[Sinopsis K-Drama] History of The Salaryman Episode 12
Paeng Wol ketawa setengah getir, kepala mafia diculik? Benar-benar bisa menjatuhkan harga dirinya tentunya. Yoo Bang berkilah jika tak menculiknya selagi dia tidur mana mau dia menemuinya.
Awas saja, kalau apa yang akan kau sampaikan adalah hal yang tidak berguna, Maka... kau, akan kubunuh kau! ancam Pang Wol.
"Apa sebenarnya produk baru itu?". Presdir Jin benar-benar penasaran.
Yoo Bang akhirnya bisa memperlihatkan produk barunya ke Pang Wol di kantornya. Sebuah produk yang mengetes gula darah untuk diabetes tanpa memakai jarum, tinggal menempelkan jempol kealat maka akan terlihat angka gula darah. Pang Wol yang anti jarum terlihat terarik.
"Kau tahu berapa banyak penderita diabetes didunia ini?" tanya Yoo Bang memancing.
"Aku belum pernah hitung, tapi pasti banyak sekali".
"Makanya ini adalah produk jackpot! Coba pikirkan. Ini sederhana dan kompak. Juga mudah digunakan. Siapa yang tak mau beli ini? Aigo, Aku benar, kan!" ujar Yoo Bang mempromosikan.
Dilain tempat, Presdir Jin heran bagaimana bisa produk baru bisa tangan Yoo Bang? Jang Ryang menjelaskan dulunya itu dikembangkan di pabrik Chun Ha Incheon.
Yoo Bang terus mengompori Pang Wol,dengan produknya dia bisa mengalahkan Choi Hang Woo yang membuang Pang Wol begitu saja dan tak menepati janjinya.
"Setiap memikirkan si bajingan itu, Hiih, gigiku jadi...gemeretak!" geram Pang Wol, "Baiklah, jadi, apa yang harus kulakukan?"
"Kau bisa siapkan sebuah pabrik untukku, Boss. Dan hubungkan aku dengan orang-orang Chinese itu begitu produknya jadi".
Presdir Jin sedikit heran, kenapa tak dibawa saja kepusat Chun Ha? Jang Ryang menjelaskan bahwa ada sedikit 'bug' yang belum ditemukan jadi belum bisa diselesaikan produknya.
"Jadi produk itu belum selesai, tapi dia sudah berani membujuk Paeng Wol dengan barang itu?"
"Makanya kubilang ini tidak akan mudah" aku Jang Ryang.
Begitu aku dapat pabrik dan teknisi...Produk ini bisa selesai. Yoo Bang berusaha untuk menyakinkan Pang Wol, tetap gagal. Akan tetapi bukan Yoo Bang namanya jika tak punya keyakinan. Maju terus pantang mundur.
Presdir Jin mulai menyukai Yoo Bang, bahkan berniat jika dia berhasil menyelesaikan produknya dia sendiri akan berinvestasi. Apa karena Yeo Chi? Nona kelihatannya tertarik kepada Yoo Bang...ujar Jang Ryang sedikit keceplosan.
"Siapapun itu, jodohnya Yeo Chi, adalah yang paling memiliki kemampuan. Dan untuk itu, tak ada yang dapat menyaingi Choi Hang Woo"
Yeo CHi masuk dan menyerahkan tugasnya kepada Hang Woo. Senyum Yeo Chil langsung hilang ketika Hang Woo melempar laporannya. Menyuruh Yeo Chi belajar bahasa KOrea dulu, mungkin karena tatanan bahasanya kacau. Serentak para staff lain menahan tawa.
Selesai mencaci maki, Yeo Chi tak sengaja mendengar beberapa karyawan kasak kusuk membicarakan Presdir Jin yang tak bisa melihat lagi. Yeo Chi langsung terdiam sedih, ketika kakeknya muncul menggunakan kursi roda yang di dorong Sekretaris Mo.
Yeo Chi menggeleng lemah ketika Mo Ga Bi akan memberitahu keberadaan Yeo Chi, mereka berjalan melewati Yeo Chi yang mulai berkaca-kaca. Sekretaris tersenyum misterius begitu melewatinya.
Mo Ga Bi yang selalu berada di sisi Presdir Jin menjelaskan kalau para dewan direksi mulai mencurigai kondisinya. Mengusulkan menemui mereka lewat video confrence saja.
"Didepan para ikan hiu yang haus darah...mau memancing mereka dengan kondisiku? Sudah terlambat untuk menghindari kecurigaan mereka. Jadi Direktur Mo, jangan jauh-jauh dariku. Aku akan menyelesaikan ini, tidak peduli siapa yang akan menjadi penggantiku. Yeo Chi atau bukan" pinta Presdir Jin yang langsung Mo Ga Bi mendekapnya ketika melihat Beom Jung melihat mereka di ujung.
Jelas, baik Mo Ga Bi atau Beom Jung bekerja sama untuk mengkhianati Presdir Jin.
Pang Wol begitu senang menerima lukisan oriental dari Cina. Separang pekerja sedang memasangnya di dinding. Hey, lukisannya miring, Pang Wol memberi instruksi.
"Pabrik, itu sih gampang..."Pang Wol yang belum sadar, namun langsung ternganga melihat Yoo Bang.
"Seluruh kamar mu akan kutempeli wallpaper dengan lukisan Oriental seperti ini. Serius!".
"Seret orang ini!" teriak Pang Wol. "Dasar penipu" Pang Wol mulai stress.
"Pengecekan ini lebih mengkhawatirkan daripada gula darahku".
Tirai mendadak tersibak. Kalau begitu buatkan aku pabrik! Dengan begitu kau tak perlu ditusuk jarum. Yoo Bang muncul seakan menghantui Pang Wol. Dasar kecoak, Pang Wol menutup tirainya, Yoo Bang menyibaknya. Pang Wol menutupnya, Yoo Bang menyibaknya lagi..begitu seterusnya sampai 1000 tahun mendatang. :LOL.
Aku janji akan sukses. Tolong berikan aku pabrik, Boss. Mendadak Yoo Bang muncul dari dalam air mengagetkan Pang Wol. Serentak mereka mencoba menenggelamkannya.
"Itu sangat sulit dan berbahaya" Beum Jung sedikit gentar.
"Tapi Jin Shi Hwang sekarang buta. Dan Yeo Chi itu tolol. Masalah apa yang akan kita temui?"
"Direktur Mo, kau memang pemberani"
Sekretaris Mo langsung berpura-pura bahwa dia juga takut namun dia melakukannya demi mereka. Beom Jung pun luluh.
Mereka juga merencanakan membujuk Choi Hang Woo menikahi Yeo Chi, demi melancarkan renanc mereka.
Aku juga sanggup berperang semangat. Lihat saja! Choi Hang Woo yang akan kujinakkan.
Dengan langkah terseok-seok, Hang Woo terpaksa membukakan pintu. Halo. Ayo, hepi-hepi! Senyum lebar ditunjukan Yeo Chi.
"Baek Yeo Chi. Hey Baek Yeo Chi! Kau sudah gila?" Hang Woo langsung marah-marah ketika Yeo Chi tanpa berdosa menyerahkan laporannya pada jam 3 pagi. Dan takkan pergi sebelum Hang Woo memeriksanya.
Yeo Chi bersikeras, dan Hang Woo tak kalah akal. Dia membuka kaosnya. Yeo Chi berteriak, Hang Woo tersenyum menang..Dirumah aku biasanya buka baju. Juga buka celana.
Ah..tunggu sebentar, Yeo Chi mengambil kameranya dan siap membidik Hang Woo. Apa? Hang Woo langsung bengong. "Akan kurekam dan kuletakkan di internet. Para pegawai wanita akan menyukainya".
Hang Woo kembali memakai kaos, terpaksa memeriksa laporannya. Selesai memeriksa, mendapati Yeo Chi telah tidur semakin membuat kesal Hang Woo. Hey, beraninya kau tidur disini? Kau memang suka seenaknya. Hang Woo semakin jijik melihat Yeo Chi mengiler. Yakh, jorok!. Tetap saja Hang Woo berbaik hati untuk memindahkan Yeo Chi kedalam kamarnya, sedang dirinya lebih memilih tidur di sofa.
Sementara itu Woo Hee panik melihat jam wekernya menunjukan pukul 6. Ah, dia buru-buru menelepon bosnya, Hang Woo. Namun bukan suaranya yang muncul namun Yeo Chi yang mengangkatnya. Tak pelak Woo Hee terbengong, benar-benar tak menyangkanya.
Yeo Chi bangun dan mendapati Hang Woo tidur di sofa depan, dia tersenyum. "Jadi kau tahu juga sopan santun untuk tidak tidur bersamaku?" dia memajukan wajahnya tepat didekat wajah Hang Woo.
"Dengarkan aku baik-bak. Jangan harapkan apa-apa dariku". Rupanya Hang Woo sudah bangun, membuat Yeo Chi langsung melangkah mundurk. "Apa yang bisa kuharapkan darimu?" ujar Yeo CHi tersenyum sinis. "Apapun. Nilai laporanmu 70 point. Dan..." belum selesai Hang Woo bicara Yeo Chi mencubitnya keras membuat dia teriak. Yeo Chi melenggang pergi.
Tiba di gedung Chun Ha, Woo Hee masuk dengan wajah sumringah dan menyapa para pegawai. Dengan rok yang cukup pendek, membuat pegawai pria tertegun. Senyum Woo Hee langsung lenyap begitu melihat Hang Woo.
Hang Woo berusaha menutupi Woo Hee dari belakang ketika naik tangga, mendelik ke para pegawai pria.
Woo Hee tetap dingin dengan Hang Woo yang kesal mengira dia tak menelepon pagi-pagi untuk membangunkannya. Mulai sekarang, harus sampai aku sendiri yang menjawab...Mengerti?.
Hang Woo dan Beum Jung datang ke rapat direksi, di luar ruangan dewan direksi masih kasak-kusuk membicarakan kemungkinan Presdir Jin bahwa dia buta. Siapa yang menyebarkan gosip murahan itu? sentak Hang Woo yang langsung membuat diam semunya.
Aksi Presdir Jin mematahkan dugaan dan rumor dirinya buta. "Yang membuatku kecewa,.. Tiada lain...Bahwa didalam ruangan ini...Penuh dengan orang-orang yang suka dengan rumor palsu itu!", Presdir Jin mengebrak meja dengan gelasnya, "Seakan akan kalian mengharapkan aku benar-benar buta! Kata-kataku ini. Apakah semua orang, mengerti betul?"
Terlihat Yeo Chi mengulum senyum kearah kakeknya. Sekretaris Mo Ga Bi sebaliknya pucat pasi.
Sekretaris Mo Ga Bi mendekati Presdir Jin begitu Yeo Chi pergi begitu tahu Presdir Jin berlatih dahulu di rumah, dia mulai melancarkan aksinya. Tidak perlu khawatir. Biarpun aku buta, Chunha Group...tetap dalam genggamanku.
Menjadi cucu menantu Jin adalah jalan yang paling mudah dan aman. Beom Jung kembali mendesak Hang Woo. Jelas dia menolaknya, dia bisa mendapatkan apa yang dia inginkan dengan usahanya.
Han SHin menagih janji Hang Woo untuk menjadikannya pegawai tetap di Chun Ha jika pabrik Icheon sudah ditutup. Han Shin menjalani masa sulit karena operasi anaknya.
"Itu hakku untuk memutuskan. Kau tidak dalam posisi meminta itu. Kau hanya boleh muncul, kalau kusuruh muncul!"
Tak disadarinya Woo Hee menyaksikan keduanya di bawah tangga.
"Aku belum memberitahukan kepadamu,
tapi waktu di pabrik di Incheon Kau tidak dengar kata-kataku? Mereka sedang mengembangkan produk baru..."
Alih-alih mendengarkan informasi Han SHin, Hang Woo mengeluarkan segepok uang untuk menutup mulut dia lalu pergi. Untukku? Kenapa tidak kau beli saja blueprintnya sekalian !. Kesal sambil memunguti uang yang tersebar di lantai, perlahan Han Shin didekati Woo Hee.
Menghitung bon tagihan taksi Yoo Bang, Bun Kwe uring-uringan. Sementara Yoo Bang hanya tenang-tenang saja mengawasi datangnya Paeng Wol. Hari ini aku harus mendapatkan gigi dan kuku! tegasnya.
Kau tak ingat ? Kita kan Zero-Eleven? Yang tidak boleh lari menghadapi pertarungan hidup atau mati! Yoo Bang menampik tangan Bun Kwe dan bergegas menolong Paeng Wol.
Dengan blueprint itu, kau bisa membangun pabrik baru, dan mepekerjakan kembali para pekerja yang telah dipecat? Han Shin diyakinkan Woo Hee untuk menyerahkan blueprintnya. Akan tetapi Han Shin cemas Yoo Bang tak bisa memaafkan dirinya karena banyak menipunya. "Biar aku yang mengurus hal itu. Blueprint itu, Dimana blueprintnya?" tanya Woo Hee.
Paeng Wol dan anak buahnya cemas begitu diberitahu Bun Kwe kalau keadaan Yoo Bang tak begitu bagus. Paeng Wol melihat Yoo Bang yang terbaring lemah, menyuruhnya mendekat.
"Pabrik. Kau akan memberikanku pabrik, bukan?Keinginanku sebelum aku mati.." pinta Yoo Bang dengan suara lemah.
"Maafkan aku, bisakah kuberikan kau yang lain saja?"
Yoo Bang tek bergeming, tetap meminta pabrik karena itu keinginnya yang terakhir.
"Baiklah, baiklah. akan kujawab keinginanmu. Kau telah menyelamatkanku, kalau aku tidak membalas budi dan memenuhi keinginanmu Kau pasti akan menghantuiku".
Yoo Bang menggenggam erat tangan Paeng Wol. Baiklah, kau tak usah kuatir lagi. Dan pergilah dengan tenang ke Surga. Mari kita berdoa. Tuhan kami yang Maha pengasih dan Maha Penyayang, Disini berbaring Yoo Bang yang malang. Bawalah dia ke surgamu.
Tak disangka seorang suster masuk bersama Bun Kwe, terkejut karena Yoo Bang kenapa didoakan seakan hendak mati. Apa? Kenapa didoakan? Dia sekarat! seru Paeng Wol yang belum sadar diu cuma dikubuli Yoo Bang. Suster memaksa Yoo Bang melepas penyangga leher dan perban. Cuma memar begitu bisa sekarat? Kalian bercanda! kesal suster tersebut.
Yoo Bang yang ketahuan mencoba mengajak bercanda Paeng Wol, "Haduh kalian ini. Kalian ini gangster benaran atu tidak sih? Berkelahi saja kalian tidak bisa. Bagaimana kalian bisa hidup?"
Sedang Paeng Wol yang sudah terlanjur kesal memilih pergi, buru-buru Yoo Bang menahannya.
"Presiden, kau marah karena aku tidak jadi mati?" mohon Yoo Bang.
"Okay, ini peringatan terakhir! Kalau kau muncul lagi dihadapanku. Selamanya kau akan duduk di kursi roda! Mengerti!" ancam Paeng Wol.
Mana blueprint-ku ? Blueprint! Serahkan! Kalau kau berikan padaku,aku akan memaafkanmu!. Yoo Bang mencengkram Han Shin, Woo Hee langsung menyerahkan blueprintnya. Yoo Bang tak percaya namun langsung girang, tertawa suka cita. Akhirnya kudapatkan! Kudapatkan!
Mendengar tawa keras Yoo Bang, Paeng Wol penasaran dan kembali. Dia menemukan blueprint-nya? Paeng Wol heran karena Yoo Bang gegap gempita sambil memegang selembar kertas besar.
Semuanya seakan menjadi kemenangan Yoo Bang, usahanya tak sia-sia. Paeng Wol benar-benar memberikan pabrik, dan alat pengetes gula darah berhasil diciptakan. Paeng Wol menjadi pencoba pertama, mereka bahagia melihatnya.
Han Shin menyebarkan surat undangan kembali bekerja di pabrik Paen Song, nama pabrik yang didirikan Yoo Bang.
Orang-orang berkumpul di gudang pabrik, bertanya-tanya siapa yang mengundang mereka. Han Shin datang duluan, Presdien telah datang. Keluar Yoo Bang yang senyum lebar bersama Bun Kwe. Orang-orang terperanjat.
Pidato yang panjang namun berkesan dan menyentuh hati, kini para karyawa Paeng Seong bertepuk tangan dan berterimakasih karena terharu. Jangan berterimakasih kepadaku. Aku yang harusnya berterimakasih. Yoo Bang tetap rendah hati.
Dia diangkat beramai-ramai oleh karyawan lain, bersuka cita bersama-sama.
Presdir Jin pun teringat saat Yoo Bang menerobos masuk ditengah rapat direksi dan berteriak dimuka Presdir Jin. "Anda tahu berapa banyak orang disini yang mempertaruhkan hidupnya untukmu, Presiden? Tak seorang pun! Anda tahu kenapa? Karena anda telah memecat semua orang yang telah bekerja keras untukmu! Lalu siapa yang mau bekerja keras untukmu? Aku pun takkan sudi!?"
Yeo Chi merasa dirinya sudah gila karena ditengah-tengah kencannya dia bisa mendengar suara Yoo Bang,dikira imajinasinya saja. Sebenarnya Yoo Bang memang tertawa keras, dan terdengar di segela penjuru restoran.
Kenapa aku masih mendengar suara tertawa si kutu kupret itu? gumam Yeo Chi lirih. Yeo Bang yang duduk dibelakang Yeo Chi, tertawa lagi. Ahh, membuat Yeo Chi frustasi dan tak konsen dengan kencan butanya. Dia menenggok kebelakang, sosok Yoo Bang sudah pergi.
Yoo Bang, si brengsek itu. Dia memberiku penyakit jiwa ini dan dia tertawa saja? Awas kau begitu aku menemukanmu! gerutu Yeo Chi begitu dia meninggalkan teman kencannya.
Woo Hee langsung diam tak bergeming, karena tahu sebenarnya siapa yang mempatenkannya. Cari tahu perusahaan apa itu.Dan cari tahu siapa wanita itu!seru Hang Woo sengit. Mana bisa begini saja bisa kalah!
Yoo Bang mendekatinya. Kau terluka? tanya Yoo Bang peduli. Terimakasih. Siapapun anda, terimakasih. Presdir Jin berlalu membuat Yoo Bang keheranan. Presdir Jin berjalan dengan kesulitan, berkalo-kali menabrak meja.
Kudengar dia punya masalah kesehatan, tapi kurasa dia jadi buta.Dan tak seorangpun mendampinginya? Kalau saja dia bukan kakeknya Yeo Chi, gumam Yoo Bang yang akhirnya mengikuti Presdir Jin ke toilet wanita. Ah disana tentu saja membuat kehebohan, Yoo Bang disangka cabul dijambak beramai-ramai oleh para ibu-ibu. Presdir Jin kabur begitu saja.
"Oh orang dengan nama yang aneh. Pantesan kurasa aku ingat suaramu" celetoh Presdir Jin tanpa rasa berdosa.
"Anda tahu berapa besar penderitaanku karena anda?" seru Yoo Bang.
"Oh, benar. Ku dengar kalian membangun sebuah pabrik alat kesehatan". Serta merta Presdir Jin mengklain produk perusahaan Yoo Bang itu miliknya!
"Kalian membuat produk itu di pabrik Inceheon, bukan? Kalian membuat itu di pabrikku dengan alat-alatku,jadi tentu saja itu milikku!" gantian Presdir Jin yang sewot.
"Seharusnya anda bilang begitu! Waktu mau menutup pabrik dan memecat para pekerja itu!" ucap Yoo Bang tak mau kalah.
"Terus? Kau mengumpulkan para mantan pekerja dan membangun pabrik, kau pasti merasa senang!"
"Suatu saat, aku akan menjadi besar! Tunggu dan saksikan aku akan datang
dan membeli Chunha Group!"
Perdebatan usai, Presdir Jin mengehela nafas. Yoo Bang masih heran kenapa dia berkeliaran disini tanpa sekretarisnya? Presdir Jin pun curhat, Mataku seperti ini..Tak seorang pun di perusahaan yang tahu. Kalau mereka tahu, mereka akan segera berlarian untuk merebut kursi Yeo Chi. Curahan hati Presdir Jin membuat Yoo Bang sedikit berempati.
"Apakah Yeo Chi baik baik saja? Dulu, dia sering sekali menelepon karena mabuk. Tapi sekarang tidak lagi".
Daging dibungkus sayur... baru enak rasanya kalau dibungkuskan orang lain! pungkas Predir Jin terlihat senang, dan memaksa Yoo Bang untuk minum bersamanya.
Mendengar ocehan Yoo Bang, Presdir Jin tak mau kalah. "Karena kau, aku harus mencopot wig-ku!"
"Kau selalu bilang begitu saat kau mabuk!"
"Hey, tapi...Kenapa kau diberi nama Yoo Bang (payudara)?"
"Kau sendiri bagaimana, Presiden? Kau membangun lab untuk obat awet muda,sekarang bagaimana nasibnya?" balas Yoo Bang yang maksudnya Presdir Jin tetap saja menua.
"Hey! Kau telah menyakiti hatiku!" Presdir Jin langsung menjambak rambut Yoo Bang yang diiringi teriakan Yoo Bang, "Sakiit!"
"Hey, tapi aku iri. Kau punya satu ton rambut" Presdir Jin masih menjambak Yoo Bang. "Sakit ! Nanti kugunduli saja rambutku" balas Yoo Bang mengancam. :Lol
Staff Hang Woo lain masuk, Ya, orang yang mempatenkan alat pengukur gula darah...adalah istri dari mantan Kepala Pabrik Incheon. Ya, dan produknya sedang diproduksi oleh Paeng Seong Enterprise.
Baik Jang Ryang dan Hang Woo terkejut kepalang bukan main, siapa presidennya?! tanya Hang Woo. Yang telah dipecat dari perusahaan kita namanya Yoo Bang, staff itu ragu menyebutkannya. Hang Woo dan Jang Ryang semakin mendelik mendengarnya.
Tanpa rasa curiga Presdir Jin menandatangi berkas dengan perkiraan dia di mana harus dia sign. "Penjualan peralatan kesehatan kita..."
"Sebagaimana yang anda lihat disana, semua target tarcapai" pungkas Beom Jung memotong kata-kata Presdir Jin.
Yeo Chi penasaran mau dibawa dia oleh kakeknya. Tempat menaruh investasi. Aku perlu kau untuk memeriksa dokumen. Yeo Chi heran kenapa tak mengajak Sekretaris Mo Ga Bi? Presdir Jin tentu ada alasan sendiri, dia semakin tak mempercayai siapapun diperusahaannya.
Kakek akan berinvestasi di perusahaan apa? tanya Yeo Chi. Bukan perusahaan tapi orang. Kau akan tahu setelah bertemu dengannya, pungkas Presdir Jin.
Yeo Chi sepertinya tidak memperhatikan, namun kakeknya melihat sebuah benda kecil menempel di pakaiannya. Kakeknya mengambil benda kecil tersebut, jelas dia masih bisa melihat. Yeo Chi benar-benar tak menyadari kejadian tesebut.
Dering telepon mengentikannya, dia dikabari sesuatu mengenai Presdir Jin yang membuat dia terhenyak.
Yeo Chi mendorong kakeknya memakai kursi roda, Han Shin menunjukan ruangan. Yeo Chi membukanya, sedang Yoo Bang merapikan dasinya, ingin terlihat sempurna di depan calon investor barunya.
tuuutt...to be cotinuueddd..
prolog :
Yeo Chi pergi ke psikiater, mengira dirinya gila karena berhalusinasi mendengar tawa seseorang.
Yeo Chi : Apa penyakit yang kuderita? Ada apa.. dikepalaku ini? Apakah kepalaku perlu di operasi?
Dokter : Ini namanya sakit asmara. Ini sejenis cinta yang tak terbalas.
Yeo Chi : Apakah kau tukang ramal? Cinta tak terbalas? Sakit asmara? Kau pikir aku &*#*%^@ Yoo Bang seperti itu?
Dokter : Anda tidak apa-apa?
Yeo Chi : Menurutmu aku tidak apa-apa? Aku ? Cinta tak terbalas? Aku pasti sudah gila. *Tertawa seperti orang gila (karena Yoo Bang?)
Note Author :
Saya tidak akan panjang lebar memberikan kata-kata, wejangan, opini atau apapun itu mengenai drama ini, namun satu kalimat yang ingin saya ucapkan. Pilihan yang tepat sekali membuat sinopsis ini. :D
saya memberikan qutes indah dari Yoo Bang,
"Kalian tahu apa aset terbesar di perusahaan kita? Apa menurut kalian? Teknologi? Bukan. Teknologi bisa kalian buat. Produk? Bukan, itu bisa kalian buat. Itu adalah kalian semua! Karena keberadaan kalian, teknologi bisa dibangun dan produk bisa dibuat. Aset terbesar perusahaan adalah kalian semua! Jadi, tanamkan itu didalam jiwa kalian. Dan mari kita bekerja keras dan bekerja cerdas"
Written & Images by Asri Sakurai
Indosub Thanks to Papario @islandsub
HarleQueen 08 Mar, 2012
-
Source: http://www.pelangidrama.net/2012/03/sinopsis-k-drama-history-of-salaryman_08.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com Share on Facebook



















































