin membelinya? Walaupun ini sedikit lebih mahal." Katsuragi memberi tawaran. "Orang itu sedang tertarik pada golf sekarang." Ia meneruskan, walaupun Kurosagi belum memberikan persetujuannya.
"Aku pikir orang itu tidak akan pernah tertarik pada permainan yang membosankan itu, faktanya..." Katsuragi mengungkapkan opininya.
Pada saat Katsuragi menjelaskan perihal Shiraishi, sebenarnya sudah ada scene tempat latihan golf. Di sana Shiraishi sedang memukul bola golf, dan pukulan nya cukup bagus ketika memukul bola itu. Dan ada orang yang sedang memperhatikan Shiraishi, orang itu adalah Kurosagi.
"Jadi apa ini?"ucap Kurosagi sembari terus memperhatikan Shiraishi dan seperti biasa jari tangannya membentuk pistol dan mengarahkan kepada Shiraishi, "Bang!!"
Kurosagi mulai melakukan langkah penipuannya, ia pun mendatangi Perusahaan Kyoso Residence. Kali ini ia akan berperan sebagai..
"Perkenalkan saya Kanzaki, dari Life Live Housing."ucap Kurosagi
"Saya Sakakibara dari departemen Pengembangan Rumah Umum, hari ini kau datang untuk Nishi Tokyo Town Hill, kan?"ucap seorang pria sembari memberikan sebuah pamflet.
"Ya, klien kami sangat tertarik dengan pengembangan proyek ini."jawab Kurosagi sembari pura-pura membaca pamflet yang diberikan.
"Begitukah"ucap Sakakibara
FlashBack
"Apartemen mana yang akan dibangun oleh departemenmu?"tanya Kurosagi pada Hosyiya.
"Yang ini, tak satupun dari apartemen itu yang ditemukan adanya kesalahan konstruksi."jawab Hosyiya sembari menyerahkan pamflet pada Kurosagi.
"Nishi Tokyo Town Hills." Kurosagi mulai membuka-buka halaman Pamflet yang diberikan Hosyiya, "Jadi ini yang akan dibangun oleh perusahaan itu."
Flashback End
"Ini adalah real estate yang bagus, berapa banyak yang kau inginkan?"tanya Sakakibara.
"Sebenarnya yang kami inginkan hanyalah tanahnya,"jawab Kurosagi
"Hanya tanah?"tanya Sakakibara lagi terkejut.
"Ini kan baru masa pengembangan, belum ada yang dibangun, kan?"tanya Kurosagi seraya meyakinkan maksudnya.
"Iya..tapi.."ucap Sakakibara tak yakin.
"Kami bermaksud membeli area konstruksi dari Nishi Toko Town Hills darimu." Kurosagi berusaha meyakinkan Sakakibara.
"Maka, itu harganya sekitar 400 juta,"ucap Sakakibara ragu.
"Kenapa harus menjualnya, jika ini merupakan properti yang bagus?"tanya Sakakibara
"Ini terlalu besar, kami memilih tanah yang lebih kecil, agar lebih mudah untuk di atur."jawab Kurosagi
"Berikan kami waktu untuk berpikir."ucap Sakakibara.
"Mereka sangat berhati-hati, tentu saja, mereka baru saja kehilangan uang 500 juta akibat penipuan."ucap Kurosagi sembari berjalan meninggalkan gedung Kyoso Residence.
"Sebenarnya, baiknya kita memang menjual Nishi Tokyo Town Hills seperti ini,"ucap Sakakibara kepada rekan kantornya berdiskusi.
"Bagaimanapun, kita harus memberi perhatian, kepada siapa yang mau membelinya."ucap pria lain yang sedang duduk.
"Jika departemen kita tertipu seperti departemen Pembangunan Perumahan Mewah, maka situasi akan semakin memburuk,"ucap Sakakibara
"Kita juga menerima reaksi negatif lagi karena kesalahan konstruksi,"ucap rekan Sakakibara itu tak mau kalah.
"Jangan khawatir, kita investigasi dulu secara keseluruhan, lalu tinggal memutuskan."ucap Sakakibara sembari mengayunkan tangannya seperti hendak memukul bola golf.
"Kurosagi-san." Tiba-tiba ada yang memanggil Kurosagi.
"Dia lagi."ucap Kurosagi ketika mengetahui yang memanggilnya itu adalah Yukari.
"Pakaian formal sangat cocok untukmu, baru kembali dari menipu"ucap Yukari sembari mendekati Kurosagi.
"Bicaramu terlalu keras, aku bisa ditangkap."ucap Kurosagi sembari pergi meninggalkan Yukari.
"Tsurara bekerja sangat keras di kerja paruh waktunya, katanya dia ingin menabung agar bisa cepat segera pindah,"ucap Yukari sembari mengejar Kurosagi dan Kurosagi pun menghentikan langkahnya.
"Apa ini mengganggumu?"tanya Yukari kemudian.
"Tidak sama sekali,"ucap Kurosagi dan berlalu pergi.
Yukari hanya melihat kepergian Kurosagi, dengan tatapan...(yang san gak bisa deskripsikan ekspresi Yukari)
Di toko kopi tempat Tsurara bekerja, bosnya sedang tertidur sambil berdiri menyandar ke lemari, Tsurara saat itu sedang menghitung pembukuan.
Tapi terdengar suara dari perutnya, dia kelaparan. Tsurara memegang perutnya sambil kepalanya tiduran di atas meja, "Aku sangat lapar". Dia pun melihat toples-toples berisikan kopi itu, dia melihat terus ke toples-toples itu, dia melihat bosnya yang masih tertidur. Dan akhirnya, Tsurara pun mengambil salah satu toples itu, membukanya, dan mengambil isi dari toples tersebut yang berisi kopi, dan ia pun memakannya, "Itadakimasu"ucap Tsurara sembari memasukkan biji-biji kopi itu ke mulutnya. Ia mulai mengunyahnya, dan ia pun merasa kepahitan dan meminta bosnya yang sudah terbangun untuk memberikan kotak tisu agar ia bisa membuang kunyahan biji kopi dari mulutnya.
"Tsurara-chan."panggil seseorang tiba-tiba yang ternyata Yukari.
"Aku mendapatkan pekerjaan yang bayarannya cukup bagus."ucap Yukari sembari memperlihatkan selebaran kepada Tsurara.
"Perusahaan pesta?"tanya Tsurara sembari melihat selebaran yang diberikan Yukari.
"Tabunglah banyak uang, dan cepatlah segera pindah atau aku bisa memberikan uang satu juta padamu,"ucap Yukari dengan tampang jutex.
Di restauran Katsuragi, Katsuragi sedang mengunyah sesuatu,,
"Ini sebaiknya memang dimakan dengan kopi, rasanya enakkan?" tanya seseorang pada Katsuragi yang ternyata itu adalah Shiraishi.
"Bisakah aku mendapatkan data informasi mengenai Kyoso Residence?" tanya Shirashi lagi.
"Kau masih tertarik pada mereka?" Katsuragi balik bertanya.
"Untuk departemen yang berbeda, aku ingin mereka benar-benar 'kalah', dan pada akhirnya, memaksa mereka untuk bangkrut," Shiraishi menjawab dan Katsuragi menatap Shirasihi sembari ingin memakan sesuatu lagi. "apa baik untuk memakannya lagi?" tanya Shirashi kali ini berbeda topik.
"tidak, ini tidak baik. Ini bisa saja membunuhku dengan cepat." Jawab Katsuragi sembari memasukkan makanan itu kemulutnya, "Kau yang membelinya, ingat." Lanjut Katsuragi sembari terus menatap Shiraishi.
"Mereka belum juga memberikan respons apapun." Ucap Kurosagi setengah teriak.
"Benarkah?" tanya Hosyiya sembari membawa secangkir kopi.
"Tidak mudah untuk menurunkan tingkat kewaspadaan mereka," jawab Kurosagi sembari menerima secangkir kopi itu dari Hosyiya. "Terima kasih" lanjutnya.
"Kenapa kau ingin membuat "jatuh" Kyoso Residence?" tanya Kurosagi pada Hosyiya yang tak langsung menjawab pertanyaan itu.
"Sekarang, kemampuan dari apartemen-apartemen ini untuk bisa bertahan saat terjadi gempa bumi masih dipertanyakan, kan? Dan itu bukan masalah baru- baru ini, hanya saja banyak orang yang belum mengetahuinya, bahwa beberapa dari perusahaan konstruksi, hanya karena ingin merendahkan biaya pengeluaran, telah melakukan berbagai kesalahan konstruksi," Hosyiya menjawab pertanyaan Kurosagi, ia pun meneruskan, "Ayahku salah satunya, dia diminta untuk mendesain salah satu apartemen dari salah satu perusahaan konstruksi, kemudian, terjadi sebuah kecelakaan."
"Ketika aku SMA, ada seorang teman pria yang sangat baik dikelasku, kami selalu saling tukar catatan sebelum ujian. Karena aku belajar ilmu pengetahuan dan dia belajar seni, catatan kami menjadi sempurna, ketika menggabungkan keduanya. Tetapi, karena kesalahan konstruksi merusak segalanya. Dia dan keluarganya tinggal di apartemen yang ayahku desain, apartemen itu tidak bisa tahan terhadap gempa bumi dan akhirnya rubuh. Dia kehilangan orang tuanya, dan ia pun terluka cukup parah. Dia tidak pernah menyalahkan aku karena hal ini, malah menghilang begitu saja sejak itu. Aku berharap ia marah padaku. Aku ingin ia mengatakan bahwa ini adalah kesalahan ayahku. Jika dia melakukannya, mungkin aku merasa lebih baik." Hosyiya menjelaskan pada Kurosagi panjang lebar dan Kurosagi pun mendengar penjelasan Hosyiya cukup serius dan seperti berpikir karena mengerutkan keningnya.
"Apa nama dari perusahaan itu?" tanya Kurosagi kemudian sambil membuka-buka buku cerita Cinderella.
"Mereka mengganti nama perusahaannya, tapi masih beroperasi... yaitu Kyoso Residence." Jawab Hosyiya dan Kurosagi pun seperti mengingat sesuatu, "Aku membenci perusahaan besar yang suka korupsi." Ucap seseorang yang ternyata Shiraishi. (muncul di ep 4)
"Ini sudah sering terjadi, tetapi mereka masih saja membangun apartemen dengan kesalahan konstruksi. Aku tidak akan pernah memaafkan Kyoso Residence. Pada akhirnya, aku ingin memberikan kompensasi padanya sedikit." Hosyiya memberikan penjelasan lagi dan Kurosagi pun membalikkan badannya agar bisa berhadapan dengan Hosyiya,
"Apa kau pernah memikirkan bagaimana akhir dari cerita ini?" tanya Kurosagi sembari menunjukkan buku cerita Cinderella yang dipegangnya.
"Cinderella?" tanya Hosyiya heran.
"Katakanlah kau ingin mengkompensasikannya dengan bukti itu, kau pikir segala yang pernah terjadi akan hanya ada di masa lalu." Ucap Kurosagi, Hosyiya terlihat berpikir apa maksud dari ucapan Kurosagi.
Disebuah tempat peristirahatan terakhir, sekuntum mawar mewah diletakkan disalah satu batu nisan dan ada orang yang berdoa di depan batu nisan itu yang ternyata Hayasa.
"Bunga mawar lagi?" tanya seseorang yang baru saja datang, Hayasa secara spontan melihat pemilik suara itu yang ternyata adalah Kashima.
"Setiap bulan, kau memberikannya bunga mawar, apa ayahmu memang menyukai bunga mawar?" Kashima melanjutkan.
"Apa ini juga melanggar hukum?" tanya Hayasa dan kemudian langsung pergi meninggalkan Kashima dan rekannya, Momoyama.
"Apa ada arti khusus dari sebuah mawar?" tanya Momoyama kepada Kashima setelah Hayasa pergi, tanpa menjawab, Kashima hanya melihat sekuntum mawar merah yang diletakkan di batu nisan itu.
Sementara Tsurara masih melihat selebaran yang diberikan Yukari, berpikir.
"Hello, Kanzaki-san?" Sakakibara menjawab telepon
"Tentang Nishi Tokyo Town Hill, sudah kau pikirkan bagaimana hasilnya?" tanya orang diseberang telepon yang ternyata kurosagi.
"Meskipun aku pribadi berpikir itu merupakan ide yang bagus, perusahaan belum setuju denganku, maka kita akan membicarakannya lagi?" jawab Sakakibara dan Kurosagi pun menutup teleponnya.
"Aku pikir juga begitu." Ucapnya dan Kurosagi pun langsung duduk bersila di atas tempat tidurnya. "Apa yang harus aku lakukan?" tanyanya kemudian sambil mengorek-ngorek telinganya.
"Seorang yang mencurigakan telah berbicara pada Departemen Pengembangan Umum Kyoso Residence," ucap seseorang yang turun dari tangga memberitakan perihal tersebut kepada Shiraishi.
"Seseorang yang mencurigakan?" tanya Shiraishi.
"Sepertinya ia mengklaim dirinya dari sebuah perusahaan real estate. Dan ia berencana untuk membeli tanah dari pengembangan Nishi Tokyo Town Hills" Jawab pria itu.
"Siapa dia?" tanya Shiraishi lagi.
"Namanya Kanzaki, tingginya sekitar 175 cm, dan kurus, umurnya kira-kira 20 tahunan," pria tadi menjelaskan dan Shiraishi pun tertawa mendengar penjelasan pria itu seperti sudah mengetahui siapa orang yang dimaksud sebenarnya.
"Apa ada sesuatu?" tanya pria itu (yang san blom tau namanya) terlihat bingung.
"Kurosagi-san sangat buruk, Kanzaki-san, heh." Ucap Shiraishi sambil terus tertawa serta melonggarkan dasinya.
Tsurara-chan dengan memakai gaun berwarna hitam sembari membawa nampan berisi gelas-gelas minuman berjalan melewati orang-orang yang berpakaian rapi di sebuah pesta, dia berhenti ketika melihat ada pelayan yang mengiris-ngiris daging dia pun bergumam, "makanannya terlihat enak."
"Pelayan! Kau sangat cantik, bagaimana jika pergi denganku setelah selesai bekerja?" tanya seorang tamu dari pesta itu.
"Tak usah" jawab Tsurara, ia pun langsung meninggalkan pria iseng itu dengan terburu-buru dan hampir saja menabrak seseorang yang ternyata itu adalah Yukari. Tsurara bertanya kepada Yukari kenapa ia datang ke pesta itu, dan Yukari pun menjawab ia hanya menghadiri pesta dari kenalannya.
"Kerja keraslah, aku yang merekomendasikanmu." Ucap Yukari lagi yang saat itu memegang gelas berisi wine?!??!
"Yukari, kita perlu membicarakannya. Kita seperti ini sudah terlalu lama. Aku.." sebelum menyelesaikan ucapannya, Tsurara kaget karena Yukari menuangkan isi gelas yang dipegangnya ke atas kepala Tsurara dan meletakkan gelas itu di atas nampan yang di pegang Tsurara.
"Oopps, maaf." Ucap Yukari watados (wajah tanpa dosa)
"Bagiku, mau itu nol atau seratus tidak akan membuat perbedaan dari apa yang akan kau katakan sekarang." Ucapnya terdengar penuh dengan kebencian, Tsurara terkejut dengan penjelasan Yukari matanya terlihat mulai memerah.
"Apa yang kau lakukan disini?" tanya seseorang tiba-tiba.
"Orang ini hampir menabrakku?" jawab Yukari, dan seseorang itu meminta maaf kepada Yukari. Dan Yukari pun pergi meninggalkan Tsurara. Seseorang tadi mengatakan kepada Tsurara bahwa sudah tak ada yang perlu kau khawatirkan lagi, bekerjalah.
Tsurara melepaskan tali sepatunya, ia pun kesakitan yang ternyata kakinya lecet karena sepatu itu.
"Kau ada disini, gadis miskin." Ucap seseorang yang secara spontan Tsurara melihat pemilik suara itu yang ternyata Kurosagi sambil memegang payung berwarna putih menuruni tangga.
"Wow, lihat yang kau pakai." Ucapnya lagi ketika melihat pakaian yang dipakai Tsurara dan berhenti di depan Tsurara.
Kurosagi lalu memakan makanan yang dipegangnya, Tsurara memandang makanan yang dipegang Kurosagi. Kurosagi menawarkan makanan itu, tapi Tsurara menjawab tidak. Tapi perut dan mulut memang tidak bisa diajak kerja sama, perut Tsurara pun bunyi tanda bahwa ia sedang lapar, ralat kelaparan. Tsurara pun memegang perutnya sedangkan Kurosagi tertawa.
"Sudah aku bilang, aku bisa membantumu untuk biaya kepindahanmu." Ucap Kurosagi sambil terus saja memakan makanannya dan ia pun duduk di pegangan tangga di belakang Tsurara.
"Tidak perlu". Jawab Tsurara masih memegang perutnya yang lapar.
"Kau sangat keras kepala. Seperti yang diharapkan dari seorang 'pengawal hukum'. Hukum tidak bisa melindungimu. Kenapa kita harus mematuhi hukum." Ucap Kurosagi lagi, Tsurara hanya terdiam mengingat perkataan yang sama yang pernah dikatakan Kurosagi.
"Hukum tidak dibuat untuk melindungi orang. Tapi untuk menolong orang hidup dalam kebahagiaan." Tsurara membela diri.
"Jadi kau adalah pengikut 'kebahagiaan'?" tanya Kurosagi
"Dan aku pikir kau sedang menghindarinya. Tidak baik jika seseorang menyerah untuk bahagia bagaimanapun kau telah menyerah" ucap Tsurara kemudian sembari membalikkan badannya menghadap Kurosagi yang duduk dibelakangnya.
"Jadi?" tanya Kurosagi lagi.
"Kau tidak berjuang, tapi kau sedang melarikan diri. Itu karena lebih mudah untuk membenci" ucap Tsurara lagi, ketika Tsurara mengatakan hal itu Kurosagi hanya menatap Tsurara dan hendak pergi.
"Tidak peduli betapa menyakitkannya hal itu, tidak baik menyerah untuk bahagia." Ucap Tsurara mencegah Kurosagi pergi dan mereka pun saling berhadapan..saling memandang.
"Kau memang seperti itu, salah satu orang yang berpikir jika kisah Cinderella itu berakhir dengan bahagia." Ucap Kurosagi sembari memberikan payungnya kepada Tsurara dan ia pun pergi meninggalkan Tsurara, sedangkan Tsurara menatap kepergian Kurosagi berusaha mengerti maksud perkataannya itu.
Ditempat latihan golf, Shiraishi dan rekannya sedang bermain golf. Rekannya berkata, "Kanzhima itu sepertinya cukup lama 'bertarung' dengan perusahaan itu."
"Itu normal, aku baru saja menipu 500 juta dari mereka." Ucap Shiraishi. "well.. semua persiapan sudah siap sekarang, haruskah kita maju duluan?" tanya rekan Shiraishi itu memukul bola golf. "Tidak, kita tunggu saja." Jawab Shiraishi yang kali ini ia memukul bola golfnya.
"Sebenarnya, keadaan sedikit berubah." Ucap Kurosagi yang saat ini berada di kantor Kyoso Residence.
"Apa maksudmu?" tanya Sakakibara yang duduk di depan Kurosagi.
"Calon pembeli tanah dari klien kami sudah bisa dipastikan. Kyoso Residence hanya harus menjual Nishi Tokyo Town Hills. Tanah dari klien kami berkisar 600 juta, sedangkan Nishi Tokyo Town Hills bernilai 400 juta, jadi jumlah uangnya, akan lebih dari cukup. " Jawab Kurosagi dan di respon anggukan oleh Sakakibara.
"Hanya saja saya punya satu permintaan, klien kami ingin agar uang komisinya tidak tercatat dalam buku akuntansi." Ucap Kurosagi
"suap?" tanya Sakakibara
"Ini hanya politik saja, tidak baik untuk mempublikaskaninnya secara umum. Jadi kami harap Kyoso Residence dapat berkerjasama dengan kami" Kurosagi menjelaskan sembari mengeluarkan kertas warna-warni dari dalam tasnya dan mulai menuliskan sesuatu.
"Tanah klien kami 600 juta, sedangkan Nishi Tokyo Town Hills senilai 400 juta. Klien kami hanya harus membayar senilai 400 juta kepada Kyoso Residence, klien kami ingin membayar Kyoso Residence dengan harga 600 juta. Dengan melakukan ini, akan terlihat bahwa klien kami menghabiskan dana 600 juta. Dan kami harap untuk mendapatkan uang 200 juta terlebih dahulu dari Kyoso Residence. Tak apa, kan?" penjelasan Kurosagi sembari meletakkan kertas-kertas yang dibuatnya sebagai simulasi pembayaran diatas pamflet milik Nishi Tokyo Town Hills.
"Kanzaki-san." Ucap Sakakibara kaget mendengar penjelasan Kurosagi karena harus membayar terlebih dahulu.
"Uang yang kami terima dari pembeli kami, akan langsung dikirim setelah kami terima uang pembelian itu." Ucap Kurosagi berusaha untuk meyakinkan Sakakibara.
"Mohon maaf. Kita tak bisa meneruskan kerja sama ini. Kenapa kami harus membayar uang 200 juta terlebih dahulu?" tanya Sakakibara
"Akan membutuhkan waktu untuk mendapatkan 600 juta dari pembeli. Dan klien kami sangat membutuhkan uang itu secepatnya".
"Maafkan kami, tapi siapa pembeli itu? Saya tidak mencurigaimu, tapi yang kita bicarakan adalah jumlah uang yang besar. Tidak baik, kita tidak memastikan jika kita akan menerima 600 juta." Tanya Sakakibara menyatakan maksudnya.
"Kita bisa menyebutnya dengan Mr. X." Jawab Kurosagi sembari menyilangkan telunjuk jarinya membentuk huruf X.
"Apa kau bercanda?" tanya Sakakibara lagi tak yakin akan jawaban Kurosagi.
"Tidak, tentu tidak. Saya mempunyai tanggung jawab untuk menyimpan rahasia." Jawab Kurosagi tenang.
"Jika memang begitu, maka saya tidak bisa banyak membantu. Jika Mr. X, kau dan aku bisa bertemu. Maka kita bisa melanjutkan kerja sama kita. Penipuan baru-baru ini sering terjadi, Lewat telepon dan mempercayai seseorang tanpa bukti itu sangat berbahaya. Kalau begitu saya permisi dulu." Ucap Sakakibara mengakhiri pertemuan mereka. Kurosagi tak beranjak dari kursinya memikirkan rencana selanjutnya karena kali ini ia tetap tidak berhasil.
Di halaman rumahnya, Hosyiya sedang membaca buku Cinderella berusaha untuk mengerti apa yang dimaksud oleh Kurosaki tempo hari, dan setelah menutup buku cerita itu, pikirannya menerawang seperti telah mengetahui jawabannya.
Tangan Kurosagi mengetuk-ngetuk meja barnya Katsuragi, "Ini semua karena hal yang dilakukan oleh Shiraishi," ucapnya kemudian.
"Apa kau sudah menyerah?" tanya Katsuragi.
"Penipuan adalah tentang kepercayaan." Ucap Kurosagi, ia pun meneruskan, "Bagaimana bisa membodohi seseorang yang dari awal sudah mencurigaimu?" tanya Kurosagi kepada Katsuragi.
"Tak akan berjalan mulus." Jawab Katsuragi, "Maka dari itu, ini tentang informasi. Informasi. Kau ingin membelinya?" tanya Katsuragi sembari memegang acar timunnya tapi dijawab tidak oleh Kurosagi.
"Padahal ini informasi bagus. Dengar, dari awalnya tujuan Shiraishi memang bukan untuk menipu, dia ingin membuat bangkrut perusahaan itu. Dia sedang mengumpulkan informasi tentang hal itu sekarang. Penipuan sebelumnya hanya sebuah permainan saja. Jika dia sudah berhenti bermain, target selanjutnya adalah membangkrutkan perusahaan itu. Dan kau tidak akan memiliki kesempatan." Katsuragi menjelaskan sembari menunjuk-nunjuk Kurosagi dengan acar timunnya yang sudah setengahnya dimakannya itu. Dan Kurosagi pun menggigit kuku jarinya berpikir sesuatu.
Shiraishi sedang mengetik di komputernya, membuka-buka kertas filenya, dan terlihat putus asa, ia pun bergumam, "Ini tidak cukup." Sembari menyandarkan badannya ke kursinya dan memegang kepalanya dengan tangannya.
Kurosagi masih memikirkan langkah selanjutnya yang harus ia ambil, ia pun berkata pada Katsuragi bahwa ia akan membeli informasi darinya.
"Universitas Seikyou." Ucap Sakakibara.
"Mr. X adalah Universitas Seikyou. Sepertinya mereka ingin membangun asrama untuk para mahasiswanya. Jika kau mengetahui siapa pembelinya, kau bisa memikirkan kembali kerja sama ini, kan? Seperti yang pernah kukatakan padamu, akan membutuhkan waktu dari pembeli untuk membayar uang 600 juta itu. Karena itu, akan sangat menolong jika kami bisa mendapatkan uang 200 juta terlebih dahulu." Penjelasan Kurosagi tapi ternyata itu tak berhasil membuat Sakakibara percaya dan langsung mengatakan iyah, dia malah ingin bertemu dengan perwakilan dari Universitas Seikyou untuk meyakinkan bahwa Kurosagi tidak berbohong.
Kurosagi mengatakan bahwa ia memang baru saja berbicara dengan direktur dari Universitas Seikyou dan ternyata Sakakibara juga mengenal direktur dari Universitas Seikyou tersebut. Kurosagi terlihat terkejut mendengar perkataan Sakakibara.
"Saya telah mengenal Direktur dari Universitas Seikyou, kami mengenal sekitar setengah tahun yang lalu. Kami sering bermain golf bersama." Ucap Sakikabara dengan penuh percaya diri.
"golf?" ucap Kurosagi terlihat tegang.
"Kenapa? Apa salah jika saya mengenal Direktur dari Universitas Seikyou?" Ucap Sakikabara, ia pun meneruskan, "Silakan pergi, jika kau melanjutkannya, maka saya bisa melaporkanmu pada polisi." Sakikabara mengatakannya dengan penuh percaya diri dan kemenangan, Kurosagi pun memperlihatkan wajah tegangnya.
"Suatu kebetulan, jadi teman golf barunya itu adalah Sakakibara-san." ucap Kurosagi kemudian dan itu cukup membuat terkejut Sakakibara.
"Apakah namanya Misora-san dari Universitas Seikyou?" tanyanya lagi dan pada saat itu ada seseorang yang sedang melangkah menuju tempat dimana Sakakibara dan Kurosagi berada.
"Maaf telah membuatmu menunggu." Kata seseorang itu yang memegang pundak Sakakibara.
"Misora-san." Ucap Sakakibara kaget, ia pun langsung berdiri. Kurosagi pun langsung menyapa Misora-san yang ternyata Shiraishi.
"Aku mengenal Kanzaki-san kira-kira setengah tahun yang lalu. Dia sangat baik dalam melakukan pekerjaannya, walaupun ia masih muda. Dia selalu berhasil mengejutkanku dari sejak pertama kali kami bertemu." Ucap Shiraishi kepada Sakakibara yang kini telah duduk di sebelah Kurosagi, dan Kurosagi pun hanya menganguk-anggukkan kepalanya ketika mendengar semua ucapan Shiraishi.
"Aku juga merasakan hal yang sama." Ucap Sakakibara masih dengan wajah kaget tak percaya.
"Lalu bagaimana dengan permintaan yang saya minta?" tanya Shiraishi kemudian.
"Jika untuk Misora, aku akan melakukan yang terbaik mengumpulkan uang 200 juta itu." Jawab Sakakibara. Kurosagi pun bertepuk tangan pelan mendengar jawaban dari Sakakibara.
"Kau pasti bertanya apa hubunganku dengan Kurosagi-kun, kan?" tanya Hosyiya kemudian yang kali ini mereka berdua sedang duduk di sebuah kafe.
"Tidak, aku sudah tahu. Sepertinya kau sedang meminta pertolongan darinya." Jawab Tsurara dimana Hosyiya pun cukup terkejut mendengar jawaban Tsurara.
"Eh? Kau mengetahuinya? Jadi dia memiliki seseorang yang mengkhawatirkannya." Ucap Hosyiya sembari meminum minumannya.
"Tidak, ini hanya suka satu arah." Tsurara mengkoreksi.
"Kau melarang pekerjaannya?" tanya Hosyiya, "Sebenarnya aku sama sepertimu." Ucap Hosyiya kemudian.
"Orang yang aku sukai melakukan pekerjaan yang sama. Jika aku bisa, aku ingin sekali menghentikannya juga." Ucap Hosyiya lagi dan Tsurara pun cukup terkejut mendengarnya.
"Kau tidak menghentikannya?" tanya Tsurara ingin tahu.
"Mengatur hidupmu hanya untuk balas dendam, pasti banyak membutuhkan kekuatan. Tapi jika kau berhubungan dengan hati seseorang, kau akan melemah. Kau tidak akan bisa melanjutkan balas dendam lagi. Untuk menghentikannya, ketika dia sudah meneguhkan pikirannya untuk mengambil jalan yang ia tempuh..sangat tidak mungkin bagiku untuk menghentikannya. Itu mengapa ketika hari itu tiba, ketika dia melakukannya. Yang bisa aku lakukan hanyalah tetap berada disampingnya. Itulah yang aku rasakan. Tapi, bagiku..itu saja sudah cukup." Ucap Hosyiya dan Tsurara pun seperti memikirkan dari apa yang dimaksud Hosyiya
"Apa kau pernah memikirkan lanjutan dari kisah Cinderella?" tanyanya kemudian pada Tsurara.
"Aku tidak pernah membayangkan bahwa kau akan meneleponku." Ucap Shiraishi ketika mereka berdua telah berada di tempat parkir.
"Ini bagianmu." Ucap Kurosagi sembari membawa satu buah koper untuk diserahkan pada Shiraishi.
"Sudah kukatakan, yang aku inginkan bukanlah uang. Tunjukkan padaku apa yang kau janjikan." Ucap Shiraishi, dan Kurosagi pun menuju mobilnya membawa sebuah kardus. Dan meletakkannya di bawah. Shiraishi berjongkok dan melihat isi dari kardus itu, dan mulai melihat buku-buku catatan dalam kardus itu. Yang ternyata isi kardus itu adalah semua catatan scapbook yang dimiliki Hosyiya tentang Kyoso Residence.
"Bukankah ini semua informasi dari desain tempat yang tidak bisa aku dapatkan? Jika aku memiliki ini, sebagai tambahan dari semua informasi yang aku punya. Aku bisa mengungkapkan tentang agen perumahan itu." Ucap Shiraishi sembari terus membuka dan membaca scapbook yang dipegangnya.
"Keduanya disatukan dan akan menghasilkan catatan yang sempurna, kan?" tanya Kurosagi yang dijawab kaget oleh Shiraishi.
"Bukan apa-apa." Ucap Kurosagi.
"Darimana kau dapat informasi ini? Katsuragi-san?" Tanya Shiraishi yang masih melihat-lihat isi kardus itu.
"Seorang wanita cantik, teman kelasmu, untuk bisa menuntut kepada agen rumah itu, ia menghabiskan waktu 5 tahun untuk mengumpulkan semua ini. Tapi karena informasinya belum mencukupi, dia tidak bisa membongkarnya. Teman kelas itu merasa bersalah," ucap Kurosaki, yang saat mendengar penjelasan Kurosagi, Shiraishi kaget dan langsung berdiri, sementara itu, di balik tembok ada yang mendengar pembicaraan mereka ia adalah Hosyiya. Ia pun meneruskan, "itu semua adalah kesalahan ayahnya, kau kehilangan seluruh keluargamu. 'Untuk menggambar satu garis dan untuk semuanya, hanya untuk melanjutkan hidup', dia berkata seperti itu." Ucap Kurosagi lagi.
"Jadi dia mengatakan semua itu." ucap Shiraishi yang kini telah berdiri, "Katakan pada teman kelasku itu, bahwa aku akan menggambar garisku sendiri dan katakan padanya agar melupakan semuanya". Ucap Shiraishi lagi sembari mengambil kotak kardus itu untuk menuju mobilnya, yang saat mendengar perkataan Shiraishi itu Hosyiya menitikkan air matanya..broken heart..
"Seorang penipu tidak bisa menggambar garis satu untuk semua. Maksudku, mengapa kau ingin menjadi seorang penipu?" tanya Kurosagi tiba-tiba, Shiraishi mendengar pertanyaan Kurosagi menutup pintu belakang mobilnya terlihat kesal.
"Jika aku tahu apa dan mengapa, aku tidak akan berada disini. Tak ada jawaban yang bisa memuaskan orang lain. Bukankah sama saja denganmu?" jawabnya, "Tapi, sangat menyenangkan bersaing denganmu." Ucap Shiraishi sembari memberikan tangannya untuk bersalaman.
"Aku tidak bersaing denganmu. Yang kulakukan hanyalah menghancurkan sasaranku." Ucap Kurosagi tanpa menerima jabatan tangan Shiraishi.
"Baiklah, anggap saja agen perumahan itu telah hilang." Ucap Shiraishi dan ia pun menuju mobilnya.
"Shiraishi-san, aku pasti bisa menghancurkanmu suatu hari nanti." Ucap Kurosagi sesaat sebelum Shiraishi menaiki mobilnya dan Shiraishi pun menjawab, "Oh, benarkah" sembari tersenyum dan langsung mengendarai mobilnya dan memberikan klakson panjang pada Kurosagi. Di sana Hosiya berdiri menatap kepergian Shiraishi.
Sakikabara ditangkap polisi dan ditunggu oleh banyak wartawan diluar gedung Kyoso Residence, disana ada seseorang yang melihat penangkapan Sakikabara yaitu Kurosagi ia pun pergi sambil berkata, "Terima kasih, seperti biasa."
"Ini adalah biaya informasi kali ini termasuk uang informasi untuk Shiraishi, semuanya 100 juta." Ucap Kurosagi sembari membuka kopernya yang berisi uang kepada Katsuragi.
"Kau menjadi efisien sekarang. Tapi menjadi terlalu efisien cukup membuat masalah juga." Ucap Katsuragi dan Kurosagi pun menatap Katsuragi cukup lama begitupun sebaliknya.
Flashback
"Cinderella dan pangeran menikah dan bahagia selamanya. Semua orang puas dengan akhir dari cerita ini." Ucap Hosyiya, "Namun pada akhirnya, mereka tidak akan mampu untuk melewati halangan atas perbedaan status mereka. Pangeran mungkin akan berselingkuh. Kehidupan mereka dimulai setelah cerita itu berakhir." Ucap Hosyiya lagi pada Tsurara saat di kafe.
"Dimulai ketika berakhir?" tanya Tsurara bingung.
"Ketika sesuatu terjadi, contohnya, ketika pelaku kejahatan tertangkap, masyarakat akan menganggap bahwa kasus telah selesai. Tetapi korban dan orang yang terlibat, mereka akan melanjutkan hidupnya selamanya dalam insiden itu. Hal itu pasti sama untuk Kurosagi-kun, iya kan?" jawab Hosyiya menjelaskan maksudnya.
Flashback end
Tsurara mendengar suara ribut diluar seperti seseorang sedang membuka jendela kamar. Tsurara berpikir, "mungkinkah...." ia pun akhirnya membuka jendelanya dan perkiraannya itu pun benar di luar jendelanya Kurosagi sedang duduk dengan tangan menopang dagunya.
"Yoshida." panggil Kurosagi tanpa menoleh.
"Yoshikawa. Setidaknya ingatlah namaku." Ucap Tsurara terdengar kesal dan saat itu terdengar bunyi dari perut Tsurara yang menandakan bahwa ia sedang lapar dan ia pun memegang perutnya, malu...
"Kau,,,tidak harus pindah. Jika kau tidak mencampuri urusanku lagi." Ucap Kurosagi tiba-tiba, Tsurara yang mendengarnya cukup terkejut dan memandang Kurosagi.
"Aku mendengardari Sumiko-san tentang kisah Cinderella." Ucap Tsurara kemudian.
"Bayangkan ini." Ucap Kurosagi sesaat setelah mendengar perkataan Tsurara, "Keluargamu terbunuh tepat di depan kedua matamu. Dan seseorang yang melakukan pembunuhan itu adalah bagian dari keluargamu. Kau tidak bisa berbuat apapun. Bisakah kau membayangkan itu?" tanya Kurosagi, ia pun meneruskan. "Aku tak bisa membiarkannya berakhir seperti ini. Ini mungkin menjadi cerita masa lalu bagi televisi dan surat kabar. Tapi hingga si korban yang memutuskannya, cerita itu pun tidak akan pernah berakhir." Ucap Kurosagi mulai menitikkan air matanya.
"Jika kau benar-benar...bermaksud demi kebaikanku. Berhentilah menyukaiku."ucap Kurosagi sambil memandang ke arah Tsurara dan ketika mendengar hal itu Tsurara memegang dadanya...yang sakit, cukup lama, kemudian ia berkata, "Aku mengerti."
"Tapi, ingatlah ini," ucap Tsurara kemudian, ia pun meneruskan "kau tidak sendirian, meskipun, kau ditangkap dimanapun, meskipun kau meninggal di suatu tempat yang jauh sekalipun. Kau tidak sendirian."
Kurosagi yang mendengar hal itu menitikkan airmatanya... lagi..., dan menutup jendelanya.
Catatan Author: Jadi Hosyiya dan Tsurara memiliki nasib yang sama, mencintai pria yang hidup di bawah bayang2 dendam,,, duh, kasihannya... "Papi Pi kenapa kau menyia-nyiakan cinta mami Maki, suatu saat pasti kau akan menyesal,,," gumam Saa, hahahaha
NB: Gomen ne telat posting, aku benar2 lupa jadwal publishnya kapan, lagian aku lagi lihat Pi jadi Masapyooon... hahahaha... (Saa)
Written by: Susan @pelangidrama.net
Image by: Saa @pelangidrama.net
DON'T REPOST TO OTHER SITE!!Author_blog 09 Mar, 2012
-
Source: http://www.pelangidrama.net/2012/03/sinopsis-j-drama-kurosagi-episode-8.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com Share on Facebook













































