[Sinopsis TW-Drama] Skip Beat Episode 7
Sinopsis Skip Beat Episode 7
Seusai tampil, Shang berjalan memasuki studio 3 dan bertanya kepada kru tentang mascot ayam tadi. Kru yang ditanya menjawab tidak tahu. Shang bingung bukannya ayam itu adalah bagian dari tim. Kru yang ditanya menjawab kalau tadi ada kejadian mendesak dengan orang yang seharusnya menjadi ayam, lalu ditemukanlah wanita penggantinya. Shang bertanya "wanita?". Shang lalu teringat ayam itu memberi reaksi keras saat ia menyinggung kalau seharus wanita yang berpakaian ayam terlihat tidak seksi. "Ya, itu pasti Gong Xi" pikir Shang. Lalu kru tersebut bilang kalau orang itu tidak akan datang ke sini lagi. "hah?" Shang bingung. "tentu saja! Dia mengganggu acara. Itu sebabnya produser memecatnya" jawab kru film. Shang tersenyum menang mendengarnya. "Gong Xi kau begitu menyedihkan. Kau bahkan tidak bisa berperan sebagai ayam yang baik dan ingin masuk dunia hiburan" batin Shang sambil tersenyum sinis.
Shang tersenyum senang di kantin lalu ia berteriak "Ja Hey! Yes". Manajer Yang datang dan bertanya apa Shang terluka? Shang menjawab kalau itu hanya mascot, mana bisa melukainya. Lalu manajer Yang menasehati Shang karena Shang baru saja menjadi terkenal sehingga ada yang iri dan ingin melukai Shang, jadi Shang harus berhati-hati. Shang menjawab " Ya, aku tahu. Tapi aku tebak dia adalah fansku. Fans yang sangat tergila-gila padaku hingga kehilangan harga dirinya". Manajer Yang tersenyum "kau senang? Mereka fans yang sangat sulit". Shang tersenyum percaya diri "jangan khawatir. Ia tidak akan muncul lagi". "kau begitu yakin?" tanya manajer Yang menyelidik. Shang mengangguk "ya, mulai sekarang aku yakin dia hanya akan memandangku dari jauh, dari sudut yang gelap". Shang lalu menyemangati dirinya "Ja Hey! Yes" sambil berpose. (aktraktif juga ini si ikan kesayanganku_iis rf)
Lian bilang "maafkan aku. Mungkin ini mengejutkanmu. Aku tahu ini sedikit aneh. Tapi tidak ada orang yang bisa aku temukan untuk membantu". "bantuan? Mungkinkah sesuatu terjadi padanya?" pikir Gong Xi. Gong Xi lalu menjawab "silahkan! Jika aku dapat". Lian dengan ragu bilang "bolehkah aku meminjam ponselmu?"
Gong Xi bingung "ponsel? Maaf, aku tidak membawa ponselku".
Dengan raut kecewa Lian menjawab "oh. Terima kasih!".
Gong Xi melihat Lian bingung dan berpikir "aku hanya mengatakan tidak membawa ponselku dan ia terlihat seolah-olah ini adalah akhir dari dunia". Gong Xi berlari kecil mendekati Lian
"apa kau ingin melakukan panggilan? Ada telepon umum di luar. Jika kau ingin melakukan panggilan" kata Gong Xi.
"aku tidak ingin membuat panggilan" jawab Lian.
Gong Xi bertanya apa ada script yang tidak dimengerti Lian dan Lian ingin mencarinya di internet. Lian tersenyum dan membantahnya. Gong Xi tetap berpikir seperti itu, pasti orang-orang seperti Lian takut untuk mendekati orang lain untuk meminta bantuan, itulah sebabnya Lian mencari sendiri secara online. Lian tetap tersenyum membantah ucapan Gong Xi. Gong Xi terus saja mengoceh tentang pendapatnya.
Raut wajah Lian berubah keras saat mendengar ocehan Gong Xi. Gong Xi melanjutkan ucapannya "bahkan jika senyummu dapat menyembunyikan kebenaran dari seluruh dunia. Aku dapat melihatnya melalui dirimu. Kau tersenyum hanya untuk menutupi. Bila kau memiliki sesuatu yang disembunyikan atau mengatakan sesuatu yang berarti, kau mengeluarkan senyum mempesona. Yang keluar untuk mengatakan dengan senyummu. Semakin kau…..". Gong Xi tidak melanjutkan ucapannya karena melihat Lian yang menatapnya tajam. Gong Xi memastikan lagi raut wajah Lian yang menatapnya tajam dan murka. "mati aku. Aku telah membuatnya marah. Ini pertama kalinya aku melihatnya begitu marah" batin Gong Xi ketakutan. Gong Xi ketakutan hingga ayam-ayam evil disekelilingnya menghilang. "bagaimana kau tahu?" tanya Lian tajam. Gong Xi membungkuk meminta maaf.
Lian tertawa lebar karena menurutnya sangat lucu. "kau benar-benar lucu! Ini pertama kalinya seseorang mengatakan membenciku didepan wajahku. Kau benar-benar menarik!" ucap Lian. Sesaat Gong Xi terpana melihat Lian tertawa bebas. "senyuman ini sangat berbeda dari biasanya. Ini adalah tawa yang datangnya dari hati" batin Gong Xi. Dengan takut Gong Xi bertanya "kau tidak marah lagi?". Masih tertawa Lian menjawab "kenapa harus marah? Bukankah kau juga sudah tulus meminta maaf. Tidak ada alasan bagiku untuk marah". "pemikiran yang dewasa" batin Gong Xi.
"lagipula, aku juga salah. Aku mencoba menutupi kelemahanku sendiri dan mengalihkan perhatian orang. Itu tidak benar". Gong Xi tercengang dan batinnya bicara "dia mengakui hal itu. Dia benar-benar mengakuinya. Dibandingkan dia, aku…..". gong Xi lalu teringat saat Lian menanyakan alasannya masuk dunia hiburan untuk balas dendam. "aku tidak bisa mengumpulkan keberanian untuk mengakui kegagalanku sendiri" batin Gong Xi sedih.
Lian menunjukkan bagian script yang ia tidak mengerti. Ada suatu kalimat yang ia tidak mengerti. Ia bingung bagaimana harus mengeluarkan emosi saat mengatakannya karena tidak tahu alkitab apa yang dipegang orang tersebut. Lian menyangka itu adalah kitab sutra Buddha dan berniat mencarinya di internet dari kata-kata tersebut. Selama Lian menceritakan masalahnya Gong Xi mendengarkan dan berpikir apa Lian memiliki masalah sehingga otaknya tidak berfungsi. Lian terus saja cerita kalau ia ingin mencari lagi kata itu tapi baterai ponselnya mati. Gong Xi tidak tahan menahan tawa. Lian menatap tajam mascot ayam karena bahunya bergetar menahan tawa. Lian bertanya "apa kau sedang menertawakanku sekarang?". Gong Xi buru-buru mengibaskan tangannya "tidak.tidak. untuk apa? Tentu saja tidak". Lian kembali bertanya "lalu apa kau tahu? Ini benar kitab sutra?". Gong Xi menjawab " sebenarnya ini bukan kitab sutra Buddha. Ini adalah kata sifat, tidak ada hubungannya dengan agama Buddha". Lian bingung "hah?". Gong Xi melanjutkan "Yi ben zheng jing, adalah frase yang digunakan untuk menggambarkan seseorang dengan sikap serius, yang tidak bercanda. Seperti Zheng yi ba bai, idiom yang berarti khidmat. Artinya sama dengan Zheng yi ba bai".
Lian tersinggung dan kembali menatap tajam mascot ayam. Gong Xi melihat ekspresi Lian berubah lantas berdiri dan menjauh. "apakah aku mengatakan hal yang salah lagi?" tanya Gong Xi takut. Tiba-tiba pintu ruangan terbuka menyebabkan cahaya masuk ke dalam. Gong xi yang silau terkena cahaya kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Lian segera menghampirinya. Gong Xi melihat Lian dari kegelapan sama seperti saat ia melihat Shang tadi di studio. Lian yang khawatir bertanya apa ada yang salah dan segera membantu Gong Xi berdiri. Gong Xi bilang ia tidak apa-apa, mungkin karena anemia. Gong Xi tak lupa berterima kasih pada Lian.
Lian tersenyum dan bilang ia pernah mengalaminya. Gong Xi tidak percaya "kau juga?". Lian mengangguk " ya! Aku mungkin telah dipecat sebanyak…..". Lian mulai menggerakkan jarinya untuk menghitung. Gong Xi kaget karena selama ini ia selalu punya kesan Lian itu seseorang yang meraih ketenaran sejak awal debutnya dan sedikit ia tahu masa lalu Lian.
"kau masih menghitung?" tanya Gong Xi penasaran.
"terlalu banyak untuk menyelesaikan penghitungan. Mungkin sekitar 20 kali. Waktu itu aku baru masuk dunia hiburan. Aku tidak terlalu matang. Aku menolak dan menentang perintah Direktur. Jadi aku sering ditarik keluar" jawab Lian.
"kau mengatakan ini bukan untuk menghiburku kan?20 kali? Bagaimana mungkin kau memiliki masa lalu yang menyedihkan".
Setelah keduanya pergi, Gong Xi berbalik dan membuka penutup kepalanya dan melihat sekeliling "di mana aku?". Tiba-tiba Lian datang mengucapkan terima kasih. Gong Xi buru-buru menurunkan kepala ayamnya dan berbalik. Gong Xi berpikir apa Lian tidak ikut syuting. Lian sambil tersenyum manis mengatakan "aku pikir aku lupa mengatakannya. Terima kasih. Kau sudah memberi bantuan besar". "ini lucu! Kenapa jantungku berdetak begitu cepat?" batin gong xi bingung. " aku harus kembali syuting" kata Lian seraya menepuk bahu Gong Xi. Gong Xi terharu melihatnya. Lian lalu melakukan tos dengan ayam dan menyentuh kening kostum ayam dengan jarinya. Lian melambaikan tangan " Bye". Dibalas pula oleh Gong Xi yang masih kaget atas perlakuan Lian.
Sepeninggalan Lian, Gong Xi masih terpaku sambil bergumam "itu bukan senyum buatan yang biasa dia berikan. Dun He Lian".
Gong Xi berusaha berjalan sambil melihat sekeleliling ruangan mencari jalan keluar. Gong Xi menaiki Lift sambil tersenyum mengingat saat Lian mengucapkan terima kasih.
Gong Xi menaiki tangga menuju atap gedung. "ini pertama kalinya aku tidak mengandalkan bantuan Corn. Ya! Dun He Lian benar. Bahkan jika aku dipecat atau gagal berkali-kali. Ini semua pengalaman yang berharga. Jika aku tidak dapat melepaskan kegagalan ini, aku tidak dapat melanjutkan dan menjadi lebih baik" batin Gong Xi. Gong Xi sampai di atap gedung dan memandang jalanan dengan semangat baru. "aku akan bekerja lebih keras besok dan berusaha menuju tempat bersinar" teriak Gong Xi. Lalu Gong xi teringat "tapi sebelum itu,pertama-tama aku harus menemukan jalan pulang". Gong Xi melihat ke segala arah untuk mencari jalan pulang.
Gong Xi terbangun dari mimpi buruknya dan terus memegang lehernya. "kenapa ini bisa terjadi? Tidaklah mudah membangun hubungan baik dengannya (Lian). Kenapa aku malah mengalami mimpi menakutkan seperti itu?" gumam Gong Xi.
Lian lalu tersenyum dan mendekati Gong Xi seraya bertanya "apa kau berpikir, kenapa aku orang yang suka menyimpan dendam? Dan aku mengganggu? Apakah aku benar?". Gong Xi buru-buru menggeleng " tidak!" tapi Lian terus menatapnya tidak percaya. Gong Xi akhirnya mengaku kalau itu terlintas begitu saja dipikirannya lalu Gong Xi membungkuk meminta maaf. Lian tersenyum menahan tawa. Du Jin yang melihatnya bertanya sedang apa mereka. Lian jawab bertukar salam. "di depan toilet?" tanya Du Jin sambil menunjuk papan toilet. Lian hanya tersenyum. Du Jin tertawa melihat Gong Xi yang hanya bisa tersenyum pasrah.
Lian dan Du Jin berjalan diikuti Gong Xi. Gong Xi tak habis pikir, Lian tersenyum hangat kepada ayam itu tapi memberikan senyum sopan dan palsu padanya. Gong Xi bertanya apa karena Lian suka hewan. Karena terus berpikir, Gong Xi tak sadar kalau Lian dan Du Jin berhenti. Lian memanggil Gong Xi apa ia Zombie? Karena sangat tidak manusiawi. Lalu Lian bertanya kenapa Gong xi tidak memakai seragamnya? Bukankah Gong Xi anggota Love Me Section. Gong Xi beralasan kalau seragamnya terlalu mewah sehingga ia tidak mau memakainya. Lian tanya "terlalu mewah? Saat tujuan hidupmu menjadi seorang artis?". Gong Xi bingung "apa maksudmu?". Lian lalu menerangkan jika Gong Xi ingin bertahan di dunia hiburan, maka Gong Xi harus menonjol dan selama itu terlihat dan sesuai dengan tempatnya. Lian menambahkan Gong Xi harus bersikap serakah dan memikirkan cara-cara agar keluar sebagai pemenang. Lian tanya apa Gong Xi mengerti, jika tidak maka Lian pasti salah dan akan menyangka Gong Xi seperti kotoran sekitar yang tidak pernah berniat untuk debut. Gong Xi tidak terima dan bilang ia bukanlah kotoran sekitar dan ia ingin debut.
Lalu Gong Xi teringat sesuatu dan mengambil brosur iklan dari tasnya dan menunjukkannya pada Lian. Gong Xi tanya apa perusahaan itu adalah salah satu perusahaan iklan terbesar. Lian menyuruh Gong xi bertanya pada manajernya. Gong Xi menunjukkan brosur tersebut pada Du Jin. Du Jin membacanya dan mengiyakan kalau itu perusahaan iklan terbesar. Du Jin tanya apa Gong Xi akan ikut berpartisipasi dalam audisi bintang iklan. Gong Xi menjawab kalau ia sudah mendaftar. Lian lalu mengingatkan Gong Xi untuk ingat ucapannya kalau suka atau tidak, Gong xi harus menemukan cara untuk menonjol dan lakukan yang terbaik. Lian menepuk bahu Gong Xi memberi semangat lalu pergi. Du Jin lalu mengingatkan Gong Xi jika ingin ikut audisi tersebut agar menginformasikannya pada perusahaan. Gong Xi tak percaya dan bertanya "apa aku berhasilunasi? Apa yang dikatakannya tadi, meskipun terdengar kejam tapi cukup relevan. Ia tulus memberikan aku semangat. Apapun itu. Bagaimanapun, aku akan bekerja keras untuk sampai ke tempat yang bersinar". Gong Xi lalu ingat ia belum melaporkan hal itu kepada Direktur Shen dan bergegas menemuinya.
Gong Xi menemui Direktur shen dan bilang ia ingin ikut audisi bintang iklan, karena sudah mengacaukan pekerjaan ayam jago dan produser menyuruhnya untuk tidak datang lagi ke studio. Karena itu Gong xi ingin mencari kesempatan lain. Direktur Shen tertawa dan bilang kalau produser acara itu menelponnya dan mengatakan kalau respon penonton sangat baik saat acara itu ditayangkan. Penonton menyukai penampilan ayam itu dan memuji ayam karena sangat lucu. Jadi produser akan mempertahankan Gong Xi sebagai anggota tetap mereka. Gong Xi terkejut dan bertanya "benarkah?". Direktur Shen mengiyakan "tentu saja. Kenapa aku harus bohong? Itulah cara kerja industry ini. Semua bergantung pada rating. Kau pikir penampilanmu buruk tapi penonton menyukainya. Para penonton yang paling penting. Jika penonton menginginkan kau berkeliling, produser harus patuh dan membiarkanmu tinggal. Tapi Gong Xi, ayam jantan adalah sosok dibalik topeng. Walaupun kau nanti terkenal, tidak aka nada yang tahu kalau itu kau". Gong Xi lalu bilang itu yang terbaik karena ia tidak ingin mereka berdua (Shang dan Lian) tahu itu dirinya. Direktur Shen tanya siapa mereka berdua? Gong Xi buru-buru meralat kalau ia tidak ingin orang tahu kalau ia adalah Rooster (ayam jago). Gong Xi sama sekali tidak membanggakan hal itu, berperan sebagai ayam jago, apa yang bisa dibanggakan? Direktur Shen lalu mengerti dan mengira Gong Xi malu karena debut sebagai ayam dan itulah sebabnya ikut audisi bintang iklan. Direktur Shen beranggapan Gong xi sebagai seorang gadis tentu ingin debut dengan penampilan menarik. Direktur Shen mulai menasehati Gong xi panjang lebar membuat Gong Xi jengah dan menyibukkan diri memainkan kura-kura di mejanya. (wkwkwk…. Itu Direktur Shen ngoceh mulu, untung Gong xi gak tidur hahaha_iis rf)
Nan Qin bilang kalau saat ini Fei Li Hua akan menggunakannya untuk membeli suara lagi. Fei Li Hua pura-pura tak mengerti tapi ia yakin dalam peran apapun, ia akan mendapatkannya. Fei Li Hua juga bilang jika Nan Qin sadar tempatnya segera pergi. Gong Xi membela apa Fei Li Hua punya masalah dengan itu? Fei Li Hua dengan percaya diri bilang seharusnya Gong Xi tahu tentang dirinya. Gong xi menghiraukan Fei Li Hua dan menghampiri Nan Qin. Gong Xi bilang "Qin, kau tidak akan kehilangan untuk seseorang seperti itu. Kita teman baik. Aku akan mendukungmu sampai akhir". Nan Qin tetap menolak disebut teman baik Gong xi. Gong Xi bilang kalau mereka di departemen yang sama, memakai seragam yang sama dan mempunyai misi yang sama.
Merasa diacuhkan, Fei Li Hua marah dan teriak " hey! Apa yang kalian lakukan? Apa aku tidak terlihat oleh kalian?". Anak buahnya segera membujuknya agar tidak marah.
Gong Xi tetap bertanya kepada Nan qin kenapa tidak mau menganggapnya teman. Nan Qin menjawab kalau ia menganggap Gong xi sebagai musuhnya. Yang lainnya berbisik-bisik memberitahukan siapa Fei Li Hua, putrid konglomerat kaya yang begitu sombong.
Pengumuman audisi segera dimulai, panitia meminta peserta untuk berkumpul di ruangan sebelah. Fei Li Hua menatap sinis Nan Qin dan bertanya apa dia benar-benar akan ikut audisi? Berarti ia sama seperti kecoa yang menolak mati dan menikmati mempermalukan dirinya sendiri. Nan Qin kesal langsung pergi meninggalkan ruangan itu. Gong Xi mengejar Nan Qin. "Qin, mulut orang itu begitu busuk. Kenapa kau tidak membalasnya?" tanya Gong Xi. "dia bebas mengatakan semaunya. Aku tidak peduli!" jawab Nan Qin. "apa kau melarikan diri darinya? Dia bilang kau hanya pernah memainkan peran kecil. Apa itu benar? Aku tidak bisa percaya itu benar. Kau memiliki kemampuan berperan besar. Kau tidak mungkin memainkan peran kecil. Tidak peduli bagaimana aku melihatnya. Kau setidaknya memainkan peran utama kedua" tanya Gong Xi. Nan Qin memandang sendu dan bertanya " apa kau pikir aku orang yang akan memainkan peran kecil lalu pergi?". Gong Xi bilang itu sebabnya ia tidak percaya. (akhirnya bisa ngeliat sisi lain Nan Qin wkwkwk… mulai terbuka ni hatinya Nan Qin_iisRf)
Staff audisi berterima kasih kepada peserta yang telah datang, tapi karena ada situasi kecil yang timbul dari proyek mereka, hari ini Direktur Hei long tidak bisa hadir, tapi audisi tetap dilaksanakan sesuai jadwal. Para peserta kusuk-kusuk berkomentar menanggapi ketidakhadiran Direktur. Staff audisi menambahkan peserta tidak perlu khawatir karena semua audisi iklan akan direkam dan semua penampilan peserta akan dilihat oleh direktur. Audisi pun dimulai. Gong Xi heran karena audisi ini aneh, semua penampilan direkam agar Direktur dapat melihatnya seolah-olah Direktur ini memiliki banyak wewenang untuk menentukan. Nan Qin menanggapi jika itu yang terjadi, sebenarnya lebih baik dia tidak datang. Gong Xi tanya kenapa. Nan Qin bilang karena lebih adil dengan cara seperti ini.
Fei Li Hua mulai perform dengan mempertunjukkan keahliannya dalam menari balet. Fei Li Hua dengan percaya diri menari. Setelah selesai menari Fei Li hua memperkenalkan dirinya. Fei Li Hua tambah percaya diri ketika juri mengenalnya sebagai seorang putri konglomerat. Fei Li Hua jugan mengatakan bahwa dari sudah memutuskan untuk menjadi seorang superstar dan mengatakan bahwa iklan yang akan diperankan pasti akan terkenal dan menjamin produk tersebut akan laku karena akan didukung oleh perusahaan Fei Corporation.
Gong Xi masih terus memikirkan tentang memory paling berkesan dalam hidupnya dan membuatnya sedikit frustrasi. Sebenarnya Gong Xi dulu punya kenangan indah satu tetapi seudah hilang semuanya. Sedangkan memori yang paling berkesan untuk Nan Qin adalah ketika Nan Qin kelas 3 SD terpilih sebagai pemeran utama. Seorang yang gendut mengambil minuman duduk di dekat Gong Xi dan Nan Qin. Orang itu adalah sutradara yang akan menyutradarai iklan yang audisinya sedang berlangsung. Gong Xi dan Nan Qin sama sekali tidak menyadari bahwa disamping mereka duduk adalah sutradara iklan itu.
Gong Xi langsung menampar Nan Qin. Sutradara sangat terkejut melihatnya. Nan Win sangat terkejut dan langsung berdiri menatap Gong Xi tetapi Gong Xi menatap Nan Qin dengan tajam.
"kenapa kamu sedikit percaya pada dirimu sendiri dan terhadap dunia? Tidak masalah mereka kaya dan bisa membeli hati orang, mereka tidak bisa membeli bakatmu, jika kamu menyerah sekarang maka artiny kamu menyerah atas meyerah atas bakatmua untuk uang. Jika kamu seperti ini, kamu tidak berbeda dengan orang yang bisa membeli apa saja dengan uang" kata Gong Xi dengan menangis.
Gong Xi pernah dulu mau menyerah karena tidak diterima sebagai artis LME karena itu Gong Xi merasa tidak punya bakat sebagai artis. Tetapi Gong Xi tidak mau menyerah karena Gong Xi mengerti satu hal bahwa tidak akan menyerah sampai kapanpun.
Lian bertanya kenapa Du Jin senyum-senyum sendiri. Du Jin mengatakan bahwa sekarang ini Lian terlihat tulus terhadap setiap orang dan sangat gentle juga. Begitupun terhadap Gong Xi Lian bersikap gentle dan tidak seperti biasanya dan perlahan seperti mrngskui Gong Xi. Lian berkata dalam hati mungkin karena selalu ingat akan Gong Xi kecil sambil membayangkan Gong Xi kecil yang tersenyum melihat Corn.
Sutradara pun menjelaskan bahwa nomer yang sama akan menjadi kelompok dan otomatis Gong Xi dan Nan Qin berada dalam satu kelompok dan Gong Xi sangat senang karena satu kelompok dengan Nan Qin. Sutradara menjelaskan bahwa kelompok harus dapat saling bekerjasama dengan baik tetapi score akan dinilai secara individu dan akan dipilih dua orang. Gong Xi senang mendengarnya karena sama-sama punya kesempatan menang bersama Nan Qin.
Tetapi Fei Li Hua tidak terima kalau Gong Xi dan Nan Qin latihan berdua karena Gong Xi dan nan in berada dalam satu perusahaan dan selalu bersama dan sekarang berada dalam satu tim dan bagaimana bias melawan mereka yang sudah mengenal dan mengerti satu sama lain.semua peserta audisi pun setuju dengan Fei Li Hua. Fei Li Hua meminta agar Gong Xi dan Nan Qin tidak latijan bersama.
Acting dimulai. Gong Xi dan Nan Qin saling berhadapan. Gong Xi merasakan tatapan Nan Qin yang begitu tajam dan penuh kemarahan. Gong Xi merasa Nan Qin marah padanya tetapi Gong Xi langsung sadar kalau Nan Qin marah kepada B dan B harus merasakan yang sama dengan A. gong Xi mulai masuk dalam perannya.
Fei Li Hua heran karena Gong Xi dan Nan Qin hanya saling menatap dan merasa kalau buang-buang waktu saja. Setelah lama saling menatap, Nan Qin menampar Gong Xi. Sutradara, juri dan semua peserta audisi terkejut melihatnya.
-Tbc-
aidaRF_ayanknyaWonHaeYo~ong 08 Mar, 2012
-
Source: http://www.pelangidrama.net/2012/03/sinopsis-tw-drama-skip-beat-episode-7.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com Share on Facebook















































